共有

Bab 21

作者: Bawah Tanah
last update 最終更新日: 2025-12-28 21:05:26

Pria itu menatap tajam temannya, matanya berkilat antara ragu dan penasaran. "Kamu serius mau cari dukun? Untuk apa? Mengacaukan hidup Parman dan Rani yang sekarang sudah hidup mewah kaya raya?" tanyanya pelan, tapi nada suaranya menyimpan amarah yang dalam.

Temannya hanya tersenyum sinis, "Benar. Kita harus gali kebenaran tentang istri dia. Semua orang bilang, Rani itu anak yatim piatu, bahkan sanak saudara pun tak ada. Itu aneh. Aku yakin ada sesuatu yang disembunyikan." Pria itu mengatupkan rahang, bayangan masa lalu yang penuh luka mulai menguasai pikirannya.

"Kita nggak boleh biarkan Parman terus bahagia, apalagi dengan wanita misterius itu. Sampai sekarang, aku masih menyimpan dendam yang membara atas kegagalan kita waktu itu." Ia menepuk bahu temannya dengan tegas, tekad mereka terpadu dalam diam yang mencekam. Malam nanti, keputusan itu menjadi awal dari perjalanan gelap yang penuh bahaya dan intrik.

Sedangkan orang yang terus ada dalam pantauan dan pembahasan kedua pria itu.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)   Bab 27

    Rani masih berdiri di depan jendela kamar mewahnya saat Parman menyapanya dengan pertanyaan tersebut, ia segera mengalihkan tatapannya pada Suganda setelah cukup lama memikirkan pemikiran yang tentunya hanya dia yang tahu, dari mulai ramangnya malam yang perlahan berganti pagi hari yang cerah.Perlahan inar pagi menyelinap lembut melalui tirai tipis, menerangi wajahnya yang halus dan berseri. Rambut hitamnya yang tergerai rapi menambah kesan anggun pada sosoknya. Matanya kemudian melirik ke arah Parman, suaminya, yang sudah bangun dari tidur, duduk di tepi tempat tidur dengan ekspresi sedikit terkejut namun hangat.Tanpa kata, Rani tersenyum lembut, seolah ingin meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja. Perlahan ia melangkah mendekat, memeluk tubuh suaminya yang masih dingin, selimut yang semula menutupi tubuh Parman saat itu masih terbalut pada tubuh Rani sendiri.“Aku tidak kenapa-napa, sayang. Tidak usah khawatir,” ucapnya lembut, suaranya menenangkan.Parman tanpa ragu menarik Ran

  • TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)   Bab 26

    Karto dan Darto melangkah tertatih, napas mereka memburu namun mata tak berani berpaling dari sosok kakek tua yang berjalan di depan. Obor kecil di tangan mereka bergetar, cahayanya menari-nari di antara pepohonan lebat hutan Cisodong yang sunyi dan dingin. Suara dedaunan yang bergesekan dan ranting patah sesekali mengiringi langkah mereka, menambah berat suasana yang penuh ketegangan.Setelah perjalanan yang terasa seperti berjam-jam, bayangan gubuk tua mulai muncul di antara rimbunnya pohon-pohon besar. Atapnya reyot, dindingnya rapuh, namun aura mistis yang menyelimutinya membuat Karto dan Darto nyaris lupa akan rasa takut mereka. Kakek itu menoleh, matanya menyiratkan ketegasan yang tak bisa ditawar.“Masuklah, jangan takut,” suaranya serak namun berwibawa, memerintah tanpa ruang untuk protes.Keduanya masuk ke dalam gubuk yang remang-remang. Bau dupa dan ramuan herbal menusuk hidung, sementara rak-rak kayu penuh sesak dengan botol-botol kaca berisi cairan berwarna aneh dan tulang

  • TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)   Bab 25

    Darto memutar tubuhnya pelan, obor yang digenggamnya mengeluarkan cahaya temaram yang menari-nari di antara pepohonan rimbun. Matanya yang tajam berusaha menangkap bayangan apapun di balik gelapnya hutan, namun yang terlihat hanya siluet pohon besar menjulang tinggi, seperti penjaga sunyi yang mengawasi malam itu.Tiba-tiba, kembali telinga mereka mendengar jelas suara benda jatuh bergema keras, membuat telinga Darto berdenyut kencang. Napasnya memburu, jantungnya berdetak tak menentu. Di sisi lain, Karto berdiri diam, bibirnya terkunci rapat, tanpa sepatah kata pun keluar, hanya sesekali matanya menyapu kegelapan dengan waspada.Ketika suara benda jatuh itu kembali terdengar, kali ini disusul auman harimau yang menggetarkan, keduanya seketika membeku. Getaran ketakutan merayap di seluruh tubuh mereka; keringat dingin membasahi punggung.Tidak ada jalan keluar, mereka terperangkap di tengah hutan lebat, dikelilingi bayang-bayang ancaman. Darto dan Karto saling membelakangi, posisi yan

  • TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)   Bab 24

    Kamar mewah itu dipenuhi aroma kayu jati dan wangi parfum mahal yang samar tercium di udara hangat. Lampu-lampu temaram memantulkan cahaya lembut di dinding emas, menciptakan suasana intim yang membalut Cinta Parman dan Rani. Tubuh mereka yang basah oleh keringat saling merapat, bergantian dalam gerakan penuh gairah yang tak kenal lelah. Napas Rani tercekat, matanya yang berkilau menatap dalam ke arah Parman dengan senyum penuh kepuasan. “Aku benar-benar puas, Mas. Terima kasih ya, sayang,” bisiknya lirih, suaranya bergetar oleh kebahagiaan yang tulus. “Aku bahagia menjadi istrimu.” Parman membalas dengan senyum hangat, tangannya lembut menyisir rambut hitam Rani yang sedikit berantakan. Ia menundukkan kepala, mencium keningnya yang halus, lalu merambat ke pipi yang memerah, dan akhirnya di bibir merah itu, penuh kelembutan dan hasrat yang sama-sama membara. Bibir mereka menyatu kembali, seolah ingin menyampaikan lebih dari kata-kata—janji, cinta, dan kehangatan yang tak terucapkan.

  • TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)   Bab 23

    Darto dan Karto melangkah menyusuri jalan semakin jauh dari warung tersebut, ingin menuju kampung Cisodong walau jaraknya masih jauh. Matahari yang tadinya cerah perlahan merunduk, menyisakan semburat jingga yang merayap di balik pepohonan. Suara desir angin dan kicau burung berganti dengan keheningan yang menekan, membuat langkah mereka semakin berat terasa.“Masih jauh, ya?” Tanya Karto, suaranya serak, menyembunyikan kelelahan yang mulai menggerogoti semangatnya.Darto hanya mengangguk pelan, tatapannya tetap fokus menatap jalur di depan. Setelah beberapa menit hening, Karto akhirnya berhenti di pinggir jalan, membelalakkan matanya pada Darto. “Kan, tadi si bapak warung sudah berkata kalau jalan kaki memakan 7 hari 7 malam mau bagaimana ceritanya kita baru berjalan sebentar kamu bertanya masih jauh segala?" Ucap Karto sambil menggeleng-gelengkan kepala. Lanjut Darto. "Kita ini mau terus jalan kaki sampai kapan? Nggak mau sewa kendaraan atau gimana?”Karto menoleh, wajahnya memanca

  • TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)   Bab 22

    Kamar mewah itu dipenuhi aroma harum parfum dan desahan lembut yang saling bersahutan. Parman dan Rani bergerak lincah di atas ranjang, tangan mereka tak henti mengeksplorasi setiap lekuk tubuh, mencari titik-titik yang mampu membangkitkan gairah. Parman menarik Rani dengan lembut, tubuhnya bergeser ke atas, lalu mereka bergantian mengubah posisi, seolah menari dalam irama hasrat yang membara. Wajah Rani memerah, matanya terkadang tertutup rapat, terkadang menatap dalam ke mata suaminya, memancarkan kebahagiaan dan kerinduan yang terpendam lama."Kamu hebat banget sayang, tenagamu aku suka, seolah tidak ada lelahnya punyamu terus berdiri kokoh... Aku suka Mas teruskan... Ahhhh... Sayang..." Kembali bisikan lembut dibarengi desahan keluar dari mulut wanita cantik itu, sambil mengikuti irama goyangan pinggul Ridwan."Tentunya dong, bagaimana aku tidak bersemangat terus, punyamu sempit dan enak banget sayang... Aku benar-benar bahagia memiliki kamu..." Balas Ridwan sambil membalikkan tu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status