Parman melangkah tergesa hingga sampai di depan rumah panggung tua milik ibunya, napasnya masih memburu setelah seharian penuh berjuang mencari ikan. Dari dalam rumah, terdengar suara ibu yang sedang membereskan peralatan dapur, namun raut wajahnya tampak kusut, menandakan kebingungan yang dalam. Parman segera memanggil dengan suara lantang, "Mak, Mak! Aku pulang!"Sejenak, dari balik jendela, tampak sosok ibu Sarti yang lagi beres-beres dan keluar perlahan, matanya membelalak saat melihat dua kantong besar penuh ikan tawes dan bawal yang tergenggam erat di tangan Parman. "Parman, ini ikan dari mana? Banyak sekali!" tanya ibunya dengan nada heran bercampur tak percaya.Parman melemparkan senyum tipis, wajahnya yang lelah seolah tertutupi oleh semangat kecil, "Aku kan memancing, Mak. Dari pagi sampai sore."Ibu Sarti menatap ikan-ikan itu dengan mata yang berkaca-kaca, seolah tak menyangka keberuntungan kecil ini benar-benar nyata. Ia meraba rambut Parman, tak kuasa menahan haru, "Mana
Last Updated : 2025-12-13 Read more