THE WALKING NIGHTMARE

THE WALKING NIGHTMARE

last updateLast Updated : 2022-12-03
By:  FoolsDome Ongoing
Language: Filipino
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
1.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Deinna Amalia is a walking daydream. Maganda, mabait, masunurin at higit sa lahat, masayahin. She grew up in a very loving home. Her Mama and Papa were loving parents. She spend her childhood and teenage years having her parents, and when her dad left her, it became to uneasy for her and for her family to recover. She's a very sentimental person. She also values marriage and love. She has her own principles. When a man suddenly came into her quiet life, her life changed. Craile Arvin , a known- businessman asks her for marriage. . . A business marriage. A marriage for the sake of his shares on their companies. No love involved; no affection at all. Sa pagdating niya sa buhay ni Amalia ay natutunan ng dalaga na maaari rin pala siyang umibig kahit na sa umpisa'y wala siyang nararamdaman para sa lalaki. She also learned the feeling of being hurt by someone you love. She learned that love is not always about the dreams; that love is also about nightmares. She's a walking daydream, but what if she's also a walking nightmare? Well, wether she's a dream or a nightmare, she'll be love by her man. “I'm a nightmare dressed like a daydream.“

View More

Chapter 1

CHAPTER 1

“Aku ingin membatalkan pernikahan kita! Aku ingin putus!”

"Putus? Membatalkan pernikahan? Tapi kenapa?” tanya Lintang menatap sang kekasih.

“Kamu memang berasal dari keluarga kaya raya, tapi aku juga wanita normal. Aku tidak ingin menikah dengan pria yang nantinya hanya akan memberikan aku penderitaan. Aku mau menjadi istri yang dilayani, bukannya pengasuh yang selalu setia dua puluh empat jam untuk pria seperti dirimu! Kamu itu membutuhkan perawat, bukan istri!” ketus sang kekasih, Stela.

“Apa kamu yakin ingin mengakhiri hubungan kita?” tanya Lintang dengan suara berat.

“Untuk apa aku berada disamping pria yang sebentar lagi bahkan tidak bisa bangun sendiri? Jangankan untuk bangun, bahkan untuk makan saja kamu nanti akan membutuhkan bantuan! Aku bukan gadis bodoh yang dibutakan oleh yang namanya cinta!”

‘Apa Stela akan melakukan hal yang sama kalau tahu penyakitku yang sebenarnya? Atau apa yang dikatakan ayah dan ibu benar, Stela akan mempercepat pernikahan itu?’ gumam Lintang.

Ya! Selama ini Lintang menyembunyikan kondisi sebenarnya dari Stela. Stela hanya tahu, kalau Lintang menderita penyakit langka. Stela sama sekali tidak tahu, kalau dia menderita sirosis hati stadium akhir.

“Apa kau sudah menemukan lelaki penggantiku? Apakah dia pria yang baik?” tanya Lintang berusaha keras menahan rasa perih di hatinya.

“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan diriku, khawatirkan saja dirimu sendiri! Dia pria yang baik, tampan, dan mapan. Satu hal yang pasti, dia berbeda denganmu, karena dia tidak akan menjadi beban untukku kelak. Hanya saja aku masih punya rasa kemanusiaan, aku ingin mengakhiri hubungan yang lama, sebelum memulai hubungan yang baru. Aku ke sini hanya ingin resmi putus darimu, juga membatalkan pernikahan kita. Orang tuaku juga sudah tahu!”

“Kalau itu membuatmu bahagia, aku ikhlas,” jawab Lintang menatap kekasihnya dengan perasaan hancur.

Walaupun ikhlas tapi Lintang sama sekali tak membayangkan kalau rasanya akan sesakit ini.

Dilahirkan dari pasangan suami istri yang hidupnya serba berkelebihan, membuat Lintang selalu mendapatkan apa yang diinginkannya dengan uang. Namun, matanya kini terbuka lebar. Tak semua bisa diselesaikan dengan uang. Terutama nyawa seseorang.

“Seandainya umurku tinggal menghitung hari, bersediakah kau menikah denganku?” tanya Lintang.

“Kalau memang umurmu tinggal menghitung hari, maka aku bersedia menikahimu sekarang juga, agar warisan mu akan menjadi milikku seutuhnya. Sayangnya, sebelum ke sini aku telah menemui dokter terlebih dahulu. Usiamu bisa bertahan sampai enam puluh tahun dan selama itu juga kau akan di kursi roda. Bukan hanya itu, kau juga memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit!” ketus Stela kesal.

“Aku tidak berbohong, Stela. Usiaku tinggal menghitung hari, aku sekarat. Apakah kau mau menemaniku sampai ajal menjemputku?” mohon Lintang.

“Aku bukan wanita bodoh, Lintang. Aku ingin melangkah di altar penikahan, aku ingin diteguhkan selayaknya pernikahan pada umumnya. Aku ingin resepsi yang megah. Bukannya menikah sambil mendorong kursi roda!” ketus Stela benar-benar marah.

Lintang memukul kepalanya pelan. Astaga … ada apa denganku? Kenapa aku bersikap egois? Bukankah ini lah yang aku inginkan? Stela bisa melupakan aku dan memulai hidup baru tanpa adanya penyesalan. Melihatmu seperti ini, maka tak ada penyesalan lagi dalam hidupku.

“Stela.”

Stela memutar badannya menatap Lintang dan berbicara dengan ketus, “Seberapa keras kamu memohon untuk tetap di sisimu, sekeras itu juga aku akan pergi dari hidupmu! Setidaknya sadar diri itu perlu, Lintang. Kau sama sekali tak layak untukku!”

“Selamat memulai hidup baru, semoga kau selalu bahagia. Ini hadiah untukmu, terima kasih pernah menjadi bagian dari hari-hariku,” ujar Lintang menyodorkan kotak segi empat.

Melihat kotak perhiasan, Stela langsung saja berjalan dengan cepat dan membuka isinya.

“Kalung Berlian?” Stela terkejut sambil memperhatikannya dengan teliti. Kini dia yakin itu berlian asli dengan nilai fantastis.

Lintang tersenyum bahagia melihat mantan kekasihnya kegirangan. Berlian yang seharusnya menjadi hadiah pernikahan mereka, akhirnya diberikan begitu saja oleh Lintang sebagai kado perpisahan.

“Terima kasih,” ujar Stela dan langsung meninggalkan ruangan itu.

Lintang menatap kepergian mantan kekasihnya sampai menghilang dari padangan mata. Dia tahu Stela tidak akan percaya kalau usianya tinggal menghitung hari, karena sebelumnya dia sendiri yang meminta dokter untuk merahasiakan kondisi sesungguhnya dari Stela.

Stela bukanlah orang biasa, tapi dia adalah putri bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di kota itu.

Selang beberapa menit setelah kepergian Stela. Orangtua Lintang datang menemuinya.

“Bagaimana kondisimu, Nak? Mana yang sakit?” tanya sang ibu menatap putranya. Walaupun hatinya sakit tapi dia berusaha keras untuk tegar.

Lintang tersenyum lirih. Haruskah aku jujur, sekarang hatiku terasa sakit? Benar-benar sakit. Rasanya seperti ada pisau tajam yang baru saja dihunuskan oleh orang yang aku cintai.

“Tetaplah semangat, Nak. Ayah tidak pernah berhenti mencari pendonor untukmu, jadi jangan menyerah. Anak buah ayah bahkan mencari sampai di rumah sakit kecil,” ujar sang ayah berusaha untuk kuat.

“Aku tidak ingin di operasi, Yah, Bu,” ujar Lintang putus asa.

“Tidak! Kau harus di operasi!” tegas sang ibu berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Untuk apa, Bu? Bukankah sudah jelas hidupku tidak akan lama lagi. Aku ingin ayah dan ibu menemaniku, itu saja.”

Meskipun marah dengan keputusan Lintang, tapi mengingat kondisi sang anak, wanita paruh baya itu memegang telapak tangan Lintang dan berkata dengan lembut, “Apa semua ini karena Stela? Lupakan Stela, Nak. Bertahan hidup lah demi kami, orang tuamu.”

Sesungguhnya yang Lintang lakukan semua demi orang tuanya, bukan Stela. Dia hanya tidak ingin menjadi beban bagi ayah dan ibunya.

Berat badan ayah dan ibunya yang terus menurun karena kelelahan mencari donor, membuat tubuh mereka menjadi lemah dan terlihat lebih tua dari seusianya.

Namun, Lintang sadar tak mudah membuat ayah dan ibunya menyerah dengan kondisinya.

“Lintang ingin menikah dengan gadis cantik, asal usul yang jelas, terutama bukan dari kalangan kelas bawah. Minimal gadis itu memiliki pekerjaan, seorang manager sebuah Perusahaan besar juga tidak masalah,” kata Lintang tak masuk akal.

Pasangan suami istri itu terkejut mendengar permintaan yang tidak masuk akal dari anak tunggalnya. Bagi mereka menikahkan Lintang dengan gadis cantik bukanlah hal yang sulit, karena mereka mempunyai banyak uang untuk membayar orang.

Namun, jika persyaratannya seperti itu, jelas-jelas mustahil. Tidak mungkin ada wanita yang berasal dari kalangan kelas atas yang bersedia menikahi lelaki yang hidupnya tidak jelas. Mereka tidak akan pernah mau menyandang status janda.

Lintang tertawa pelan, “Bukankah ayah dan ibu tidak yakin bisa mendapatkan wanita seperti itu? Jadi lupakan saja, Yah, Bu. Ikhlaskan aku jika kelak pergi.”

Perkataan Lintang seperti pisau tajam yang menancap tepat mengenai jantung sang ibu, hingga mengeluarkan darah tak terlihat.

Kamu bertanya adakah yang bersedia mengorbankan nyawa untuk kelangsungan hidupmu? Ada. Kami orang tuamu, Lintang. Tapi apa yang bisa kami lakukan ketika hasil tes justru menyatakan kalau ayah dan ibu sama-sama tidak bisa menjadi pendonor untukmu?

“Kenapa diam? Bukankah ibu sendiri tidak bisa memberikan jawaban?” ujar Lintang memejamkan mata.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status