Share

bab 20

Author: Melisa Satya
last update publish date: 2026-09-19 09:53:08

Waktunya berangkat.

Lily turun dari lantai atas dengan wajah cerianya.

Lyora dan Jesika melihat penampilan gadis itu yang sangat memalukan. Bi Inah tampak gusar, menjaga Lily yang tak bisa diam.

"Yee, sebentar lagi akan bertemu dengan kakak ganteng."

Jesika tersenyum kecut.

"Dengan penampilan norak itu, dia pikir Alvian masih mau dekat-dekat denganya. Mimpi saja!"

Lily ikut tersenyum, bukan karena dia kalah tapi dia meremehkan ucapan kakak tirinya itu.

"Pa!! Aku nggak mau satu mobil sama Lily,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TOPENG KEGILAAN SANG PUTRI MILIARDER   bab 21 calon tunangan Alvian

    Alvian melangkah keluar dari ruangan VIP sembari menggendong Lily di dalam dekapannya. Gaun navy berbahan sutra yang melekat sempurna di tubuh Lily berkilau diterpa cahaya lampu kristal ballroom, berpadu kontras dengan kulit porselennya dan tataan rambutnya yang anggun. Tak ada lagi kesan gadis malang bergaun kumal, kini Lily tampak bagaikan seorang putri yang dijaga ketat oleh pangerannya.Begitu pintu ruangan VIP terbuka lebar, seluruh pandangan tamu undangan mendadak teratur menuju satu titik. Suasana ballroom yang tadinya dipenuhi desas-desus bising seketika berubah menjadi keheningan.Jesika, yang sejak tadi berdiri di dekat meja hidangan dengan cangkir sampanye di tangannya, mendadak membeku. Cangkir kaca itu hampir saja terlepas dari jemarinya saat matanya menangkap sosok Lily dalam gendongan Alvian."M-maksudnya apa ini?!" desis Jesika dengan suara bergetar, wajahnya memerah padam menahan syok dan rasa iri yang membakar habis dadanya. "Kenapa cewek gila itu bisa pakai gaun se

  • TOPENG KEGILAAN SANG PUTRI MILIARDER   bab 20

    Waktunya berangkat.Lily turun dari lantai atas dengan wajah cerianya. Lyora dan Jesika melihat penampilan gadis itu yang sangat memalukan. Bi Inah tampak gusar, menjaga Lily yang tak bisa diam."Yee, sebentar lagi akan bertemu dengan kakak ganteng."Jesika tersenyum kecut."Dengan penampilan norak itu, dia pikir Alvian masih mau dekat-dekat denganya. Mimpi saja!"Lily ikut tersenyum, bukan karena dia kalah tapi dia meremehkan ucapan kakak tirinya itu."Pa!! Aku nggak mau satu mobil sama Lily, titik!"Malik menoleh, jangankan Jesika. Malik pun enggan menatap putri gilanya ini."Dia akan berangkat dengan mobil pengawal yang disiapkan Alvian, baguslah. Papa juga nggak mau pusing dengar suaranya yang cempreng."Jesika dan Ibunya sangat puas, mereka lantas masuk ke mobil dan melihat Lily dibawa ke mobil lain."Pa, gimana kalau Alvian nanti marah dan menyudutkan kita? Dia kan peduli banget sama cewek sinting ini.""Puding apa? Bilang saja, kalau Lily yang pilih sendiri baju itu. Orang gil

  • TOPENG KEGILAAN SANG PUTRI MILIARDER   bab 19

    Beberapa hari berlalu dengan cepat. Rumah keluarga Malik tampak disibukkan oleh berbagai persiapan menjelang pesta ulang tahun perusahaan keluarga Adhitama yang megah.Di lantai bawah, Lyora sibuk mengurus gaun-gaun mewahnya bersama Jesika. Para perancang busana ternama dipanggil khusus ke rumah untuk mengukur dan mencocokkan gaun terbaik milik Jesika, sementara Tuan Malik terus memeriksa daftar relasi bisnis yang akan hadir."Ingat, Jesika," ujar Lyora seraya merapikan gaun malam bernuansa merah marun milik putrinya. "Di pesta nanti, kamu harus tampil paling memukau. Alvian pasti akan berada di panggung utama bersama jajaran direksi Adhitama. Ini kesempatan emasmu untuk menarik perhatian keluarga besar mereka."Jesika tersenyum puas menatap pantulan dirinya di depan cermin besar. "Tenang saja, Ma. Aku sudah menyiapkan semuanya. Lalu bagaimana dengan si cewek gila itu?"Tuan Malik melangkah mendekat dengan senyum licik. "Papa sudah menyiapkan gaun putih sederhana yang sedikit kebes

  • TOPENG KEGILAAN SANG PUTRI MILIARDER   bab 18

    Tuan Malik, Lyora, dan Jesika menghilang di balik pintu. Suara derap langkah kaki mereka yang tergesa-gesa perlahan lenyap, meninggalkan kesunyian yang menggantung di dalam kamar bernuansa pastel itu. Bi Inah cepat-cepat menghampiri ranjang, tangannya terulur mengusap bahu Lily yang masih gemetar menahan letupan amarah. "Nona... Nona tidak apa-apa?" bisik Bi Inah khawatir. "Bahu Nona sakit nggak? Tuan Malik benar nggak berubah. Bisa-bisanya Tuan mendorong Nona demi Non Jesika." Lily perlahan mengendurkan kepalan tangannya. Binar mata yang berpura-pura, kini kembali tenang. Lily membetulkan gaun putihnya yang sedikit berantakan, lalu menyunggingkan senyum tipis. "Aku tidak apa-apa, Bi Inah," jawab Lily tenang. "Perlakuan seperti itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit yang mereka tanamkan selama sebelas tahun." Lily menoleh ke arah jendela balkon, dia melihat pantulan dirinya pada kaca. Tatapan ayah kandungnya yang penuh rasa jijik saat mendorongnya tadi bukan lagi hal

  • TOPENG KEGILAAN SANG PUTRI MILIARDER   bab 17

    Tuan Malik mengelus dadanya yang berdebar kencang, lalu mengisyaratkan istri dan anaknya untuk menyusul ke lantai atas dengan wajah seolah tidak terjadi apa-apa.Sementara itu, Alvian melangkah mantap menaiki tangga sembari menggenggam erat tangan Lily. Langkah kakinya terasa berat bukan karena lelah, melainkan karena rasa geram yang terus menumpuk di dadanya. Ucapan Lily soal kamar loteng yang penuh tikus tadi terus berputar di kepalanya. Pria itu menatap punggung kecil Lily yang berjalan santai di sampingnya, membayangkan bagaimana gadis ini bertahan hidup di rumah yang begitu besar namun seperti neraka.Lily melihat semuanya, semua tata letak benda dan masuk ke kamarnya.Ruangan itu memang dipoles dengan sangat cantik, dinding bernuansa pastel, kasur berukuran king size dengan sprei sutra, hingga balkon pribadi yang menghadap ke halaman depan. Sangat berbeda jauh dengan loteng kumuh tempat Lily dikurung selama sebelas tahun."Nah, Lily sayang... ini kamar barumu," ujar Lyora yang

  • TOPENG KEGILAAN SANG PUTRI MILIARDER   16

    Langkah kaki Wira terhenti di ambang pintu. Di dalam kamar, Lily sedang duduk di tepi ranjang. Jemari lentiknya yang biasa melipat origami biru kini bertumpu rapi di atas pangkuannya. "Ehmm, boleh saya masuk?" Lily menoleh menatap Wira. Sorot matanya sama sekali tidak mencerminkan seorang penderita gangguan jiwa."Kamu sengaja melarang Alvian masuk?" tanya Wira seraya menutup pintu rapat-rapat lalu berjalan mendekat dengan tas medisnya.Lily tak langsung menjawab. Dia menatap pintu sejenak, memastikan tidak ada bayangan yang mengintai, sebelum akhirnya berbicara."Alvian terlalu mudah ditebak jika sedang emosi, Dokter. Jika dia ikut masuk, dia pasti akan melarangku pulang ke rumah itu."Wira menghentikan gerakannya yang hendak mengeluarkan stetoskop. Dia menatap Lily lekat-lekat. "Kamu tahu rumah kediaman Malik itu neraka, Lily. Kenapa kamu malah bersikeras masuk kembali ke sarang serigala?""Karena bukti penggelapan harta ibuku dan racun saraf itu ada di brankas ruang kerja ayahku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status