Share

Teror

Author: TINTA MERAH
last update Huling Na-update: 2025-10-05 07:19:10

Alexa duduk di kursi kantin dengan tangan masih gemetar. Hera meraih sebotol air mineral dan menyodorkannya.

“Lex, coba minum dulu. Tenangin dirimu.”

Alexa meneguk sedikit sekali, tapi matanya tak berhenti menatap sekitar seakan takut seseorang sedang mengawasi.

“Her, aku nggak ngerti lagi… awalnya kupikir cuma orang iseng. Telepon tengah malam, nomor nggak dikenal. Aku abaikan. Tapi makin lama kok, makin parah. Ada pesan ancaman… isinya kayak tau semua tentang aktivitasku. Di mana Kos ku, kelas ku, bahkan siapa saja temanku, termasuk kamu juga Her. Tadinya aku gak mau ke kampus, tapi aku rasa kamu juga harus tau”

Hera mengerutkan kening. “Mungkin itu cuma… mantanmu?”

“Awalnya aku kira gitu. Tapi, Aku yakin bukan.” Alexa menunduk, air matanya jatuh di meja kantin. “Dari amplop yang sempat aku baca tadi tulisannya bilang gini, jangan ikut campur, atau kau akan berakhir seperti ini.”

Rani dan Davi yang tadi masih duduk, saling pandang tak berani bersuara.

Suasana di meja
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH   PELARIAN YANG BELUM SELESAI

    "Dia menyerahkan dirinya sendiri saat aku mengumpulkan orang-orangku, dan menawarkan bantuan sukarela untuk mencarimu""Dimana dia sekarang?""Entahlah..... kami berpisah di atap malam itu"Tepat saat itu terdengar suara gaduh dari kejauhan.Ruben keluar diikuti Jeni dari belakang, Hera terduduk lemah di sofa, ia merasa kakinya lemas dan tidak berdaya. Semua informasi ini terlalu banyak baginya. Kakeknya memanggil seorang asisten pribadinya, "Perhatikan apa yang ada di luar"Pria paruh baya itu melesat dengan kecepatan yang luar biasa. Hera sendirian dengan kakeknya."Kau memiliki perasaan pada Ruben?"Degh.Hera seperti kedapatan mencuri sesuatu"Ku rasa begitu" jawabnya pelan. Ia membuang wajahnya ke arah pintu"Kalian berdua adalah cucuku, terlepas dari apapun hubungan kalian. Aku menyayangi kalian dengan cinta yang sama"."Bagaimana dengan paman Valentino ?""Ya... hubunga kami terasa sangat rumit, mungkin ia sudah menjelma menjadi karma bagiku. Itu turun temurun ada dalam darah

  • TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH   KEBUN ANGGUR MILIK KAKEK

    Angin meniup lembut wajah Hera, membawa aroma manis yang lembab, anggur yang melimpah baru saja dipetik dari perkebunan milik kakeknya, semua pekerja sedang sibuk memetik buah anggur dalam diam, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Rambut Hera ditimpa matahari siang yang masih suram, samar-samar indra nya mencium sesuatu jauh di belakangnya, bau asing yang mengingatkan Hera pada Dubai.Parfum, rempah, logam, dan ketakutan.Ia menggeleng cepat. Berusaha untuk fokus. Semua kengerian yang sudah ia alami harus terbayarkan dengan pemandangan dan suasana tenang di perkebunan milik kakeknya. Bukankah hal itu semuda berlalu, ia tidak perlu mengingat hal itu lagi.Namun hatinya tak sepenuhnya percaya dengan ritme kerja Ruben yang secepat kilat. Pria itu mampu meng-handle segalanya. Kemarin ia masih berusaha lari dari jaringan penjualan wanita, tergantung di udara, merasakan kemewahan yang luar biasa di dalam pesawat pribadi, mobil mahal, pengawal dan kakeknya. Kini ia sudah berada di Ita

  • TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH    Pelarian ke Italia

    Darah mengalir di lantai, kepala pria itu berlubang tepat di antara kedua alisnya. Hera menjerit, suasana pesta yang erotis berubah menjadi mimpi buruk, segalanya kacau, semua penjaga telah tertembak senjata dengan minim suara, tapi efeknya mematikan.Segalanya tampak chaos, tiba-tiba tangan Hera ditarik oleh seorang wanita berambut pendek dengan gaun cream backless, Hera awalnya menolak sampai wanita itu berbalik untuk menatapnya, “Jenni?!!!”Hera akhirnya mengikuti Jenni tanpa suara, ia akhirnya menemukan kelegaan dari semua kekacauan ini. Mereka berdua menaiki tangga dan akhirnya sampai ke atap gedung, suara helikopter menderu diatas kepala mereka, Ruben tampak menyeringai di atas kepala mereka dengan memakai kacamata hitam.Jeni menggandeng Hera untuk menaiki tali yang dilempar Ruben ke arah merekaAnak buah Ruben berjaga dengan senjata api di tangan masing-masing.Hera dibantu oleh Jenni untuk melilitkan tali ke tubuhnya, setelah itu Ruben berteriak keras,Angkat!" perintah Ruben

  • TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH   WAJAH DI BALIK TOPENG

    Hera menatap cermin besar di ruangan persiapan. Wajahnya nyaris tak dikenali, riasan tebal, gaun tipis berkilau, mata yang biasanya berbinar lembut kini menyimpan bara keputusasaan. Seorang wanita berambut pirang dan memakai perhiasan berkilauan mendekat padanya lalu perempuan itu tersenyum palsu.“Relax Beb. After tonight, you won't remember anything. They'll give you something to forget everything.""Maaf aku gak ngerti" sahut Hera, dirinya merasa malas untuk merespons kata-kata itu, karena mendadak ia teringat pada Alexa, yang tertinggal di dalam gedung pesta pertaman kali mereka dipersembahkan pada tamu-tamu sultan dengan naluri binatang."Kau beruntung sudah dibawa ke tempat ini girl. Kau mungkin akan tewas mengenaskan jika masih di istana itu, you know what I mean,mereka memberitahuku kau berasal dari sana." "Siapa?""Hahaha... disini segala gosip beredar dengan cepat beb, come on, be prepared" sahut wanita itu samil berlalu, meninggalkan aroma parfum mahal yang menyeruak.Hera

  • TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH   PASIR EMAS DI ABUDABI

    Udara di ruangan itu beraroma mawar dan kemenyan. Hera terlihat berkilau dan indah di bawah cahaya lampu kristal yang memantul dari gelas-gelas kaca dan juga dinding-dinding berlapis emas. Kain sutra berwarna gading menutupi sebagian tubuhnya. Semua para gadis telah di dandani sepanjang hari, setelah mereka sampai ke gedung pencakar langit, seorang perempuan yang Hera perkirakan berusia 40-an dan berkulit zaitun, mengenakan abaya hitam dengan belahan dada rendah, menuntun mereka untuk membersihkan diri, dan pakaian yang tidak bisa disebut pakaian.Hera sendiri mendapatkan pakaian terbuka yang sungguh tidak nyaman, meskipun latar belakangnya adalah seorang kupu-kupu malam, tapi baju seperti ini sama sekali bukanlah baju, melainkan kain penutup dada sampai bokong. Dari kejauhan, suara dentingan gelas berpadu dengan gendang dan alat musik yang mengundang kesenangan.Hera merasakan dinging di telapak tangannya, dan denyut nadi yang berkejaran cepat di pelipisnya. Udara di ruangan itu ber

  • TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH   CARGO MENUJU BABYLON

    Kegelapan yang mutlak, dingin, dan berbau besi.Ketika Hera sadar, hal pertama yang ia rasakan adalah sakit yang berdenyut di belakang kepalanya, bekas pukulan yang dilayangkan para penculiknya kemarin. Ia mencoba menyentuh area yang terasa basah dan lengket itu tapi kedua tangannya diikat erat ke belakang dengan kabel zip tie tebal, menusuk pergelangan tangannya.Ia berada di dalam kontainer baja. Udara di dalamnya pengap, bercampur bau keringat, ketakutan, dan aroma laut yang lembap. Telinganya berdengung, tetapi perlahan, ia mulai mendengar suara lain. Isak tangis. Suara-suara lirih wanita lain yang terikat, dikumpulkan dalam kegelapan yang pekat."Kau sudah sadar?" bisik suara serak yang berasal dari dekatnya. "Mereka membius mu setelah memukul kepalamu kemarin malam." Alexa berusaha menjelaskan. Hera menatap Alexa sebentar.Keadaan temannya itu tidak jauh lebih baik dari dirinya, hanya saja tangan Alexa diikat ke depan bukan di belakang.Hera mendengus pelan, menahan rasa sakit.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status