공유

Bab 183 Ledakan

작가: Sora Archery
last update 게시일: 2026-04-27 23:58:21
​Bimo, Angel, dan Dokter Zola mendarat di bawah dengan selamat meskipun kaki mereka terasa lemas. Di waktu bersamaan pintu lift di belakang mereka langsung tertutup secara otomatis.

Brak!

​"Bimo ayo cepat! Kita harus segera pergi dari sini!" seru Angel sambil menarik Bimo bangun.

​Mereka berlari menyusuri lorong beton sempit yang menuju ke pusat kendali cadangan. Dokter Zola memimpin di depan dengan langkah yang sangat cepat.

​“Dokter, apa yang kau lakukan? Ini bukan jalan keluar!” se
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (7)
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
moga kali ini bimo bener2 dapat penawarnya, kasian zola udah berkorban klo semua ini ngga berhasil lagi
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
semoga Bu zola selamat
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ya ampun jantung ku deg2an banget
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 608

    Tubuh Bimo mendadak tegang. Matanya terbelalak menatap Angel yang kini merapatkan kedua tangannya seraya berkata maaf lewat gerakan mulutnya saja. Bimo berdehem keras, berusaha menetralkan getaran pada suaranya.“I-itu suara perawat di klinik, Ma…” kilah Bimo dengan cepat dengan memutar otak untuk mencari alasan yang masuk akal. “Pagi tadi aku kurang enak badan, jadi sempat mampir ke klinik terdekat untuk berobat. Kebetulan susternya lagi flu.” Mayang menghela nafas panjang di ujung telepon. “Ya ampun, Bimo... Kamu jangan terlalu memaksakan diri, Nak. Kamu ada di mana sekarang? Mama, Sella, Tiara, Dian, Rosa, dan anak-anak sudah berkumpul di rumah. Kami ingin sekali bertemu denganmu.”Mendengar hal itu, dada Bimo terasa makin sesak oleh rasa rindu yang tak tertahan. Dia melirik sejenak ke arah pintu kamar tempat Juno terbaring lemah tak berdaya. Saat ini dia tidak dapat meninggalkan Juno dalam keadaan seperti ini.“Ma... aku sangat bersyukur Mama dan yang lain sudah ingat semuanya.

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 607

    Bimo sontak menghentikan kunyahan di dalam mulutnya dengan jantung berdebar kencang. “Bas, siapa yang datang?” “Sepertinya warga disini, aku buka pintunya sebentar,” jawab Baskoro tanpa menoleh.Sahabatnya itu membuka pintu rumah dan terlihatlah seorang pria paruh baya berpakaian biasa berdiri di depan mereka. Di belakangnya ada beberapa warga kampung sekitar. “Maaf, permisi. Apa kalian penghuni baru rumah ini?” tanya pria paruh baya itu.“Bukan, rumah ini adalah rumah istri saya,” jawab Baskoro tenang.“Kamu suaminya Angel ya? Maaf bukan maksud kami untuk mengganggu. Tapi rumah ini sudah bertahun-tahun tidak ditempati. Kami hanya khawatir kalau yang masuk adalah maling. Perkenalkan saya Yudi, Ketua RT di wilayah ini,” ucap Pak Yudi memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan kepada Baskoro.Baskoro menjabat tangan Pak Yudi dan sedikit mengguncangnya pelan. “Iya, saya adalah suaminya Angel. Nama saya Baskoro dan yang dibelakang sana adalah teman kami namanya Bimo.” Di waktu yang

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 606

    Bimo tertegun dengan mata terbelalak saat menatap Baskoro dan Angel secara bergantian. Lidahnya mendadak kelu, tak menyangka bahwa kedua temannya itu sudah mengingat siapa dia sebenarnya.”K-kalian… sudah ingat semuanya? Sejak kapan?” tanya Bimo dengan nada suara gemetar.Angel tersenyum seraya melangkah mendekatinya.”Bimo, kamu pikir kita ini bodoh? Masa kami tidak mengenal teman kami sendiri? Si brengsek itu mungkin bisa mencuci otak kami tapi…sifatmu…caramu mengambil keputusan, dan pada saat kamu membahas Prof.Malik, Nathan dan Juno, kami sudah tahu siapa kamu sebenarnya,” ujar Angel panjang lebar dengan mata berkaca-kaca.Baskoro tertawa kecil seraya melepas kacamatanya, menyapu lensa kacamata itu dengan pinggiran kaosnya sebelum memakainya kembali.”Sebenarnya ingatan kami berdua kembali bertahap, Bim. Waktu kita membobol ruang data server di pulau itu, benturan memori itu meledak di kepala kami. Semua kenangan masa lalu kita bersama perlahan terbuka lagi.”Baskoro melangkah me

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 605

    Dua hari kemudian, akhirnya kapal kargo yang mereka tumpangi perlahan memasuki perairan Selat Sunda saat subuh menjelang. Di kejauhan, dermaga pelabuhan Banten sudah mulai terlihat.Di dalam palka kapal, Bimo terbangun dari tidurnya yang singkat. Dia langsung menoleh ke arah Juno. Putranya itu masih terlelap lelap akibat efek obat bius ringan yang diatur dosisnya secara berkala oleh Angel, walau sesekali nafasnya terdengar berat dan teratur.Baskoro melangkah turun ke palka sambil membawa tiga cangkir kopi panas. “Bim, kita sudah masuk area dermaga privat Banten. Truk box pendingin yang disewa Angel sudah terparkir pas di pinggir dermaga."“Bagaimana dengan situasi di darat, Bas? Aman?” tanya Bimo seraya menerima cangkir kopi tersebut.“Sangat aman. Jalur ini sepi dan Dermaga privat ini milik teman lama Angel. Kapal patroli Polairud yang mengawal kita tadi juga sudah memberikan laporan clearance penuh, jadi tidak ada pemeriksaan tambahan,” jawab Baskoro santai.BUM! Guncangan pelan

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 604

    “Bim, gawat! Ada kapal patroli Polairud mencegat kita!” seru Baskoro sambil berlari tergesa-gesa turun ke dalam palka dengan wajah pucat pasi. “Mereka mengunci posisi kita persis di perbatasan perbatasan laut Batam!”Angel dengan cepat mencabut pistol berperedam dari balik jaketnya. “Kita tidak bisa membiarkan mereka memeriksa isi palka ini, Bas! Kalau mereka melihat wujud fisik Juno sekarang, urusannya bakal makin rumit dan panjang!”Bimo segera berdiri menghadang Angel. “Jangan gunakan senjata. Mereka hanyalah Polisi yang hanya menjalankan tugas patroli rutin, bukan musuh. Kalau kita melawan, kita malah makin memperkeruh keadaan.”Angel perlahan menurunkan senjata apinya dan menaruhnya kembali ke dalam jaketnya.Tatapan matanya beralih ke Baskoro. “Bas, ambil semua dokumen identitas kita dan akses data terenkripsi tentang Cipta Abadi di laptopmu. Kita temui mereka di geladak.”Suara derap langkah sepatu bot terdengar menaiki tangga kapal kargo mereka. Tiga orang personel Polisi Pol

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 603

    Dengan cepat Bimo menerjang maju dan mencengkram pergelangan tangan Nathan sebelum moncong pistol itu sempat menembak ke arahnya.KREK!“AHKKK!!” jerit Nathan kesakitan saat Bimo memutar pergelangan tangannya tanpa ampun hingga tulangnya bergeser. Senjata api itu terlepas dan jatuh berdentang keras di atas panggung.Setelah itu Bimo melayangkan satu pukulan telak tepat ke rahang Nathan.BUG! “AHKKK!!” Tubuh Nathan terpental jauh lalu menghantam mimbar kaca hingga hancur berkeping-keping. Tabung-tabung berisi Serum Vigor-X jatuh berhamburan ke lantai dan pecah hingga semua cairan berwarna putih bening itu mengotori karper.“TIDAAAKKKK!!” teriak Prof.Malik histeris saat melihatnya.Prof. Malik langsung berlutut menatap nanar serum-serum yang pecah itu. Tangannya terlihat gemetar saat mencoba meraup pecahan kaca dan cairan serum yang sudah meresap ke dalam kain karpet. “Karya seniku... mahakaryaku... semuanya hancur! Brengsek kamu Bimo!!” teriak Prof.Malik murka.Bimo tidak memperdul

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status