Share

Bab 188 Tuduhan Pak Rangga

Penulis: Sora Archery
last update Tanggal publikasi: 2026-04-29 23:05:32

Vanya melihat ke sekitarnya sebelum menjawab pertanyaan Bimo.

“Bim, racun Gaharu Hitam itu akan selalu bermetamorfosis di dalam tubuhmu dan tidak bisa hilang sepenuhnya. Konon, pada zaman dahulu Gaharu Hitam itu diberikan kepada prajurit Afrika yang akan bertempur di medan perang agar kekuatan mereka bertambah berkali-kali lipat dan mampu mengalahkan musuh. Tak hanya itu, mereka juga mampu memuaskan banyak wanita dalam waktu semalam saja. Hanya saja antibodi pria jaman dulu dan sekarang sanga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
kira" selamet gak ya, janinnya bu Arini
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
yahhh pak Rangga salah paham
goodnovel comment avatar
Tyas Ratih
dikira nya mau diracun padahal dikasih penawar
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 500 Sella dan Dian Menunggy Giliran

    Tanpa diperintah dua kali, Sella segera mendekat ke ranjang dan duduk di pinggirnya. ​”Mundur sedikit, Lilis!” desak Sella seraya naik ke atas ranjang.​”Ngghh... iya Nyonya…” desah Lilis dengan nafas terengah-engah. Tubuhnya yang lemas dan basah oleh keringat saat Sella akan menggeser posisinya.​Bimo memberi satu hentakan terakhir yang amat dalam pada Lilis hingga membuat janda itu kembali memekik dan memejamkan mata sebelum melepaskan penyatuan mereka. ​PLOP!​Sella langsung menungging di depan Bimo, memamerkan belahan kewanitaannya yang sudah basah dan berkedut-kedut.”Mas... cepat, Mas! Aku sudah tidak tahan melihat Lilis mendesah seperti tadi!”Bimo terkekeh seraya memegang keperkasaannya yang masih tegang dan mengeras lalu menggeseknya di belahan Sella.”Sabar Sella, sekarang adalah giliranmu Sayang. Kamu akan mendesah keenakan sama seperti Lilis.” Dalam satu hentakan kuat, Bimo mendorong pinggulnya sedalam mungkin hingga seluruh batangnya amblas ke dalam liang sempitnya Sella

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 499 Kenyang Sendirian

    Bimo mulai memacu pinggulnya seraya memegang kedua pinggul Lilis dan memberikan hentakan yang begitu kuat hingga membuat janda anak satu itu memekik keras. Miliknya di dalam sana bisa mengembang dan mengempis seperti balon udara sesuai dengan kemauannya. “Ouhh!! Enak banget Tuan! Lilis rela gak kawin lagi kalau digenjot terus setiap malam oleh anu Tuan yang bisa bergetar dan kembang kempis seperti ini!! Ouhh!!” desah Lilis seraya membenamkan kepalanya di balik bantal. Plak! Plak! Plak! Bimo kembali memberikan tamparan di atas bongkahan bokongnya yang montok beberapa kali hingga jejak tangannya menempel di sana.”Mainkan empot-empotmu Lilis, jangan diam saja. Malam ini kamu bertugas memerah benihku sampai kosong melompong, itu kan yang kamu katakan barusan?” “I-iya Tuan,” sahut Lilis dengan susah payah. Dinding kewanitaan Lilis mulai bergerak menyedot-nyedot batangnya bagaikan vacum cleaner. Bimo merem melek menikmati denyutannya yang sangat menggigit dan seolah tak ingin membiark

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 498 Kegedean

    “Mmphhh! Mmmphhh! Mmmphhh!” gumam Lilis dengan mata melotot dan berkaca-kaca. Kedua tangannya mencengkram paha Bimo dengan kuat saat milik Bimo semakin memanjang dan mengembang di dalam rongga mulut wanita itu. “Ssshhh… tahan Lilis… jangan dilepaskan… “ desis Bimo seraya memegang kepala Lilis agar tidak kemana-mana dan melepaskan hisapannya. Air mata Lilis mulai membasahi pipinya. Janda montok itu terlihat berusaha menampung batangnya yang terus mengembang dan memanjang hingga ujung pusakanya itu menyentuh tenggorokan wanita itu. Hawa hangat dari Cincin Mustika Merah Delima menyelimuti seluruh keperkasaannya dan membuat Lilis semakin bergairah. Lidah wanita itu semakin agresif membelit dan menyapu seluruh permukaan batang Bimo yang berurat menonjol. ​Bimo tersenyum dingin seraya mempertahankan tekanannya pada kepala Lilis. “Ssshh... Bagus, Lilis. Tahan sedikit lagi.” ​Slrrrp!! Slrrrpp!! Gouhg! Gough! ​Suara decapan basah menggema dan terdengar begitu jelas. Lilis mulai menggerak

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 497 Uji Coba Sama Lilis

    Bimo pulang ke rumah pada pukul 1 malam. Semua wanita di rumahnya pasti sudah tidur, tapi miliknya masih mengeras dan menuntut pelepasan segera. Karena tidak ingin mengganggu mereka, akhirnya dia memutuskan untuk meminta bantuan Lilis, pembantunya yang cantik dan montok. Tanpa mengetuk pintu, dia masuk ke dalam kamar dan melihat janda anak satu tengah tertidur di atas ranjangnya dengan posisi terlentang. Bawahan dasternya tersingkap ke atas hingga memperlihatkan kain segitiganya yang berwarna merah menyala. Nafas Lilis terlihat naik turun teratur dengan mulut sedikit terbuka. Samar-samar, dalam pencahayaan kamar yang cukup remang, dia dapat melihat cetakan puncak Lilis yang mengacung tegak siap untuk dihisap. Jakunnya naik turun saat melihat pemandangan indah itu. Kakinya melangkah pelan mendekat ke arah Lilis lalu duduk tepat di sebelah ranjangnya. Guncangan di ranjang membuat Lilis sedikit terkejut dan reflek terbangun dari tidurnya. “T-Tuan?! Mmpp!!” Bimo langsung menempatkan

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 496 Kekuatan Mengembang dan Memanjang

    Pendar merah Keris Jalak Nyarita di balik pergelangan tangannya seketika memanas hingga membuat kulitnya terbakar seperti terkena setrika. “Ahkkk!!” teriaknya meringis kesakitan. ​DEG!​Kesadarannya tiba-tiba saja kembali. Sensasi dingin langsung menjalar ke seluruh tubuhnya dan menjernihkan pikirannya. Sebuah kenyataan pahit langsung menghantamnya, Mama kandungnya yang asli sudah lama meninggal dunia dan tidak mungkin berada di tempat ini. Sosok di depannya hanyalah iblis yang ditugaskan untuk mengganggu pertapaannya. ​Raut wajah Bimo yang semula rapuh seketika berubah mengeras. Kelopak matanya yang hampir terbuka kini kembali terpejam rapat.​”Kau...berani-beraninya menggunakan wujud dan suara Mamaku untuk menjebakku!” serunya marah. ​”Bimo? Ini Mama, Nak! Kenapa kamu bicara begitu?” tanya mama palsunya itu dengan santai. “Dasar iblis pendusta!” geramnya. ​Tanpa menggerakkan tubuhnya sedikitpun, dia menarik nafas panjang lalu menyalurkan seluruh gelombang energi Tapa Bayu Su

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 495 Tiga Godaan

    "Suara ini... mirip seperti suaranya Mama..." batinnya. Bimo tetap mempertahankan posisinya dan memfokuskan pikirannya seperti yang sudah diperintahkan oleh Datuk. Namun, tiba-tiba saja suara rintihan itu berubah menjadi suara teriakan yang memekakkan telinganya. "BIMO!! TOLONG MAMA!! DASAR MENANTU DURHAKA KAMU!!" DEG! “Tidak mungkin! Itu bukan Mama! Dia pasti ilusi sukma yang dikatakan Datuk barusan. Apapun yang terjadi aku tidak boleh membuka kedua mataku!” batinnya. “Bimo!! Siluman ular itu membelit tubuh Mama! Mereka akan menelan Mama, Nak!! Toloooong!!” teriak Mayang di samping telinganya. Gendang telinganya hampir pecah saat mendengarnya. Dia tidak gentar dan terus mempertahankan posisi duduknya meski keringat dingin bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. “Bimo? Kamu sudah tidak mencintai Mama lagi Sayang?” tanya Mayang palsu seraya membelai gundukan Bimo yang setengah layu.“Ughh!” desis Bimo saat merasakan batangnya tiba-tiba mengeras hanya karena sentuhan itu. Sial!

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status