LOGIN“Bim, gawat! Ada kapal patroli Polairud mencegat kita!” seru Baskoro sambil berlari tergesa-gesa turun ke dalam palka dengan wajah pucat pasi. “Mereka mengunci posisi kita persis di perbatasan perbatasan laut Batam!”Angel dengan cepat mencabut pistol berperedam dari balik jaketnya. “Kita tidak bisa membiarkan mereka memeriksa isi palka ini, Bas! Kalau mereka melihat wujud fisik Juno sekarang, urusannya bakal makin rumit dan panjang!”Bimo segera berdiri menghadang Angel. “Jangan gunakan senjata. Mereka hanyalah Polisi yang hanya menjalankan tugas patroli rutin, bukan musuh. Kalau kita melawan, kita malah makin memperkeruh keadaan.”Angel perlahan menurunkan senjata apinya dan menaruhnya kembali ke dalam jaketnya.Tatapan matanya beralih ke Baskoro. “Bas, ambil semua dokumen identitas kita dan akses data terenkripsi tentang Cipta Abadi di laptopmu. Kita temui mereka di geladak.”Suara derap langkah sepatu bot terdengar menaiki tangga kapal kargo mereka. Tiga orang personel Polisi Pol
Dengan cepat Bimo menerjang maju dan mencengkram pergelangan tangan Nathan sebelum moncong pistol itu sempat menembak ke arahnya.KREK!“AHKKK!!” jerit Nathan kesakitan saat Bimo memutar pergelangan tangannya tanpa ampun hingga tulangnya bergeser. Senjata api itu terlepas dan jatuh berdentang keras di atas panggung.Setelah itu Bimo melayangkan satu pukulan telak tepat ke rahang Nathan.BUG! “AHKKK!!” Tubuh Nathan terpental jauh lalu menghantam mimbar kaca hingga hancur berkeping-keping. Tabung-tabung berisi Serum Vigor-X jatuh berhamburan ke lantai dan pecah hingga semua cairan berwarna putih bening itu mengotori karper.“TIDAAAKKKK!!” teriak Prof.Malik histeris saat melihatnya.Prof. Malik langsung berlutut menatap nanar serum-serum yang pecah itu. Tangannya terlihat gemetar saat mencoba meraup pecahan kaca dan cairan serum yang sudah meresap ke dalam kain karpet. “Karya seniku... mahakaryaku... semuanya hancur! Brengsek kamu Bimo!!” teriak Prof.Malik murka.Bimo tidak memperdul
Di tengah jeritan dan kepanikan para tamu di dalam kegelapan, tiba-tiba saja layar proyektor di belakang Prof. Malik dan Nathan mendadak menyala terang dan berkedip-kedip, memancarkan cahaya yang menerangi seluruh panggung.Musik klasik yang semula mengalun lembut berganti dengan suara dengungan sinyal keras, sebelum akhirnya rekaman video mulai berputar.“GRAHHHH!!!”Suara raungan kesakitan Juno menggema sangat nyaring lewat pengeras suara. Di layar tersebut, terpampang jelas detik-detik saat Juno diikat dengan rantai besi dan disuntik berbagai cairan eksperimen kimia secara paksa oleh Prof. Malik dan Nathan. Kedua binatang itu tertawa terbahak-bahak saat melihat Juno menderita.Tak berhenti di situ, layar mendadak terbagi menjadi dua bagian. Sisi kanan menampilkan tumpukan dokumen rahasia transaksi keuangan haram Cipta Abadi Internasional, sertifikat penjualan organ ilegal, serta data penyedotan ekstrak sumsum tulang belakang Bimo secara paksa untuk dijadikan Serum Vigor-X!“A-apa
Mereka diam-diam mengamankan Juno di rumah pribadi milik salah satu teman Angel yang bermukim di kawasan Jo Chiat. Tempat itu tersembunyi dan minim kamera CCTV.Dengan hati-hati, Bimo, Angel, dan Baskoro memapah tubuh Juno masuk ke dalam ruangan bawah tanah rumah tersebut. Bimo segera membaringkan putranya itu di atas ranjang lalu memborgol kedua tangan dan kakinya agar tidak memberontak.“GRAHH... errgh…” erang Juno pelan, matanya menatap Bimo dengan tatapan sayu karena efek obat bius.“Aku sudah memanggil Dokter yang bisa dipercaya untuk menjaga dan memantau kondisi Juno di sini,” bisik Angel seraya menutup pintu ruangan. “Dia aman, Bim. Tenang saja. Kamu tidak perlu khawatir.”“Berapa banyak waktu yang kita punya sebelum acara launching Serum Vigor-X dimulai, Bas?” tanya Bimo seraya memeriksa amunisi pada senjatanya.Baskoro menatap layar laptopnya yang menampilkan peretasan data internal Cipta Abadi Internasional. “Acara utamanya mulai dalam satu jam lagi di Grand Ballroom The Rit
Bimo tidak dapat menahan air matanya saat melihat keadaan Baby Juno yang terlihat menderita dan kesakitan di atas bangsal dengan tangan dan kaki terikat kuat.“GRAHHH!!” teriak Juno mengerang kesakitan dengan matanya memerah dan nafas tersengal-sengal.“Sabar, Nak... Papa di sini. Papa berjanji akan melepaskan kamu,” ucap Bimo dengan nada bergetar.Dengan cepat Bimo merenggut pengunci rantai besi yang mengikat pergelangan tangan dan kaki Juno. Dua ilmuwan yang berada di pojok ruangan hanya bisa bergidik ketakutan sambil mengangkat kedua tangan ke atas, tak berani berkutik di bawah acungan senjata apinya Angel.“Dimana Prof.Malik dan Nathan?!” tanya Angel kepada dua ilmuwan di depannya. Moncong senjatanya sudah berada tepat di salah satu dahi mereka.“H-hari ini mereka sedang melakukan peluncuran Serum Vigor-X di Grand Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Millenia!” jawab ilmuwan itu tergagap dengan wajah pucat pasi. “Mereka mau menjualnya ke para investor kaya malam ini juga!”Mendengar h
Malam ini mereka menaiki kapal speedboat menuju pulau Jurong yang berada di tengah lautan Singapore.Angin malam berhembus sangat kencang menerpa wajah Bimo hingga membuat tubuhnya merinding kedinginan. Namun tatapan matanya tetap fokus menatap bayangan pulau buatan itu dari kejauhan.Sementara itu, di sampingnya Angel sedang sibuk memeriksa pistol berperedam dan perlengkapan selam mereka. Di sisi lain, Baskoro duduk memangku laptop yang dilindungi oleh casing tahan air.“Satu menit lagi kita sampai di titik aman,” ucap nakhoda kapal yang disewa Angel.Baskoro membetulkan posisi earpiece di telinganya, lalu melirik Bimo. “Bim, kamera di jalur pipa pembuangan sektor barat daya sudah berhasil kuretas. Videonya juga sudah kuputar berulang. Di layar monitor penjaga, area itu hanya kelihatan seperti ombak biasa selama 15 menit ke depan.”“Bagus,” balas Bimo singkat. “Bas, kamu tetap di kapal ini. Pantau jalur komunikasi dan siap-siap retas pintu akses laboratorium begitu kami sampai di p







