Share

Bab 240 Mencari Dalang

Author: Sora Archery
last update publish date: 2026-05-14 23:48:44

Bimo meraih ponsel Edi dan melihatnya dengan seksama. Tangannya bergetar saat membaca semua ulasan bintang 1 tentang Cafenya.

“S-siapa yang melakukan semua ini?”batinnya resah.

“Bos, pasti bapak-bapak perut buncit itu yang memberikan ulasan negatif pada Cafe kita. Secara kemarin, dia juga menuduh kita semua menaruh rambut di dalam makanannya,” ucap Edi curiga.

Benar juga apa yang dikatakan oleh Edi. Siapa lagi kalau bukan Pak Burhan yang sudah melakukan semua ini. Rahangnya seketika mengeras
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ya ampun bas, permintaan mu sungguh ajaib
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
baskoro jg suka main sama mama mertua nya
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
udah terbiasa liat pemandangan begituan ya Bim, jd gak kaget kalau baskoro sama mertuanya jg hehe
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 532 Hampir Koid

    Kesadarannya mulai menurun drastis saat Juno memperkuat cekikan di lehernya. Bahkan kuku tajam dan kehitaman anaknya itu menancap dan melukai lehernya. “Sssshhh…” ringisnya dalam sisa-sisa kesadarannya. Tangannya masih berusaha menggapai pisau lipat itu. Siska yang melihatnya langsung mengambil pisau itu secepat mungkin dan memamerkannya di depan Bimo.“Kamu mau pisau ini? Maaf ya sudah aku ambil duluan hehe. Ucapkan kata-kata terakhirmu sebelum kamu meninggalkan dunia ini Bimo ahahahaha!” tawa Siska terbahak-bahak.Wajah Bimo sudah mulai membiru, sebentar lagi dia akan mati jika Juno tidak melepaskan cengkraman di lehernya. Dia hanya bisa memejamkan kedua matanya dan melihat bayangan Mayang yang tengah tersenyum lembut menatapnya.“Ma…maafkan aku. Aku tidak bisa pulang malam ini untuk menggenjotmu…maaf…” batinnya.BRAKK!!Dinding rumah tiba-tiba dihancurkan oleh mobil buldozer. Siska hampir saja terkena reruntuhan bebatuan dan langsung menghindar sambil memegang dadanya.“Sialan! S

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 531 Juno Kembali

    Kekuatan Keris Jalak Nyarita, Cincin Delima merah dan sabuk Kawat Tulang Besi yang menyatu di pergelangan tangan, jari dan pinggangnya kini mulai bereaksi dan mengeluarkan cahaya merah dan kuning keemasan dalam sekejap mata.Hal itu membuat Siska dan keempat pria bertubuh tinggi tegap itu sontak menghentikan aksi mereka sambil menutup mata masing-masing.“Sial cahaya apa yang muncul dari tubuh Bimo?!” umpat Siska seraya bangkit hingga pisang putih yang menancap di dalam liang kenikmatannya.Cahaya itu seketika meledak di udara dan membuat Siska dan keempat pria sewaannya terhempas ke belakang.“AHKKK!!” teriak mereka histeris.Di waktu yang bersamaan Bimo melepaskan jeratan besi yang melingkar di lehernya hingga hancur berkeping-keping. Dia menoleh ke arah remote cip yang ada di bawah lantai. Remote itu adalah alat yang dapat meledakkan kepala Anto kapan saja jika tombol on-nya ditekan. Dengan secepat kilat dia mengambil remote itu.“Dapat…” gumamnya seraya menaruh remote itu di saku

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 530

    “Brengsek! Berikan dia air minum sekarang!! Berikan!!” teriak Bimo meledak-ledak saat Siska menyuruhnya untuk memberikan air kencing kepada Anto. Siska bergerak naik turun seraya menyeringai licik. “Ouhhh… eummm… baiklah… a-aku akan pertimbangan untuk memberikan… ouhhh… pria tidak berguna itu sedikit air asal kamu mau merangkak kemari dan menggonggong seperti anjing.” Bimo membogem lantai dengan keras hingga membuat keramiknya retak. BUAK!! “JALANG SIALAN!!” geramnya. Setelah puas mengumpat, barulah dia merangkak seperti yang diminta oleh Siska lalu menggonggong seperti seekor anjing. “AUUUU GUK! GUK! GUK!” Siska dan keempat pria bertubuh tinggi dan besar itu sontak tertawa terbahak-bahak mengejeknya. “Ahahahahha kurang keras Bimo! Ayo lebih keras lagi!” seru Siska kembali memprovokasi Bimo. Rahang Bimo bergetar dan giginya kembali gemeretak saat mendengarnya. Tapi, demi Anto dia harus menahan emosinya dan melakukan apa yang diinginkan oleh wanita dajjal itu. “AUUU!! GUK! G

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 4 Pisang Warna-Warni

    “Apa?! Siska?!” seru Bimo kaget dengan mata terbelalak. Saat ini Siska yang menyerupai Vanya sedang duduk berlutut di bawah lantai seraya memanjakan dua pisang hitam dan putih dengan menggunakan kedua tangannya, sementara mulutnya memanjakan dua pisang lainnya yang berwarna sawo matang dan kekuningan. “Sllrrrpp… slrrrrpp… iya Bimo Sayang… Slrrrpp… slrrrrpp… aku adalah Siska. Gough… gough… gough…eummm… yummy… maaf aku sedang mabok pisang hehe tapi tetap pisangmu yang paling juara,” ucap Siska terkekeh di sela sedotan dan jilatannya di pisang hitam dan putih secara bergantian. Bimo mengepalkan kedua tangannya dengan kuat dan giginya gemeretak. Dia menaruh kepala Anto dengan hati-hati kembali ke bawah lantai lalu melangkah lebar mendekati dinding kaca itu dan menggebraknya sekeras mungkin. BRAK!! “WANITA BRENGSEK!! BERANINYA KAMU MENIPU KAMI!! KATAKAN DENGAN JUJUR KEMANA VANYA!! KATAKAN!!” teriak Bimo dengan wajah merah padam dan urat-urat di pelipisnya keluar. Seorang pria kulit h

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 528 Siapa Dia?

    Bimo terbangun dengan kepala terasa pening dan mata berkunang-kunang. Saat kedua matanya benar-benar terbuka lebar, dia sangat terkejut saat mendapati dirinya tengah berada di sebuah ruangan gelap, pengap dan kotor. “A-aku berada dimana?! Bukannya tadi aku sedang mengobrol santai dengan Vanya?!” gumamnya seraya berusaha bangkit meskipun sempoyongan. “A-air…” sayup-sayup terdengar suara lirih dari ujung ruangan. Suara itu terdengar sangat familiar di telinga Bimo. “S-suara ini? Seperti suara… “ kedua kaki Bimo melangkah mendekat ke arah sumber suara dan melihat seseorang tengah tergeletak di atas lantai yang kotor berdebu. Saat dia bersimpuh dan membalikkan tubuh orang itu, kedua matanya seketika melebar saat melihatnya. “ANTO?!” “A-air… “ lirih Anto dengan suara serak. Bimo dengan cepat menaruh kepala Anto di atas pahanya, wajahnya sangat cemas melihat keadaan Anto yang sangat menyedihkan. Tubuh Anto kurung kering sampai kehilangan tulangnya, rambutnya sudah gondrong tidak tera

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 527 Kurang Perhatian

    Vanya melihat ke sekitarnya yang tampak ramai, para pengunjung terus berdatangan ke tenant Bimo Point Coffee. “Sepertinya tidak sekarang, hari ini Mas pasti sangat sibuk sekali. Bagaimana kalau besok kita bicara lagi?” tawar Vanya. “Boleh, besok aku kerumahmu saja. Kasihan anakmu jika di tinggal. Anto ada di rumah kan besok malam?” tanya Bimo. “Mas Anto kayaknya lembur deh. Paling telat dia pulang jam 11 atau jam 12 malam,” jawab Vanya tampak lesu dan kurang bersemangat.“Hem, kebutuhan hidup semakin tinggi. Semua bahan pokok naik. Anto pasti bekerja keras untuk memenuhi semua itu untuk kamu dan anak kalian,” ucap Bimo berusaha menghibur Vanya. “Iya, benar apa yang Mas katakan. Aku memang istri yang kurang bersyukur. Suamiku banting tulang kerja sampai lembur, tapi aku selalu merasa kurang,” ucap Vanya merasa bersalah sambil mengaduk-aduk es kopinya. “No, jangan bilang seperti itu. Perasaanmu valid kok. Kamu hanya menginginkan perhatian dan itu juga dirasakan oleh para wanita di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status