Share

Bab 243 Pelaku Sebenarnya

Penulis: Sora Archery
last update Tanggal publikasi: 2026-05-15 22:08:49
“Benda apa itu Baskoro?! Kenapa bentuknya mengerikan sekali?!” pekik Darwin, papanya Baskoro saat melihat keperkasaan monster Bimo keluar masuk ke dalam lubang Angel.

“Oh bentuk dan ukurannya memang seperti itu. Ayo masuklah Pa. Nanti dilihat oleh tetangga,” jawab Baskoro santai.

Om Darwin masuk ke dalam dan duduk di atas sofa. Tatapan matanya masih tertuju pada keperkasaan Bimo yang berukuran besar, tebal dan urat-uratnya menonjol keluar.

“Pantas saja lubang Angel sedikit dower pas terakh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
ad apa baskoro?
goodnovel comment avatar
Iin Ratna
wadooohhh ternyata angel sering main sama papa tiri ny jg
goodnovel comment avatar
Huzi_Acc
dower kata pak Darwin wkwkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 586 Berbagi Lubang Dengan Sahabat

    Semalaman Bimo menginap di rumahnya Baskoro. Mereka secara bersamaan menghajar Angel secara brutal di atas ranjang. Semua lubang Angel disumpal oleh batang mereka yang besar. Angel sampai termehek-mehek dan pingsan tak sadarkan diri karena ulah mereka berdua.Selesai mengerjai Angel, mereka berdua ngopi lagi di ruang tamu sambil menonton siaran ulang pertandingan sepakbola di televisi.“Bim, gimana jepitan Angel? Enak kan?” tanya Baskoro seraya menaruh cemilan kacang rebus di atas meja tamu.“Enak banget, aku sampai gak mau melepaskan batangku ke dalam miliknya. Emangnya kamu gak takut dia bunting anakku? Tadi aku lumayan keluar banyak sih,” ucap Bimo seraya mengambil salah satu kacang rebus dan mengupasnya.“Kami childfree kok. Angel sudah lama minum pil KB. Tenang saja. Beginilah kehidupan kami, menganut pernikahan terbuka. Jadi di luar sana aku juga sering kok genjot cewek lain. Aku malah pernah genjot emaknya Angel kalau datang kemari. Angel juga sering digenjot papa tirinya,” jaw

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 585 Jepitan Rating 100/10

    Angel langsung bersandar di atas sofa lalu membuka lebar kedua pahanya di depan Bim, memperlihatkan kewanitaannya yang sudah basah dan memerah. Wanita itu juga menyibak bibir kewanitaannya itu dengan dua jarinya.“Ayo Bimo masukkan milikmu yang jumbo itu ke dalam milikku,” pinta Angel dengan wajah bergairah.Bimo menuntun batang beruratnya yang masih tegang dan mengeras menuju ke pintu goa kenikmatan lalu menggesekkannya sejenak sebelum mendorong pinggulnya.JLEB!! “OUHHH GEDE BANGET!!” pekik Angel seraya mencengkram sofa saat Bimo memasukkan seluruh batangnya sampai mentok.“Sssshhhh,” desis Bimo menikmati denyutan dan jepitan dinding kewanitaan Angel di dalam sana.Setelah mendiamkan batangnya selama beberapa menit barulah Bimo mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil meremas dua gundukan kenyal Angel yang besar dan montok.“Ahhh!! Enak banget!! Dorong lebih keras dan dalam!!” racau Angel seraya merem melek dan menjulurkan lidahnya ke bawah.Bimo melirik ke arah Baskoro se

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 584

    Bimo akhirnya setuju diajak Baskoro untuk mampir ke rumahnya untuk ‘menghangatkan badan’. Tok…tok…tok…“Angel, buka pintunya…” panggil Baskoro sambil mengetuk pintu rumahnya.CeklekPintu rumah dibuka seseorang dari luar, menampakkan wajah Angel yang cantik jelita. Tubuh istri sahabatnya itu terlihat makin montok di balik gaun tidur tipis berwarna pink. Tonjolan puncak kecoklatan wanita itu mengacung tegak di balik gaunnya.“Sayang, ini siapa? Teman kamu?” tanya Angel saat melihat Bimo.“Iya Sayang, dia mau angetin badan di dalam. Tolong isapin dulu batangnya,” jawab Baskoro blak-blakan.“Baiklah, ayo masuk dulu ke dalam,” Angel membuka pintu rumahnya lebih lebar dan mempersilahkan Bimo untuk masuk ke dalam. Bimo tersenyum tipis pada wanita itu sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam. Semua posisi perabotan di rumah mereka tidak ada yang berubah. Hanya berganti warna hordeng,sarung bantal dan karpetnya saja.“Ayo duduk dulu, aku mau ke dapur untuk membuatkan kalian berdua kopi,” u

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 583 Ngangetin Badan Bareng Bini Orang

    Baskoro menghentikan laju mobilnya lalu menoleh ke arah Bimo dengan tatapan bertanya-tanya. Matanya memicing melihat Bimo dari atas sampai ke bawah.Bimo segera berlari mendekati pria itu. “Bas, apa kabar. Lama kita tidak berjumpa.” “Apa kita saling mengenal sebelumnya?” tanya Baskoro.“Astaga, kenapa aku bisa lupa kalau ingatan Baskoro juga dihapus oleh Prof. Malik,” batin Bimo seraya memejamkan matanya sejenak.“Maaf, mungkin kamu sudah melupakan aku. Tapi aku pernah satu kampus denganmu dulu di Airlangga. Kamu lumayan populer di kalangan cewek-cewek dulu, ” dusta Bimo agar Baskoro tidak menaruh kecurigaan padanya.Hidung Baskoro mendadak kembang kempis setelah mendengar pujian dari Bimo. “Jadi kamu kuliah di Universitas Airlangga juga? Sorry, aku gak terlalu banyak mengenal anak-anak di kampus. Tapi terima kasih loh sudah mengingatku. Kamu anak jurusan mana?” “Saya….” Bimo berpikir sejenak. “Saya jurusan Pendidikan Biologi.” “Wah saya kurang kenal sama anak-anak Biologi waktu

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 582 Uang Logam Gede

    Mayang tersentak kaget saat mendengar suara Hans dari balik pintu. “Duh, bagaimana ini Bimo?! Ada Hans di luar sana! Nanti dia curiga dan mendobrak pintu kamar saya.” “Tenang Nyonya, semua pasti baik-baik saja. Pintunya sudah saya kunci dari dalam,” jawab Bimo tanpa menghentikan laju pinggulnya.Tok! Tok ! Tok! Ceklek! Ceklek! “Mayang? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku? Apa kamu benar-benar sakit? Buka pintunya Mayang!” seru Hans di luar sana seraya terus mengetuk pintu kamarnya Mayang.Bimo sengaja menghentakkan pinggulnya lebih dalam hingga membuat Mayang mau tak mau mengeluarkan suara desahannya.“OUHHH!! GEDE BANGET!! ENAKK!!” pekik Mayang seraya merem melek dan menggigit bibir bawahnya sendiri.“Mayang?! Apa yang gede dan membuatmu keenakan?!” tanya Hans makin khawatir dan tak berhenti mengetuk pintunya.“Ngghh! A-anu, Hans! A-aku lagi kerokan k-karena m-masuk angin! Bimo lagi ngerokin aku pakai uang logam yang gede!” sahut Mayang terbata-bata, berusaha sekuat mungkin unt

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 581 Pakek Jari Kurang Enak Maunya Pakek Batang Berurat

    “Baik Nyonya,” sahut Bimo seraya berjalan mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Tatapan matanya tak lepas menatap punggung mulus Mayang yang terlihat putih bersih tanpa cacat dan noda.Tanpa membuang banyak waktu, Bimo membalurkan minyak zaitun di atas punggung Mayang sebelum melakukan pijatannya disana.“Eugggh…enak…tekan lagi bagian itu Bimo,” ucap Mayang sembari memejamkan matanya saat Bimo memijat lurus bagian punggungnya.Sesekali tangan Bimo sengaja mengenai samping gundukan Mayang saat memijat punggungnya. Mayang hanya bergumam tidak jelas selama pijatan berlangsung. Pijatan itu semakin lama semakin turun ke bawah paha dalamnya Mayang. Jarinya tak sengaja menekan belahan dan biji kacang merah Mayang yang sudah mengeras.“Ughhh…eummm…geli…” desah Mayang saat Bimo menggesekkan jarinya beberapa kali disana. Bahkan dia berani menyusupkan jarinya ke dalam goa kenikmatan Mayang sudah basah.“Ouhh Bimo tusuk lebih dalam!! Tambah lagi jarinya!! Ouhhh!!” pekik Mayang sambil membenamka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status