แชร์

Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih
Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih
ผู้แต่ง: Bintang

Bab 1

ผู้เขียน: Bintang
Malamnya, Kelvin menghubungiku secara pribadi untuk menenangkanku.

[Jangan marah hanya gara-gara sebuah permainan.]

[Kita berlima masih akan terus bersama setelah ini.]

Aku tak membalas.

Aku hanya menatap layar yang menampilkan sebuah universitas yang jaraknya 2.700 kilometer dari tempat ini, lalu menekan tombol konfirmasi terakhir.

Halaman yang menyatakan bahwa pendaftaran berhasil itu tetap terbuka cukup lama.

Sampai layar ponsel perlahan menggelap, barulah aku melihat wajahku sendiri yang terpantul di sana.

Tak ada air mata, juga tak sesedih yang kubayangkan.

Ternyata, saat rasa kecewa sudah menumpuk terlalu banyak, saat akhirnya benar-benar memutuskan untuk pergi, hati malah terasa sangat tenang.

Ponselku terus bergetar.

Di grup berlima, Jack mengirimkan sebuah foto.

Mina memakai mahkota kertas dan berdiri di depan kue. Jack membantu memegangi mahkota itu, Jonny membungkuk untuk menyalakan lilin, sementara Kelvin masih memegang jus yang belum habis diminum Mina.

Di bawah foto itu tertulis,

[Selamat kepada Mina yang menjadi raja kekompakan malam ini.]

Aku menatap foto itu selama beberapa detik, lalu mematikan ponsel.

Sebenarnya, malam ini bukan hanya pesta setelah ujian nasional, tapi juga ulang tahunku yang ke-18.

Ulang tahunku dan Mina hanya berjarak tiga hari.

Mina bilang kalau harus mengadakan dua pesta ulang tahun berturut-turut, semua orang pasti akan kerepotan. Jadi, dia mengusulkan agar kami merayakannya bersama dan aku menyetujuinya.

Namun, kue stroberi yang dipesan Jack hanya mencantumkan nama Mina.

Mahkota kertas yang disiapkan Jonny juga hanya ada satu.

Bahkan bunga yang dibawa Kelvin adalah mawar merah muda, bunga kesukaan Mina.

Mereka bukan lupa bahwa hari ini juga ulang tahunku.

Mereka hanya menganggap aku cukup dewasa dan pengertian untuk tidak mempermasalahkannya.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka.

Kelvin masuk dan meletakkan sebuah kotak beludru di atas meja.

“Selamat ulang tahun yang ke-18.”

Di dalam kotak itu terdapat gelang perak berbentuk semanggi berdaun empat.

Desainnya agak familiar.

Di pesta tadi, Mina juga memakai gelang yang sama. Hanya saja, gelang miliknya dihiasi lingkaran berlian kecil.

Melihatku diam saja, Kelvin berinisiatif menjelaskan,

“Gelang Mina itu kami bertiga yang pilih bersama. Aku merasa modelnya bagus, jadi sekalian belikan satu untukmu.”

Ternyata, hadiah ulang tahunku yang ke-18 hanyalah sesuatu yang dibelikan sekalian.

Aku menutup kotaknya.

“Terima kasih.”

Kelvin tidak pergi. Sebaliknya, dia menarik kursi dan duduk di sampingku.

“Soal permainan tadi, jangan dimasukkan ke hati. Mina memang kurang merasa aman. Kalau kami bertiga nggak memilihnya, dia pasti akan asal berpikir malam ini.”

“Jadi, kalian semua memilihku?”

Dia terdiam, lalu tersenyum tak berdaya.

“Bukannya kamu memang selalu nggak peduli dengan hal-hal seperti ini?”

Karena tak menangis, jadi diriku boleh dikorbankan.

Karena tak mengambek, mereka tak pernah memedulikan perasaanku.

Aku mengangguk.

“Kamu benar.”

Kelvin tampak lega, lalu kembali menunjukkan ekspresi lembutnya seperti biasa.

“Besok jangan lupa bawa KTP. Kita pergi ke agen perjalanan. Mina ingin pergi ke pegunungan bersalju untuk mengambil foto kelulusan. Kemampuan fotografimu paling bagus, jadi sekalian bisa membantu.”

“Iya.”

Kelvin mengusap rambutku dengan puas, lalu berbalik dan pergi.

Setelah pintu kamar tertutup, aku membuka kontrak elektronik yang dikirim agen perjalanan sore tadi.

Di daftar peserta perjalanan itu tercantum empat nama.

Mina, Jack, Jonny dan Kelvin.

Sedangkan namaku muncul di halaman terakhir.

Bukan sebagai peserta perjalanan.

Melainkan sebagai kontak darurat.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih   Bab 10

    Saat berusia dua puluh enam tahun, proyek observasi luar angkasa yang kuikuti akhirnya resmi mengumumkan hasil penelitiannya.Setelah konferensi pers selesai, seorang wartawan bertanya kepadaku mengapa aku memilih bidang astrofisika.Aku menatap gambar nebula di belakangku, lalu teringat pada hujan deras saat aku berusia enam belas tahun.Hari itu, aku pergi sendirian ke gunung. Bukan karena sedang marah atau ingin mencari perhatian.Aku hanya mendengar bahwa akan ada hujan meteor yang sangat langka.Namun, hujan semakin deras dan aku akhirnya terjebak di sebuah gardu pandang yang sudah tidak digunakan.Ketika mereka bertiga menemukanku, seluruh tubuh mereka sudah basah kuyup.Jack menggendongku turun gunung, Jonny memayungiku, sementara Kelvin menggenggam tanganku dan berulang kali berjanji bahwa mulai saat itu, dia pasti akan memilihku lebih dulu.Saat masih muda, aku menganggap kata-kata itu lebih abadi daripada bintang-bintang.Baru kemudian aku mengerti bahwa bintang pun bisa pada

  • Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih   Bab 9

    Saat semester enam perkuliahaku, aku mendapatkan kesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa di luar negeri.Sebelum berangkat, untuk pertama kalinya Ibu datang sendirian ke kampus untuk menemuiku.Tiga tahun tidak bertemu, dia terlihat jauh lebih tua. Beberapa helai rambut putih sudah tampak di pelipisnya.Dia tidak lagi membujukku untuk pulang, juga tidak menyinggung Mina maupun ketiga pemuda itu.Dia hanya mengikutiku berkeliling laboratorium, mendengarkan saat aku menjelaskan alat-alat dan proyek penelitian yang sedang kukerjakan.Saat kami sampai di dinding penghargaan, dia langsung melihat fotoku.Dalam foto itu, aku berdiri di tengah tim sambil memegang piala perlombaan.Ibu mendongak dan menatapnya cukup lama.“Waktu kecil, setiap kali kamu mendapat penghargaan, kamu juga selalu suka berdiri di tengah.”Aku tidak menyangka dia masih mengingatnya.“Lalu kenapa setelah itu kamu tidak pernah berdiri di tengah lagi?”“Karena harus memberi tempat kepada orang lain.”Seketika,

  • Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih   Bab 8

    Sebelum libur, proyek observasi yang kuikuti akhirnya mencapai hasil tahap awal.Dosen pembimbing mencantumkan namaku dalam laporan penelitian, bahkan merekomendasikanku untuk mengikuti program penelitian mahasiswa tahun depan.Ketika kabar itu dikirim ke grup keluarga, Ibu langsung mengirim beberapa emoji ucapan selamat.Ayah juga sampai menelepon, sesuatu yang jarang dilakukannya dan bilang ingin mengadakan pesta untuk merayakannya.Setelah orang tuaku bercerai, Ayah segera membangun keluarga baru.Selama bertahun-tahun, dia sesekali mengirimiku uang untuk biaya hidup, tetapi jarang menanyakan kabarku. Sekarang, setelah tahu aku berhasil masuk ke proyek penelitian penting, dia baru tiba-tiba teringat bahwa dia masih memiliki seorang putri yang bisa dibanggakan.Aku menolak pesta itu dan juga tidak pulang untuk merayakan tahun baru.Ibu bertanya apakah aku masih marah kepadanya.Aku bilang, proyek observasi selama liburan di kampus sedang kekurangan orang.Itu bukan alasan.Dibandingk

  • Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih   Bab 7

    Sebulan setelah mulai kuliah, aku bergabung dengan klub astronomi kampus.Saat kegiatan observasi pertama di luar kampus, dosen menyerahkan tugas pencatatan kepadaku.Aku memotret Nebula Orion, lalu merapikan seluruh data dan menyusunnya dalam bentuk tabel. Setelah sibuk hingga larut malam, ketua klub, Jeff, menyerahkan segelas air hangat kepadaku.“Kamu jago melakukan hal-hal seperti ini. Dulu sering melakukannya?”“Dulu aku terbiasa mengatur perjalanan untuk orang lain.”Dia tampak bingung.“Untuk orang lain?”Aku tersenyum, tetapi tidak menjelaskan.Kemampuan yang dulu dianggap sebagai sesuatu yang wajar dariku, untuk pertama kalinya mendapat pengakuan di lingkungan baru.Aku bisa memotret, mengedit video, merencanakan rute perjalanan, dan mengingat kebutuhan setiap orang.Di sisi Mina, kemampuan-kemampuan itu hanya menjadi alat untuk memudahkan mereka untuk menjaganya.Namun, di sini, semua kemampuan itu adalah milikku sendiri.Setelah kegiatan observasi selesai, aku menerima paket

  • Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih   Bab 6

    Keesokan sorenya, aku bertemu Kelvin di bawah gedung asrama.Dia terlihat seperti tidak tidur semalaman. Lingkaran gelap tampak jelas di bawah matanya dan kemejanya juga kusut.Selama delapan belas tahun terakhir, aku belum pernah melihatnya seberantakan ini.Dia berjalan cepat menghampiriku dan mengulurkan tangan, berniat mengambil ranselku.Aku menghindar ke samping.Tangannya terhenti di udara. Ada sedikit rasa canggung yang melintas di matanya.“Kok nggak angkat telepon?”“Nggak dengar.”“Lalu pesanku?”“Nggak lihat.”Kelvin menatapku, seolah tidak mengerti kenapa aku tahu dia akan datang, tetapi tetap tidak pergi menjemputnya di bandara.Dulu, setiap kali salah satu dari mereka bertiga pergi ke luar kota, aku selalu lebih dulu memeriksa jadwal penerbanganSaat mereka turun dari pesawat, aku akan membawa air minum dan jaket, lalu menunggu mereka di pintu keluar.Kelvin pernah berkata sambil tersenyum, selama dia melihatku, dia akan tahu bahwa dirinya sudah pulang.Namun sekarang, d

  • Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih   Bab 5

    Pada hari mereka menyadari bahwa aku sudah pergi, diriku sedang mengikuti kegiatan pengamatan bintang untuk mahasiswa baru.Universitasku berada di dataran tinggi bagian utara, dengan perbedaan suhu yang cukup ekstrim antara siang dan malam. Siang hari langit masih cerah tanpa awan, tapi begitu malam tiba, angin dingin mulai berhembus melewati lereng bukit.Aku merapatkan jaket, lalu bersama teman asramaku memasang teleskop.Begitu ponsel dinyalakan, puluhan panggilan tak terjawab langsung masuk bersamaan.Dari Ibu, Jack, Jonny dan Kelvin.Pesan di grup berlima juga perlahan berubah, dari yang awalnya penuh ketidaksabaran menjadi kepanikan.Jack bertanya aku bersembunyi di mana.Jonny mengatakan kalau aku hanya sedang merajuk, sekarang masih belum terlambat untuk pulang.Kelvin hanya mengirim satu pesan.[Kirim alamatmu.]Nada bicaranya masih seperti sedang memerintahku.Seolah-olah selama dia membuka suara, aku seharusnya kembali seperti dulu, memberitahu jadwal, perasaan dan semua ra

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status