Share

67. Kecurigaan Raka

Author: Min Ye-Rin
last update publish date: 2026-04-05 09:00:55

Tubuh Aluna melemas. Dia terjatuh tidak sadarkan diri tepat dipelukan Raka. Beruntungnya Raka segera meraih tubuh kecil itu.

Dengan gerakan cepat, Raka kembali menyerang mereka semua. Anehnya, peluru yang digunakan tidak ada habisnya. Dia tahu betul kapasitas peluru MG. Seharusnya amunisinya sudah habis sekarang.

“Aluna… sadar!” Raka terus mengguncang tubuh Aluna.

Ada keanehan lain yang belum Raka sadari tentang wanita yang kini ad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   74. Antara Takdir Dan Kehendak

    “Om-nya baru di daerah ini?” Pria itu tidak menjawab. Namun matanya sedikit memicing. Dia seperti mengenal baik gadis yang ada di depannya. “I… itu… itu tangan Om kenapa?” Suara Rengganis yang melengking dengan jari telunjuk yang mengarah pada tangan pria di depannya. Tangan yang seperti kaset kusut. Kadang terlihat samar, terkadang terlihat jelas. Dia menarik jaket untuk menutupi bagian itu. “Kamu kenal Raka?” Rengganis berkedip. Tanpa berpikir lama, dia menggeleng cepat, lalu berlalu masuk ke dalam taksi. Di dalam kabin, Rengganis masih saja menoleh ke belakang menatap pria asing yang aneh itu. Dia masih memikirkan bagian tangan sang pria yang seperti akan hilang. “I… itu manusia apa bukan, sih?” gumamnya pelan. Napasnya yang berat membuat Pak Sopir menatapnya melalui spion. “Kenapa, Neng?” Rengganis hanya menggeleng pelan.

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   73. Bukan Tokoh Utama

    Hening masih menyapa keduanya. Baik Aluna ataupun Raka, mereka masih sibuk dengan isi kepala masing-masing. Namun beberapa detik kemudian, Aluna mulai menggerakkan tubuhnya, lalu beranjak dari sofa. Aluna mengacak tempat tidurnya, mencari ponsel yang biasa digunakan untuk membaca novel online itu. “Nah ini dia!” Dengan suara yang cukup lantang, dia mengangkat ponsel itu. Matanya turun menatap Raka yang sudah menatapnya bingung. Tapi Aluna justru tersenyum. Dia bergerak cepat, lalu duduk di samping Raka. “Kamu mau apa lagi, sih?” tanya Raka yang sudah mulai lelah. “Aku harus kembali kesana secepatnya, Aluna. Dion—” “Tidak perlu kembali, kalau kita bisa melihat semua yang terjadi di sana.” Kalimat itu membuat mata Raka menggelap. “Maksud kamu?” Dia memiringkan tubuhnya dan menatap Aluna lebih lekat. Wanita itu masih sibuk dengan ponselnya. Wajahnya begitu serius dan

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   72. Tulisan Di Udara

    Raka sedikit menyipit. Karena dia sangat mengenal Aluna—istrinya. Wanita itu tidak menyukai nuansa seperti ini. Dia sangat menyukai kemewahan anggun. Tak ada satupun barang di apartemen itu yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Dari jendela besar di samping ruangan, lampu-lampu kota terlihat berkelap-kelip. Suara kendaraan samar terdengar dari kejauhan, bercampur dengan bunyi klakson dan hiruk pikuk kehidupan malam. Raka menoleh pelan ke arah jendela itu. Semua terlihat damai. Terlalu damai. Tidak ada suara tembakan. Tidak ada teriakan. Tidak ada darah. Dunia ini begitu tenang, sampai terasa asing di dadanya. Raka kembali meraih tangan Aluna. Karena wanita itu selalu saja menghindar kontak mata dengannya. Dia tidak secerewet biasanya. Rakan menariknya untuk duduk di atas sofa panjang. Tangan kekarnya yang dingin, menyentuh pipi Aluna yang hangat. Tatapan intens mereka masih bertahan sejauh ini.

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   71. Sisi Buruk Aluna

    Raka memiringkan kepalanya. Menatap apartemen yang tidak cukup buruk, dan juga tidak terlihat mewah. Mereka masih ada di dalam mobil, sekarang. Aluna masih berkemas membawa semua barang-barangnya yang sudah memenuhi isi mobilnya. Raka menarik senyum simpul. “Jadi kamu memang sejorok ini?” tanyanya dengan jari telunjuk menunjuk satu-persatu pakaian Aluna yang masih berserak di jok belakang. “Katanya dokter, tapi tidak bisa menjaga kebersihan.” Aluna melirik Raka sebentar, lalu mendengus sebal. Dia tidak menjawab, tapi dari caranya menatap Raka, cukup untuk menjelaskan kalau dia sedang emosional. Raka meraih tangan Aluna, dan sedikit menariknya. Pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat. “Kamu marah?” tanya Raka lagi. Aluna hanya menggeleng. Dia bukan marah. Dia hanya malu karena Raka datang terlalu tiba-tiba. Dia belum menyiapkan apapun, termasuk tumpukan pakaian kotornya yang hampir me

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   70. Pertemuan

    “Aku nggak bercanda!” potong Aluna cepat. “Aku serius. Aku udah ngalamin ini berkali-kali. Dari tangga yang tiba-tiba muncul, air yang membeku, sampai—” “Stop.” Sindi mengangkat tangan. Wajahnya berubah serius, tapi bukan karena percaya, melainkan karena mencoba memahami. “Aluna, kamu capek?” tanyanya pelan. “Atau kamu lagi stres banyak kerjaan?” Kalimat itu membuat Aluna terdiam. Dadanya terasa sesak. Dia tahu ini akan sulit dipercaya, tapi tetap saja, mendengar itu dari sahabatnya sendiri membuatnya sedikit goyah. “Aku nggak gila, Sin,” bisiknya pelan. “Aku tahu ini kedengarannya aneh. Tapi dia—” Aluna menunjuk ke arah pintu. “Dia nyata. Aku pegang dia. Dia berdarah. Dia—” Sindi menggeleng tak percaya. “Sejak kapan, tokoh fiksi jadi nyata? Ini gila, Al!” “Ssttt!” desis Aluna. “Jangan keras-keras. Aku bingung mau jelasin

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   69. Dunia Yang Kini Dia Pijak

    “Aluna… kamu yakin?” tanya Raka masih ragu. Dia menatap wanita di depannya dengan sangat serius. Dunia di belakangnya masih berhenti. Belum ada yang bergerak kecuali mereka berdua. “Aku serius, Raka.” Aluna memegangi kedua pundak Raka, menatapnya dalam. Berusaha untuk terus meyakinkan pria itu. “Aku akan buktikan kalau semua ucapanku benar,” kata Aluna lagi. “Ada dunia yang lebih nyata dari ini. Dan kamu pasti aman di sana.” Raka mengernyit. “Aman?” “Setidaknya, mereka tidak akan mengejarmu sampai ke duniaku.” Raka tidak menemukan jalan lain, selain saran dari Aluna. Akhirnya, dengan penuh keraguan dia mengangguk. Dia membalas genggaman tangan Aluna, dan ikut masuk ke dalam pintu hitam itu. ‘Semoga aku dapat jawaban yang sesuai.’ Gumam Raka dalam hatinya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status