Home / Fantasi / Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku / BAB 16 - RACIKAN DI DAPUR SAYAP BARAT

Share

BAB 16 - RACIKAN DI DAPUR SAYAP BARAT

last update publish date: 2026-10-02 10:54:13

Olivia menunduk sopan di hadapan para tetua sebelum melangkah keluar dari aula makan malam. Gesekan pintu jati tebal yang tertutup rapat di belakangnya seolah menjadi batas antara tekanan politik aula dan kebebasan di wilayah alkimia kuliner. Ia menghela napas panjang, menetralkan denyut jantungnya yang melaju kencang.

Langkah kakinya mantap menyusuri koridor batu dingin menuju Dapur Sayap Barat. Pemandangan di dalam dapur kali ini berubah drastis. Asisten koki senior yang tadinya hanya berdiri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 19 - SIDANG KELUARGA VANCE

    Sinar matahari pagi yang menembus kaca patri tinggi ruang sidang utama mansion Vance tak mampu mencairkan udara dingin yang mengendap di sana. Di tengah ruangan, sebuah meja panjang berpelitur kelam menjadi pembatas tegas antara kekuasaan, keadilan, dan persidangan.Tetua Catherine duduk tegak dengan kipas lipat sutra bermotif keemasan di genggamannya, sementara Tetua Roderick sesekali mengelus janggut putih panjangnya seraya menatap dingin ke satu titik. Di ujung meja yang berseberangan, Julian berdiri tegap dengan jubah hitam kebesarannya, memegang map tebal bersampul kulit. Sementara itu, di tengah ruangan, Lady Margaret berdiri diapit dua pengawal berzirah baja tegap, wajah cantiknya mengeras tanpa penyesalan."Julian, apa sebenarnya arti dari semua pementasan drama pagi ini?" tegur Tetua Catherine dengan suara tinggi yang bergema di langit-langit batu. "Menahan pengawas mansion di kamarnya sendiri dan memanggil seluruh pekerja dari sayap dapur hingga kebun?""Ini bukan drama, Tet

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 18 - KELEMBUTAN SANG BARON

    BAB 18KELEMBUTAN SANG BARONJulian masih menggenggam kain kasa basah. Jemarinya bergerak amat pelan, mengusap sisa noda karat dan bercak darah kering di pelipis Olivia. Setiap kali jari ramping sang Baron tak sengaja menyentuh kulit halus itu, napas Olivia mendadak tertahan.Kamar di sebelah ruangan pribadi Julian ini amat hening. Udara dingin malam tertahan di luar kaca jendela yang tebal, tergantikan oleh wangi lembut minyak kayu cendana dan aroma rosemary yang samar dari perapian."Tuan... Baron..." bisik Olivia parau. Tenggorokannya terasa seperti tergores pasir kasar."Jangan banyak bergerak dulu," potong Julian cepat. Suaranya rendah, jauh dari nada menggelegar yang beberapa menit lalu meruntuhkan pintu besi di ruang bawah tanah. "Dokter Smith sedang mengambil ramuan penawar nyeri yang lebih kuat di ruang medis."Olivia memalingkan wajahnya sedikit, mencoba menatap langit-langit berukir rumit. Tempat tidur berkanopi ini terlalu mewah. Kasurnya begitu empuk, amat berbanding terb

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 17 - JERITAN DARI RUANG BAWAH TANAH

    "Racun! Pengawal, tangkap wanita ini!" teriakan Bibi Margaret memecah kekacauan di aula makan malam.Suasana berubah menjadi kepanikan massal. Tetua Henry masih terbatuk hebat, kejang di atas lantai marmer dengan busa bercampur bercak darah di sudut bibirnya. Garis-garis kehitaman di lehernya kian menjalar. Tetua Roderick dan Catherine mengundur mundur dari meja makan, wajah mereka diliputi ketakutan dan amarah."Julian! Selamatkan Tetua Henry!" seru Tetua Roderick dengan suara bergetar."Seseorang panggil Dokter Smith! Dan juga panggil penyihir penyembuh sekarang juga!" perintah Julian tegas seraya menahan tubuh Tetua Henry agar tidak tersedak cairannya sendiri. Matanya sekilas melirik Olivia yang berdiri mematung di sudut ruangan, wajah gadis itu pucat pasi bagai mayat."Julian, tidak ada waktu lagi!" sela Margaret dengan nada tajam. "Gadis kedai kumuh ini jelas-jelas penyusup yang berniat menghabisi para tetua! Aku akan mengurusnya sendiri sebelum dia mencoba melarikan diri!""Tung

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 16 - RACIKAN DI DAPUR SAYAP BARAT

    Olivia menunduk sopan di hadapan para tetua sebelum melangkah keluar dari aula makan malam. Gesekan pintu jati tebal yang tertutup rapat di belakangnya seolah menjadi batas antara tekanan politik aula dan kebebasan di wilayah alkimia kuliner. Ia menghela napas panjang, menetralkan denyut jantungnya yang melaju kencang.Langkah kakinya mantap menyusuri koridor batu dingin menuju Dapur Sayap Barat. Pemandangan di dalam dapur kali ini berubah drastis. Asisten koki senior yang tadinya hanya berdiri bersedekap dan mencibir kini bergerak canggung dan serba salah. Hans, asisten koki tertua dengan jemari yang penuh kapalan, berdeham pelan seraya mendekati Olivia."Nona Olivia..." panggil Hans dengan nada suara yang jauh lebih segan. "Kami melihat reaksi Tetua Henry dan lainnya dari balik tirai. Maafkan atas kesombongan dan sikap kasar kami sebelumnya."Olivia tersenyum hangat, mengibaskan tangannya pelan. "Tidak apa-apa, Tuan. Yang terpenting sekarang adalah menyajikan hidangan utama dan penu

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 15 - TIGA TETUA VANCE

    Julian mempererat cengkeraman jarinya pada jemari Olivia yang terasa makin dingin di sampingnya. Tatapan matanya tak berkedip menatap Margaret yang berdiri angkuh di puncak tangga marmer."Aku tidak pernah kehilangan akal sehatku, Bibi," ujar Julian dingin, menekan setiap kata. "Pilihan kokiku adalah hak mutlakku sebagai penguasa Mansion Vance."Margaret melipat kedua tangannya di dada, melayangkan senyum meremehkan. "Hak mutlak? Julian, jangan lupa bahwa tradisi keluarga Vance mewajibkan setiap kepala koki diuji oleh pengawas kediaman sebelum melangkah ke dapur utama. Apa kau lupa aturan itu? Memang saat ini jabatan itu kosong akibat Robert pensiun. Tapi bukan berarti kau bisa memungut sembarangan lalu menjadikannya koki utama di sini."Olivia bergeser pelan, berdiri sejajar di samping Julian. Meskipun wajahnya pucat, sorot matanya yang cokelat jernih tetap memancarkan ketenangan luar biasa."Tuan Baron," bisik Olivia pelan, memanggil dengan nada lembut yang menenangkan gejolak emosi

  • Takdir Novel Ada di Tangan Celemekku   BAB 14 - BARON JULIAN VANCE

    POV: Julian VanceKereta kuda Keluarga Vance akhirnya melewati gerbang besi hitam raksasa dengan lambang serigala emas. Dari balik jendela kaca berlapis sutra, aku bisa melihat napas Olivia yang tertahan pelan. Mata cokelatnya yang biasa memancarkan ketenangan kini berbinar takjub menatap sekeliling."Ini... tempat tinggal Anda, Tuan Baron?" bisiknya hampir tak terdengar.Aku tersenyum tipis. "Selamat datang di kediamanku, Olivia. Dan kumohon, panggil aku Julian..." Melihat senyum canggung di bibirnya, aku makin yakin dia akan tetap memanggilku Tuan Baron.Kereta melaju perlahan menelusuri jalan setapak berkerikil putih yang membelah kawasan perkebunan mansion. Di sisi kiri dan kanan, pepohonan ek tua berdiri megah menaungi hamparan kebun bunga mawar putih dan mawar biru yang mekar sempurna. Kelopak-kelopak bunga yang basah disapa embun memancarkan aroma manis yang menenangkan, beradu dengan aroma kayu pinus dari perbukitan belakang kawasan."Tempat ini sangat luas... dan asri sekali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status