Share

BAB 91

Author: Rainina
last update Last Updated: 2026-01-09 15:58:31

"Julian?"

Victor dapat merasakan perasaan aneh hinggap dalam dirinya saat menyebut nama itu. Pikiran Victor seketika melayang kembali ke kejadian kemarin malam. Saat Adriana tidak sengaja menyebut nama pria itu.

Ia ingat Adriana menolak menjawab pertanyaannya ketika Victor bertanya apa yang pria itu lakukan padanya. Dan tanpa sadar, pikiran Victor teralihkan pada sosok ayah kandung Adriana yang menyakitinya.

Tapi sekarang, mengingat bagaimana Adriana begitu menolak menjawab pertanyaan mengenai Julian terasa masuk akal.

"Apa hubungan antara Julian dan Adriana?" tanya Victor tajam, matanya menuntut jawaban dari Davian. "Apakah mereka pernah menjalin hubungan? Atau apa Julian menginginkan sesuatu darinya?

Otak Victor berputar cepat. Ia sempat mengira Julianlah yang mengirim Adriana untuk menjebaknya. Tapi teori itu runtuh saat Adriana sendiri mengakui bahwa motifnya adalah dendam pribadi terhadap Evelyn.

Lalu apa hubungan Julian dengan semua ini?

Davian menggeleng pelan. Pria itu sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 94

    Mata Adriana membelalak lebar mendengar ancaman itu. Jantungnya seolah berhenti berdetak sejenak."Kau tidak akan berani." desisnya, namun suaranya terdengar tidak yakin bahkan di telinganya sendiri.Victor menatapnya datar, alisnya terangkat sedikit dengan angkuh, menantang keraguan wanita itu. "Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku tidak akan berani?"Adriana menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga nyaris berdarah. Benar. Atas dasar apa ia meragukan Victor?Secara logika, Keluarga Sterling lebih kaya dan berpengaruh dibandingkan Keluarga Vance. Julian hanyalah seorang 'pewaris' yang masih bermain-main dengan uang ayahnya, sementara Victor adalah sang 'pemilik' takhta. Tapi... logika itu tidak bisa menghapus bayangan mengerikan tentang Julian Vance.Adriana teringat tatapan mata pria itu. Tatapan gelap, obsesif, dan tidak waras yang membuatnya merinding hingga ke tulang. Ia teringat bagaimana Julian memaksanya memilih, dan kekerasan yang pria itu tunjukkan saat menyeretnya paksa

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 93

    Theo melangkah maju perlahan, mengikis jarak di antara mereka hingga Evelyn harus mendongak untuk menatap wajahnya."Pikirkan baik-baik, Evelyn," bisik Theo. "Kenapa kau harus memohon seperti pengemis agar diizinkan pulang, padahal kau bisa membalikkan keadaan? Kau bisa membuat mereka sendiri yang memohon agar kau angkat kaki dari rumah ini."Evelyn menatap pria itu dengan curiga. Instingnya mengatakan bahwa ide yang keluar dari kepala Theo tidak mungkin sesuatu yang waras. "Katakan dengan jelas," tuntutnya tajam. "Jangan berbelit-belit."Theo tersenyum miring, lalu mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke telinga Evelyn."Tidurlah denganku." ucapnya Theo tanpa keraguan sedikitpun.Mata Evelyn membelalak lebar, namun Theo tidak memberinya kesempatan untuk memotong. "Kita buat skenario kecil. Kita pastikan seseorang 'menemukan' kita di ranjang yang sama, dalam keadaan yang... tidak pantas. Dan aku yakin, saat itu juga, ibumu yang terhormat tidak akan punya pilihan selain mengus

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 92

    Victor sama sekali tidak membuang waktu saat ia kembali dari kantornya. Ia duduk di sofa yang menghadap tepi ranjang, menatap ke arah Adriana yang duduk di sana.Pria itu menatap Adriana lamat-lamat. Matanya menelusuri wajah wanita itu, mencari sisa-sisa ketakutan dari kejadian kemarin, namun yang ia temukan hanyalah ekspresi kesal yang ditahan."Kelihatannya kau sudah beristirahat dengan cukup," ujar Victor, suaranya berat namun tenang.Adriana memalingkan wajah, enggan menatap mata pria itu. "Ya. Tentu saja. Bagaimana aku bisa lelah kalau seseorang membuatku tidak bisa melangkah keluar satu langkah pun dari rumah ini?"Victor hanya mendengus pelan menanggapi nada sarkastis itu. "Aku melakukannya demi kebaikanmu, A

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 91

    "Julian?"Victor dapat merasakan perasaan aneh hinggap dalam dirinya saat menyebut nama itu. Pikiran Victor seketika melayang kembali ke kejadian kemarin malam. Saat Adriana tidak sengaja menyebut nama pria itu.Ia ingat Adriana menolak menjawab pertanyaannya ketika Victor bertanya apa yang pria itu lakukan padanya. Dan tanpa sadar, pikiran Victor teralihkan pada sosok ayah kandung Adriana yang menyakitinya.Tapi sekarang, mengingat bagaimana Adriana begitu menolak menjawab pertanyaan mengenai Julian terasa masuk akal."Apa hubungan antara Julian dan Adriana?" tanya Victor tajam, matanya menuntut jawaban dari Davian. "Apakah mereka pernah menjalin hubungan? Atau apa Julian menginginkan sesuatu darinya?Otak Victor berputar cepat. Ia sempat mengira Julianlah yang mengirim Adriana untuk menjebaknya. Tapi teori itu runtuh saat Adriana sendiri mengakui bahwa motifnya adalah dendam pribadi terhadap Evelyn.Lalu apa hubungan Julian dengan semua ini?Davian menggeleng pelan. Pria itu sudah

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 90

    Adriana mencengkeram ponsel itu semakin erat, jantungnya berpacu menunggu kelanjutan kalimat pria itu.Apa yang akan dikatakan Victor? Apakah pria itu akan mengakui bahwa ia masih peduli? Ataukah ia akan mengakui bahwa semua ini hanyalah caranya untuk menghukum Adriana lebih lama sebelum pria itu menyerahkannya pada Evelyn?Namun, jawaban yang ditunggu tidak pernah datang.Suara Victor kembali terdengar, namun bukan jawaban yang diharapkan Adriana yang keluar dari mulut pria itu."Aku akan mengirim Davian ke apartemen lamamu siang ini," ucap Victor tiba-tiba, mengalihkan topik pembicaraan mereka begitu saja. "Dia akan membereskan semua barang-barangmu di sana dan akan menyerahkannya pada kepala pelayan hari ini juga. Kau bisa mengeceknya nanti jika ada yang tertinggal"Kening Adriana berkerut dalam. Ia menjauhkan sedikit ponsel itu dari telinganya, menatap layar hitam itu dengan tatapan tak percaya, sebelum kembali menempelkannya dengan gusar."Apa?" tanyanya bingung dengan perubahan

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 89

    Adriana yang masih berdiri di hadapan pria yang menghalangi jalan keluarnya, menatap pria itu dengan wajah kesal."Apa yang kau lakukan?" tanya Adriana dengan nada tajam. "Minggir. Aku bukan tahanan di sini."Pria tua itu tidak bergeming sedikit pun. Senyum sopan masih terukir sempurna di wajahnya yang berkerut, seolah kemarahan Adriana hanyalah angin lalu."Benar, Anda memang bukan tahanan, Nona," ucap pria itu dengan nada tenang. "Karena itu, mohon izinkan saya mengantarkan Anda kembali ke kamar untuk beristirahat."Ia mengulurkan tangannya ke arah Adriana, sebuah gestur sopan untuk memandu Adriana. Dengan cepat, wanita itu memundurkan langkahnya, menjauh dari jangkauan pria tua itu."Jangan sentuh aku," desisnya penuh peringatan. "Aku..."Belum sempat Adriana menyelesaikan kalimatnya, telinganya menangkap suara langkah kaki halus di belakangnya. Bukan hanya satu pasang, tapi beberapa.Mata Adriana bergerak liar menyapu sekeliling foyer yang megah itu.Para pelayan yang tadi berpura

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status