分享

106. Gelombang Kedua

作者: Pancur Lidi
last update publish date: 2026-04-20 23:31:30

Dua pendekar Parasura kini berada di luar Benteng Pertahanan, Talang Mayan dan Putri Intan Selake. Sungguh hal nekad yang membuat semua prajurit merasa ngeri melihat keduanya dengan gagah berani menantang maut.

Namun, Wayang Sari juga memutuskan untuk terjun langsung ke medan perang. Dengan tombaknya, dia menghadapi gerombolan siluman semut yang menyerang mereka seperti tiada habisnya.

“Tunggu aku!” Satrio Pamungkas sudah membulatkan tekadnya, dan akhirnya memutuskan untuk terjun langsung ke me
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Mr black
kapan lanjutannya thor?
查看全部評論

最新章節

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   117. Kabar yang lucu

    Pertemuan para petinggi anggota Bintang Kejora Merah diadakan di sebuah tempat terpencil yang tiada tertulis di catatan maupun tergambar di dalam peta. Sudah beberapa lama mereka menunggu di atas kursi batu, menghadap kobaran api yang menyala, tidak pernah padam sekalipun.Kursinya ada lima buah, tapi yang duduk di sana hanya tiga orang saja.“Jantung Iblis telah dikalahkan oleh Indraprasta ..,” salah satu dari tiga orang itu akhirnya membuka suara. “Satu kursi telah kosong, kita harus mencari penggantinya.”“Aku dengar, Jantung Iblis dikalahkan oleh pendekar Parasura yang dibentuk oleh Patih Wira beberapa bulan yang lalu. Mereka adalah kumpulan murid terbaik dari segala sekte aliran putih.” Salah satu dari orang yang duduk di sana mengenakan pakaian merah darah, dengan sarung tangan berbentuk cakar naga.“Kehebatan mereka dikatakan dapat menggulingkan sebuah kerajaan, omong kosong!” timpal salah satu dari yang lain, dan kali ini seorang wanita dengan kipas perunggu menimpali pria tad

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   116. Pengakuan Yang Jujur

    Di hari lain, Tiwas Kuncir keluar dari kamarnya dengan tatapan yang penuh dengan dendam. Keluarnya dia dari kamar, disambut oleh banyak pendekar Racun Hati, tapi aura pria itu kini berubah.Dia tidak nampak seperti pria tua yang bengis, tapi malah seperti wanita tua yang penuh dengan dendam kesumat. Sakunira mengiringi langkah kakinya dengan perasaan tidak menentu, dan sesekali melirik ke arah beberapa bawahannya agar tidak menyinggung Tiwas Kuncir.“Tuan ..,” salah satu bawahannya mendekat, sedikit berjalan membungkuk, “Begini Tuan, pertemuan antar anggota Bintang Kejora Merah akan berlangsung besok siang. Tuan..,”Wush.Tiwas Kuncir langsung membunuh pria itu dengan sadis. Semua orang langsung tercengang, dan sontak membuat ratusan pendekar ciut nyalinya.“Bintang Kejora Merah, aku tidak peduli lagi dengan semuanya, yang aku inginkan adalah kematian pemuda itu. Kerahkan semua orang untuk memburunya! Jelajahi setiap jengkal tanah Indraprasta, tangkap dia hidup-hidup, dan biarkan aku

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   115. Menjadi Wanita

    Aksi kejar-kejaran terjadi antara Talang Mayan dan pendekar Racun Hati. Hingga pada akhirnya, ke duanya berhasil menghindari mereka dengan bersembunyi di dalam jurang yang cukup gelap.Di sana, Talang Mayan menurunkan Intan Selake, sementara gadis itu hanya menangis cengeng sembari membenarkan seluruh pakaiannya. Saat itu, Talang Mayan langsung pergi menjauh, berdiri di antara celah-celah cadas sembari memantau ke adaan di permukaan atas.Dari pantauan Mata Batinnya, Talang Mayan menemukan beberapa pendekar Racun Hati sedang mengamati permukaan jurang. Di saat itulah, Talang Mayan langsung menarik tubuh Intan Selake, dan bersembunyi lebih dalam pada celah batu yang berukuran sangat cempit.Kedua tubuh mereka kini berhimpitan, “hussttt ..,” bisik Talang Mayan di telinga gadis itu, “mereka ada di atas sana.”Jantung Intan Selake berdebar-debar dengan situasi ini. Wajahnya mungkin memerah, mungkin malu, mungkin pula panik, tapi saat ini situasinya membuat gadis itu terus berpelukan denga

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   114. Kesucian Yang Terjaga

    Belati Dasaka keluar dari dalam telapak tangan Talang Mayan, dan roh senjata itu tertawa girang. Energi menakutkan menyeruak memenuhi seluruh bagian belati itu, menciptakan percikan kilatan hitam yang menggetarkan jiwa.Sesaat, getaran halus menjalar di dinding ruangan itu, sebelum akhirnya dinding-dingding itu menjadi retak seribu.“Hahahaa!!!” tawa Dasakala memekakan telinga Talang Mayan, “Aku merasakan lawan yang cukup sepadan.”Ya, semenjak Dasakala menyerap energi spiritual dari senjata pimpinan Jantung Iblis, tanpa disadari oleh Talang Mayan, ternyata kekuatan Dasakala meningkat sangat pesat. Aura haus darah yang kental kini hampir tidak bisa dikendalikan.Sementara itu, di kamar pribadinya, Ki Tiwas Kuncir memandangi sekujur tubuh Intan Selake yang tergeletak tidak berdaya di atas pembarian. Kaki dan tangan gadis itu terbelenggu oleh jaring laba-laba, dan meskipun dia meronta sekuat tenaga, gadis itu sudah jatuh dalam perngkap menjijikan pimpinan Racun Hati.“Yuhuhuhuh ..,” Pri

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   113. Tidak Beradab

    “Hoiii .., siapa yang mau jadi pasangan wanita menakutkan seperti dirimu!” teriak Talang Mayan yang langsung berusaha membebaskan diri dari jerat jaring laba-laba di dua tangannya, dan meskipun tidak berhasil, dia selalu berusaha sekuat tenaga.Melihat hal itu, Sakunanira malah tertawa semakin genit dan mulai mengelus leher hingga dada Talang Mayan. Di sisi lain, pemuda itu merasakan rasa jijik yang luar biasa, membuat seluruh bulu kuduknya berdiri, dan darahnya nyaris membeku.Seumur hidupnya, Talang Mayan tidak pernah dirayu oleh seorang gadis sebegitunya, dan hari ini, pengalaman pertamanya malah dilakukan oleh manusia setengah siluman yang jelas-jelas mengerikan. Ah, meskipun jika berada pada wujud manusia dia juga cukup cantik, tapi tetap saja, ketika dia berubah menjadi setengah laba-laba raut wajahnya lebih parah dari siluman itu sendiri.“Tolong cari pemuda lain saja ..,” kata Talang Mayan, hampir merengek di hadapan Sakunira, “sebenarnya, aku tidak menyukai .., aku tidak meny

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   112. Terjebak

    Sementara itu, Talang Mayan harus rela mengikuti Intan Selake yang penuh semangat saat menjelajahi goa yang begitu dalam. Meskipun ada perasaan khawatir, nyatanya rasa penasaran yang dimiliki gadis itu mengalahkan rasa takutnya.Talang Mayan menggunakan Mata Batin nya untuk menganalisa lorong goa yang begitu panjang, hanya untuk memastikan bahwa mereka berjalan di rute yang lebih aman.Semakin dalam, situasi di lorong goa menjadi semakin gelap. Udara bersih terasa menipis, membuat keduanya harus mengatur nafas sedemikian rupa.Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya kedua orang itu menemukan tiga cabang lorong yang dipenuhi oleh sarang laba-laba.“Kita akan menjelajahi lorong tengah ..,” kata Intan Selake.Talang Mayan mengedarkan mata batinya, dan meskipun dia tidak bisa melihat tanda-tanda bahaya, akan tetapi firasatnya mengatakan bahwa tempat ini sangat berbahaya.Tidak ada lorong yang lebih baik dari lorong yang lain. Semuanya menyimpan potensi yang sama-sama berbahaya, meskipun

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   53. Niat Membunuh

    Hari itu juga, Ki Paraswara kembali ke hutan barat Indraprasta, berharap menemukan siluman burung hantu yang masih tersisa di sana.Dia bahkan tidak dibantu oleh muridnya, dia melakukannya sendiri, hanya untuk satu tujuan, menghancurkan jalan buntu yang terpampang besar menghadang langkahnya.Semen

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   51. Perintah Yang Menyakitkan

    Setelah Nyi Loro Ati pergi, Talang Mayan langsung melihat gambar rancangan busur panah yang ada di dinding ruangan tersebut. Rupa-rupanya, Ki Pamanahan berniat menciptakan sebuah busur yang dapat digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Pria tua itu tahu betul kelemahan dari busur panah adalah pe

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   50. Tawar menawar

    “Mayan, hentikan!” Nyi Loro Ati berusaha menenangkan Talang Mayan, tapi pemuda itu tidak tahan dengan ejekan yang menghina keluarganya.Tepat ketika segel ruang dan waktu terbuka, Cakram Sudra keluar dari telapak tangan pemuda itu, melayang di udara dan menciptakan suara yang mirip seperti ratusan

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   49. Memancing Amarah

    “Nyi Loro Ati, aku peringatkan sekali lagi!” kata Paraswara, “pergilah dari tempat ini, sebelum hal buruk terjadi.”“Oh, kau benar-benar ingin menguji kesabaranku?!” tantang Nyi Loro Ati. “Dengan energi spiritual 65 cakra, kau pikir bisa mengalahkanku dengan mudah?”Nyi Loro Ati bahkan bisa mengala

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status