INICIAR SESIÓNTok! Tok! Tok!
Terdengar suara ketukan pintu dari rumah sederhana dan indah milik Roy. Sejak bergabung dengan Hugo, Roy kini mampu membeli rumah yang ia senangi. Rumah itu bukan rumah mewah, sebenarnya ia bisa saja membeli rumah super mewah bertingkat. Namun Roy memilih rumah sederhana idamannya ini. Rumah ini memiliki halaman yang luas, dari belakang rumah tersebut tampak pemandangan seperti pedesaan. Roy mengatur halaman belakang dengan konsep pedesaan. Di sana ditanami sayuran yaElshi, mudah sekali kamu mengucapkan putus, setidak berharga ini kah hubungan kita?" tanya Damian."Aku tahu apa yang ingin kamu dengarkan dari mulutku saat ini," jawab Elshi ketus.Mood Elshi sedang buruk, apalagi dia sedang datang bulan."Kamu boleh pulang, dan satu lagi, besok aku akan kasih surat pemecatan mu. Aku sudah tidak mau melihat wajahmu di mana-mana," kata Elshi seraya meminta Damian keluar dari rumahnya.Mata Damian tampak berkaca-kaca. Dia ingin memeluk Elshi dan mengatakan bahwa wanita yang dicintainya hanya Elshi seorang. Namun ego dan harga dirinya terlanjur membelenggunya. Andai Elshi hanya mengucapkan putus, dia pasti membujuk wanitanya ini, tetapi kata-kata Elshi yang barusan memecatnya dan berkata bahwa Elshi sudah tak ingin melihatnya di mana-mana, seolah melukai harga dirinya. Dia tidak pernah takut dipecat dari pekerjaan, hanya saja cara Elshi menghubungkan putusnya hubungan mereka dengan berhentinya Damian dari pekerjaan
Waktu yang telah disepakati telah tiba. Dara tampak berdiri di depan pintu rumah Damian, rumah yang dulu pernah sering dikunjunginya, rumah yang dulu pernah menjadi saksi bagaimana Damian memperlakukannya sebagai ratu. Kenangan-kenangan manis itu tiba-tiba bergejolak dalam ingatan Dara.Tok... Tok... Tok...Terdengar ketukan pintu di rumah Damian. Damian yang baru selesai mandi buru-buru membuka pintu karena mengira itu adalah bapak kos yang akan menagih uang kontrakan. Sebelumnya, pemilik rumah tersebut sempat menelepon Damian untuk keperluan mengambil uang kontrakan.Saat pintu dibuka, terlihat Dara dari balik pintu. Wajahnya masih secantik dahulu. Hari ini dia mengenakan dress motif bunga berwarna biru yang membuatnya tampak sangat anggun.Damian terpaku di tempat. Wajah yang lama tak dia lihat, sosok yang kini tak dia ketahui kabarnya, dan seseorang yang dulu pernah dicintainya mati-matian, kini berada di depannya."Damian, apa aku bo
Setelah menemani kekasihnya, Roy segera menghadap Elshi. Dia meminum kembali racun, kemudian meminta izin kepada Elshi untuk kembali ke markas Hugo.Beberapa saat kemudian, Roy tiba di sebuah jalan sepi tempat dia janji bertemu dengan Axel. Axel sudah lebih dulu sampai. Mata Axel tampak berkaca menatap Roy yang semakin dekat menuju kepadanya."Axel, maaf aku baru sampai," katanya seolah tidak ada hal besar yang terjadi pada persahabatan mereka."Sejauh ini kamu menutupi semuanya dariku, apa aku masih sahabatmu, hah?" Axel tampak berteriak karena gejolak di hatinya. Rasa sedih, kecewa, takut, dan peduli bercampur satu di hatinya."Kamu, Hugo, Doni, Devan, Mario, dan Naga Merahmu, juga kekasihmu Zea dan Elshi itu..."Axel tampak tidak mampu melanjutkan kata-katanya, yang dari tadi sambil menepuk dada kekar Roy dengan kotak rokok yang barusan digunakannya untuk mengambil beberapa batang rokok yang sudah habis 7 batang sejak dia menunggu keda
Naga Merah adalah geng mafia paling berbahaya dan ditakuti di kota ini, di bawah kepemimpinan Hugo dan banyak anggota inti mereka. Salah satunya adalah Roy sebagai juru eksekutor penembak utama di kubu Naga Merah. Kamu bilang Roy punya pacar, itu tidak mungkin. Roy tidak akan berani menentang Hugo. Di sana tidak boleh ada yang terlibat dengan asmara. Asmara membuat lelaki lemah. Oleh karena itu, aku dikirim ke Naga Merah sebagai pasangan Roy dan untuk memuaskannya di ranjang," jelas Raya.Axel serasa disambar petir di tengah terik matahari. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia memang curiga Roy terlibat dengan komplotan ini sebelumnya, tapi dia tidak menyangka Roy adalah bagian inti dan merupakan orang penting di kubu mafia yang harus diberantas oleh Axel."Apakah Hendro dan Doni juga anggota inti?" tanya Axel."Ya, Doni dan Hendro adalah tangan kanan Hugo, orang kepercayaannya. Dan satu lagi, Devan! Lelaki muda tampan yang terlihat ter
Saat tiba di markas, teman-teman yang melihat kedatangan Roy segera mengucapkan selamat datang. Mereka bersulang untuk kepulangan Roy. Dokter pribadi di markas tersebut segera membawa Roy ke kamar dan mengobatinya. Mendengar kebisingan yang terjadi di luar, Raya segera beranjak untuk mengecek situasi. Betapa terharu Raya saat melihat Roy ternyata sudah kembali dengan selamat. Refleks, dia langsung memeluk erat Roy dan menangis.Melihat Raya, muncul ide di benak Roy. Dia pikir agar malam besok dia bisa keluar, dia bisa beralasan untuk jalan-jalan dengan Raya. Hugo pasti tidak akan curiga yang tidak-tidak, pikir Roy."Kak Roy, aku rindu kamu. Aku takut kamu kenapa-kenapa. Kak Roy, yang mana yang sakit, boleh aku lihat?" tanya Raya."Raya, lepas ya, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah begitu khawatir. Kamu tenang saja, ada dokter yang akan mengobati u." Roy melepaskan pelukan Raya."Kakak masih marah denganku karena kejadian terakhir?" Raya tampak
Hugo berbalik, kemudian mendapati sebuah penayangan video yang langsung berasal dari depan Gedung Merah, tempat biasa Hugo menjalankan bisnis perdagangan manusia.Semua mata kini tertuju pada layar tersebut."Hugo, sekarang juga perintahkan orangmu yang ada di gedung untuk membakar gedung tersebut. Hancurkan semua akses dan sistem untuk orang-orang menuju ke sana, kecuali kamu ingin melihat Roy mati di depan matamu. Sebelum kepergiannya, aku juga akan mengirim video pengakuan Roy tentang kejahatan kalian, di mana di dalamnya ada nama Hendro, Doni, dan orang-orang kesayanganmu lainnya. Tidak lupa, kamu adalah orang yang paling bertanggung jawab alias dalang utama atas kejahatan kalian." Elshi tersenyum sinis.Tiba-tiba saja Roy berdiri dari tempat duduknya. Tangannya terlihat tidak dalam keadaan terikat seperti sebelumnya. Dia mengambil pistol di dekat pinggang Elshi dan langsung mengarahkannya tepat di kepala Elshi.Melihat keadaan lengah, Hendro,
Jerry segera menurunkan Dara, dan berlari ke arah Zea yang membungkuk memungut bekas beling yang berserakan."aau sakit sekali." Seru Zea"Zea, kenapa, tanganmu berdarah, sudah lepaskan belingnya biar aku yang bersihkan." Kata JerryJerry tampak mengecup tangan kanan Ze
"Pak Jerry, kenapa pak Jerry ada di sini, apa Bu Elshi sedang ke luar negeri?" Tanya Damian"Damian, Bu Elshi yang memintaku agar bekerja di ruangannya, Bu Elshi sedang keluar kota, besok baru masuk kembali, Damian apapun yang terjadi di antara kita, tolong jangan bawa ke pekerjaan ya, d
Zea, Pak Damai adalah kepala pelayan dari keluarga kita. Dia adalah kepercayaan ayah. Bahkan beberapa kali aku mendengar ayah bercanda manis kepada Pak Damai. Dia bilang jika anak kita tumbuh besar, aku tidak keberatan jika mereka berjodoh. Aku yakin anak Pak Damai adalah anak baik seperti ayahny
Kenapa tiba-tiba ingin begitu?" tanya Elshi tersipu."Sebenarnya tadi aku cuma mau bicara santai sama kamu. Tiba-tiba saja saat melihat badanmu, aku berhasrat."Setelah berkata begitu, Damian tampak tertidur. Elshi memandang pria tampan itu dengan tatapan penuh kasih. Rasanya d







