Share

BAB 19

Brak ....

Kamar yang ditempati Eliza hancur setelah dibuka paksa oleh Erlan.

"Eliza Martinez, beraninya kau membawa bawahanku masuk kamar!" teriak Erlan membuka pintu lebar, dan membelalakkan matanya saat melihat, seorang pria terkapar tidak bernyawa di lantai, dengan kucuran darah keluar dari lehernya. Parahnya, ia sama sekali tidak menggunakan pakaian apa pun.

Mereka kemudian mengangkat pandangannya saat melihat Eliza melemparkan pisau dengan santai, membenturkannya ke lantai.

"Huh, aku puas sekali. Tapi, aku tau, kau mungkin akan membunuhnya. Makanya aku membunuhnya, lebih dulu," ucap Eliza tersenyum tenang sembari memperbaiki pakaiannya yang sedikit kusut dan berantakan.

Erlan menatapnya tajam, rahangnya mengeras dengan perbuatan Eliza. Saat akan mendekati Eliza. Tiba-tiba Evan menghalanginya.

"Tunggu, Erlan. Sepertinya aku mengenal pria ini," ucap Evan menunduk, menyelidiki lekuk wajah pria tidak bernyawa itu.

"Dia mata-mata, salah satu penghianat yang baru kuselidiki," ucap Ev
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status