Share

Tertawa

Author: CitraAurora
last update publish date: 2026-03-04 06:08:45

Rosella langsung menegang, dia tahu Leon pasti marah.

"Itu, Tuan Adrian yang menyimpan namanya sendiri, Sayang." Dia mencoba menjelaskan.

Leon merespon penjelasan Rosella dengan tersenyum miring.

Leon menggulir kontak ke bawah dan menemukan yang kedua.

Tuan Muda Lucas Cintaku, dengan emot cinta membara.

Suasana kamar itu tiba-tiba terasa turun beberapa derajat. Hawa dingin menyelimuti perasaan tak enak menghujam Rosella di sekujur tubuh.

Leon meletakkan ponsel itu di atas meja dengan sangat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
CitraAurora
Oke kak nanti ya
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
mirip banget kak kkk biikin yg lebih kocak lg ea kkk n seru
goodnovel comment avatar
CitraAurora
ketawa ya kak, mirip sean ga sih
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kemarahan Adrian

    Rosella menuruni tangga dengan langkah yang sangat pelan, satu tangan di railing. Diantara pahanya benar-benar sakit, hingga jalannya agak pincang. Di meja makan Adrian sudah duduk dengan kopinya. Lucas di seberangnya dengan ponsel di tangan.Keduanya menoleh begitu mendengar langkah kaki Rosella.Rosella duduk di kursinya dengan gerakan yang sangat hati-hati, tidak mengangkat wajahnya, tangannya langsung meraih cangkir teh yang sudah disiapkan."Rosella." Suara Lucas keluar pelan. "Kamu kenapa?"Adrian sudah meletakkan kopinya, menatap Rosella dengan ekspresi yang membaca terlalu banyak hal sekaligus.Rosella tidak menjawab, dia masih bergeming masih takut dengan kejadian semalam. Tak selang lama, langkah kaki terdengar di tangga. Leon turun, duduk di kepalanya meja, mengambil kopinya seperti biasa."Semalam dia pulang bersama pria lain." Kata Leon tanpa mengangkat matanya dari cangkir. "Jam sebelas malam." Imbuhnya. Lucas dan Adrian menatap Leon, lalu menatap Rosella.Rosella ma

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Dipaksa

    “Tuan apa kita ikuti Nona Rosella?” Tanya sopir Leon "Tidak perlu." Leon menghentikannya dengan dua kata. Sopir itu mengangguk, masih menunggu perintah Leon selanjutnya. Leon menatap mobil Hardan yang sudah melaju keluar dari area kampus dari balik kaca jendela, rahangnya mengencang dengan cara yang membuat siapapun di dekatnya tahu bahwa lebih baik tidak berbicara apapun saat ini."Pulang." Titahnya datar."Baik, Tuan."Di dalam mobilnya yang melaju kembali ke mansion, Leon tidak mengeluarkan ponselnya, tidak membuka berkas kerjanya yang biasanya selalu terbuka di perjalanan, hanya duduk dengan tangan bertumpu di lutut menatap jalanan London yang mulai ramai di jam pulang kerja.Dia menunggu di rumah dengan dada yang bergemuruh. Menjelang malam Leon mengecek ponselnya, tidak ada pesan dari Rosella.Jam delapan lewat, ponselnya bergetar. Buru-buru Leon membukanya, bukan pesan dari Rosella, tapi notifikasi dari bank, kartu yang dia berikan ke Rosella baru saja menarik sejumlah uan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Hukuman

    Malam itu Rosella berdiri di depan cermin kamarnya, menatap bayangannya sendiri.Gaun tidur tipis berwarna krem sudah terpasang, rambutnya dilepas, dan dia sudah memutuskan untuk tidak memakai apapun di baliknya.Dia menghela nafas, sebentar lagi dia akan dieksekusi. "Sudahlah toh rasanya juga enak." Gumamnya ke bayangannya sendiri.Rosella berjalan keluar, berdiri di depan pintu Adrian lalu mengetuknya. "Masuk."Adrian sudah ada di dalam, duduk di tepi ranjangnya dengan buku yang sudah diletakkan tertutup di meja nakas, artinya dia memang sudah menunggu dan sudah tidak berpura-pura sibuk dengan hal lain.Matanya naik ke Rosella begitu pintu terbuka, turun sekali lagi naik lagi. "Tutup pintunya." Katanya.Rosella menutup pintu tak lupa menguncinya.Adrian menepuk sisi ranjang meminta Rosella agar segera naik. “Sudah siap dengan hukumanmu?” Tanyanya. “Memang kalau belum siap saya dibebaskan Tuan?” Tanya Rosella. “Tidak, malam ini kamu milikku.” Bisik Adrian sambil membuka kaki Ro

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Adrian Yang Menang

    Usai menerima panggilan dari Lucas, Rosella terduduk lemas di bangku taman."Aku dipanggil." Kata Rosella pelan."Pergi sana." Ane mendorongnya pelan. “Bagaimana kelas berikutnya?” Rosella bingung. “Sepertinya dosen ga masuk, mungkin hanya memberikan tugas saja.” Bujuk Ane. Rosella menarik nafas panjang, merapikan bajunya, dan berjalan ke gedung dengan langkah yang teratur meski di dalam dadanya tidak ada satupun yang teratur.Di depan pintu ruang Adrian dia berhenti, mengambil nafas kemudian mengetuk pintu. "Masuk."Rosella mendorong pintu dengan jantung berdebar. Tiga pasang mata langsung tertuju padanya begitu pintu terbuka, dan Rosella butuh satu detik ekstra untuk tidak langsung berbalik keluar.Rosella masuk, menutup pintu di belakangnya, dan berdiri di tengah ruangan itu dengan tangan rapi di depan."Saya minta maaf." Katanya duluan sebelum siapapun berbicara.Tidak ada yang merespon, sehingga Rosella semakin ketakutan. "Tadi saya berbicara tanpa berpikir Tuan." Lanjutnya

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Waktunya Meminta Penjelasan

    Rosella menoleh ke samping, Waktu terasa berjalan lebih lambat dari biasanya dalam satu detik itu.Leon berdiri paling kiri dengan kedua tangan bersilang di dada, ekspresinya sangat terkontrol tapi di matanya ada sesuatu yang berkilat yang Rosella kenal terlalu baik.Di tengah, Adrian dengan posisi yang sama, sudut bibirnya naik tipis ke satu sisi dengan cara yang sudah sangat Rosella hafal dan selalu menandakan sesuatu tidak baik untuk dirinya.Lucas di sisi kanan, ekspresinya paling tenang dari ketiganya tapi justru itu yang paling berbahaya, ketiganya menatap Rosella dengan senyum yang sangat licik.Rosella mundur selangkah, kakinya menyentuh kaki Ane di belakangnya.Dia menoleh ke sahabatnya dengan wajah yang sudah kehilangan semua warna. "Matilah aku Ane." Bisiknya.Ane membalas dengan ekspresi yang sangat tidak membantu."Aku tidak tahu harus bilang apa, Rose."Di depannya Angel dan kelompoknya melihat situasi itu dengan ekspresi yang berubah dari puas menjadi sangat puas, kare

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Bukan Tipeku

    Ane berbaring di sisi ranjang menatap langit-langit dengan ekspresi seseorang yang sedang mencerna terlalu banyak hal sekaligus. "Rose aku iri sama kamu." Suara Ane keluar setengah meratap. "Dengan sepenuh hatiku, aku iri."Rosella menoleh ke arahnya dengan ekspresi yang sangat datar."Kamu mau gantiin posisiku?"Ane diam beberapa saat. "Tidak." Jawabnya akhirnya. "Tapi tetap iri."Rosella tertawa kecil, membalik posisinya, kembali ke laptopnya."Sudah, ayo lanjut lagi."Makan malam datang ke kamar seperti yang Lucas bilang, dua porsi yang lengkap, dan mereka makan sambil mengerjakan makalah sampai akhirnya selesai menjelang pukul sepuluh.Ane pulang dengan taksi yang dipesankan kepala pelayan, melambaikan tangan ke Rosella dari balik jendela kendaraan dengan ekspresi yang masih menyimpan semua yang dia lihat dan dengar malam itu.Pagi berikutnya Ane sudah ada di kampus lebih awal, menunggu Rosella di depan gerbang."Cepat." Ane menarik lengannya. "Kita cek tanaman dulu sebelum kela

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Ingin yang Lebih?

    Leon dan Rosella masih duduk di bangku taman dalam keheningan yang canggung. Tidak ada yang dibicarakan lagi setelah Leon memintanya berhenti bertanya.Lima belas menit berlalu terasa seperti berjam-jam.Leon melirik jam tangannya, lalu berdiri. "Sudah cukup. Kita pulang."Rosella mengangguk meski

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Cara Menghibur Wanita

    Leon berdiri dengan kertas resep masih tergenggam di tangannya. Pikirannya berputar, sesuatu yang jarang terjadi pada Leon Toretto yang selalu tegas dan pasti dalam setiap keputusan.‘Hibur dan bujuk dia agar bisa keluar dari traumatis itu’Kata-kata Dr. Arthur terus berputar di kepalanya, bagaiman

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Rosella Aku Sudah Gila!

    Rosella terdiam, wajahnya memerah mendengar pertanyaan Adrian yang begitu blak-blakan.Mulutnya ingin menolak, dan mengatakan tidakTapi tubuhnya menginginkan hal lain, tanpa sadar, kepalanya mengangguk pelan nyaris tak terlihat. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang penuh kemenangan sekal

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Trauma

    "Lucas, tidak perlu. Kamu yang memeriksa Rosella," ucap Leon sambil menyeka bibirnya dengan serbet dengan tatapan yang tetap datar.Lucas terkejut mendengar penuturan Leon, "Kenapa? Aku dokter, Kak. Sudah tugas ku memeriksa…""Aku sudah meminta kepala pelayan memanggil dokter," potong Leon dengan n

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status