LOGINTidak ada satu pasangan pun yang menginginkan perceraian, apalagi aku yang belum pernah membayangkan mengenai fase tersebut. Namun, jika kondisi tak memungkinkan lagi, mau tidak mau semuanya harus dihadapi. Setidaknya hubungan sehat yang harus didapatkan olehku.Sebelum memutuskan untuk menjalani perceraian, aku sudah mengetahui risiko yang bisa didapat. Bukan hanya rasa sedih dan sakit, ternyata juga memicu terjadinya gangguan mental. Jadi, jangan sampai meremehkan mengenai situasi ini.Kadang aku pun sulit menerima kenyataan mengenai situasi kami, aku dan Dyo tak lagi bersama. Oleh karena itu, sering lupa tentang status diri. Hanya saja, tak sampai merasa sangat tertekan oleh masa-masa sulit ini.Gangguan kesehatan mental pasca perceraian jelas terasa, pergumulan psikologis pun menggangguku. Terkadang aku merasa terisolasi dari diri sendiri, bahkan keluarga, dan teman-teman. Mengalami rasa tidak aman dalam bertindak, bahkan apa pun yang dilakukan terasa tidak biasa.Akibatnya, pikir
Aku merasa sedikit lebih lega setelah bertemu Aira, setidaknya beban yang begitu berat tak dirasakan seorang diri. Namun, ketika berada di rumah seorang diri justru menjadikan suasana hati semakin memburuk. Perasaan sedih begitu mendominasi.Aku menghela napas dengan berat, mengingat setiap detail kejadian yang terjadi beberapa bulan terakhir. Semua terangkai begitu sempurna, seolah memang sudah direncanakan dengan matang. Hera memang bukan lawan yang bisa dianggap enteng, setidaknya wanita itu memiliki sisi tak tahu malu yang sangat besar.Keasyikannya dalam merenungi nasib terganggu oleh getar ponsel genggam yang diletakkan di saku celana, “Iya, ini aku.”Rupanya Edho menghubungi kembali melalui panggilan pribadi, aku berdiri untuk mencari tempat paling aman dalam mengobrol. Memasuki kamar yang tak terpakai, tetapi sering kugunakan saat mengerjakan tulisan. Ruang kerja rahasia yang berada di bagian belakang bangunan.“Katakan saja, aku akan mendengarkan.” Aku berkata sambil mengunci
“Angela!” seru seorang perempuan berusia sekitar 36 tahun, salah seorang sahabat terbaik yang kumiliki menghampiri.Aira yang sudah membaca pesan dari teman terbaiknya menyambut dengan dekap hangat, penguat di kala masalah membelit sempurna. Aku memang tidak setuju saat wanita tersebut memutuskan menikah dengan lelaki asing, tetapi posisiku kala itu memang bukan sosok yang bisa memilih hal terbaik. Apalagi musibah yang menimpa, tak bisa dibayangkan betapa mengerikan situasi hidupnya saat itu.“Mereka berkolaborasi dengan sempurna, aku sampai terkecoh dibuatnya.” Aku melaporkan temuan yang sangat mengejutkan, dibanding kembali pulang. Lebih memilih mengutarakan semua kebejatan keluarga suaminya pada sang sahabat.Seharusnya aku mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aira, tidak menyimpan kepercayaan pada Dyo. Semua orang yang semula begitu jahat mendadak baik, tentu ada niat terselubung. Aku terlalu naïf untuk kehidupan nyata, padahal sangat ahli menciptakan kisah super halu yang mengeju
“Angela, temui aku. Ada yang harus kamu lihat sendiri, ini tentang suamimu.” Kalimat dari Edho inilah yang membuatku menunda pergi ke rumah orang tua Dyo, mengubah rute menuju taman kota.Di sana, seorang pria tampan tengah melambaikan tangan sebagai isyarat keberadaannya, dan aku tersenyum sembari mendekat. Langsung kusambar tablet di tangan Edho, memeriksa semua hasil temuan teman terbaik. Beberapa poin cukup dipahami, tetapi sisanya hanya dilewati karena tak mengerti.“Jelaskan saja garis besarnya,” ujarku pada rekan yang hanya mengangguk patuh, “kirim gambar-gambar yang berhasil kamu ambil dari media sosial.”Edho kembali mengangguk sebelum membuka mulut, “Suamimu sedang dalam pengawasan serius, sepertinya pimpinan pabrik sudah menemukan hal-hal mencurigakan terkait penggelapan dana. Hanya menunggu semua bukti terkumpul, apa informasi ini berguna?”Aku hanya terdiam, akan lebih nyaman jika segera mengetahui mengenai kebenaran tentang perselingkuhan Dyo bersama Hera. Akan tetapi, m
Jika bukan karena ingin memberikan pembalasan setimpal, aku sudah menggugat cerai. Sebab, apa lagi yang bisa dipertahankan dari rumah tangga menjjikkan ini? Dyo bahkan sudah menodai pernikahan kami sejak lama tanpa otak.Aku jelas merasa jijik setiap kali melihat wajah Dyo, tetapi untuk sementara memang harus menahan hingga waktu balas dendam tiba. Sekuat apa pun mencoba terlihat baik-baik saja, tetap perasaan kesal mendominasi sehingga tak mampu menyingkirkan jarak yang sengaja dibuat sejak pagi. Bagaimana bisa tersenyum mesra ketika kenyataan buruk menampar kesadaran?‘Jangan pikir aku bodoh, apa pun bisa kulakukan demi sakit hati yang kalian buat. Lihat saja!’ Aku bergumam dalam batin sembari meluruskan tatap pada pria yang sedang menikmati sarapan, benar-benar tak punya otak sampai masih bisa tetap santai di depanku.Akting paripurna yang begitu bagus, aku memuji kemahiran Dyo dalam menyembunyikan semua perbuatan busuknya. Bahkan, sampai memiliki anak kecil bersama gundik yang ter
Semua tak hanya sampai di sana, sekalipun pelabrakan menuai hasil maksimal. Tetap saja dua manusia menjijikkan itu justru menjadi sangat mengerikan, menjelma iblis tanpa mau peduli pada perasaanku. Bahkan, Hera sengaja meneror agar aku mengetahui aksi mereka.“Halo …?” Aku sengaja mengeluarkan suara meskipun curiga, “Mas, ada apa?”Fokus pecah begitu saja ketika menyadari masih tentang panggilan dari nomor ponsel Dyo, tanpa obrolan. Hanya grasak-grusuk suara benda bergesekan, kulirik jam yang tertempel di dinding. Pukul satu malam, tetapi desau napas tak teratur jelas menunjukkan aktivitas mencurigakan di seberang sana.Ini bukan sekali, aku sudah menerima panggilan demikian setiap kali suami tercinta pamit dalam perjalanan bisnis. Bahkan, ini yang terparah. Apa Dyo sedang menonton film dewasa untuk menggodanya?Biasanya memang lelaki tampan tersebut memiliki cara konyol dalam mengutarakan kerinduan, sekalipun pernikahan telah berusia 7 tahun. Akan tetapi, pria yang kunilai baik selal
Masih dari tahun 2017, saat aku sudah bekerja di salah satu Puskesmas. Memang ada seorang gadis cantik yang dekat denganku, tetapi kami hanya sebatas saling menggenggam tangan. Sebab, dia anak pondok yang menjaga sikap untuk jauh dari khilaf.Kami membahas hal seru di setiap tulisan yang k
Membahas Angela tak akan ada habisnya, dia bagai rumus matematika. Sulit dipecahkan isi pikirannya, kenapa selalu mengetahui setiap kesalahan yang kuperbuat di luar rumah? Berbohong pun percuma, akan tetap ketahuan. Apa kepalanya berisi metal detektor?“Dari mana?” tanya ini selalu menyambu
Ini kisah tragisku tahun 2015, ya. Kala itu, setelah ketahuan selingkuh dengan Cindy Elfareza. Sikap istriku terlalu tenang, tetapi kalian tahu peribahasa bukan? Tentang air yang beriak tanda tak dalam dan akan tenang dalam menghanyutkan, Angela ada pada poin kedua.Tanpa riak, tandanya mu
Aku bahkan tak berpikir tentang perceraian, kenapa Angela bisa sejauh itu? Oke, aku salah. Sering berbuat curang, mengkhianati satu-satunya perempuan yang selalu ada untukku selama ini. Semua itu hanya iseng, berpikir benar-benar kehilangan istriku bukan bagian dari rencana terstruktur di kepala.







