Share

Bab 08

Penulis: Olivia Yoyet
last update Tanggal publikasi: 2026-09-05 11:13:15

08

Harvitha mengamati keponakannya yang tengah bermain air di kolam dangkal, bersama belasan bocah lainnya. Harvitha turut tersenyum menyaksikan Arfan yang tampak bahagia.

Harvitha mengucap syukur dalam hati, karena teman-teman baru Arfan ternyata anak-anak yang ramah, seperti halnya orang tua mereka, yang sebagian besar baru kali itu dilihatnya.

Tatapan Harvitha beralih pada sekelompok pria yang berada di teras panjang. Atalaric ada di sana dan tengah berbincang dengan para saudaranya yang la
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tergoda Mama Muda   Bab 36

    36Rabu siang, pasangan pengantin baru tiba di depan rumah Heru, yang telah tertutup sepenuhnya dengan tenda putih campur hijau. Heru dan Zinnia diminta panitia untuk melangkah maju sampai dekat teras, kemudian mereka dilempari banyak bunga oleh Sulistiana, Sekar, Utari, Rustina dan Darnila. Kelompok kecil pimpinan Jabir Irwan (ajudan Heru), dipersilakan masuk ke ruang tamu. Heru sempat berhenti guna memerhatikan sekeliling yang telah dihiasi banyak bunga beraneka warna, dan beraroma harum.Heru tidak bisa memprotes tindakan keluarga dan kerabatnya, yang tampak antusias menyiapkan pesta kecil guna merayakan pernikahannya dengan Zinnia.Heru duduk di kursi tunggal. Dia mengusap kulit sofa yang terasa lebih halus, dan berbeda dari yang dulu. Heru menengadah ketika dipanggil, dan dia menerima cangkir besar yang diulurkan putrinya.Selama beberapa menit berikutnya, Heru mendengarkan celotehan Tania, yang menerangkan jika banyak perabot di kamar utama yang telah diganti. Begitu pula denga

  • Tergoda Mama Muda   Bab 35

    35Malam harinya, Harvitha sibuk bolak-balik mengangkut tambahan lauk dari dapur, ke meja prasmanan di teras samping kanan. Harvitha merasa harus membantu lebih banyak, karena dia tidak sesibuk para perempuan lain, yang tengah hamil atau pun memiliki anak kecil. Harvitha baru meletakkan tambahan ayam kalasan ke wadah stainless steel, ketika merasakan kaki kirinya dipegangi. Harvitha menunduk dan beradu pandang dengan sepasang mata sipit bocah perempuan berkuncir dua. Harvitha spontan berjongkok, lalu menggendong putri pertama Zikria dan Asmiratih, yang menunjuk ke meja prasmanan. "Cici mau apa?" tanya Harvitha. "Ayam," jawab Zeira. "Ayam goreng?" "Hu um. Kiluk-kiluk." Harvitha memaksa otaknya berpikir cepat, lalu dia bertanya, "Kriuk-kriuk?" "Hu um." "Mau berapa?" "Lima." Harvitha mengangkat alisnya. "Semuanya buat Cici?" "Hu um." Harvitha mengulum senyuman, lalu dia mengambil piring melanin khusus buat kiddos, dan meletakkan beberapa potongan ayam crispy. Harvitha berpur

  • Tergoda Mama Muda   Bab 34

    34Hari berganti. Harvitha telah berada di Jakarta sejak Minggu malam. Senin dia istirahat seharian. Selasa pagi, Harvitha sudah sibuk di kantor VYJA. Siangnya, Harvitha dan ketiga sahabatnya, bergabung dengan banyak orang lainnya di kediaman Heru. Pasangan pengantin baru akan tiba di rumah esok siang. Sebab itu, kediamannya dirapikan supaya bisa menampung keluarga inti Zinnia, yang hendak menghadiri acara ngunduh mantu. Harvitha membantu Tania dan Naysila, guna merapikan kamar utama. Utari dilarang membantu angkat berat dan hanya bisa berbaring di kamarnya, yang pernah dihuninya sebelum menikah dengan Hisyam.Sepulang dari Salatiga, perut Utari keram sampai dua hari. Hal itu menyebabkan semua orang panik, dan memaksanya untuk bed rest. Utari tidak bisa membantah dan patuh untuk berdiam diri di kamar itu, sambil bekerja secara daring. Beberapa ajudan pria memasuki kamar utama guna memindahkan ranjang lama ke luar, karena akan digantikan dengan yang baru. Alvaro muncul bersama keli

  • Tergoda Mama Muda   Bab 33

    33"Pernikahan besok akan tetap dilaksanakan, dan ... aku yang akan menikahi Zinnia," tukas Heru. Suasana ruangan seketika hening. Semua orang saling menatap, sebelum kembali memandangi Heru yang tengah mengambil KTP dari dompetnya, lalu diserahkan ke Kardi, Adik Warsito, yang merupakan pegawai kelurahan. Kardi segera keluar dari rumah dan mengendarai motornya, guna menuju kediaman kepala KUA setempat, untuk mengganti nama calon pengantin pria, di dokumen pernikahan."Mas, yakin?" tanya Atalaric. Heru mengangguk. "Ya," sahutnya. "Ibu maksa Mas?" "Aric," potong Sulistiana. "Ibu endak maksa!" protesnya. "Bagus kalau nggak maksa. Tapi, aku mesti nanya, kan, Bu. Daripada penasaran," kilah Atalaric. "Ibu beneran nggak maksa aku," jelas Heru. "Tadi, kami berembuk. Aku, Ibu, Paman Warsito, Bi Dina, Paman Kardi, dan Eyang Titi. Sama Zinnia juga," lanjutnya. "Aku cuma mau melindungi nama baik Zinnia dan keluarganya," terang Heru, sembari menatap gadis berjilbab biru yang sejak tadi hany

  • Tergoda Mama Muda   Bab 32

    32 Malam sebelum walimahan, suasana kediaman Warsito yang semula tampak gembira, mendadak berubah tegang. Keluarga besar Warsito dan Dina yang telah datang dari berbagai kota, berkumpul di bawah tenda biru yang menutupi halaman luas, sambil menunggu percakapan belasan orang di ruang tamu. Zinnia Ruhina termangu, sesaat setelah mendengar penuturan dari seorang perempuan berjilbab hitam, yang merupakan istri sah calon suami Zinnia, Ginanjar. Meskipun saat itu rumah tangga Ginanjar dan Yunengsih memang tengah dalam proses perceraian, tetapi hal itu tidak serta merta memperbolehkan Ginanjar untuk menikahi Zinnia, karena status perkawinan pertamanya belum selesai. Yunengsih tidak menyalahkan Zinnia, karena sang calon pengantin itu juga dibohongi oleh Gunawan. Selain itu, Yunengsih tahu, jika hubungan Zinnia dan Gunakan baru dimulai setelah dirinya mengajukan perceraian setahun silam. Lamanya proses perceraian itu, karena pembagian harta gono-gini yang memang cukup banyak. Gunawan yang

  • Tergoda Mama Muda   Bab 31

    31Harvitha tercenung, kala mobil yang ditumpanginya, berhenti di depan gedung yang bertuliskan khusus pesawat pribadi atau carteran. Pada awalnya, Harvitha mengira bila mereka akan menaiki pesawat komersil, tetapi ternyata tidak. Harvitha mengikuti langkah Atalaric yang jalan terlebih dahulu, sembari menarik kedua koper. Harvitha bergegas menyambangi Sulistiana yang jalan sambil dipegangi Tania. Harvitha memegangi lengan kiri perempuan tua berjilbab putih, yang langsung mengajaknya berbincang. Maheen dan yang lainnya melenggang di belakang sambil membawa barang masing-masing. Hampir semua keluarga Dewawarman ikut dalam penerbangan itu, kecuali Utari dan keluarganya. Sebab tengah hamil muda, Utari terpaksa tidak ikut, demi menjaga keselamatan diri dan janinnya. Hisyam juga tidak ikut berangkat, karena dia akan membantu Utari di kantor Dewawarman. Demikian pula dengan Kyle, yang tengah dinas ke Jepang bersama tim proyek aliansi. Setibanya di ruang tunggu, Harvitha duduk di dekat N

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status