공유

Bab 52. The Day

작가: Moonlight
last update 게시일: 2026-06-01 22:53:39

Perempuan yang dulu harus berhati-hati sekali jika ingin menyentuhnya, takut pecah dan rapuh. Kini, betapa centil dan genit sekali tak kurang-kurang menggoda seakan Abimana bisa melakukan apa saja yang diinginkan.

Raniya dengan busana pengantinnya, rambut yang sudah mulai panjang meskipun masih kurang untuk ukuran Abimana, lalu riasan halus dengan kemerahan di pipi yang semakin jelas, ditambah lagi senyumnya yang tak pernah luntur.

“Kamu menantikan pernikahan ini?”

Raniya mengangguk. “Iya,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 53. Malam Pertama

    “Mereka nggak bisa diganggu?” Tante Sena menggelengkan kepalanya, dia tahu bagaimana perangai Diniati pada Raniya, tidak akan dia biarkan Diniati merusak suasana hati pasangan yang sedang menikmati malam indah mereka itu. “Raniya!” Abimana terpejam mata, tubuh besarnya menopang Raniya yang menempel pada tembok dengan kedua kaki terangkat ke belakang. “Kamu beneran enak!” Raniya tidak mampu berkata-kata lagi, sungguh, kedua kakinya seakan tak bisa menapak bumi sama sekali karena suaminya itu terlalu brutal. Bahkan, di sepanjang kulit dadanya sudah memerah-merah hasil dari sesapan pria itu, Abimana seperti singa yang kelaparan, siap menghabisinya sampai pagi tanpa ampun, tiga tahun itu dihabiskan semua malam ini, sepertinya. “Mas Abi, Mas Abi!” Raniya tak kuasa, tubuhnya gemetar menerima pelepasan yang kesekian kalinya. Basah, banjir dan kebas. Miliknya pasti memerah dan bengkak esok hari, tetapi berhenti pun rasanya tidak rela, baru sebentar Abimana menarik miliknya keluar saja,

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 52. The Day

    Perempuan yang dulu harus berhati-hati sekali jika ingin menyentuhnya, takut pecah dan rapuh. Kini, betapa centil dan genit sekali tak kurang-kurang menggoda seakan Abimana bisa melakukan apa saja yang diinginkan. Raniya dengan busana pengantinnya, rambut yang sudah mulai panjang meskipun masih kurang untuk ukuran Abimana, lalu riasan halus dengan kemerahan di pipi yang semakin jelas, ditambah lagi senyumnya yang tak pernah luntur. “Kamu menantikan pernikahan ini?” Raniya mengangguk. “Iya, menantikan sekali, Mas Abi. Hehehe, udah diganti ya panggilannya!” Abimana tak kuasa menahan senyumnya, dengan setelan jas putih yang menampakkan kesucian isi hati, pria itu berjalan ke depan, menunggu saatnya tiba untuk kembali mengikat sang belahan jiwa agar tak pergi lagi untuk selamanya. Hanya Raniya satu-satunya yang akan membersamainya dalam suka dan duka. Semua anggota keluarga dan kerabat telah hadir, dua teman Raniya pun tidak ketinggalan. Lalu, tak lama Abimana diantarkan ke pelami

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 51. Persiapan

    “Semua orang bahas cucu ya, Om?” Raniya memainkan rambut pendeknya yang masih menjadi pokok masalah di mata Abimana. “Kita sudah cocok punya anak artinya,” jawab Abimana sambil lirik-lirik rambut. “Ngomong-ngomong, beneran mau resign?” “Hm, iya.” Raniya pikir akan lebih baik dia menjadi ibu rumah tangga saja, apalagi jadwal Abimana banyak padatnya, dia tidak ingin ketika mereka mempunyai anak nanti waktunya terbatas karena pekerjaan, terutama waktu bersama ibunya. Raniya juga ingin merawat anak-anaknya sendiri. “Saya cukupi, Sayang.” Abimana mengecup kening sempit itu. Raniya terkekeh. “Aku nggak ragu sama yang kamu kok, lagian Om juga tau kalau aku nggak terlalu suka belanja. Tapi, nggak tau lagi ya kalau nanti ada anak terus jadinya aku kalap, Om. Jangan keberatan ya!” “Tidak akan, untuk kalian semua aku kerjanya. Cintai saja dan temani saya!” Abimana mendekatkan wajahnya sehingga bisa mendapatkan kecupan di bibirnya dari Raniya. “Kapan pengajuan, Sayang?” “Em, lusa kayakn

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 50. One Step Closer

    Senggol kanan, senggol kiri. Saling lirik-lirik sebelum akhirnya duduk berhadapan dengan tante Sena yang pernah marah sekali karena Abimana dianggap memanfaatkan perempuan tidak berdaya, apalagi baru saja direnggut keperawanannya dalam kondisi mabuk. Abimana menegakkan punggungnya, berdeham gugup, berbeda dengan Raniya yang datang lagi mendapatkan pelukan hangat, lebih disayang dibandingkan dirinya. “Mau apa?” tanya tante Sena memicing. “Tentu saja yang tidak jauh-jauh dari perempuan yang sekarang Tante peluk itu,” jawab Abimana menunjuk Raniya dengan segala centilnya meledek, bahkan jual mahal sekali. “Aku meminta restu untuk kami, Te. Kali ini dan yang terakhir, izinkan dan restui kami memulai kehidupan baru. Izinkan aku menikahi Raniya dengan segala kesungguhan dan segenap hati, bukan semata karena kejadian malam itu, tapi karena aku sangat mencintainya. Te, kenalan-kenalan itu aku tolak karena aku menunggunya kembali,” katanya sedikit mengadu. Tante Sena menghela nafasnya.

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 49. Restu

    Tidak mempunyai pengalaman dekat dengan seorang ibu, justru sebaliknya. Tantangan Raniya untuk bisa meluluhkan dan mengambil percaya di hati tante Sena tak serta merta mudah. Akan tetapi, Raniya tidak ingin menyerah lagi demi hubungannya bersama Abimana yang tak melepaskannya begitu saja, pria itu akan selalu menjadi garda terdepan dan menunggunya setiap kali usaha dengan menjamin kenyamanan dan keamanan. “Om segitunya, kayak aku mau ditampar aja!” omel Raniya karena menurutnya Abimana berlebihan. “Kita nggak tau marahnya orang bagaimana, meskipun nggak pernah juga. Saya khawatir,” jawab Abimana hampir saja menelpon perawat untuk bersiaga seperti Raniya sedang berperang. Raniya menepuk lengan kekasihnya itu, om-om yang kelewat khawatir karena saking sayangnya. Demi apapun ia merasa beruntung sekali mendapatkan kesempatan untuk dicintai lagi oleh pria itu meskipun memang jarak usia mereka terbentang jauh. “Aku masuk ya,” kata Raniya sementara Abimana menunggu di ruang tengah sem

  • Tergoda! Mantanku Om-Om   Bab 48. Mengejar Restu

    “Nggak ada yang tidur sekamar, Te,” ujar Abimana langsung mendapatkan lirikan tajam dari tante Anggun. Wanita itu menoleh pada Raniya yang mendapatkan banyak pelukan tadi, sampai sekarang mereka masih meyakini perceraian itu terjadi karena Abimana selingkuh dan tidak mau Raniya mengalami hal itu lagi meskipun selama tiga tahun terakhir Abimana sudah menyesalinya. “Raniya, beneran nggak kasih rayuan gombal?” Tante Anggun memastikan, tak lupa lirikan penuh curiga ia lemparkan pada Abimana. Raniya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. “Nggak sama sekali kok, Tante. Kami bertemu lagi di versi yang jauh lebih baik dan perasaan yang jauh lebih besar,” tuturnya. “Kamu secinta itu sama buaya ini, heh? Yakin mau balikan sama dia?” Raniya menoleh pada Abimana yang juga melihat ke arahnya. “Iya, Raniya mau banget memperbaiki semua bareng Mas Abi, Te. Banyak mimpi yang ingin kami wujudkan dan hanya bisa kami raih jika kami bersama. Tiga tahun cukup buat Raniya dan Mas Abi saling

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status