Share

Part 77

Author: Senia Dea
last update publish date: 2026-10-12 19:57:41

Aeloria masih menatap foto di tangannya. Nama Darren tertulis jelas di bagian belakang, disusul kalimat yang seolah sengaja dibuat untuk menghancurkan kepercayaan di antara mereka. Kalau pesan itu benar, berarti pencuri buku Alaric mungkin seseorang yang selama ini berada dekat dengan mereka.

“Gue tanya sekali lagi, Darren. Elo bisa jelasin kenapa nama elo ada di foto ini?” Aeloria mengangkat foto tersebut tepat di depan wajahnya.

“Gue nggak tahu!” Darren menggeleng keras. “Gue bahkan nggak p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 86

    Aeloria baru saja meletakkan tasnya di atas meja ketika Freyana menarik kursi di sebelahnya dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Belum sempat Aeloria membuka buku, temannya itu sudah menyodorkan sebungkus camilan sambil menyeringai lebar. “Gimana kemarin sama Alaric? Jangan bilang elo cuma beli buku terus pulang.” Aeloria meliriknya tajam. “Terus gue harus ngapain? Bakar toko bukunya?” Vania yang baru datang langsung tertawa, membuat Aeloria mendecakkan lidah dan menarik bukunya mendekat. “Kalian berdua kalau nggak punya kerjaan, mending belajar. Ulangan matematika minggu depan, tahu!” “Ditanya soal pacar malah ngajak belajar,” goda Freyana. “Padahal kemarin Alaric jemput elo, terus kalian makan bareng. Romantis banget, sih.” “Frey, gue lempar pakai buku, ya?” Freyana mengangkat kedua tangan, masih menahan tawa. Vania ikut duduk sambil mengeluarkan buku pelajaran, tetapi senyumnya belum hilang ketika melihat Aeloria diam-diam memandangi novel baru yang tergeletak di meja. Aeloria

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 85

    Aeloria baru saja turun dari motor Alaric ketika cowok itu menahan tangannya. Ia menoleh dengan alis bertaut, sementara satu tangannya sibuk merapikan rambut yang berantakan tertiup angin. “Apaan lagi, sih? Gue udah sampai rumah, masih aja ditahan.” Alaric tersenyum tipis. “Besok gue jemput jam delapan.” “Siapa yang bilang gue mau pergi sama elo?” “Elo sendiri tadi bilang mau ke toko buku.” Aeloria terdiam sesaat sebelum mendecakkan lidah. Ia memang berencana pergi ke toko buku bersama Alaric besok, tetapi bukan berarti cowok itu boleh mengatur semuanya sesuka hati. “Jam sembilan. Gue mau tidur lebih lama.” “Oke. Jam sembilan.” “Terus jangan telat!” “Iya, Sayang.” Pipi Aeloria langsung menghangat. Ia menarik tangannya, lalu menunjuk wajah Alaric dengan galak. “Jangan panggil gue begitu di depan rumah!” Alaric malah tertawa kecil. “Padahal semua orang juga tahu kita pacaran.” “ALERIC!” “Besok jam sembilan.” Alaric segera memakai helmnya, masih dengan senyum menyebalkan yang

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 84

    “AELORIA!” Aeloria yang baru saja memasuki gerbang sekolah langsung memejamkan mata, menahan kesabarannya. Ia bahkan belum sampai ke koridor kelas, tetapi suara Freyana sudah menggema dari ujung halaman. Dengan langkah malas, ia menoleh dan mendapati Freyana berlari menghampirinya bersama Vania, keduanya memasang senyum yang mencurigakan. “Apaan, sih? Pagi-pagi udah teriak. Elo pikir gue budek?” Freyana berhenti di depannya sambil menyeringai. “Gue cuma mau nanya. Kemarin pulang sama Alaric, terus makan berdua, terus pegangan tangan juga, kan?” Aeloria langsung melotot. “Siapa yang bilang?” “Jadi bener?” “GUE NANYA, SIAPA YANG BILANG?!” Vania tertawa sampai harus memegang bahu Freyana. “Alaric sendiri yang cerita ke Kaizen. Katanya ada cewek galak yang marah-marah sepanjang jalan, tapi tangannya nggak mau lepas dari tangan dia.” Wajah Aeloria memanas. Ia segera merebut tas Freyana dan memukul pelan lengan sahabatnya itu dengan benda tersebut. “Bangsat! Berani banget dia cerit

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 83

    “Kalau mau ngajak dia, ngomong langsung. Dia punya mulut sendiri, kan?” Aeloria menyilangkan tangan di depan dada, menatap Keisya yang masih berdiri di hadapannya. Gadis itu mengangguk kecil, lalu tersenyum canggung sebelum pamit pergi. Begitu Keisya menjauh, Freyana langsung menyenggol bahu Aeloria, sedangkan Vania sibuk menahan tawanya. “Kenapa?” Aeloria melirik mereka bergantian. “Ada yang lucu?” “Enggak,” jawab Freyana cepat. “Gue cuma heran. Tadi elo kelihatan sewot banget waktu dia nanya soal Alaric.” “Terus gue harus joget kegirangan?” Vania akhirnya tertawa. “Ael, jangan-jangan elo cemburu.” Aeloria langsung menoleh tajam. “Cemburu apaan?! Otak elo ketinggalan di kelas, ya?” “Gue belum selesai ngomong.” “Gue juga belum selesai marah!” Freyana dan Vania tertawa bersamaan. Aeloria mendengus, meraih botol minumnya, lalu berdiri dengan gerakan kesal. Ia tidak cemburu. Setidaknya, itulah yang terus ia katakan kepada dirinya sendiri sejak Keisya datang. Namun, saat bel mas

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 82

    Aeloria menatap bangunan tua di hadapannya dengan hidung berkerut. Cat dindingnya mengelupas, beberapa jendela pecah, dan papan rumah sakit yang tergantung miring nyaris terlepas. Kalau bukan karena urusan Elvan, ia bahkan tidak sudi menginjakkan kaki di tempat menyeramkan seperti itu. “Gue mau protes,” gerutunya sambil melipat tangan. “Kenapa setiap kali ikut urusan elo, tempat yang didatangi selalu kayak lokasi syuting film horor?” Alaric meliriknya. “Takut?” Aeloria langsung mendelik. “Takut apaan? Gue cuma nggak mau mati konyol gara-gara ikut ketua geng yang hobinya nyari masalah!” “Kalau takut, tunggu di mobil.” “Elo pikir gue cewek lemah yang bakal duduk manis sambil nunggu diselamatkan?” Aeloria mendengus, lalu berjalan mendahuluinya. “Ayo, sebelum gue berubah pikiran dan ninggalin elo di sini.” Alaric tertawa kecil di belakangnya. Aeloria pura-pura tidak mendengar, meski telinganya terasa sedikit panas. Ia segera mendorong pintu utama yang ternyata tidak terkunci,

  • Terjebak Cinta Ketua Geng   Part 81

    Aeloria menatap nama di halaman belakang buku itu berulang kali. Ia berharap matanya salah membaca, tetapi tulisan tersebut tetap sama, lengkap dengan tanda tangan yang tercantum di bawahnya. Rahangnya mengeras, lalu ia mengangkat wajah ke arah Alaric yang masih berdiri di sampingnya. “Jangan bilang elo juga kenal orang ini,” katanya ketus. Alaric tidak langsung menjawab. Tatapannya terpaku pada halaman yang dipegang Aeloria, sementara Rendra diam-diam berusaha menjauh dari mobil. Gerakan kecil itu tertangkap oleh sudut mata Aeloria, membuatnya langsung membalikkan badan. “Elo mau kabur ke mana lagi?” bentaknya. “Belum selesai urusan kita!” Rendra berhenti, lalu mengangkat kedua tangan dengan senyum mengejek. “Gue nggak punya urusan sama anak kecil kayak elo.” “Anak kecil?” Aeloria tertawa sinis. “Setidaknya gue nggak jadi anjing suruhan yang kerjaannya nipu orang. Elo udah tua, kelakuan masih kayak pengecut!” “Aeloria,” tegur Alaric. “Apa?” Ia melotot ke arahnya. “Kalau elo ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status