Share

Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)
Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)
Author: Kennie Re

Bab 1 - Trigger

Author: Kennie Re
last update publish date: 2025-07-24 01:40:06

Seorang pria berdiri di dalam ruangan, tatapannya tertuju pada wanita yang melangkah masuk. Dia tidak tahu apa yang membuat suaminya terlihat begitu buruk: rahang yang mengeras dan mata yang memerah menatapnya dengan seksama dengan lembar kertas di tangannya.

"Apakah ini yang kau lakukan padaku selama ini, Abby?" Pertanyaan pria itu membuat wanita yang dipanggilnya Abby terbelalak.

"A-apa yang kau bicarakan, Zac? Dan apa yang kau lakukan di ruang kerjaku?"

"Jawab saja pertanyaanku!"

"Zac, ada apa ini? Kita baik-baik saja, tidak ada yang terjadi pagi ini. Kita bahkan bercinta dan mencoba memperbaiki pernikahan kita. Lalu sekarang—apa yang terjadi, sayang?" Abby mengikis jarak antara dia dan Zac, mengelus rahangnya, dan menatap matanya. "Apakah ada seseorang yang mengatakan sesuatu padamu?"

"Tidak ada yang memberitahuku tentang apa pun—bahkan kau. Aku baru saja mengetahui sendiri bahwa semua yang telah kita lalui hanyalah omong kosong bagimu. Kau menikah denganku untuk suatu tujuan."

"Apa? Apa yang kau bicarakan, Zac? Apakah ayahmu? Atau ibumu yang mengatakannya padamu? Dia selalu membenciku, tidakkah kau ingat?"

"Jangan pernah bicara tentangnya seperti itu!" Zac memberikan kertas di tangannya kepada Abby, dan dia membacanya dengan hati-hati untuk mendapatkan kejutan lain.

"Apa ini?"

"Kau yang katakan padaku. Omong kosong apa itu, Abby? Mengapa kertas itu ada di dalam lacimu? Apa kau berniat menipuku? Untuk mempermainkanku?"

Abby menggelengkan kepala. Dadanya terasa sesak, seakan-akan ada sesuatu yang sangat besar yang mengimpit dan membuatnya sulit bernapas. Dia masih tidak bisa menjawab pertanyaan Zac, tapi menatap benda di tangannya.

"Ini bukan—aku tidak tahu tentang ini. Ini bukan milikku."

"Pembohong! Aku menemukannya di mejamu, dan kau masih saja berbohong untuk menipuku lagi? Bravo, Abigail! Bravo!" Zac mengarahkan telunjuknya ke wajah Abby. "Kau memang ratu drama."

"Tapi aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak tahu dari mana asal kertas sialan ini! Kau harus percaya padaku."

"Kenapa? Katakan padaku kenapa aku harus percaya pada wanita yang menipuku dan berpura-pura jatuh cinta padaku selama bertahun-tahun, padahal dia hanya pembohong!"

"Itu tidak benar, sayang. Kau tahu itu."

"Kalau begitu, katakan padaku apa itu!" Dia mengangkat tangan yang memegang pistol dan menodongkan ke arah istrinya. "Katakan padaku apa yang ada dalam file itu dan mengapa kau memiliki begitu banyak informasi tentang keluargaku? Katakan padaku, Abigail."

"Ini hanya ... Zac, kumohon. Kita bisa membicarakannya dengan tenang. Turunkan senjatamu, sayang, please ...."

Sebuah ketukan di pintu membuyarkan ketegangan antara suami istri, yang berpotensi menghancurkan pernikahan mereka.

Abigail bertanya pada diri sendiri dari mana Zac mendapatkan kertas-kertas itu. Dia ingat pernah memindahkan semua berkas ke loker rahasia di pelabuhan. Tapi mengapa bisa ada padanya?

Abigail berusaha mengikis jarak antara dia dan Zachary, tetapi sebelum mereka sempat menyadari, pintu terbuka, dan seseorang berdiri mengawasi mereka berdua. Dia terkejut dan menyerbu ke arah Zachary.

Sesaat tertegun, Zachary tanpa sengaja menarik pelatuk.

Sebutir proyektil melesat dan mengenai salah satu di antara dua orang di hadapan Zac yang tidak menyadari apa yang terjadi hingga salah satu dari mereka jatuh ke lantai dan bersimbah darah.

***

Dua tahun sebelumnya.

Sebuah mobil mewah berwarna perak berhenti tepat di depan sebuah bangunan yang sudah lama terbengkalai. Halaman depan rumah itu dipenuhi dedaunan kering. Pagarnya sudah berkarat dan tidak lagi berdiri tegak, menunjukkan betapa tuanya bangunan itu.

Seorang wanita muda dengan setelan jas hitam turun dan berjalan masuk ke halaman rumah, dikawal oleh dua pria dengan pakaian serupa.

Salah satu dari mereka membuka pagar, mempersilakan wanita itu berjalan di depan. Ketika sampai di ambang pintu, seorang wanita paruh baya buru-buru menyambutnya.

"Silakan masuk, Abby," kata wanita itu.

Wanita muda yang dipanggil Abby, mengangguk dan kemudian melangkah perlahan, melihat sekilas seluruh ruangan yang dilaluinya. Ruangan itu masih sama seperti sebelumnya, delapan belas tahun yang lalu. Rasanya kosong. Hanya tatapan dingin yang terpancar dari matanya yang berkaca-kaca.

Di sudut ruangan terdapat piano kesayangannya—hadiah ulang tahun dari sang ayah. Mereka biasa memainkannya bersama setiap sore. Mereka memainkan dan berdansa bersama pada waktu yang sama dengan saat ini. Kenangan itu terus terngiang di benaknya, seperti musik yang selalu dia mainkan.

"Ada apa, Nona?" tanya salah satu pria bertubuh gempal yang menjadi pengawalnya dan selama ini menemaninya. Abby menggelengkan kepalanya.

"Rumah ini terasa begitu kosong dan hampa," jawabnya lirih. Dia masih melihat sekeliling sambil mengumpulkan kenangan yang berserakan.

Tidak ada komentar yang keluar dari mulut para pengawalnya. Tak satu pun dari mereka yang mengetahui asal-usul bos mereka. Abby juga tidak mengatakan apapun tentangnya pada siapa pun.

Abby terus berjalan hingga sampai di sebuah ruangan yang gelap. Hanya secercah cahaya matahari masuk melalui celah tirai.

Seorang pria terbaring di tempat tidur, menatap kosong ke langit-langit. Abby mendekat dan menyentuh lengan kokoh yang kini tinggal tulang belulang itu. Dia menatapnya dengan ujung mata meluruh.

"Aku pulang, Papa." Bibirnya yang merah mencoba untuk tersenyum. Matanya tidak bisa berbohong, ingin sekali menumpahkan jutaan bulir bening yang menumpuk di balik kelopak matanya, tapi ia menahan sekuat tenaga.

Pria itu tetap tidak bergerak, membuat Abby menelan kepahitan. Dia menelan rasa sakit yang kini menjalari hatinya. Pria yang sangat ia cintai—cinta pertamanya—sekarang terbaring seperti mayat hidup. Tidak ada yang bisa menolongnya.

Mesin yang terhubung dengan selang yang menopang kehidupan pria itu terus berbunyi, mengiringi keheningan dua orang yang benar-benar saling mencintai.

"Papa ...." dia memanggil lagi, lirih. Hatinya terasa perih seperti tersayat-sayat oleh pisau saat melihat kondisi ayah tercintanya. Dia berbalik dan bergegas keluar dari kamar. Menutup pintu perlahan, Abby menitikkan air mata yang sedari tadi ditahannya.

"Aku akan menepati janjiku, Papa. Aku tidak akan pernah membiarkan mereka hidup dengan tenang," katanya, bermonolog sebelum melangkah pergi meninggalkan tempat yang telah membawa jutaan kenangan dalam hidupnya. Kenangan itu tidak akan pernah mati, bahkan jika tanah mengubur tubuhnya suatu hari nanti.

Dia menyeka air mata di pipinya. Yang dia inginkan hanyalah mencari keadilan untuk ayahnya yang sedang sekarat. Dia tidak akan tinggal diam. Apapun yang terjadi, dia akan membalaskan dendam kepada orang yang telah membawa penderitaan bagi keluarganya.

***

Abby melangkah masuk ke dalam gedung kantor. Beberapa karyawan menyapa dan menyambut. Salah satu karyawan berlari kecil mengejarnya. Dia membalikkan badan untuk melihat siapa yang tampaknya datang dengan terburu-buru.

Wanita itu menarik napas sebelum menyampaikan sebuah kabar kepada atasannya. Dia menyerahkan dua buah amplop coklat, yang salah satunya berisi undangan.

"Amplop coklat ini baru saja diantarkan oleh detektif yang Anda sewa, dan undangannya—"

"Aku bisa membacanya. Terima kasih. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu. Oh, ya, tolong pesan gaun terbaik di butik langgananku. Kau tahu bagaimana seleraku." Abby memberi titah kemudian berjalan ke ruangan.

Sesampai di ruang kerja, dia membuka amplop coklat yang berasal dari detektif sewaannya. Ada beberapa nama saingan bisnis yang ternyata memiliki saham di perusahaan lama ayahnya. Sayangnya, perusahaan tersebut hanya menyisakan puing-puing saat itu karena ulahnya.

Mengingat hal itu, Abby tersenyum sinis.

Dia meletakkan amplop tersebut di atas mejanya, lalu meraih amplop lain yang beraksen emas. Peresmian CEO baru di Zacamers Corp. Dia baru saja mendengar tentang perusahaan itu. Bisa jadi perusahaan yang baru atau sedang berkembang. Tidak sesukses perusahaan miliknya, tentu saja.

Abby melemparkan undangan itu ke atas meja, mengangkat telepon kantor dan menekan tombol telepon yang terhubung langsung ke asistennya untuk menanyakan tentang gaun yang telah dia pesan.

Dia menutup telepon dan bergegas ke salon seperti yang telah dia rencanakan. Acara peresmian bisa menjadi kesempatan bagus.

Ini adalah kesempatan untuk menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan baru, serta bertemu dan berkenalan dengan salah satu saingan bisnis sang. Abby tentu tidak akan melewatkan momen itu untuk mewujudkan rencananya.

Pertemuan yang dia harapkan, ada di depan mata.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 93 - END

    Dua tahun kemudian ...Abby memandangi foto pernikahannya dan Zac dengan air mata yang masih menetes. Seharusnya semua tidak jadi seperti ini.Dia seharusnya pergi sejak awal menyadari kehamilan atau mungkin justru sejak dirinya mulai merasakan getaran berbeda di hatinya terhadap Zac.Lelaki itu terlalu naif sehingga terjerat dalam cinta palsu Abby, tetapi bahkan ketika mengetahui itu, dia tetap saja bergeming dan mencintai Abby serta berusaha melupakan kejahatan yang dilakukannya.Zac hanyalah lelaki baik hati yang tersakiti sehingga melampiaskan segalanya dengan cara yang salah. Namun, Abby tersentuh kala sang mertua kembali setelah menjenguk lelaki itu. Raut sendu tergambar di wajahnya?“Apa yang dia katakan?” tanya Abby, penasaran.Sudah sekian kali ayah mertuanya dan juga Gin datang mengunjungi Zac. Mereka bahkan sudah bertanya banyak hal, apakah kasus yang dia hadapi bisa ditangguhkan dengan sejumlah jaminan. Namun, Zac menolak keras niat mereka.“Bagaimana pun aku telah melakuk

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 92 - Menebus Kesalahan

    Tepat setelah perbincangannya melalui telepon dengan Ashton, Abby merasakan segalanya terjadi begitu cepat. Beberapa petugas kepolisian mendatangi kediaman keluarga Emerson dan membeberkan bukti yang mereka terima mengenai kasus yang dia lakukan terhadap keluarga Anderson.Tersangkanya tentu saja hanya Amanda. Sementara putrinya, Monica, masih belum diketahui keberadaannya dan menghilang layaknya ditelan bumi.Gin membaca berita yang menjadi headline itu dengan seringai puas. Dia sejak awal telah mengetahui banyak rahasia, tentang Alice yang ternyata adalah bibinya, lalu Ashton yang selama ini menjadi layaknya malaikat pencabut nyawa bagi Amanda dan Robert Marra, serta Jude yang merupakan kakak dari Tamara, asisten pribadi Abby di kantor.Itulah sebabnya mereka seolah bersinergi untuk membalaskan dendam atas apa yang telah menimpa James dan Selena serta menjadi pelindung bagi Abby dan Gin.Abby tak percaya begitu mudah semua terkuak dan kini tiba saatnya dia mengatakan pada Zac tentan

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 91 - I'm Sorry ....

    Abby masih terganggu dengan ucapan Garry saat makan malam. Dia akan mendapatkan bagian sang ayah dari bisnis yang dikerjakan oleh mereka berdua dulu, tetapi bukan itu yang dia mau.Beruntungnya, Abby masihlah wanita cerdas yang sudah memperkirakan segala yang akan dia hadapi. Dia sempat merekam percakapan antara dirinya dan Garry, dan mendengarkannya berulang kali membuat perasaan Abby semakin tak karuan.Pagi ini, beberapa kali dia keluar masuk kamar mandi karena memuntahkan apa saja yang dia makan. Bahkan saat tak ada lagi yang bisa dia keluarkan, rasa mual yang dia rasakan makin menjadi.Dia jadi curiga dengan apa yang dirasakannya saat ini.“Al, katakan padaku dengan jujur, apakah saat itu, para dokter sudah melakukan aborsi? Katakan apakah janin itu sudah mereka keluarkan?” tanya Abby pada Alice yang meluangkan waktu untuk menjenguknya. Namun, Alice memilih untuk tak mengatakan apa pun.Sebenci apa pun Abby terhadap Zac dan keluarga Emerson, tak seharusnya janin itu jadi korban.

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 90 - Tinggalkan Dia

    Abby dan Zac sudah berada di ruang makan bersama Garry, tetapi dia tak melihat keberadaan Amanda di mana pun. Abby memutuskan untuk mencari, tetapi tak ingin menunjukkan pada semua bahwa dia memang ingin tahu bagaimana kondisi Amanda setelah mengetahui putrinya menghilang.“Apa saja yang kalian lakukan sampai tak becus menghabisi tikus-tikus itu! Sekarang aku kehilangan jejak putriku.” Wanita itu terisak. “Bagaimana pun caranya, cari dan temukan putriku. Aku tidak peduli dengan Sidney. Aku hanya inginkan Monica. Apakah kau dengar?”Abby sudah cukup mendengar semua. Meski tidak sedari awal, tetapi potongan percakapan antara Amanda dan siapa pun melalui telepon, membuatnya berpikir.Benar jika Alice mengatakan bahwa Amanda-lah yang culas. Dia ingin memiliki segalanya bahkan tak peduli dengan lainnya. Semua hanya tentang dirinya. Lantas bagaimana Garry menghadapi itu semua?Bagaimana bisa dia bertahan sekian lama hidup bersama wanita yang tidak mencintainya? Bahkan di balik punggungnya t

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 89 - Jauh Lebih Mengerikan

    “Apakah hari ini kau ada kesibukan? Ayah dan Ibu meminta kita datang untuk makan malam bersama. Tapi jika kau enggan, tak masalah jika kita todak datang,” ujar Zac sembari bercukur sementara Abby membereskan pakaian kerja Zac yang baru saja selesai dicuci.Hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya, membereskan segalanya sendiri. Padahal ada beberapa pelayan yang siap membantu atau melakukan semua untuknya. Untuk sekarang, dia merasa ingin mengerjakan semua, bahkan mengurus segala kebutuhan Zac baik di rumah dan kantor.Gerakannya terhenti kala mendengar perkataan Zac. Seketika itu juga, dia teringat kejadian di hari pernikahannya. Seharusnya dia tak perlu takut dan cukup menanyakan pada Garry apa yang membuat pria itu begitu yakin akan ucapannya. Bisa jadi, kalo ini merupakan kesempatan baginya.Hal lain yang membuat Abby harus melakukannya adalah keterangan Gin, yang mengatakan kalau semua yang terjadi pada keluarga mereka adalah akibat ayah Sidney, Robert Marra. Jika benar, lantas

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 88 - Tak Pernah Mati

    Alice merasa lega karena dia memilik insting yang cukup bagus terlebih jika itu mengenai sahabatnya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada Abby sekarang. Bisa jadi lebih buruk dari ini. Perasaannya tak enak kala mengetahui Abby memintanya untuk mengantar ke sebuah lokasi mencurigakan. Banyak hal yang dia dengar tentang distrik itu. Kriminalitas tinggi, penjarahan, perampokan, bahkan pembunuhan. Satu lagi yang membuat Alice cemas adalah tingginya tingkat aborsi.Abby mungkin tak akan melakukan itu, tetapi bagaimana jika iya?Alice lantas mengikuti ke mana arah sang sahabat melangkah dan ketika memasuki sebuah gang terpencil, barulah dia tahu kalau instingnya memang tepat. Dia kini menodongkan senjata ke arah para pria berpakaian layaknya dokter dan pegawai medis—Alice tak yakin kalau mereka benar-benar seorang yang berprofesi di bidang tersebut. Seorang dokter tak mungkin akan mengotori titelnya demi perbuatan amoral yang mereka kerjakan sekarang.“Aku adalah detektif Denver,

  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 68 - Kata Hati

    Alice membekap mulut dengan telapak tangan. Dia tak menyangka kalau Jude serius dengan apa yang dia lakukan. Meski terkesan aneh dan konyol, tak pelak, Alice kagum akan tindakan lelaki itu. Sayangnya, mereka tidak sefrekuensi sekarang. “Jude ... mengapa kau lakukan ini?” tanya Alice sembari mende

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 70 - Masalah Baru

    “Benarkah dia mengatakan itu tentangku?” tanya Abby pada pria paruh baya yang duduk di hadapannya. “Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong. Wanita cantik dan sukses sepertimu tidak pantas jika hanya menjadi pelarian bagi pria patah hati seperti Zachary. Tidakkah kau ingin beralih pada pria lain?”

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 69 - Berbeda

    Zac terbangun di pagi hari dan tak menemukan Abby di mana pun. Malam tadi Abby menginap di apartemennya. Dia kalut dan hanya menangis sepanjang malam, sampai tiba saatnya Zac mengajaknya untuk tidur, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Abby mencumbunya dan mereka menghabiskan malam dengan seks

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Terjebak Cinta dalam Dendam (INDONESIA)   Bab 65 - Penjelasan Mendetail

    Secercah cahaya menyeruak dari celah tirai yang membuat seorang lelaki menggumam. Dia berusaha menutupi matanya yang merasa terganggu karena silau. “Abby, tutup jendelanya! Kau mengganggu tidurku saja,” gumamnya, sebelum kemudian menyadari kalau suasana bahkan suhu di ruangan itu berbeda dengan k

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status