Share

Bab 24

Penulis: Zeya
last update Tanggal publikasi: 2026-05-13 12:46:49

"Siapa yang mengizinkanmu keluar dari kamar ini, hah?!" suara Mikail menggelegar, membakar udara di sekitarnya.

Jennifer memejamkan mata sejenak, menahan perih yang begitu nyata di kepalanya. Tangannya mengepal kuat, bibirnya bergetar menahan kata-kata yang ingin meluncur.

Dia ingin berteriak, ingin melawan tapi sesuatu di dalam dirinya menahan. Yang dia rasakan saat itu bukan hanya sakit fisik, melainkan juga kehancuran kecil yang terus berulang setiap kali ayahnya memandangnya seperti musuh.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 106

    Gina menunduk sejenak sebelum kembali menatap Jennifer dengan ekspresi ketakutan. Tatapan gadis itu kemudian beralih kepada Anna, seolah-olah sedang berusaha mencari perlindungan. Sikap tersebut membuat semua orang yang berada di sana bisa langsung menarik kesimpulan sendiri."Tadi aku hanya mau minta maaf, tapi Kak Jennifer malah mendorong aku," cicitnya pelan.Mereka semua langsung menatap Jennifer dengan tajam. Beberapa bahkan menggelengkan kepala, seolah tidak habis pikir karena setelah semua yang dilakukan Jennifer kepada Anna, gadis itu masih saja belum puas.Sementara itu, Jennifer hanya bergeming. Dia sama sekali tidak berniat membela diri atas kebohongan yang baru saja dilontarkan Anna.Seorang gadis maju mendekati Jennifer. Tatapannya terlihat penuh kebencian."Teman-teman! Sepertinya kita memang harus sesekali memberikan Jennifer pelajaran supaya gadis ini tidak semakin semena-mena!" serunya lantang.Gadis itu membawa sebuah ember berisi air bekas cucian piring. Tanpa perin

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 105

    Sudah seminggu Anna tidak masuk sekolah. Hari ini, akhirnya gadis itu kembali menginjakkan kaki di sekolah dengan kondisi yang jauh lebih baik. Hanya saja, bagian keningnya masih tertutup kasa dan plester yang menjadi bukti bahwa luka akibat kejadian sebelumnya belum sepenuhnya pulih."Lho, kok masuk, Anna? Memangnya sudah nggak apa-apa?" tanya salah satu teman sekelasnya.Beberapa siswa yang berada di dalam kelas pun ikut mengalihkan perhatian mereka kepada Anna.Anna tersenyum lembut. "Iya, aku hanya butuh banyak istirahat. Tapi, menurut dokter, kondisiku sudah cukup baik untuk kembali bersekolah."Tania, teman sekelas Anna, hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun, beberapa saat kemudian, gadis itu kembali membuka suara."Kak Jennifer nggak dikeluarkan, kamu pasti kecewa, kan?"Anna menundukkan kepalanya sejenak sebelum menggeleng pelan. "Aku nggak kecewa sama sekali. Justru aku merasa lega. Bagaimanapun juga, Kak Jennifer tetap saudara aku."Tania berdecak, seolah tidak habis p

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 104

    Pagi hari pun tiba, Jennifer baru saja tiba di sekolah. Ia melihat tatapan mencemooh dan benci menyambut kedatangannya ke sekolah, pagi ini menjadi awal di mulainya drama yang di buat oleh Anna kemarin. "Tuh, udah aku bilang. Jennifer mana punya malu, dia kan urat malunya udah putus." Suara sindiran itu terdengar jelas di telinga Jennifer ketika dirinya baru saja memasuki kelas. "Biasalah dia punya orang dalam yang kuat, mana mungkin sekolah berani ngeluarin dia gitu aja." "Tapi skandal yang dia buat udah mencoreng nama baik sekolah ini, masa guru sama sekali nggak peduli?" Hampir semua mata yang ada di kelas menatap Jennifer mencemooh. Mereka merasa benar-benar geram pada pihak sekolah yang seakan tutup mata dengan kejadian kemarin, bahkan mereka masih membiarkan orang jahat seperti Jennifer masuk sekolah tanpa di kenai sangsi apa pun. Namun, Jennifer dengan wajah acuh tan acuh duduk di kursinya, lalu menyumpal kedua telinganya menggunakan earpods. Dalam situasi seperti ini,

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 103

    Keesokan harinya, di ruangan serba putih dengan bau obat-obatan dan peralatan medis. Terlihat Anna sedang terbaring lemah di atas brankar dengan perban yang melilit bagian kepalanya. Bunyi jam mendominasi ruangan akibat keheningan yang terjadi di dalam ruangan tersebut, hingga suara langkah kaki terdengar mengisi keheningan ruangan."Gimana keadaan kamu, Na?" Wajah Anna sangat pucat dan terlihat tak berdaya membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa kasihan termasuk cowok yang ada di ruangan itu. Dia sangat tidak tega melihat keadaan Anna saat ini."Sakit, tubuh aku sakit semua," rintih Anna, dadanya bergerak lambat menunjukan bahwa gadis itu bernapas tidak seperti biasanya."Kenapa Jennifer bisa lakuin hal gila kayak gini sama kamu?" Tanyanya dengan dahi berkerut halus.Annamenggeleng lemah, matanya berair penuh kesedihan. Ia menggerakan tangannya untuk menggenggam jemari cowok itu."Aku juga nggak tahu, Kak Jenni mendadak datang dan langsung maki-maki aku. Dia ngatain mama aku w

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 102

    Jennifer duduk di hadapan Kakeknya. Dia tidak langsung pulang ke rumah karena saat di perjalanan dia mendapat telepon dari sang kakek untuk segera datang ke apartemen pria itu."Jen, Kakek mendapatkan kabar tentang kamu dari sekolah. Apakah itu benar?" tanya Frans."Tentang aku yang dorong Anna?" tanya Jennifer balik. "Itu gak benar. Aku memang ada di sana, tapi bukan aku yang dorong dia," jawabnya tanpa keraguan sedikit pun.Frans terlihat ragu, dia mengelus rambut Jennifer pelan. "Kamu tahu kan kalau Kakek sangat menyayangi kamu? Jika itu benar kamu, semua itu gak bakal mengurangi kasih sayang Kakek terhadap kamu, Jenni"Jennifer tersenyum tipis. "Aku memang benci sama Anna, tapi aku bukan orang bodoh yang melakukan kejahatan berat di tempat umum. Saat itu, aku cuma ada di sana, tapi bukan berarti aku yang dorong dia jatuh. Bahkan, sedikit pun aku gak nyentuh tubuh Anna," jelasnya, setiap kata yang dikeluarkan Jennifer membuat Frans terdiam dengan kening mengerut.Frans menghela nap

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 101

    "Kalian berdua apa-apaan, bangsat!" Bayu berteriak kesal kepada Tobi dan Reno yang duduk di depannya dalam keadaan berantakan dan babak belur. "Tanya tuh si batu ngapain tiba-tiba nyerang aku! Jelas-jelas aku nggak bikin masalah sama dia," ujar Tobi sembari mengompres wajahnya menggunakan es batu. Tatapan Bayu mengarah kepada Reno yang terdiam dengan raut wajah datar. "Sumpah, Reno. Kamu kenapa sih? Jelasin sama kita kenapa kamu tiba-tiba mukul Tobi, hah?" Tidak ada jawaban dari Reno. "Reno," desak Bayu ketika melihat Reno hanya terdiam tanpa berniat menjelaskan kejadian tadi. "Ck, dulu kamu memang pendiam, tapi kenapa sekarang kamu malah makin mirip patung berjalan sih?" keluh Bayu. "Aku nggak suka sama apa yang kamu omongin tadi ke Jennifer," ucap Reno. Suaranya entah kenapa terdengar dingin, tidak seperti biasanya. Tobi langsung menoleh. "Apa yang salah? Dia memang sudah keterlaluan. Kamu lihat sendiri, kan, perbuatan dia sama Anna." Rahang Reno mengeras. "Bukan dia yang

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 6

    Segerombolan siswa laki-laki masuk ke dalam kelas dan di antara mereka ada satu orang yang cukup menonjol. Jennifer tersenyum tipis, aura pemeran utama memang tidak bisa berbohong meski dia belum melihatnya secara langsung sebelumnya.Rafka berjalan paling depan, wajahnya datar tanpa ekspresi, terk

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 5

    Jennifer tertawa pelan bukan tawa bahagia, melainkan tawa dingin yang sarat ejekan. Sorot matanya menajam, menatap lurus ke arah Mikail tanpa sedikit pun gentar."Aku ulang ya, Pi," ucapnya pelan, namun setiap katanya terasa seperti tamparan. "Papi barusan nyalahin Mami aku yang sudah meninggal?"R

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 4

    Celia meringis, adegan jatuh dari tangga itu memang ada, tapi dia tidak menyangka malah dirinya yang bakal ada di tubuh Jennifer. Mengingat kejadian tersebut, berarti cerita ini belum berjalan jauh.Cerita dimulai dari seorang lelaki bernama Rafka yang memiliki sifat dingin, tidak berperasaan, dan

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 3

    Jennifer berharap wanita itu akan menatapnya dengan wajah kebingungan karena dia salah menyebutkan nama. Namun..."Iya, Non?"What the fuck!Jennifer memejamkan mata dengan bibir menipis, napasnya naik turun. Bagaimana bisa? Ini sangat tidak masuk akal dan sulit dipercaya. Apakah dia benar-benar ma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status