共有

Bab 3

作者: Zeya
last update 公開日: 2026-03-31 12:30:55

Jennifer berharap wanita itu akan menatapnya dengan wajah kebingungan karena dia salah menyebutkan nama. Namun...

"Iya, Non?"

What the fuck!

Jennifer memejamkan mata dengan bibir menipis, napasnya naik turun. Bagaimana bisa? Ini sangat tidak masuk akal dan sulit dipercaya. Apakah dia benar-benar masuk ke novel karya sahabatnya atau saat ini dirinya hanya sedang bermimpi di alam kematian sebelum masuk surga?

"Kenapa bisa begini?" Gumam Celia syok berat.

Bi Neni mengernyit bingung, dia mendekat dengan raut wajah cemas. Wanita paruh baya itu sedikit ragu ingin menanyakan keadaannya, takut jika gadis itu akan marah.

Jennifer melirik Bi Neni yang terlihat kaku, menghembuskan napas berat, mengontrol dirinya agar tidak terlihat semakin panik. Jika sekarang dia benar-benar berada di kehidupan novel yang berjudul You Always End Up Being Hurt.

Dia sangat maklum melihat wajah antisipasi pelayan itu terhadapnya. Di dalam cerita, Jennifer adalah tokoh antagonis brengsek yang tidak punya otak dan setiap langkahnya mengundang kebencian bagi orang lain.

Jadi, tidak heran beberapa kali dia menangkap sorot ketakutan dari wanita paruh baya itu karena karakter Jennifer memang sejahat itu. Celia sangat penasaran bagaimana dengan wajahnya saat ini. Dia butuh cermin.

"Em, Bi, bisa tolong ambilin aku cermin?" pinta Jennifer dengan suara yang masih serak.

Namun, dia baru menyadari ternyata suaranya masih sama persis dengan suara aslinya. 'Kok suara aku nggak berubah?' batinnya penasaran.

Untuk sesaat Bi Neni terdiam sedikit linglung, sejak kapan majikannya yang arogan dan minus attitude ini memerintah orang lain dengan menyelipkan kata "tolong" Ini sedikit aneh dan mengejutkan.

Tidak ingin terlalu memikirkannya, Bi Neni langsung mengambil sebuah cermin berbentuk kotak di atas meja dengan terburu-buru lalu memberikannya kepada gadis itu.

"Makasih, Bi."

Sekali lagi wanita paruh baya itu terperangah mendengar satu kata yang biasa saja jika diucapkan orang lain, tapi sangat luar biasa jika diucapkan oleh Jennifer, anak majikannya.

Celia menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat Bi Neni berdiri dengan mata melotot seperti itu. Apa yang salah darinya? Tadi pelayan itu menatapnya dengan ketakutan, sekarang malah melototinya seperti orang yang tidak kenal takut.

Jennifer berdeham pelan. "Bibi bisa tinggalin aku sendiri, gak? Soalnya aku mau istirahat tanpa gangguan," pintanya.

Bi Neni tersadar. "Tapi Non..." Dia ragu untuk mengiyakan. Takut nanti Jennifer butuh bantuan, tapi tidak ada siapa-siapa di ruangan ini.

Jennifer tahu apa yang ada di pikiran wanita paruh baya itu. "No problem, kalau aku butuh sesuatu nanti tinggal pencet tombol ini," Jennifer menunjuk tombol nurse call yang disediakan rumah sakit jika pasien membutuhkan sesuatu. "Jadi, Bibi nggak usah khawatir."

Mendengar itu, Bi Neni akhirnya mengangguk dan pamit keluar. Setelah memastikan wanita itu benar-benar pergi, Jennifer langsung mendesah lega, dia kemudian segera mengangkat cermin yang sedari tadi dipegangnya dan seketika Jennifer tercengang melihat wajah yang ada di dalam cermin itu.

Apakah saat ini dia benar-benar masuk ke dalam dunia novel?

***

Setelah melihat bayangan wajahnya di dalam cermin, Celia semakin dibuat kebingungan. Ini jelas wajahnya walaupun wajah itu tampak lebih pucat dari biasanya, ditambah perban yang melilit di kepalanya semakin membuat penampilannya terlihat mengenaskan.

Namun, Celia tidak mungkin salah mengenali wajahnya sendiri. Lalu yang menjadi pertanyaannya, apakah dia benar-benar berada di dunia novel? Seharusnya tidak, melihat wajahnya masih sama persis dengan wajahnya sendiri.

Tetapi bagaimana dengan Bi Neni? Dan bagaimana dengan orang-orang tadi yang memanggilnya dengan panggilan Jennifer Aldridge? Celia benar-benar pusing tujuh keliling. Ini lebih pusing dari menghafal pasal-pasal materi sekolahnya.

"JENNIFER!"

Celia mengangkat kepalanya melihat seorang gadis muncul dari ambang pintu dengan memakai tank top di balut kardigan putih dan rok yang menurutnya sangat-sangat pendek dan ketat. Gadis itu menarik kursi di sampingnya dan langsung duduk tanpa disuruh.

"Jennifer, astaga! Akhirnya kamu sadar juga. Aku sampai bolos kuliah pas denger kamu sudah siuman," pekik gadis itu heboh.

Celia terdiam bingung, tidak tahu harus merespons apa pada gadis tersebut. Terlebih lagi, dia masih bingung dengan posisinya saat ini.

"Bisa-bisanya kamu nggak sadar selama lima hari, aku khawatir banget aku pikir kamu emang nggak niat bangun lagi. Inget ya Jennifer, dosa kamu masih banyak. Kamu harus tetap hidup, jangan pernah putus asa cuma karena ditolak sama Rafka," ucap gadis itu.

Pikirannya bertambah rumit setelah mendengar ucapan terakhir gadis itu. Lagi-lagi dia merasa tidak asing dengan nama yang disebutkan oleh gadis itu. Rafka? Benar, tidak salah lagi dia adalah sang tokoh utama pria di dalam novel milik sahabatnya. Rafka Regaza, nama itu jelas tidak asing baginya.

Astaga!

Jadi, dirinya benar-benar terjebak di sebuah cerita novel dan parahnya lagi dari sekian banyak tokoh novel itu, Celia terjebak di tubuh Jennifer Aldridge, seorang tokoh antagonis tolol setengah mampus. Dan bucin gila dengan karakter utama pria.

Mata Celia bergulir melirik gadis yang masih terus berbicara tanpa henti itu, jika tidak salah ingat gadis itu bernama Sinta Lauren. Sinta? Keningnya mengerut.

Di cerita novel itu Sinta adalah sahabat Jennifer. Satu-satunya orang yang tetap berdiri di samping Jennifer saat semua orang enggan mendekat.

Gambaran kisah persahabatan mereka yang membuat Kana sedikit kagum dalam cerita novel tersebut, di balik kehidupan seorang Jennifer yang berantakan dia memiliki Sinta yang sangat tulus padanya.

Meski banyak orang yang menghujat Jennifer bahkan mengatakan jika Sinta terlalu naif karena mau berteman dengannya.

"Omong-omong kemarin aku lihat adik kamu sama Rafka di kafe dekat kampus kita. Selama ini yang kita tahu Rafka nggak pernah deket sama cewek mana pun, tapi lihat dia makan berdua sama Anna kayaknya mereka emang beneran pacaran," kata Sinta.

Celia terdiam, kepalanya pening mendapat fakta sebanyak ini secara tiba-tiba.

"Jen, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Sinta cemas menyadari sedari tadi Jennifer tidak merespons ucapannya.

"No problem," ucapnya pelan.

"Bagus deh. Kirain aku kenapa, abisnya kamu tumben banget santai aja denger Rafka sama cewek lain apalagi sama adik kamu yang sok cantik itu."

Mengingat Anna, adik sahabatnya itu membuat dirinya kesal sendiri. Entah kenapa Sinta membenci wajah-wajah seperti itu, mungkin karena mereka adalah seorang munafik yang berlindung di wajah tanpa dosa.

"Aku cuma masih pusing aja."

Sinta mengangguk maklum. "Oh iya, kok kamu bisa sampai jatuh dari tangga sih, Jen? Kamu kepeleset?"

Celia terdiam berusaha mengingat isi novel itu. Mengenai kejadian Jennifer jatuh dari tangga, saat itu Jennifer untuk pertama kalinya mengetahui kabar tentang hubungan antara Rafka dengan Anna.

Anna Delisa adalah tokoh utama wanita dalam novel itu, dia digambarkan sebagai gadis polos seperti kebanyakan tokoh utama wanita pada umumnya. Anna adalah adik tirinya yang hanya berbeda satu tahun dari Jennifer.

Hubungan mereka tidak terlalu baik, bagi Jennifer sosok Anna adalah musuh dan duri yang sudah merebut segala miliknya.

Di dunia ini ada tiga orang yang sangat Jennifer benci, yaitu ayahnya, Ratih ibu angkatnya, serta Anna. Jennifer membenci mereka sampai ke tulang. Dalam pikirannya mereka adalah penyebab ibu kandungnya meninggal.

Kebenciannya semakin tidak tertahankan ketika mendengar berita Rafka Regaza, lelaki pujaannya, berpacaran dengan Anna.

Kalap, dengan emosi yang menggebu dia menghampiri adiknya yang saat itu tengah belajar di kamarnya. Dia menarik paksa Anna keluar kamar lalu menjambak, menampar adiknya itu.

Meski mendapat tindakan kasar, Anna hanya bisa menangis tidak melawan sama sekali, namun saat Jennifer menarik gadis itu melewati tangga tiba-tiba kakinya terpeleset dan Jennifer jatuh tanpa bisa dicegah.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 12

    Suasana kantin yang awalnya tegang semakin memanas akibat ucapan Jennifer yang menusuk, gadis itu sama sekali tidak peduli dengan tatapan para siswa yang ada di sana. Terutama tatapan Rafka yang seperti sedang menilainya, namun semua itu di abaikan oleh Jennifer karena saat ini urusannya bukan dengan Rafka melainkan Raven.Raven dengan keadaan kotor dan bau semakin naik darah menatap gadis di hadapannya, urat-urat di lehernya menonjol menandakan bahwa dia benar-benar murka. Jennifer menyunggingkan senyum tipis. "Jangan terlalu sombong karena udah berhasil nyakitin temanku. Wajahmu cuma pas-pasan, dan Sinta masih bisa dapatin cowok yang lebih baik dari segi apa pun di atas kamu.""Kalo ujung-ujungnya ngomong kayak gitu, kenapa kamu pake buang sampah ke tubuh aku segala?""Ya... Aku cuma membuang sampah pada tempatnya, kamu juga harus merasakan gimana rasanya di permalukan di depan umum biar imbang." Jawab Jennifer enteng. "Brengsek!" Umpat Raven, dia hendak menampar wajah gadis itu

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 11

    Suara Jennifer melembut, tapi tidak dengan sebelah tangannya yang sedari tadi mengepal keras. Ingin sekali dia menghajar wajah Raven saat ini juga.Raven Sanjaya. Jennifer jelas tahu pemuda itu adalah salah satu teman tongkrongan sang pemeran utama pria, Rafka. Dia melupakan bagian-bagian kisah Sinta dan Raven. Di novel memang diceritakan mengenai Sinta yang berpacaran dengan Raven kemudian putus karena Raven ketahuan selingkuh, hanya sebatas itu saja karena plot lebih berpusat pada cinta segitiga sang pemeran utama pria dan wanita, serta antagonis wanita, Jennifer.Saat membaca bagian mereka putus, dia tidak terlalu menaruh perhatian lebih karena menurutnya kisah itu seharusnya hanya bumbu-bumbu manis dan pelengkap di dalam sebuah cerita sebagai figuran yang tidak terlalu banyak di sorot.Namun, setelah melihat kejadiannya secara langsung dan melihat Sinta yang menyedihkan seperti ini, dia tidak bisa diam saja. Sekarang Jennifer adalah dirinya. Dia tidak bisa berpura-pura tidak pedu

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 10

    Mereka berempat memang sudah berteman sejak SMP dan melanjutkan ke SMA yang sama. Di sanalah mereka bertemu dengan gadis bernama Jennifer, gadis sombong dan galak yang menyukai Rafka setengah mati.Hampir setiap hari Jennifer selalu ada di dekat Rafka layaknya perangko. Dia mengejar pemuda itu tanpa mempedulikan harga dirinya, mengungkapkan perasaan tanpa rasa malu, meskipun Rafka tidak pernah sekalipun mempertimbangkan perasaannya dan justru sering menyakitinya dengan kata-kata tajam tapi gadis itu tetap dengan pendiriannya mengejar Rafka sampai dapat.Kadang mereka merasa kasihan, tetapi rasa muak lebih mendominasi. Bagi mereka, sampai kapan pun sepertinya Rafka tidak akan membalas perasaan Jennifer. Perasaan memang tidak bisa dipaksakan, dan mereka memahami hal itu tapi anehnya Jennifer tidak bisa memahami istilah tersebut.Dia terus memaksa, bahkan memohon agar perasaannya di terima oleh Rafka. Ironis sekali, tapi jejak gadis itu sudah benar-benar mencoreng namanya sendiri."Aku j

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 9

    Anna hanya diam ketika ditanya oleh Rafka tadi, seolah-olah memberitahukan ada yang sengaja mencelakainya dan bukan karena kesalahannya sendiri dan satu-satunya orang yang sering bersitegang dengannya adalah Jennifer. "Tindakanmu ini benar-benar merugikan aku. Kamu bisa aku gugat dengan pencemaran nama baik." Jennifer melipat tangannya di dada. "Tapi karena aku nggak mau ribet, sekarang kamu ganti saja makanan yang sudah kamu lempar, termasuk dua mangkuk bakso aku," ujar Jennifer menegosiasikan pada pemuda itu. Jika diperhatikan dengan saksama, mungkin terlihat kilatan terkejut di mata Rafka. Pemuda itu diam dengan alis berkerut, menatap Jennifer yang tiba-tiba berani melawannya. Rafka mengira keanehan Jennifer hanya terjadi tadi pagi, ketika dia tidak seperti biasanya yang selalu menempel padanya. Namun sekarang, dia benar-benar terkejut dengan keberanian gadis itu membantah ucapannya. Padahal sebelumnya, gadis itu tidak pernah sekalipun melawan, atau bahkan menjaga jarak darinya

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 8

    Rafka mengedarkan pandangannya pada sekitar dengan tajam membuat siapa pun merinding, kemarahan tampak jelas di wajah Rafka. Siapa yang mau berurusan dengan Rafka Agharis selain Jennifer, si gadis kepala batu. Rafka tidak terlalu banyak omong, tapi sekali bertindak bisa membuat siapa pun mengkerut bagai semut. Kekejaman Rafka sudah terkenal di dalam kampus maupun luar kampus, bahkan guru pun angkat tangan dan tidak mau berurusan dengannya bukan hanya berasal dari golongan atas, Rafka juga merupakan anak dari donatur terbanyak di kampus itu. Mata Rafka bergulir pada gadis yang masih sibuk dengan makanan seolah tidak peduli dengan sekelilingnya. Dia tahu pasti gadis itu dalangnya yang membuat Anna seperti ini. Dia melangkah mendekati Jennifer, seperti singa yang sedang mengincar mangsanya. "Pasti ini ulah kamu, kan?" Kata Rafka menuduh Jennifer. Jennifer yng baru saja ingin menyuap baksonya otomatis berhenti ketika mendengar suara itu. Dia mendongak dan terkejut melihat sosok Rafka

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 7

    "Jenni," Sinta tak bisa menutupi raut terkejutnya.Di antara banyak hal yang Sinta inginkan, salah satunya adalah ingin mendengar kalimat seperti ini dari sahabatnya. Dia tahu betapa Jennifer sangat mencintai Rafka selama ini, sangat sulit membuat Jennifer berhenti dan menyadari bahwa Rafka tidak akan pernah menoleh padanya. Jika dia mengatakan hal itu, Jennifer akan pura-pura tuli dan buta dengan nasehat yang dia berikan. Bahkan saat Rafka mengeluarkan omongan menyakitkan perihal dia sangat tidak menyukai Jennifer, gadis itu sama sekali tidak peduli.Sekarang ketika mendengar langsung Jennifer berkata demikian, Sinta tidak bisa menahan air mata harunya. Dia bahagia akhirnya Jennifer menyadari bahwa hal yang dilakukannya selama ini sia-sia."Jen, aku ikut senang sama keputusan kamu yang mau berusaha lupain Rafka. Aku harap ini bukan sekadar omongan sesaat. Mungkin bakal sulit, tapi pelan-pelan aja lupain Rafka-nya. Jangan terlalu terburu-buru ada aku yang bakal selalu mendukungmu," u

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status