Share

Bab 34

Author: Zeya
last update publish date: 2026-05-19 08:50:24

Mikail berjalan mondar-mandir di depan pintu rumahnya. Terlihat pria itu berkali-kali melihat ke arah jendela rumah hingga netranya menangkap motor sport yang berhenti di depan gerbang rumahnya.

Beberapa saat kemudian, dia melihat putri sulungnya memasuki halaman. Saat itulah Mikail berdiri tepat di depan pintu utama sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada.

Saat pintu terbuka, Jennifer yang awalnya tidak menyadari keberadaan ayahnya langsung mundur beberapa langkah karena terkejut.

"Papi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 43

    Wajah Anna langsung pucat mendengar pertanyaan dari Samuel, keringat dingin mulai muncul di telapak tangannya tanpa dia sadari. Dari semua orang, hanya Samuel yang selalu bersikap netral dan acuh tak acuh. Akan tetapi, sejak dia menjalin pertunangan dengan Jennifer sikap pemuda itu menjadi lebih sensitif jika menyangkut Jennifer. "Maksud Kak Samuel aku lagi bohong?" suara Anna terdengar lirih. Remasan di tangannya semakin kuat. "Siapa yang tahu?" balas Samuel acuh. Anna termangu. Dia menatap Samuel sendu, seakan dia tertekan oleh ucapan yang baru saja di keluarkan oleh pemuda itu. "Kalau Kak Samuel nggak percaya sama aku nggak apa-apa," cicit Anna dengan mata berkaca-kaca. "Lagi pula ini memang salah aku karena terlalu berharap suatu saat nanti Kak Jennifer bisa menerima keberadaan aku dan Mama," lirihnya sambil tersenyum getir. Tobi dan Bayu meringis melihat Anna menangis sesenggukan. Mereka serempak melotot ke arah Samuel agar pemuda itu tidak banyak bicara lagi. Tapi tatapan i

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 42

    Bel istirahat berbunyi.Jennifer melangkah keluar kelas sambil membaca rentetan pesan dari Sinta. Hari ini sahabatnya itu tidak masuk sekolah atas perintah neneknya. Sejak tadi Sinta terus bercerita betapa menyebalkannya sang nenek hingga membuat Jennifer ingin tertawa dan kasihan di saat bersamaan."Jennifer...""Ya?"Jennifer spontan mengangkat kepalanya lalu menoleh ke samping saat mendengar panggilan itu.Ah, Haris.Haris berdiri canggung di samping Jennifer. Dia sengaja langsung berlari ke kelas Jennifer begitu mendengar bel istirahat berbunyi. Ada banyak hal yang ingin dia sampaikan, terutama soal kejadian temp hari yang membuatnya benar-benar meras bersalah pada gadis itu."Jen, aku minta maaf buat kejadian waktu itu," ucap Haris sambil menatap Jennifer penuh rasa bersalah. "Padahal aku yang mengajak kamu pulang bareng dan aku juga sudah janji sama Sinta buat mengantar kamu pulang, tapi aku malah membiarkan kamu pulang sendiri. Aku benar-benar minta maaf, Jennifer."Jennifer me

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 41

    Samuel baru saja keluar dari kelasnya setelah menghabiskan waktu seharian dengan pelajaran yang membosankan. Meskipun dia tampak acuh tapi nilainy selalu tinggi di kelas, karena sikapnya yang ramah, dia sangat mudah mendapatkan teman.Ketika Samuel melewati koridor, langkahnya dihadang oleh sesosok remaja yang menjadi most wanted di sekolah tersebut, Rafka."Eh, tumben kamu datang ke kelasku? Ada perlu apa, Ra?" tanya Samuel begitu berhadapan dengan Rafka.Kelasnya dengan kelas Rafka memang berbeda, tapi mereka selalu berkumpul bersama setiap pulang sekolah di parkiran. Tapi kali ini berbeda karena Rafka tiba-tiba datang menemuinya lebih dulu."Ikut aku," kata Rafka dingin.Samuel mengangkat alis. "Aku ada les habis ini. Kamu ada urusan apa sama aku?"Rafka tidak menjawab. Remaja itu hanya memutar badan lalu berjalan begitu saja, seakan Samuel tidak punya pilihan selain mengikutinya. Cara berjalan Rafka terlihat santai, tetapi aura dinginnya membuat beberapa siswa otomatis menyingkir

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 40

    Jennifer mengembuskan napas berat begitu tiba di gerbang sekolahnya. Pagi itu terasa lebih pekat dari biasanya, seolah udara pun ikut menindih dadanya. Entah mengapa, keributan kecil di rumahnya selalu berubah menjadi badai besar setiap kali dia mencoba mengambil jarak dengan para tokohnya.Apakah karena memang itu perannya dalam cerita ini?Atau karena alur hidupnya sengaja dibuat menyedihkan oleh penulis novel yang memasungnya?Jennifer mendengus halus. "Sialan," gumamnya lirih.Emosinya terasa terkuras habis setiap kali berhadapan dengan Mikail, Anna, dan Ratih. Rasanya dia ingin sekali mengubur ketiga orang itu hidup-hidup. Namun jelas saja, hal tersebut mustahil dilakukan. Dia bahkan tidak tahu cara membunuh seseorang, apalagi menguburnya tanpa meninggalkan jejak.Lamunannya terpecah oleh suara ceria yang memanggil namanya."Jenniferrr!"Jennifer menoleh. Sinta berlari kecil ke arahnya sambil menenteng dua bungkus jajanan. Ada roti sobek dan minuman kotak yang tampaknya masih din

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 39

    Sorot mata Jennifer terlihat malas namun tetap tajam, menusuk tanpa emosi. Kata-katanya seperti pisau yang menusuk tepat di jantung Ratih dan Anna.Ketika Anna ingin menjawab, bibirnya sempat terbuka namun menutup lagi. Dia gemetar ketakutan saat bertatapan dengan Jennifer.Jennifer malah terkekeh pelan. "Padahal semua yang aku ucapin tadi itu fakta. Kalau Mama kamu ngerasa terhina, ya jangan salahin aku. Udah tahu perbuatannya hina kenapa masih dilakuin? Giliran kayak gini malah playing victim. Sok tersakiti, padahal dia pelakunya."Mikail mengertakkan rahang. Ratih menunduk makin dalam. Anna menggigit bibirnya, menahan air mata."Manusia-manusia kayak kalian ini... apa sih aku nyebutnya?" Jennifer mengetuk dahinya pura-pura berpikir. "Em, drama queen. Eh? Lumayan cocok, walaupun agak kebagusan sih menurutku."Jennifer tertawa ringan, sangat tidak kontras dengan wajah-wajah tegang di sekelilingnya."Berhenti, Kak," lirih Anna akhirnya, suaranya parau. "Apa selama ini Kak Jennifer bel

  • Terjebak Dalam Raga Antagonis Novel   Bab 38

    Mikail terdiam, namun urat-urat di lehernya menonjol menandakan bahwa pria itu sedang marah saat ini."JENNIFER!" Mikail menggebrak meja makan. Sorot matanya merah penuh murka. Perasaan bersalah yang tadi sempat muncul langsung lenyap tak bersisa. "Jaga bicaramu! Aku ini masih ayahmu!""Bukankah Papi yang bilang menyesal membesarkan aku? Kenapa sekarang terlihat marah saat aku bersikap seenaknya?"Ratih dan Anna sontak tersentak kaget mendengar jawaban Jennifer yang kelewat tidak sopan.Ratih menoleh pada Jennifer. "Jennifer, Tante minta maaf. Ini semua karena Tante yang minta Papi kamu untuk nggak kasih tahu soal pesta itu. Tante cuma nggak mau kamu makin terluka kalau kamu datang dan tahu pestanya digelar sekalian dengan ulang tahun pernikahan kami," jelasnya pelan.Jennifer tersenyum miring, sinis. "Ya, anggap saja aku paham sama penjelasan penuh kemunafikan itu."Mikail memukul meja lagi saking kesalnya. "Jennifer, cukup! Selama ini Ratih selalu memaafkan tingkah kamu. Selalu memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status