Home / Male Adult / Terjebak Gairah Terlarang / 109 Sonya Menjerit di Atas Leon

Share

109 Sonya Menjerit di Atas Leon

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-04-15 09:28:40

Setelah gelombang klimaks mesra misionaris yang penuh gairah mereda, Windy dan Leon terbaring dalam pelukan satu sama lain di seprai linen krem kamar 817, napas mereka yang tersengal pelan mulai menyatu dalam harmoni pasca-kenikmatan yang damai.

Cahaya lilin kecil di meja samping masih berkedip lembut, memantul di kulit krem Windy yang kini berbinar oleh keringat tipis dan kepuasan pertama kalinya, rambut hitam panjangnya tergerai acak-acakan seperti lukisan seni abstrak yang ia sukai.

Tubuh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Gairah Terlarang   45 Menikmati Setiap Detiknya

    Nova mengubah gerakan menjadi memutar. Pinggul bergeser ke depan dan belakang sambil tetap menahan batang kejantanan di dalam sedalam mungkin. Setiap gesekan membuat tubuhnya bergetar lebih kuat. Keringat mulai membasahi punggung dan dada.“Enak… enak sekali,” desah Nova terus-menerus. “Saya bisa merasakan setiap denyutmu di dalam. Setiap kali saya turun, saya merasa penuh sampai ke perut.”Beni memegang pinggang Nova, membantu mendorongnya turun lebih dalam setiap kali wanita itu naik. Nova semakin bebas. Dia mencondongkan badan ke depan, wajah mendekat ke wajah Beni. Napas mereka saling bertumpuk. Sari terus menggoyangkan pinggang, naik turun, memutar, menikmati setiap inci batang kejantanan yang memenuhi liang keintimannya tanpa henti.“Lihat… seberapa dalam kamu masuk,” bisiknya. “Batangmu benar-benar besar. Kerasnya tidak berkurang sama sekali. Saya merasa seperti milikmu sekarang.”Tempo naik turunnya semakin cepat. Payudaranya bergoyang hebat. Kuku-kukunya menekan dada Beni. De

  • Terjebak Gairah Terlarang   44 Melayani Nova

    Beni membuka kemeja hingga terbuka sepenuhnya, lalu menurunkan celana dan kain dalamannya. Batang kejantanan yang besar dan sudah tegang terbebas di depan Nova. Wanita muda itu menelan ludah, mata membelalak menatap ukuran yang jauh di luar bayangannya.Nova berlutut di lantai. Kedua tangannya memegang pangkal batang kejantanan Beni dengan lembut, seolah sedang mengagumi. Dia mendekatkan wajah, mencium ujungnya pelan, lalu menjilat sepanjang sisinya dari bawah ke atas. Napasnya sudah memburu.“Besar sekali…” bisiknya, hampir tidak percaya.Dia membuka mulut dan mulai mengulum. Lidahnya berputar di kepala batang kejantanan, basah dan hangat, sebelum dia menelan lebih dalam. Pipinya mengempis setiap kali menghisap. Gerakannya penuh hasrat, tidak ragu-ragu. Air liurnya mengalir deras, membasahi sepanjang batang kejantanan hingga ke pangkal.Hasrat Nova naik dengan cepat hanya karena mengulum ukuran yang besar itu. Pahanya saling menekan. Desahan pelan keluar setiap kali dia menarik napas

  • Terjebak Gairah Terlarang   43 Tamu yang Membutuhkan Jasa Gigolo

    Beni menatap layar ponselnya yang menunjukkan pukul sembilan malam. Seharian ini dia fokus menjaga kos karena Tari izin pulang ke kampung untuk menghadiri pernikahan saudaranya. Jadi Beni harus mengurus semuanya sendirian. Dari menerima tamu, mencatat administrasi, sampai mengawasi orang-orang yang keluar masuk.Suasana kos malam ini sebenarnya cukup tenang. Beberapa penghuni harian masih ada yang keluar, tapi kebanyakan sudah kembali ke kamar masing-masing. Beni sedang duduk di meja resepsionis sambil menyeruput kopi hitam ketika pintu depan terbuka.Sepasang suami istri masuk. Lelakinya tampak berumur di akhir empat puluhan, dengan perawakan tegap, rambut yang mulai memutih di pelipis, dan gaya bicara yang pelan tapi berwibawa. Sementara istrinya masih sangat muda, paling-paling dua puluhan awal. Kulitnya bersih, rambutnya panjang tergerai, dan penampilannya modis. Mereka berdua terlihat serasi, seperti pasangan yang sering muncul di majalah gaya hidup."Selamat malam, Pak, Bu. Mau

  • Terjebak Gairah Terlarang   42 Menyembuhkan Pasien Sakit Jantung

    Pamela melangkah masuk. "Beni? Penjaga kos yang dulu ditipu Vera? Ngapain kamu di sini?""Saya mau bantu anak ini.""Bantu? Kamu? Penjaga kos?" Pamela tertawa kecil, lalu menoleh ke dokter di belakangnya. "Rangga, ini temannya Vera dulu. Cuma penjaga kos. Katanya mau bantu ngobatin pasien jantung. Lucu banget."Dokter Rangga ikut tersenyum sinis. "Penjaga kos? Suruh dia keluar. Ini ruang perawatan intensif, bukan tempat main-main."Beni menatap keduanya dengan tenang. Kebijaksanaan tingkat dua langsung bekerja. Dia bisa melihat Pamela hanya ingin menjatuhkannya karena dulu Vera sering meremehkannya di depan teman-temannya. Dan Rangga adalah dokter yang terlalu percaya diri."Saya bukan main-main, Dokter. Nyawa anak ini terancam. Kalau tidak segera ditolong, dia bisa meninggal."Rangga melangkah maju. "Kamu tahu apa soal jantung? Apa kamu bisa baca monitor itu? Bisa bedakan antara miokardium dan endokardium?""Saya tidak tahu istilah itu. Tapi saya tahu kalau anak ini butuh pertolongan

  • Terjebak Gairah Terlarang   41 Kemampuan Penyembuh Tingkat 3

    Sari masih berbaring miring dalam pelukan Beni, napasnya perlahan mereda. Batang kejantanan masih tertanam di dalam liang kewanitaannya. Setelah beberapa saat dia berbisik pelan,“Sekarang dari atas. Saya mau melihat wajahmu.”Beni menarik batang kejantanan keluar dengan hati-hati. Sari berbalik terlentang, pahanya terbuka lebar, matanya menatap Beni dengan lembut. Beni menempatkan dirinya di antara kedua kaki Sari. Dia menopang tubuh dengan kedua tangan di samping kepala wanita itu. Ujung batang kejantanan menekan liang kewanitaannya yang masih basah, lalu masuk kembali dalam satu dorongan yang dalam dan pelan.Sari mengerang panjang, tangan langsung memeluk punggung Beni. Kuku-kukunya menekan kulit. Beni mulai bergerak. Pinggulnya naik turun dengan tempo yang mantap. Setiap hentakan membuat payudara Sari bergoyang. Mereka saling menatap tanpa memalingkan wajah.“Lebih dalam…” desah Sari, suaranya serak. “Saya mau merasakan kamu sampai ke ujung sambil melihatmu.”Beni menurut. Geraka

  • Terjebak Gairah Terlarang   40 Ini karena Menolongku

    Sari tidak berlama-lama. Dia mendorong dada Beni hingga pria itu terjatuh duduk di tepi kasur. Tangannya bergerak cepat, membuka kancing kemeja Beni satu per satu, lalu menariknya turun dari bahu. Celana dan kain dalaman ikut ditarik turun dalam gerakan yang hampir buru-buru.Ketika batang kejantanan Beni yang sudah setengah tegang terbebas, Sari menelan ludah. Matanya menatap benda itu beberapa detik, lalu dia berlutut di antara kedua kaki Beni.“Ini karena menolongku,” katanya pelan, suaranya serak.Dia menunduk. Bukan langsung ke batang kejantanan. Sari mulai dari bawah. Lidahnya menyentuh bola-bola kejantanan Beni, menjilat pelan, lalu mengulum salah satunya dengan mulut yang hangat. Dia mengisap lembut, lidah berputar, sebelum berpindah ke yang satunya. Tangan kanannya memegang pangkal batang kejantanan, mengusap naik-turun pelan sambil terus memberikan perhatian pada bagian bawah.Beni menahan napas. Jari-jarinya menyentuh rambut Sari. Wanita itu tidak terburu-buru. Dia menikmat

  • Terjebak Gairah Terlarang   3 Sekarang Kesempatanku

    Pagi ini, sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui tirai kamar Leon, membangunkannya dari tidur yang gelisah. Malam sebelumnya terasa seperti mimpi indah yang manis... sentuhan Sonya, desahannya, aroma kulitnya masih melekat di ingatannya. Namun kini, saat Leon membuka mata, kekhawatiran mera

  • Terjebak Gairah Terlarang   2 Kenapa Kamu Lakukan ini?

    Tubuh Sonya menimpa Leon. Kulit halus tangannya sempat bersentuhan dengan tangan Leon saat secara refleks, Leon menahannya.Dan dada penuh nan montok Sonya, sukses mendarat bahkan menggesek tubuh Leon. Ini membuat Leon menelan ludah. Sensasi ini begitu menggoda. Tubuh keduanya masih saling tempel

  • Terjebak Gairah Terlarang   1 Leon dan Sonya

    Dada besar, tubuh ramping dengan lekuk nyaris sempurna, dan pastinya wajah cantik dengan kulit kencang.Leon berdiri kaku di depan pintu kamarnya ketika Gito, ayahnya baru saja pulang dari bulan madu dengan istri barunya.Namun, tentu saja pandangan Leon bukan tertuju pada pria 49 tahun itu, melain

  • Terjebak Gairah Terlarang   6 Ini Harus Berhenti

    Sabtu ini terasa seperti mimpi demam yang tak pernah berakhir, di mana setiap detik di rumah besar itu dipenuhi dengan ketegangan erotis yang tak terucapkan antara Leon dan Sonya.Gito, ayah Leon, menghabiskan hari liburnya dengan santai—membaca koran di teras pagi hari, menonton pertandingan sepak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status