مشاركة

Bab 2

مؤلف: Sisca
"Hmm ... di rumah dan di luar, bedakan saja panggilannya."

Janet menggerutu dalam hati, 'Bukannya ini semua keinginan Ayah?'

Tidak panggil mama, tidak ada uang jajan.

Ayahnya itu kejam. Sekali dia melakukan kesalahan, kartu ATM langsung dibekukan.

Dulu Janet pernah pacaran dini sampai hampir ditipu untuk berhubungan badan. Kartu ATM-nya dibekukan selama sebulan.

Sebulan itu, Janet setiap hari makan roti kukus dan acar, hampir depresi.

Suatu hari Janet pulang terlambat. Tidak ada makanan sama sekali. Hannah memberinya roti lapis yang hampir kedaluwarsa.

Rasa roti lapis itu masih Janet ingat sampai sekarang.

Kemudian, Janet membuat masalah. Hannah ikut dipukul dan kelaparan bersamanya. Sejak itu, Janet benar-benar menganggap Hannah sebagai sahabat sejati!

Orang yang memukul mereka pada akhirnya diusir dari Kota Belutara.

Anehnya, saat itu ayah Janet sangat marah. Tidak hanya membekukan kartu ATM Janet, tetapi juga mengirim Janet ke kamp pelatihan selama setengah bulan!

Alasannya adalah dia sering membuat masalah dan melibatkan orang yang tidak bersalah.

Begitu keluar dari kamp pelatihan, ayahnya langsung transfer 400 juta, menyuruh Janet "membalas" sahabatnya dengan baik.

Kali ini Janet memperkenalkan sahabatnya menjadi ibu tirinya, juga karena memahami maksud ayahnya. "Daripada cari orang asing yang setiap hari bertengkar denganmu, lebih baik cari yang sudah dikenal."

Otak Janet berpikir dengan cepat. "Yang sudah dikenal? Sahabat dekatku?"

Sahabat jadi ibu, sungguh menyenangkan!

"Bukannya kamu bilang ... akan tinggal bersamaku di rumah Keluarga Siregar?"

Vila Keluarga Siregar sangat besar dan banyak kamar. Hannah awalnya berencana tinggal di kamar tamu.

Akan tetapi, Janet bersikeras menyuruhnya tinggal di kamar sebelah.

Kamar itu tepat di seberang kamar Jacob.

Tanpa "pengganggu", Hannah yang polos itu akhirnya terbujuk naik ke ranjang.

Janet tidak menyadari hal besar sudah terjadi ketika dirinya tidak di rumah semalam saja. Dia dengan santai berkata, "Aku mau tinggal bersamamu, tapi aku sibuk dengan skripsi. Rumahku besar, kamu nggak perlu khawatir canggung saat ketemu ayahku! Dia berangkat pagi pulang malam. Rekor terlama, dua bulan aku nggak ketemu dia!"

Hanya saja, agak aneh belakangan ini. Ayahnya tidak terlalu sering lembur.

Mungkin karena mau menikah, serta ditegur nenek buyut harus lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarga?

Janet menarik Hannah masuk ke perpustakaan sambil menggerutu, "Pagi ini ayahku transfer 600 juta padaku, suruh aku buat skripsi dengan baik. Aku curiga dia manipulasi aku agar aku jadi penerusnya!"

Hannah menyahut, "Mungkin."

Namun, jujur saja, dengan sifat yang hanya punya semangat sesaat untuk segala hal, Janet lebih cocok jadi putri kaya pengangguran, bukan penerus yang tangguh.

Baru duduk di sudur perpustakaan, Janet tiba-tiba mendekat ke arah Hannah!

"Apa itu di lehermu?" Mata Janet membelalak, mengamati dengan cermat bekas merah muda di sana ....

Hannah secara refleks menutupi lehernya.

Pertempuran semalam agak sengit.

Sebelum keluar, Hannah sudah berusaha lama sekali menutupinya dengan concealer.

Melihat wajah sahabatnya tampak kecut hati, Janet terkejut sekaligus senang. "Kamu ... kamu dan ayahku ... kalian ...."

Sementara Janet yang biasanya cerewet menjadi gagap, Hannah merasa canggung sampai ingin bersembunyi di dalam tanah. "Kecilkan suaramu."

"Serius? Semalam kalian sudah tidur bareng?"

Janet mulai membuka kerah baju Hannah, ingin melihat di bawah tulang selangkanya.

Hannah buru-buru mendorong Janet.

"Jangan main-main!"

"Hannah, kalau ayahku berani merundungmu, aku akan menangis, merajuk, dan ancam bunuh diri di depannya. Paling-paling kartu ATM dibekukan lagi. Saat ini, kesucian sahabatku yang paling penting!"

Hannah tidak tahu harus merasa tersentuh atau tidak berdaya.

"Nggak, itu aku sendiri. Semalam ayahmu mabuk, aku ... aku juga nggak nyangka akan terjadi hal semacam ini."

"Aaah! Ayahku yang begitu serius bisa berulah karena mabuk?"

"... kami sudah jadi suami-istri, jangan kamu kriminalisasikan."

"Dia sudah ambil keuntungan darimu, kamu malah masih membelanya?"

Tepat saat asyik bicara, Janet tiba-tiba ditelepon Jacob.

Janet memberi isyarat untuk diam, lalu berdiri dan pergi menjawab panggilan telepon di luar.

Hannah merasa pipinya memanas. Detak jantungnya juga tiba-tiba cepat.

Tak lama kemudian, Janet kembali.

"Ayahku sudah tahu salah, suruh aku ajak kamu pilih cincin."

"Karena dia sungguh-sungguh mengaku salah dan minta maaf, kamu maafkan dia saja."

"Hari ini kita habiskan uangnya, gimana?"

Janet berpikiran terbuka. Sahabatnya benar-benar menjadi ibu tirinya? Ya dimanjakan saja!

Lagi pula, ayahnya jago cari uang. Menghidupi dia dan sahabatnya sangatlah mudah!

"Kamu dan ayahku benaran jadi suami-istri ... bagus juga. Nanti kalau kalian bertengkar, aku pasti bantu kamu, bukan bantu keluarga sendiri!"

Hannah berkomentar dalam hati, 'Nggak perlu juga.'

Sejak memutuskan untuk mendaftarkan pernikahan dengan Jacob, Hannah sudah memikirkan akan terjadi hal ini.

Tidak mungkin dia menjaga kesucian seumur hidup demi pria yang sama sekali tidak menghargainya, 'kan?

Apalagi ... meski Jacob terlihat dingin, juga tidak terlalu lembut, Jacob tampan dan punya watak yang baik!

Bahkan adalah ayahnya Janet!

Dulu saat Janet membantunya menyelesaikan masalah besar itu, Hannah sudah berpikir untuk membalas budi pada Janet.

"Nggak usah beli cincin, kamu mau kasih aku hadiah besar, 'kan? Cepat selesaikan masalah skripsimu, lalu kita ke pinggir kota."

Kebetulan bisa menghilangkan stres.

"Pinggir kota harus pergi, cincin juga harus beli. Ayahku kaya, nggak akan habis uangnya!"

Hannah berucap dalam hati, 'Pamer kekayaan.'

Janet sendiri juga tidak menyangka ayahnya bisa berfungsi kembali!

Ini bagus!

Sudah lajang bertahun-tahun, akhirnya bisa mulai menikmati!

Hannah sama sekali tidak memikirkan itu. Setelah membantu Janet menyelesaikan beberapa masalah dalam skripsinya, mereka pergi makan siang di kantin.

Meski Janet adalah putri keluarga kaya, penderitaan yang dialaminya tidaklah sedikit.

Janet tetap bisa membumi dan merasakan kehidupan orang biasa.

Mereka berdua pun menggesek kartu makan, mengambil tiga lauk dan satu sup.

Baru duduk, terdengar suara keributan.

"Wah, tampannya! Kakak kelas dari mana ini?"

"Kakinya panjang sekali. Andai aku punya pacar seperti ini."

"Kelihatan familier, sepertinya pernah datang ke seminar keuangan di kampus kita. Namanya apa ya ... A... Axel ...."

Janet langsung berdiri!

"Kenapa pria bajingan itu datang? Belum cukup mencelakaimu? Dasar berengsek, kuhajar dia!"

Janet tahu soal Hannah dan Axel.

Saat putus, Hannah menangis terisak-isak. Janet-lah yang membawanya pulang dan merawatnya.

Hannah jelas teringat akan malam pemutusan itu.

Malam itu, Hannah mabuk berat. Samar-samar ingat ada seseorang yang terus menemaninya, memberinya minum, mendengar keluhannya, dan membersihkan wajahnya .... Selain Janet, tidak ada orang lain yang baik padanya seperti itu.

Hannah tidak ingin Janet bermusuhan dengan Axel karena dirinya. Dia buru-buru menahan Janet. "Jangan gegabah. Hubungan kami sudah berakhir."

"Hannah, jangan sok kuat."

Janet menggenggam pergelangan tangan Hannah. "Nangis saja kalau sedih."

Janet masih ingat saat itu Hannah menangis sampai ingusan ....

Tampak lusuh dan menyedihkan.

Di hati Janet, Hannah adalah kakak kelas yang lembut, cantik, baik hati, dan suka menolong.

Serta wanita berpendidikan yang berbakat dan punya pendirian.

Akan tetapi, saat itu ... Hannah menangis lebih sedih daripada anak yang kehilangan permen.

Hannah berdeham sebelum berkata, "Nggak sedih. Nggak ingin menangis."

"Benar juga, kamu sudah punya ayahku, memangnya masih butuh Axel?"

Saat mereka bicara, Axel sudah sampai di sisi Hannah.

Axel bertubuh besar dan jangkung, memiliki wajah yang tampan dan kalem, pasti membuat banyak gadis tergila-gila.

Hannah telah tinggal di rumah Keluarga Gunawan selama bertahun-tahun. Axel sangat baik padanya, perhatian, penuh kasih, dan peduli.

Hannah pun diam-diam menyukai Axel selama bertahun-tahun.

Dengan dorongan Janet, Hannah mengungkapkan perasaannya.

Dia berhasil.

Sayangnya, mimpi indah hancur terlalu cepat.

"Hannah." Suara Axel rendah, membawa sedikit ketahanan yang sulit ditangkap. "Ngambek juga harus tahu batas. Sudah waktunya kamu pulang. Ayah dan Ibu sangat merindukanmu."

Hannah meletakkan sendok, lalu mendongakkan tatapan.

Nada suaranya menjaga jarak dan dingin. "Pak Axel, aku sudah dewasa, juga sudah mau lulus. Nggak perlu kalian khawatirkan lagi."

"Ayah dan Ibu ...."

"Aku akan tengok Paman dan Bibi kalau ada waktu."

Axel menarik napas dalam-dalam sambil menahan amarah. "Kamu harus bersikap asing padaku sampai seperti ini?"
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 50

    Axel memicingkan mata."Proposal proyek kerja sama dengan Grup S&D itu?"Hannah agak terkejut.Axel berkata dengan lancar, "Aku terus cari kesempatan kerja sama dengan Grup S&D. Pak Eric memberikan kesempatan bagus. Dalam kerja sama mereka dengan Grup S&D, ada tempat untuk Grup Gunawan."Mata Hannah membelalak.Tak disangka, langkah Axel begitu cepat.Benar juga, proyek yang Axel incar, tidak ada yang lolos dari tangannya.Apalagi sekarang Axel adalah menantu Keluarga Liedarto. Tentu saja Pak Eric mau menghargainya."Karena kamu sudah tahu, aku harap kamu bisa berikan kesempatan pada kolegaku."Axel memandangi Hannah dengan tatapan rumit.Hannah bahkan bisa merendahkan diri untuk memohonnya demi seorang kolega."Kamu baru kerja, nggak ada masalah, 'kan?""Pak Axel terlalu khawatir. Kolegaku sangat baik padaku." Jika Axel tidak campur tangan.Axel bisa melihat Hannah masih berwaspada terhadapnya. Dia berujar tak berdaya, "Aku bisa setujui perpanjang waktu proyek ini, dan maafkan kesalah

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 49

    Renata berujar dengan nada misterius, "Brandon nggak sengaja salah masukkan data. Dia sudah tangani proyek ini tiga bulan, kenapa tiba-tiba mau berikan prestasi yang sudah di tangannya padaku? Karena dia nggak mampu tanggung tekanan dari keluarga dan pekerjaan sekaligus, cuma bisa pilih satu!"Brandon memilih keluarga, melepaskan proyek kali ini.Akan tetapi, Brandon tidak menyangka akan muncul kesalahan besar dalam data awal proyek.Renata juga memercayai kemampuan kerja Brandon sehingga tidak memeriksa kembali konten sebelumnya setelah mengambil alih.Renata melanjutkan, "Aku sudah ambil alih, berarti ini salahku! Prestasi jadi milikku, tanggung jawab juga milikku!""Renata ... kamu sangat setia kawan." "Ini bukan setia kawan, tapi pembagian tanggung jawab. Kamu pikir Pak Wayne nggak tahu siapa penanggung jawabnya? Dia tahu, tapi nggak buka kedok.""Kalau buka kedok gimana?""Brandon akan dipecat."Begitu kehilangan pekerjaan ini nanti, keluarganya juga akan ikut runtuh.Hannah tida

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 48

    "Pak Jacob, kejadian malam ini ...."Jacob menggenggam gelas di tangan Hannah. "Keberatan nggak?""Hah?"Hannah tidak terlalu memahami maksud pria ini.Dia sedang menjelaskan pada Jacob.Hannah menggelengkan kepala. Jacob langsung menghabiskan sisa setengah gelas airnya.Hannah menganga kaget.Janet pernah mengatakan bahwa ayahnya punya fobia kebersihan yang sangat ekstrem. Jika ada yang tidak sengaja memakai gelasnya, tidak hanya orang itu akan masuk daftar hitamnya, tipe gelas itu juga hilang dari pasaran setelahnya.Meski saat itu Hannah merasa cerita Janet terlalu lebay, itu menunjukkan Jacob memang punya fobia kebersihan. Selama tinggal bersama Jacob di Perumahan Lestari, dia juga pernah menyaksikan sendiri standar kebersihan Jacob yang ekstrem.Tapi mengapa Jacob malah minum dari gelasnya? Itu bekasnya."Kejadian malam ini bukan salahmu. Janet nggak salah. Saat orang Keluarga Siregar di luar, yang paling penting adalah lindungi keluarga sendiri. Janet melakukannya dengan baik."J

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 47

    Janet menghela napas lega. Ada kedua paman ini, seharusnya Ayah tidak akan menghukumnya lagi, 'kan?"Paman Yohan, Paman Felix, ini sahabat baikku, ehm ... juga istri muda ayahku."Istri muda.Wajah Hannah memerah.Jacob berjalan cepat menghampiri Hannah, menundukkan pandangan ke noda anggur di dadanya. "Ganti baju dulu."Hannah termangu. "Hah?"Jacob memegang pergelangan tangan Hannah yang ramping, lalu berpesan pada Yohan, "Jaga baik-baik putriku."Janet berseru, "Paman Yohan, aku nggak salah dengar? Ayahku nggak hukum aku, malah minta Paman jaga aku?"Yohan menjawab, "Ayahmu sibuk dengan ibu tirimu, nggak ada waktu buat hukum kamu."Felix sangat bersemangat. "Mereka mau sibuk apa?"Janet sontak memelototi Felix. "Paman jangan urusi ayahku. Aku dipukul di tempat Paman, Paman harusnya beri aku kompensasi, 'kan?""Si Putri, kamu yang pukul orang itu secara sepihak. Dipukul apanya? Mau tipu uang, ya?""Aku nggak mau tahu! Paman harus tanggung jawab!""Oke, oke, Paman tanggung jawab! Tapi

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 46

    Pria itu dihajar habis-habisan oleh Janet sampai hidungnya keluar darah."Minta maaf! Beraninya goda sahabatku, kamu cari mati, ya!"Pasangan pria itu berteriak, "Siapa kamu? Tahu nggak siapa pacarku ini? Ayahnya walikota Belutara ...."Brak!Sebuah gelas bir pecah di dekat wanita itu.Wanita itu ketakutan sampai wajahnya pucat."Ayahku Jacob Siregar!" Janet mengangkat dagu dengan angkuh. Dia lalu membentak dengan galak, "Aku bisa bertindak seenaknya di Kota Belutara, kamu bisa?"Hannah pun maju dengan waswas dan menarik tangan Janet. "Janet, kalau ayahmu tahu kamu kelahi di luar, kartu ATM-mu akan dibekukan lagi.""Takut apa? Sudah sering dibekukan juga. Lagi pula, dia mengganggumu, itu sama saja dengan nggak hormati ayahku. Aku lindungi kamu, ayahku malah senang."Paling-paling, Hannah sudah bekerja dan punya gaji, urusan makan minumnya pasti tidak jadi masalah.Apalagi Ayah sangat dermawan pada istri. Dia dan Hannah adalah sahabat, Hannah tidak akan tega melihatnya tidak punya uang.

  • Terjebak Perangkap Cinta, Aku Mabuk   Bab 45

    Felix tidak berani menjalin hubungan yang mendalam.Jika gadis itu mengejar-ngejar, menangis, merajuk, dan mengancam bunuh diri, dia tak sanggup menahannya."Kak Jacob, kapan perkenalkan istrimu ke kami? Kita sahabat karib. Kamu boleh sembunyikan dari keluargamu, tapi kalau sembunyikan dari kami, itu namanya nggak setia kawan! Kami sudah dapat info langsung dari Janet. Jangan pelit!""Kok kamu yang pusing?" Yohan meninju bahu Felix. "Nggak usah ikut campur urusan Kak Jacob!"Felix menyerangnya, "Kamu salah minum obat?"Yohan berdeham, lalu berkata dengan serius, "Kak Jacob, aku ada saran kecil yang belum matang."Jacob memandangi Yohan tanpa ekspresi.Yohan pun mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan, "Cewek nggak boleh disembunyikan. Kamu harus membiarkannya bergabung dengan lingkaran pertemananmu, biar dia lebih ngerti kamu. Kalau nggak, gimana bisa cinta tumbuh seiring waktu?"Felix berkedip! Wah, si playboy ini mau bagi pengalaman pada Kak Jacob?Felix pun menyambung, "Soal penga

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status