LOGIN“Jangan, jangan pakai lidah….” Di dalam kursi penumpang depan yang sempit, pergelangan kakiku dicengkeram erat oleh seorang pria kekar yang bertenaga besar. Tubuhku diangkat dengan mudahnya, memperlihatkan area intimku yang sudah basah terangsang. Pria itu terengah-engah, napas hangatnya yang menerpa membuat seluruh tubuhku merinding. “Kumohon… jangan, kamu itu kakak iparku….” Namun, pria yang sudah dikuasai gairah itu tak mungkin mendengarku. Dia langsung menjilat sudut bibirnya dan menundukkan kepalanya….
View MorePanggilan suami yang keluar dari mulutnya membuat jantungku berdegup kencang. Aku tak pernah menyangka kalau ternyata Hendra sudah memendam rasa padaku sejak lama.Dia bahkan rela menurunkan egonya dan memohon cinta dengan begitu rendah hati.Bohong kalau kubilang diriku tidak tersentuh. Bagaimanapun juga, di rumah ini hanya dirinyalah satu-satunya orang yang tak pernah menindasku dan selalu bersedia mengulurkan tangan untuk membantuku.Sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di keluarga ini, diriku memang menaruh rasa segan dan takut pada kakak ipar yang sulit didekati ini.Namun, dia akan pasang badan saat diriku dimaki-maki oleh ibu mertua.Dialah yang membelaku saat pembantu sengaja mempersulitku.Menatap sorot matanya yang membara penuh gairah, akhirnya hatiku pun luluh.Tanpa bisa ditahan, aku langsung menciumnya, “Hendra, biarkan aku tahu seberapa besar cintamu padaku.”Hendra sempat terdiam sejenak, tapi detik berikutnya, dia langsung merespon dengan cepat. Tangannya mengunci
Semua orang tahu kalau Hendra adalah sosok yang dingin. Kalau sudah bertindak tegas, dia bahkan tak memandang siapapun.Bagaimanapun juga dengan posisinya sekarang, kalau tak setegas itu, mana mungkin dia bisa membawa perusahaannya berhasil melantai di bursa hanya dalam waktu beberapa tahun saja?Melihat raut wajah Hendra yang begitu serius, Hendi langsung panik dan menangis tersedu-sedu, dia mulai memohon ampun.“Kak, aku sudah tahu salah. Aku janji nggak akan pernah lagi menerima uang dari orang lain! Aku benar-benar sudah tahu salah, tolong ampuni aku sekali ini saja.”Dari percakapannya, aku mulai paham inti masalahnya.Selama ini, Hendi memang pengangguran yang kerjaannya hanya berfoya-foya. Jika tidak judi bola, dia pasti pergi ke klub malam. Begitu kehabisan uang, dia tinggal meminta pada Hendra.Karena Hendra sudah mulai kesal, Hendi pun memutar otak untuk mencari cara lain yang licik demi mendapatkan uang dengan instan.Dan kali ini, Hendi bahkan berani menerima suap yang sebe
Usai sarapan, sopir Hendra pun datang. Hendra menyuruh sopirnya untuk mengantarku pulang.Di sepanjang jalan, hatiku terasa sangat gelisah. Aku benar-benar takut kalau sesampainya di rumah nanti, ibu mertua akan menginterogasiku dengan berbagai macam pertanyaan.Bagaimanapun juga, aku tidak pulang semalaman.Setibanya di rumah, aku mengganti sandal dengan sangat hati-hati dan melangkah masuk, lalu memanggil dengan pelan, “Ibu?”Ternyata, ibu mertua sedang tidak ada di rumah. Aku pun langsung menghela napas lega.Baru saja duduk di sofa, sebuah pesan dari Hendra masuk ke ponselku, [Istirahat baik-baik, nanti malam aku akan datang menjemputmu lagi.]Melihat pesan itu, aku langsung terpaku.Apa maksudnya ini? Jangan-jangan dia sudah menganggap aku adalah barang miliknya?Aku tak membalasnya.Bagaimanapun juga, kejadian kemarin hanyalah sebuah kecelakaan, tak perlu terus-menerus dipikirkan. Apalagi… Hendi sudah pulang.Hendi habis menonton pertandingan bola semalaman bersama teman-temannya
“Kok bodoh sekali, ganti napas saja nggak bisa?”Aku malu dan kesal, lalu menghentakkan kaki dengan kesal, “Kakak, kamu serigala mesum!”“Iya, iya.” Hendra langsung mengakuinya tanpa ragu, “Aku memang serigala mesum, seekor serigala mesum yang hanya ingin memangsa Lusy.”Sambil berkata begitu, kedua lengannya menyelinap ke bawah ketiakku, lalu dengan sangat mudah menggendong tubuhku.Aku pun digendong olehnya menuju kamar tidur, diriku menempel erat seperti seekor koala.Hendra merebahkan tubuhku di atas ranjang, lalu kemudian dia ikut menindihku.“Kamu mencekoki obat kuat sebanyak itu pada kakak malam ini, emangnya mau minta main berapa ronde? Hm?”Pertanyaannya berhasil membuatku terdiam seribu bahasa.Dengan lembut dia mengangkat tangannya, menggunakan punggung jarinya untuk membelai lembut pipiku, lalu berakhir dengan mencubit gemas ujung hidungku.“Kasih tahu kakak… kamu mau apa?”Menatap wajahnya yang punya kemiripan dengan suamiku, entah kenapa pikiranku berputar cepat dan langs












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.