Share

Bab 10

Author: Other_side
last update publish date: 2026-08-31 19:14:09

“Sera, apa kau baik-baik saja?” tanya Abian begitu mereka sampai di dalam mobil.

“Hmm.” Sera bersandar sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing.

“Kenapa tidak mengangkat telepon dariku?”

“Maaf, aku sempat pingsan tadi,” jawab Sera lemas.

“Astaga! Bagaimana bisa?” Abian reflek menoleh pada Sera.

“Entahlah.” Sera sudah malas bicara, dia hanya ingin cepat sampai di rumah.

“Seharusnya kau tidak perlu masuk kerja hari ini.”

Hening tidak ada jawaban dari Sera. Abian kembali menoleh dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil    Bab 16

    Sera memasuki Hardian Group. Sementara Abian kembali menjalankan mobilnya ke sebuah cafe yang tidak jauh dari tempatnya menurunkan Sera. Tampak seorang wanita memeluk Abian dari arah belakang. Sepertinya wanita itu ingin mengejutkan Abian yang baru keluar dari mobil. Wanita berbeda dari yang Rey lihat kemarin.Rey tersenyum miring melihat semua itu. “Dia seorang pemain.”Rey tidak lagi memedulikan hal itu. Dia ingin segera memasuki perusahaan. Penasaran dengan reaksi seseorang.Sepanjang perjalanan menuju ruangannya Rey tidak bisa melunturkan senyum miringnya. Rasanya Rey ingin segera menartawakan Sera.“Selamat pagi, Pak!” sapa Sera begitu Rey memasuki ruangan.“Hmm.” Rey langsung duduk di kursi kebesarannya.Dari mejanya Rey memperhatikan Sera yang kembali fokus pada pekerjaan. Tak sedikitpun Rey mengalihkan pandang dari Sera.“Berapa lama kau mengenal teman lelakimu itu?” ucap Rey tiba-tiba.Sera reflek mengangkat pandangan. Mengangkat sebelah alisnya. Tidak mengerti kemana arah p

  • Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil    Bab 15

    “Sera, kamu yakin kita makan di tempat seperti ini?” tanya Sinta ragu pasalnya tempat yang mereka datangi terkenal elit.“Yakin, tenang aja!” Sera menunjukkan black card yang Abian berikan padanya.“Wah! Kamu kok bisa punya itu, Ser?” seru Vina tidak menyangka.“Kita ditraktir Abian.”“Widih, baik banget dia. Dalam rangka apa ni?” sahut Sinta.“Nggak tahu. Ulang tahun kali,” jawab Sera asal.“Royal banget ya dia. Boleh ni aku jadiin gebetan. Eh, tapi beneran bukan pacar kamu kan, Ser?” canda Vina.“Bukan, tapi kayaknya dia playboy deh , Vin,” jelas Sera santai.“Soal itu gak papa, Ser. Kalau aku bisa buat dia jatuh cinta aku yakin dia bakal setia. Kapan lagi bisa dapet cowok spek kayak gitu. Udah ganteng, tajir, royal lagi.” Sepertinya Vina terlalu sering menonton drakor.“Tapi berpotensi nyakitin ati,” lanjut Sinta menambahkan.“Iihh, kamu ma! Aku kan lagi halu,” rengek Vina sebal.Sera hanya tersenyum menanggapi keduanya. Wajar Vina mengidolakan Abian. Yang Vina katakan memang benar

  • Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil    Bab 14

    “Aku akan mengantarmu pulang,” kata Rey memecah keheningan.Sera reflek menoleh pada Rey yang duduk di sampingnya. Mereka berada dalam satu mobil hendak pulang dari acara makan malam sebelumnya.“Terima kasih, Pak.” Hari sudah malam. Tidak memungkinkan bagi Sera untuk pulang sendiri.Hening kembali hadir di antara mereka. Setengah jam lagi mereka akan sampai. Untung masih ada sopir kantor. Kalau tidak Sera akan merasa sangat canggung satu mobil dengan Rey.“Lain kali jangan bicara pada sembarang orang, apalagi yang tidak kau kenal,” ucap Rey tiba-tiba tanpa melihat Sera.Sera mengerutkan kening berusaha mencerna ucapan Rey. “Maksud Anda Leon?” “Aku tidak peduli siapa namanya.” Rey masih melihat ke arah jendela.“Tapi dia asisten Nona Briella, kita akan melakukan kerja sama dengan mereka kedepannya.” Sera benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Rey.“Aku tidak suka di bantah,” balas rey dingin.Sera tidak ingin berdebat, dia sudah lelah. “Baik.” “Dimana alamat tempat tinggalmu?” ta

  • Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil    Bab 13

    “Wah, betapa beruntungnya saya jika saya termasuk dalam kriteria anda,” ucap Briella dengan mata berbinar.“Permisi, Nona! Anda sudah ditunggu untuk acara perjamuan.” Seorang asisten pria menghampiri Briella untuk mengingatkan. “Ah, iya. Kalau begitu saya duluan, Tuan Rey!” pamit Briella pada Rey.Sebagai pimpinan Briella harus segera hadir untuk mengawali perjamuan makan malam. Sebab makan malam kali ini tidak hanya untuk pemenang tender, tetapi juga para pemegang saham dan investor di Star Company.“Silahkan.” Kini di ruangan itu hanya menyisakan Rey dan Sera. Dengan Rey yang masih menggenggam tangan Sera.“Pak, maaf tolong lepaskan tangan saya!” pinta Sera hati-hati.“Kenapa ingin menghindariku?” tanya Rey datar.“Saya hanya tidak ingin mengganggu privasi anda,” ujar Sera seadanya.“Jangan beralasan! Sebagai asisten kau harus selalu berada di dekatku,” kata Rey dengan nada dingin penuh penekanan.Sekali lagi Sera hanya bisa menurut. Mengikuti Rey kemanapun dia pergi. Bagi yang ti

  • Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil    Bab 12

    Setelah acara makan malam itu Sera menjalani harinya seperti biasa. Bagi Sera semua itu hanyalah sebuah permainan bisnis. Dia hanya harus bertahan sampai tujuannya tercapai. “Hai, Sera. Selamat pagi!” sapa Sinta yang tidak sengaja berpapasan dengan Sera di loby. “Selamat pagi, Sinta!” balas Sera tersenyum. “Kemana aja, Ser. Kok nggak pernah main ke tempatku? Mentang-mentang udah jadi asisten CEO!” ucap Sinta pura-pura sebal. “Sorry ya, Sin. Aku sibuk banget jadi nggak sempet. Kamu tahu sendiri kan Pak Rey kalau ngasih kerjaan suka nggak kira-kira,” tutur Sera. “Iya sih. Emang sampai kapan kamu jadi asisten Pak Rey? Betah amat,” tanya Sinta penasaran. “Nggak tahu juga. Mungkin nunggu Pak Riyan selesai cuti,” jawab Sera. “Ya, semoga secepatnya. Aku sama Vina kangen banget kita kumpul lagi bertiga.” Sinta merasa ada yang kurang jika formasi mereka tidak lengkap. Sera tersenyum bersyukur memiliki sahabat yang baik seperti Sinta dan Vina. Sayangnya Sera dan Sinta harus me

  • Terjebak di Antara CEO Dingin & Pemuda Tengil    Bab 11

    Mereka berempat duduk dalam satu mobil. Sera hanya diam mendengar senda gurau ketiga penumpang lainnya. Mereka membicarakan tentang impian keluarga mereka di masa depan dengan membanggakan anak lelaki mereka yang akan menjadi pewaris. Lalu bagaimana dengan masa depan Sera. Sera tidak peduli.“Sera, kenapa kau diam saja sedari tadi? Apa kau menyukai gaun yang kuberikan?” tanya Andin memecah keterdiaman Sera.Sera tampak cantik dan manis dengan dress motif floral selutut yang dikenakannya. Andin mengaplikasikan makeup tipis sehingga membuat Sera tampak lebih segar. Tentu saja Andin melakukan semua itu karena tidak ingin Sera memperlakukan keluarga Ferdian. “Ya, aku menyukainya,” jawab Sera cuek.“Tentu saja dia menyukainya, Ma. Dia pasti belum pernah memiliki gaun sebagus itu,” sela Reno.“Dan kau pasti sangat senang dengan perjodohan ini kan? Kau akan menjadi menantu keluarga konglomerat. Kau tidak perlu susah payah bekerja lagi,” lanjut Reno meremehkan.“Jika demikian kenapa papa ti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status