‘Pagi ini begitu indah mengingatkanku pada senyummu yang menawan. Selamat pagi, Nona Sera!' ‘Jika kau tidak bersemangat menjalani hari, ingatlah wajah tampanku!’ ‘Nona Sera, ayahku ingin aku menghadiri acara ulang tahun kolega bisnisnya. Dia memintaku datang bersamamu. Aku akan menjemputmu nanti.’ ‘Ya.’ Pesan beruntun dari Abian yang hanya Sera balas dengan satu kata. Abian sering mengirim pesan seperti itu hanya untuk menggodanya. Sera sampai heran apa Abian tidak punya pekerjaan lain. “Sera, hari ini aku akan pulang terlambat. Apa kau mau pulang bersamaku?” tawar Sinta. “Terima kasih sudah menawariku, tapi maaf aku sudah ada janji,” jawab Sera. “Eh, tumben ada janji. Apa kau memiliki kekasih?” tanya Sinta sedikit heran. “Tidak, hanya ada perlu dengan seseorang,” ungkap Sera. “Biar aku tebak, apa pemuda tengil waktu di mall itu ya?” tebak Sinta menggoda Sera. “Iya.” “Wah, apa dia benar-benar kekasihmu, Sera?!” tanya Sinta bersemangat. “Kami hanya berteman,” j
Last Updated : 2026-08-24 Read more