Share

BAB. 46

Author: Ara Azzahra
last update Last Updated: 2026-02-12 20:00:00

Kematian itu seharusnya terasa seperti kehilangan, tapi yang kurasakan adalah sunyi.

Sunyi yang utuh.

Seperti ruangan yang akhirnya hanya berisi satu napas.

Tubuh Alea atau tubuhku yang dulu sudah berhenti.
Dan bersamanya, gema itu menghilang.

Tidak ada

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.48

    Aku tidak pernah takut pada hasil tes medis. Bahkan sampai hari ini.Ruang laboratorium keluarga Veyron terlalu sunyi. Terlalu putih. Terlalu bersih untuk sesuatu yang akan menghancurkan hidup seseorang.Atau mungkin hidupku.Leonard berdiri di sampingku. Tangannya tidak melepaskan genggamanku sejak kami masuk ke ruangan ini.Di hadapan kami, dua tabung darah.Satu milikku.Satu milik perempuan itu.Perempuan yang memiliki wajah mirip denganku.Atau mungkin aku yang memiliki wajah mirip dengannya.“Prosesnya memakan waktu dua jam,” kata kepala tim medis.Dua jam.Rasanya seperti dua tahun.---Kami menunggu hasil lab di ruang privat.Leonard berdiri menghadap jendela. Aku duduk di sofa, memeluk diriku sendiri.“Apa kau takut?” tanyanya tanpa menoleh.Aku tertawa kecil.“Aku lebih takut kalau hasilnya benar.”Ia berbalik.“Dan kalau tidak?”“Kalau tidak… berarti aku hanya menjadi korban manipulasi psikologis.”Ia mendekat, duduk di depanku.“Bagiku kau bukan hasil laboratorium.”Aku me

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.47

    Aku tidak pernah menyangka bahwa ancaman bisa datang secepat ini.Semua terjadi hanya tiga hari setelah pesan anonim itu.“Project Aether belum selesai.”Hari itu aku pergi ke galeri amal atas nama keluarga Veyron. Leonard tidak bisa ikut karena rapat darurat dengan dewan direksi. Pengamanan tetap ada dengan dua orang bodyguard yang mengikuti dari jarak sopan.Aku mencoba terlihat normal. Tersenyum, menyapa semua orang.Aku berusaha menjadi Elira yang elegan. Padahal di dalam kepalaku, gema kalimat itu masih berulang.Belum selesai.

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB. 46

    Kematian itu seharusnya terasa seperti kehilangan, tapi yang kurasakan adalah sunyi.Sunyi yang utuh.Seperti ruangan yang akhirnya hanya berisi satu napas.Tubuh Alea atau tubuhku yang dulu sudah berhenti.Dan bersamanya, gema itu menghilang.Tidak ada lagi suara bertabrakan di kepalaku.Tidak ada lagi bayangan ganda di cermin.Aku berdiri di depan kaca pagi itu.Dan untuk pertama kalinya…aku hanya melihat satu wajah.Milikku.Bukan milik korban atau Elira.

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.45

    Aku tidak pernah menyadari bahwa keberadaan bisa terasa begitu rapuh.Seperti lilin di tengah angin.Tidak tahu kapan padam.Tidak tahu siapa yang berhak tetap menyala.Sejak pertemuan dengan keluarga Valerian, kepalaku seperti dipenuhi gema. Setiap kali aku memejamkan mata, ada dua suara yang saling bertabrakan.Suara yang dulu.Dan suara yang sekarang.Dan semakin hari… semakin sakit.---Hari pertama kami kembali ke mansion. Saai itu menjelang tengah malam.Rumah itu terasa berbeda.Bukan kar

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.44

    Aku tidak pernah takut pada hantu.Tapi hari itu, aku takut pada sesuatu yang jauh lebih nyata.Leonard berdiri di depan pintu kamar rumah sakit. Tangannya terdiam di udara sebelum mengetuk.“Apa kau yakin?” tanyanya pelan padaku.Tidak.Tapi aku mengangguk.Karena ini tidak bisa dihindari.Ia masuk lebih dulu.Aku mengikutinya.Dan di sanalah dia.Tubuhku.Duduk tegak, rambutnya terurai rapi. Wajah yang sangat kukenal, karena itu wajahku yang menoleh perlahan.

  • Terjebak di Tubuh Istri yang Tak Dicintai   BAB.43

    Aku tidak tidur malam itu.Bagaimana mungkin?Tubuhku sendiri baru saja berbicara padaku.Dan bukan dengan kebingungan orang yang baru bangun dari koma.Tapi dengan ketenangan seseorang yang… menunggu.Leonard duduk di kursi dekat jendela kamar hotel. Ia tidak banyak bicara. Hanya menatap ke luar, seolah mencoba memahami dunia yang tidak lagi masuk akal.“Apa yang dia katakan?” akhirnya ia bertanya pelan.Aku menelan ludah.“Dia bilang… kita harus bicara.”Leonard memejamkan mata sebentar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status