แชร์

Bab 35

ผู้เขียน: Kak Gojo
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-24 14:00:49

Deg!!

Jantungku rasanya mau copot mendengar tuduhan random-nya.

"Eh, mana ada, Pak! L-lagian, saya mau ngapain sama istri majikan saya?" balasku terbata-bata, gugup setengah mati.

"Ya mana tau kalian ada main?" celetuk Pak Husen santai, matanya menyipit penuh selidik.

"Astaga, Pak Husen!" seruku, benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran bapak-bapak satu ini.

"Kalian di rumah cuma berdua doang, toh? Anak-anak majikanmu lagi nggak di rumah," timpal Pak Husen lagi, makin menjadi-jadi mem
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Emak Chua Aya
kampret si argus......... ngelunjakk wehh
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 476

    Masha yang menyadari perubahan di wajahku pun mengulas senyum tipis."Udah, ah. Aku mau mandi dulu, lengket banget," katanya, lalu melangkah melewatiku begitu saja masuk ke dalam rumah.Aku masih berdiri di dekat pagar dengan dada berdebar.Aku kemudian menghela napas panjang sembari memijit pangkal hidungku.Sialan, dia selalu tahu cara membalikkan keadaan dan membuatku mati kutu!****Pukul tujuh malam, hidangan makan malam akhirnya siap, menu masakan khas Bali. Hasil kerja samaku dengan Masha sejak sore tadi.Aku dan Masha lalu menatanya dengan rapi di meja makan, kemudian memanggil Karina dan Novaria untuk makan bersama.Saat aku memanggil Miya ke kamar untuk bergabung di meja makan, dia justru menggeleng pelan."Kalian aja dulu yang makan, Gus. Aku nanti nyusul aja," tolak Miya."Loh, kenapa? Mending bareng-bareng aja, mumpung masih hangat," ajakku."Lucas nggak bisa ditinggal, Gus."Aku melirik sebentar ke arah ranjang king size. "Dia tidurnya nyenyak begitu kok. Nggak mungkin t

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 475

    Setengah jam berlalu dalam kehangatan obrolan santai di kamar Miya.Melihat matahari yang mulai terbenam dan sadar Miya butuh banyak istirahat, Lori pun mengakhiri obrolan."Argus, Miya, kami pamit pulang dulu ya. Sudah mau gelap. Aku juga mau masak," ujar Lori, terkekeh pelan."Iya, makasih banyak ya, Lori, Rick, sudah mampir ke sini,” balas Miya tulus sambil mengulas senyum hangat."Sama-sama, Miya. Kamu istirahat yang cukup ya, take care," kata Lori.Aku pun mengantar pasangan bule itu sampai ke pintu pagar depan.Sebelum benar-benar melangkah ke luar gerbang, Rick menepuk bahuku pelan. "Kalau butuh bantuan apa-apa, kabari saja. Kalau kami bisa bantu, pasti kami bantu.""Siap, Rick."Lori dan Rick pun melenggang pergi menuju rumah mereka yang persis berada di depan rumahku.Saat aku hendak masuk kembali dan menutup pagar, pandanganku tidak sengaja menangkap dua sosok yang berlari santai dari kejauhan.Dari sana, tampak Masha sedang jogging santai. Tapi dia tidak sendiri. Di samping

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 474

    Sore harinya…Saat ini aku sedang menyiram tanaman di pekarangan rumah. Tiba-tiba terdengar bunyi bel dari balik pagar.Ting nong!Aku pun mematikan keran air lalu melangkah menuju pagar.Begitu pintu pagar kubuka, tampak Lori dan Rick berdiri di sana. Lori menyunggingkan senyum hangat sembari memeluk sebuah keranjang buah-buahan segar berhiaskan pita, lengkap dengan kotak suplemen pemulihan untuk ibu melahirkan."Halo, Argus!" sapa Lori ramah."Eh, Lori, Rick! Masuk, masuk," sambutku sambil membukakan gerbang lebih lebar.Lori menyodorkan keranjang di tangannya saat kami berjalan masuk ke area teras. "Bagaimana kabar Miya sama baby-nya?”"Miya baik-baik aja. Bayinya juga puji Tuhan sehat banget. Thank you so much ya buat buah tangannya," jawabku tulus sambil menerima keranjang itu.Rick menepuk bahuku pelan. "Sorry banget ya, Argus, kami baru bisa datang sekarang. Kemarin mau jenguk pas masih di rumah sakit, tapi bensin mobil kami benar-benar tipis gara-gara krisis ini. It was so dif

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 473

    Di dekat deretan ruko yang tutup, tampak sebuah delman berdiri di tepi jalan. Kuda penariknya sesekali mengibaskan ekor, sementara sang kusir tampak duduk santai di bangku depan."Itu delman, kan?" ujar Masha bersemangat. "Yuk ke sana! Siapa tau si bapak delman nerima penumpang."“Iya, ayo!”“Permisi, Pak,” sapaku ramah begitu kami sampai di dekatnya.Kusir itu menoleh, lalu menyunggingkan senyum hangat. "Iya, Bli. Ada yang bisa dibantu?""Pak, mau nanya... kalau anterin kami ke daerah Sanur, bisa nggak ya?" tanyaku penuh harap.Bapak kusir itu mengelus janggutnya sebentar, menatap jalanan yang sepi lalu beralih melihat kudanya. "Sanur ya... lumayan jauh juga itu, Bli. Tapi bisa kok, kuda saya masih kuat. Lagi pula jalanan sepi begini enak, nggak bakal kena macet.""Kira-kira berapa tarifnya, Pak?" sela Masha penasaran, matanya berbinar melihat secercah harapan untuk pulang."Gimana kalau 75 ribu? Sama-sama saling bantu aja di situasi krisis bensin begini," jawab bapak kusir.Aku dan

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 472

    "Ya udah, kalau gitu siapa nih yang mau ngalah cari tumpangan lain?" tanyaku menatap mereka satu per satu."Biar Nova aja yang ngalah, Mas," sahut Novaria cepat.Masha langsung ikut menimpali. “Aku sama Nova bakal cari tumpangan lain.”"Kalian yakin bisa dapet taksi lagi? Atau ojek?” tanyaku ragu.Masha menghela napas pendek lalu menggeleng pelan. "Kurang yakin sih, Gus. Tapi kalau emang udah nggak ada pilihan lain, ya terpaksa aku ambil taksi yang matok harga tiga kali lipat tadi."Aku lalu menoleh ke arah Novaria, wajahnya sudah tampak lelah dan pasrah. Aku jadi kasihan melihatnya. Takutnya dia malah kelamaan menunggu atau justru tidak dapat tumpangan.“Nova, kamu naik taksi ini aja. Biar Mas yang nyari tumpangan lain.”"Loh, Mas Argus serius?" tanya Novaria memastikan."Iya, serius. Kasihan kalau kamu harus nunggu lama," jawabku mantap.Aku pun menyerahkan Lucas kembali pada Miya.Miya menatapku sekilas, lalu mengangguk pelan, tanda mengerti dengan keputusanku. Dia lalu masuk ke jo

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 471

    "Jangan ngomong sembarangan! Kita ini baru jadi tetangga, kamu nggak tau apa-apa soal aku!” potongku cepat dengan nada menahan emosi."Aku memang nggak tau dan jujur aja nggak peduli, Argus," ucapnya santai. "Mau silsilah keluarga kamu seaneh atau serumit apa pun, itu bukan urusanku. Yang aku tau, reaksi kamu tadi nggak bisa bohong pas kita di lift."Tangan Florin kembali terangkat, hendak menyentuh pipiku, tapi aku langsung menepisnya dengan kasar."Cukup, Florin! Jangan pernah coba-coba senggol kehidupan pribadi atau keluargaku lagi. Lebih baik kamu ambil barang kamu di mobil sekarang!” tegasku.Florin mengamati wajah gusarku dengan sudut bibir terangkat tipis. Dia tampak menikmati reaksiku."Oke, oke, santai... nggak usah marah-marah gitu," katanya ringan. "Aku ke mobil dulu kalau gitu. Jangan lupa beliin es matcha, sama es cokelat pesanan dayang-dayang kamu. Hihi.”Florin pun melenggang pergi menuju deretan mobil yang terparkir, meninggalkan aku yang masih berdiri mematung dengan

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 3

    Padahal di dalam hati, aku sudah berteriak histeris karena tangan Tante Miya mulai meraba-raba area sensitifku.Tante Miya tersenyum nakal, tatapannya benar-benar menggoda. “Jangan pura-pura nggak tau, Gus. Tante tau kok, kamu juga mau. Buktinya, adikmu ini udah keras banget,” bisiknya sambil terus

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 2

    Sial, mampus aku! Mana kutau kalau ternyata ada Mbak Masha di dalam!Mbak Masha adalah anak sulung Paman Karyo yang cantiknya minta ampun, tapi kalau sudah marah, galaknya melebihi induk singa yang kehilangan anaknya.Mbak Masha mematung. Matanya masih membelalak sempurna, menatap si Lukman yang se

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 1

    “Ahh, enak, Gus. Lebih keras lagi, Gus. Hnghh.…”“Tante yakin? Mau lebih keras lagi?”“Iya, Gus. Ahhh… makin keras makin enak… uhhh…”Walaupun ragu, aku tetap menuruti permintaan Tante Miya. Aku tekan punggungnya lebih kuat dengan tangan kasarku yang biasa kerja kasar di desa.Sebenarnya aku takut

  • Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik   Bab 7

    Begitu pun dengan Mbak Masha, matanya yang semula sayu-sayu mengantuk langsung melotot segar begitu melihat kami.Menyadari tatapan mematikannya, aku langsung peka dan buru-buru melepaskan tangan Karina. Aku lalu menjauh satu langkah, panik dan ingin segera klarifikasi sebelum dia salah paham.Tapi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status