Share

104.

Author: Shaveera
last update publish date: 2026-11-05 23:30:37

Dua hari aku menginap di kamar Gendhis untuk menyelami dan mencari sesuatu yang mungkin kulewatkan. Selama dua hari itu, aku melakukan semedi di sana. Akhirnya sebuah tabir dapat kubuka, ternyata wanitaku itu bukan berasal dari negeri Blambangan.

Tubuhnya telah berbagi dua dunia dengan seseorang dengan nama yang sama dari dimensi lain. Aku harus membuat inovasi yang bisa membawaku ke dimensi itu agar aku tahu bagaimana kehidupannya di sana.

Berbulan-bulan aku memberi tugas pada orang kepercayaa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   105.

    Aku kembali tersenyum. Menatap wajah cantik alami seorang putri kerajaan yang dulu hanya bisa kubaca dalam buku. Kini, semua itu dapat kulihat secara langsung. Bahkan berinteraksi dengan tanpa batas. Udara kuno, alam yang masih sangat alami tanpa campur tangan peralatan modern. Ini sangat memuaskan. "Tidak, aku sudah melepaskan semua. Yang terpenting, di mana pun kita berada, kita tetap manusia yang membutuhkan kasih sayang dan perlindungan.""Seyakin apa?" "1000%."Percakapan itu membuatku semakin yakin bahwa Gendhis perlahan membuka dirinya. Akan tetapi, aku juga menyadari satu hal bahwa kemudahan dunia modern seringkali membuatku rindu. "Lalu, apakah istriku ini sudah nyaman tinggal di Blambangan ini setelah pernah merasakan kemewahan di duniaku?" "Tentu saja, tetapi... Bagaimana nasih Gendhis di atas sana, sedangkan tunangannya sudah meninggalkannya dalam keadaan koma?" "Bukankah sebelum kamu tertarik lagi ke dunia kuno gadis itu sudah terbangun dari koma?" Seketika wajah G

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   104.

    Dua hari aku menginap di kamar Gendhis untuk menyelami dan mencari sesuatu yang mungkin kulewatkan. Selama dua hari itu, aku melakukan semedi di sana. Akhirnya sebuah tabir dapat kubuka, ternyata wanitaku itu bukan berasal dari negeri Blambangan.Tubuhnya telah berbagi dua dunia dengan seseorang dengan nama yang sama dari dimensi lain. Aku harus membuat inovasi yang bisa membawaku ke dimensi itu agar aku tahu bagaimana kehidupannya di sana.Berbulan-bulan aku memberi tugas pada orang kepercayaanku untuk membuat sebuah mesin perpindahan tubuh. Tidak hanya itu, aku juga belajar ilmu khusus agar suatu hari nanti dapat berguna.Apa yang menjadi tujuanku telah tercapai dalam waktu tiga bulan. Kini saatnya mencoba alat itu. Bersama Rogan aku telah siap berada di depan laat tersebut meskipun ada keraguan pada sorot mata pengawal pribadiku itu."Senopati.... apakah ini tidak akan bahaya buat keselamatan Anda?""Tidak, semua harus dicoba agar tahu bagaimana hasil kerja kita selama tiga bulan

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   103.

    Pov RanggalaweSudah hampir satu minggu aku tidak menemukan wanitaku bahkan di sudut istananya sendiri. Malam ini kuberanikan diri untuk menerobos paviliun milik Gendhis."Aku harus menemukan sesuatu yang mungkin tertinggal di sana, terutama isi kamarnya."Gegas aku memakai pakaian sederhana selayaknya seorang pelayan istana belakang. Kemudian melangkah masuk ke istana Anusapati. Aku tidak menyangka baru memasuki istana itu sudah mendengar gosip yang tidak sedap untuk di dengar." Sungguh kasian Putri Gendhis, meskipun statusnya adalah permaisuri pangeran dia tetap kalah dengan seorang mantan pelacur itu," ucap salah satu dayang.Aku bersembunyi di balik pohon untuk mendengar kalimat selanjutnya dari pembicaraan para dayang istana Anusapati itu." Iya, apa yang kau katakan memang benar. Buat apa menikah hanya dijadikan status dan alat untuk menutup kebusukan suami. Aku no ogah!""Sejak awal menikah saja sudah dipermainkan seperti ini, apalagi nanti saat tua. Bisa jadi tak pernah terse

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   102.

    POV RanggalaweWaktu terus berlalu, tanpa terasa hubunganku dengan Gendhis makin dalam dan wanita itu terus memberiku kehangatan. Hidupku yang dulu dipenuhi dengan darah sekarang makin berwarna. Makin ke sini semua rahasia hidup Gendhis terbuka. Kisahnya begitu menyayat hati. Siksaan hati dan badan bagi wanita itu sudah biasa, tetapi justru dengan banyaknya buly membuat hatinya serta jiwanya terasa. Tanpa mereka sadari Gendhis tumbuh menjadi wanita muda yang multitalenta, bahkan dia yang seorang wanita pun sangat paham strategi perang. Cahaya fajar perlahan menyelinap melalui celah-celah jendela ruang kerjaku.Hangat.Tenang.Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku terbangun tanpa suara denting pedang ataupun teriakan perang yang memenuhi kepalaku. Wajah cantik alami Gendhis menjadi pandangan pertamaku. Kubelai lembut pipi putih halus, dia menggeliat sambil menyingkirkan tanganku. Aku tersenyum, tetapi tidak berhenti di sana. Kutundukkan kepalaku hingga menyentuh dahinya, k

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   101.

    POV RanggalaweEntah dorongan apa yang menggerakkan. Ada gairah yang sulit kutahan lagi. Aroma tubuhnya menguar menerpa ujung hidungku. Aroma yang begitu membuatku candu. "Gendhis..."Perlahan kuangkat dagunya agar menatapku. Matanya sembap. Masih dipenuhi sisa air mata yang belum sempat mengering.Dadaku terasa diremas. Namun, bibir itu begitu menggoda. Kurapatkan tubuhnya pada tubuhku, dapat kurasakan sentuhan lembut itu. Tubuhnya menegang, begitu juga dengan tubuhku. Gairahku perlahan merambat naik ke ubun-ubun. "Paman," panggilnya dengan suara berat. Beberapa detik kemudian, perlahan ia membalas pelukanku. Kepalanya bersandar di dadaku, sementara kedua tangannya mencengkeram bagian belakang pakaianku seolah takut aku ikut menghilang dari hidupnya.Aku memejamkan mata.Aroma rambutnya memenuhi indera penciumanku. Harum bunga melati yang begitu lembut. Detak jantungnya terdengar jelas di telingaku.Cepat.Gelisah.Sama seperti detak jantungku saat itu. Selama bertahun-tahun aku

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   100.

    POV RanggalaweMalam itu angin berembus lebih dingin daripada biasanya.Aku masih duduk di ruang kerja, meneliti laporan para mata-mata yang baru kembali dari perbatasan timur. Cahaya lampu minyak menari di atas lembaran peta yang penuh coretan strategi.Namun, sejak beberapa saat lalu pikiranku tak mampu lagi berkonsentrasi. Entah mengapa dadaku terasa sesak. Seolah ada sesuatu yang sedang terjadi.Kriet! Pintu kayu itu terbuka perlahan, menampilkan wajah sendu wanitaku. Aku terdiam.Gendhis.Perempuan itu berdiri di ambang pintu dengan selendang putih menutupi bahunya. Rambut hitamnya tergerai sederhana, tetapi yang paling menyita perhatianku bukanlah penampilannya.Melainkan sorot matanya.Kosong.Tatapan yang biasanya hangat kini terasa hampa.Tanpa mengucapkan apa pun, dia melangkah masuk lalu duduk di kursi yang berada tepat di depan meja kerjaku.Dia hanya menundukkan kepala. Kedua tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan."Gendhis..."Aku bangkit dari kursiku. "Ada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status