Compartir

Terjerat Cinta Mafia Buron
Terjerat Cinta Mafia Buron
Autor: Hopefulen

Bab 1

Autor: Hopefulen
last update Última actualización: 2025-06-30 11:01:30

“Nat, kamu itu kapan mau pulang? Jangan buat kami khawatir.”

Gadis itu hanya menghela napas pelan mendengar protesan sang kakak dari seberang telepon sana. Dia menggaruk kepalanya kesal dengan omelan sang kakak yang menjadi alarmnya setiap malam sebelum tidur atau saat dia harus begadang menyelesaikan pekerjaanya.

“Kakak tenang saja aku baik-baik di sini, kakak bisa lihat kehidupanku semuanya baik dan aku bisa hidup dengan layak,” jawab Natasha mencoba santai tapi dalam hati sudah ada doa supaya sang kakak bisa percaya.  

“Layak? Apanya yang layak, hmmm? Kamu makan saja harus irit-irit bahkan kamu pikir kakak tidak tahu kamu selalu membeli makanan-makanan yang hampir kadaluarsa di supermarket Paman Kris.”

Gadis muda itu hanya meringis dengan ucapan sang kakak, dalam hati dia menyumpahi pria tua mantan pekerja sang ayah yang sekarang membuka supermarket kecil di dekat rumahnya itu.

‘Benar-benar tidak bisa jaga mulut. Dari dulu sampai sekarang selalu jadi ember bocor.’

“Nat, kamu dengar kakak tidak? Jangan diam saja.”

“Iya aku dengar, Kak. Kakak tenang saja semua baik-baik saja.”

“Kam-”

“Natasha Calsine.”

Gadis itu menggigit bibir bawahnya saat mendengar suara wanita paruh baya yang sangat-sangat dia sayangi, ya, siapa lagi kalau bukan sang ibu, Veronica Calsine.

“Natasha Calsine, ibu tahu kau mendengar suara ibu, jangan pura-pura tidak dengar.”

“Ibu … jangan sama dengan kakak, aku baik-baik saja.”

“Nat, kamu itu putri keluarga Calsine kau putri bungsu Abraham Calsine dan bisa-bisanya kau tinggal di tempat yang bahkan lebih buruk dari kandang kuda milik ayahmu. Kau makan makanan yang hampir kadaluarsa bukan? Kau ini selalu membuat ibumu ini stress, paling tidak terima bahan-bahan makanan yang ibu kirim jangan dikembalikan, kau tidak sayang ibumu ini lagi, hah?”

Natasha hanya menghela napas pelan mendengar suara ibunya yang frustasi karena dirinya membuat hatinya sakit. Dia juga tidak mau begini, dia juga tidak mau tinggal jauh dari keluarganya tapi ini demi cita-citanya dan impiannya yang jujur selalu disepelekan oleh sang ayah, bahkan ayahnya menganggap dia bisa dibilang sebagai ‘Produk Gagal’.”

Ya, dia sadar dia memang produk gagal dari keluarga Calsine—konglomerat yang turun temurun menjalankan bisnis dunia kesehatan sebagai dokter dan pemilik rumah sakit. Dia bahkan otaknya saja tidak cocok belajar ilmu pengetahuan alam karena otaknya lebih mengarah pada dunia kepenulisan. Terkadang dia berpikir apa mungkin dia bukan anak kandung, atau mungkin dia anak pungut yang diambil dari selokan atau dari tempat sampah dan karena kasihan maka diangkat anak seperti di novel-novel kerajaan yang dia baca selama ini—mulai lagi otak imajinasinya tidak terkontrol.

“Nata, kau masih mendengar ibu, tidak?!”

Natasha tersentak kembali dari dunia imajinasiya ke dunia nyata dimana sang ‘Nyonya Besar Calsine’ sedang besabda. “Iya, Nat masih dengar.”

“Kapan kamu pulang? Minimal jangan tolak bantuan ibu dan kakakmu, kalau kau tidak mau terima bantuan ayahmu ya sudah lah tidak apa, tapi masa bantuan ibu dan kakakmu juga kau tolak begitu saja.”

“Iya ….”

“Jangan iya-iya saja, ibu ini lama-lama tua stress memikirkan dirimu.”

“Kan memang ibu sudah tua.”

“Hei!! Sembarangan kalau bicara. Ibu ini masih muda bahkan ibumu ini masih kuat melayani ayahmu beronde-ronde.”

“Ibu!! Jangan keluar dari konteks pembicaraan Natasha yang disuruh pulang!!”

Natasha menahan tawa mendengar suara sang kakak dari belakang sana yang protes dengan pembicaraannya dan sang ibu.

“Iya … iya … kau ini. Nat, pulang!! Kau ini masa mau makan makanan yang hampir kadaluarsa terus, masa mau mengais sampah buat ambil barang-barang perabot dalam rumahmu, kau pikir ibu tidak tahu bahkan tempat tidurmu saja busanya sudah hampir habis.”

Natasha menoleh sekilas pada tempat tidur yang letaknya tidak jauh di belakang dirinya saat ini duduk, dia meringis singkat dengan tempat tidur bekas yang dia pungut dari pembuangan terakhir, memang masih layak tapi memang busa-busanya saja yang sudah banyak yang hilang hingga pir-pirnya sedikit menonjol.

“Kalau tidak mau pulang jangan dipaksa, dia sudah dewasa bukan anak kecil lagi.”

 Natasha menegang dengan suara bass dan berat dari arah belakang telepon lalu terdengarlah protesan sang ibu dan suara berat itu menanggapinya dengan santai tapi pemilihan katanya sangat menusuk hati. Ayahnya, Abraham Calsine dokter bedah ternama sekaligus kepala rumah sakit Royal Hospital, orang yang membuatnya memutuskan keluar dari rumah dan hidup sedrhana walaupun sejak kecil hidup bagaikan putri. Pria paruh baya yang selalu menghina pekerjaannya dan memandang pekerjaannya itu hanya buang-buang waktu saja.

“Tutup teleponnya, ayo waktunya makan.”

Natasha menutup ponselnya duluan sebelum sang ibu, dia tidak sanggup lagi menahan air matanya tapi dia tahu harus kuat karena ini keputusannya. Natasha melempar sedikit ponselnya ke sebelah laptopnya yang masih menyala, gadis itu menelungkupkan kepalanya sambil menahan sesak, sakit dan kesal yang menjadi satu hingga rasanya hatinya lelah sendiri.

Natasha sadar dia berbeda—tidak pintar, tidak cantik dan yang pasti dia tidak cerdas seperti keluarganya. Ayahnya seperti tadi sudah dijelaskan dokter bedah ternama dan kepala rumah sakit, ibunya dokter bedah plastik langganan artis bahkan politisi, kakak pertamanya, Nara Calsine adalah dokter jantung yang banyak mengurusi keluarga konglomerat sampai keluarga presiden, sedangkan mendiang kakak keduanya, Naomi Calsine memang meninggal saat masih menjalani magang di rumah sakit namun sudah terlihat kepitarannya.

“Huufffttsss … tidak boleh manja Natasha ini keputusanmu dan ini hidupmu jadi bertanggung jawablah, kau ini sudah besar jangan manja. Harus semangat jangan sedih jangan manja, ayo Natasha, semangat!! Tapi aku mengantuk, tidur dulu sebentar tidak apa mungkin.”

Natasha menyimpan tulisannya dan menelungkupkan kepalanya mencoba tidur sebentar dan mungkin entahlah dia lelah atau benar-benar mengantuk dia masuk kea lam mimpi dengan cepatnya.

Saat dia tidur nyenyak tanpa disadari seorang pria muda dengan kemeja yang sudah tidak rapi lagi melompat masuk ke dalam rumah yang jujur dia tidak tahu milik siapa tapi dia berharap bisa bersembunyi sementara di rumah ini.

“Benar-benar teledor, sudah tahu hidup sendiri tapi tidak berjaga-jaga, tidak mengunci pintu dan jendela. Hufftt … aku tidak menyangka akan berakhir tinggal di rumah seperti kandang sapi.”

Pria itu berkeliling tanpa suara melihat keadaan supaya persembunyiaanya tidak diketahui siapa-siapa. Pria itu melihat satu persatu ruangan yang menurutnya bahkan lebih besar dari kamar pelayannya. “Ini bukan rumah tapi gudang.”

Pria itu melihat sebuah ruangan gelap dan pengap yang di dalamnya banyak sekali barang-barang tak terpakai. “Hmmm ... mungkin aku bisa bersembunyi di gudang ini. Gudang ini sangat kotor berarti dia jarang masuk ke sini, beruntung masih ada cela untukku bersembunyi."

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Rayhan Rawidh
Ibu Natasha petinju? Kok kuat beronde-ronde ...
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Terjerat Cinta Mafia Buron   Bab 25

    Seorang pria sedang bersenang-senang dengan seorang wanita panggilan yang dia sewa dengan harga mahal. Kamar dengan pencahayaan remang-remang dan didominasi nuansa merah dan hitam itu sangat berisik dengan desahan dan rintihan nikmat wanita nakal yang hanya bisa pasrah di bawah kungkungan seorang pria tampan dan berbadan kekar yang menyewanya.“Tuan ….” Ucapannya tidak dapat dilanjutkan karena merasakan surga dunia yang diciptakan oleh sang pria yang membuatnya sangat menikmati.Gerakan pria itu yang awalnya teratur semakin lama semakin kencang, bahkan wanita panggilan itu hanya bisa menutup matanya tanpa bisa mengeluarkan suara. Kepala wanita itu sampai terus-menerus terhantuk dashboard tempat tidur karena sangking kencangnya gerakan pria yang menyewanya. Hingga teriakan pelan wanita itu mengakhiri semuanya termasuk semburan terakhir yang diberikan pria itu pada sang wanita.Pria tampan dan kekar itu mengeluarkan bagian tubuhnya yang dari tadi membuat sang wanita berteriak penuh nikm

  • Terjerat Cinta Mafia Buron   Bab 24

    Nara tersenyum kecil dan itu terlihat oleh Nick.“Wahhh … kau cantik kalau tersenyum.”“Bukan waktunya gombal Nick.”“Aku hanya tidak mau kau terlalu sedih atau kepikiran. Kau tenang saja, adikmu itu akan segera ditemukan dan akan aku bawa pulang dengan selamat dan tidak kurang suatu apa pun juga.”Nara menatap Nick dengan tatapan datar namun bagi pria itu tatapan Nara menyimpan kelembutan, kekhawatiran dan kelegaan yang sedikit demi sedikit keluar dari sorot mata tajam itu.“Jangan khawatir semua akan baik-baik saja.”“Nara!”“Ibu … Ayah ….”“Ya Tuhan! Di mana adikmu? Apakah sudah ketemu?”“Ya jelas belum, kau pikir mencari anak pembangkang itu seperti dirimu mencari burger?”“Kau samakan anakku dengan makanan berlemak itu? Sialan kau Bra!”“Ibu tenanglah sekarang polisi sedang mencari Nat, aku yakin dia akan segera ditemukan.”Nick menatap tiga anggota keluarga Calsine itu dengan tatapan menilai. Nara yang berusaha tenang tetapi ada rasa jengkel dan sedih yang berusaha dia tutupi de

  • Terjerat Cinta Mafia Buron   Bab 23

    Nara masih berdiri di dekat rumah sang adik ditemani oleh Nick yang dengan setia dan telaten menemani dokter cantik itu. Tidak ada pembicaraan hanya suara beberapa tetangga yang masih melihat tempat kejadian perkara dan para aparat yang masih memeriksa rumah dan mencari barang bukti yang mungkin bisa membantu mereka mengetahui di mana Natasha berada sekarang.“Apa yang kau pikirkan?”Nara hanya diam tanpa menjawab pertanyan Nick. Sorot matanya berpindah dari rumah sang adik yang sudah rusak di beberapa sudut menuju tas ransel warna hitam yang Nara tahu itu bukan milik Natasha. Banyak pikiran yang datang dan memenuhi otaknya dan bisa dia ambil Kesimpulan bahwa selama ini dia—“Aku tidak mengenal adikku sendiri,” jawab Nara menyimpulkan semuanya.“Aku tidak mengenal Natasha dengan baik ternyata selama ini. Aku pikir sudah mengenal adikku itu lebih baik dari ayah dan ibu ku ternyata aku salah besar karena aku tidak tahu bagaimana kehidupan adikku itu, kakak macam apa aku ini.”Nara terta

  • Terjerat Cinta Mafia Buron   Bab 22

    Mobil yang ditumpangi oleh Natasha, Jasper dan teman-temannya berada di dalam hutan. Beruntung mereka menemukan jalan yang bisa menerobos gelapnya hutan, sehingga bisa lepas dari kejaran penjahat-penjahat itu dan masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi sementara.Charlie dan Hactor mengumpulkan kayu-kayu untuk dibuat api unggun untuk menghangatkan tubuh, Jasper sendiri mulai menyiapkan api untuk membakar kayu-kayu yang dikumpulkan oleh kedua anak buahnya.“Tuan, apa segini cukup?”Jasper melihat kayu-kayu yang terkupul lumayan banyak dan mungkin bisa mereka pakai beberapa hari, karena dia perkirakan akan berada di dalam hutan nanti agak lama.“Sudah, bantu aku menatanya untuk api unggun.”“Wahhh … banyak sekali kayu-kayunya. Kita akan tinggal di hutan?”Jasper menatap Clarie yang terlihat penasaran karena melihat kumpulan kayu-kayu itu lumayan banyak jika mereka hanya bermalam di hutan satu malam saja.“Kita akan tinggal di hutan?” tanya Clarie lagi.“Tidak, tapi mungkin kita akan bers

  • Terjerat Cinta Mafia Buron   Bab 21

    "Nat itu bukannya mobil kakak mu?" ucap Rose saat melihat mobil Nara yang berlawanan arah dengan mobil mereka.“Kelihatannya dia menuju rumah, Nat.”Natasha hanya bisa diam dengan ucapan beruntun Rose. Gadis itu hanya bisa menghela napas berat dan pasrah pada jalan hidupnya nanti setelah ini.“Kelihatannya aku tidak akan mati di tangan penjahat tapi mati di tangan kakakku.”“Kau akan baik-baik saja Nat, aku janji.”Natasha menatap Jasper yang sudah memalingkan wajahnya bersiap melawan musuh yang tiba-tiba saja muncul lagi entah dari mana.“Aku harap begitu,” gumam gadis itu ambigu.Di lain tempat mobil mewah berwarna hitam berhenti di dekat rumah Natasha. Seorang pria muda membuka jendela kaca mobil sambil melihat ke arah kerumunan orang dan beberapa polisi yang memenuhi rumah Natasha yang lumayan rusak bekas tembakan.Seorang pria berjas rapi muncul dari kegelapan dan menghampiri mobil itu.“Mereka sudah pergi, Tuan.”“Apakah gadis yang tinggal di rumah itu dibawa juga oleh Jasper?”

  • Terjerat Cinta Mafia Buron   Bab 20

    “Nat, kamu harus jelaskan semuanya.”“Iya-iya tenang saja nanti aku jelaskan, sekarang kita pergi dulu.” Natasha menyeret Clarie masuk ke dalam mobil.“Charlie, Hactor siapkan senjata kalian kita harus lumpuhkan mereka.”“Siap Tuan.”“Charlie jaga Clarie, Rose kau di depan bersama Hactor, ayo Nat kau bersamaku.” Tanpa basa-basi Jasper langsung menyeret Natasha masuk dan menempatkannya di tengah-tengah bersama Clarie.“Aku belum buka tuas—”Dor … dor ….Jasper menembaki tuas itu hingga rusak dan pintu garasi terbuka lebar.“Aku benahi nanti. Hactor, jalan!”Sedangkan Natasha dan Rose hanya bisa terdiam tapi dalam hati berharap Jasper benar-benar akan menggantinya.Hactor langsung melajukan mobilnya keluar garasi dengan kecepatan tinggi. Dia tidak perduli dengan kondisi mobil yang sudah tua karena yang ada di otaknya hanya pergi dari sana secepat mungkin dan menghindari hujaman peluru dari lawan.Jasper dan Charlie pindah ke belakang bersiap dengan senjata mereka.“Ladies, kalian harus

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status