Share

25. Berhasil

last update Tanggal publikasi: 2026-05-15 22:24:15

Ragu, Raka mengambil ponsel yang sedari tadi berdering di dalam sakunya. Pria itu menatap layar ponsel dan benar saja, Adhisti menelpon dirinya. Raka tidak langsung menjawab, ia menatap lama benda pipih itu.

“Kenapa? Dia pasti sedang menunggumu,” sindir Kirana.

Dering ponsel itu mati, sebelum akhirnya kembali berbunyi. Kirana mendengus, wanita itu seolah mengolok Raka yang tidak yakin akan keputusan yang ia ambil.

Muak dengan sindiran Kirana, Raka menggeser tombol berwarna hijau untuk menjawab
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   39. Karma

    “Gio?” Nama itu berkumandang. Widya tidak menyangka jika Gio akan dengan sangat berani menunjukkan kemesraannya dengan Kirana di depannya. Sang empunya nama menyinggungkan senyum. Senyum ramah yang selalu ia berikan pada Widya. Widya selalu ia anggap seperti ibunya sendiri. Pria itu selalu menghormati wanita yang menjadi ini dari sahabat baiknya.“Selamat pagi, Tante,” sapanya dengan ramah.Widya dan Puspa saling menatap dalam diam. Mereka tentu sudah mendengar jika Kirana memiliki pria lain selain Raka. Desas-desus yang beredar pun mereka juga tahu jika Gio adalah orangnya. Hanya saja melihat Gio dan Kirana berinteraksi secara intim membuat keduanya kehabisan kata.“Tante tidak menyangka kamu benar-benar merebut Kirana dark Raka!” tuding Widya yang hanya ditanggapi dengan kekehan pelan Gio.“Gio! Apa kamu lupa persahabatan kalian? Jangan mau diadu domba sama wanita ini!” tuduh Puspa seraya jari telunjuknya terangkat tajam mengarah ke Kirana.Gio yang berada di samping Kirana lantas

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   38. Bersemu

    Sepasang netra bermanik hitam milik Kirana mendelik ke arah Gio. Tatapan mata wanita itu melayangkan protes pada pria di sampingnya. Mengapa Gio malah melepas ikat rambut yang ia kenakan? Sudah lebih dari lima belas menit ia berdandan di depan cermin agar terlihat rapi, tetapi karena Gio penampilannya kini menjadi berantakan.Meskipun perkenalannya dengan Gio terbilang singkat dan dalam ‘keadaan’ yang aneh, tetapi entah mengapa jika dengan Gio, Kirana bisa menjadi dirinya sendiri. Gio memberikan rasa aman dan nyaman untuknya.“Kamu kenapa, sih?” tanya Kirana memukul ringan bahu Gio.Tidak sakit memang, bahkan Gio harus menahan senyum karena Kirana yang terlihat lucu saat marah. Mendapati Gio yang hanya menyunggingkan senyum membuat Kirana berdecak. Ia memilih untuk melihat kaca spion tengah yang ada di mobil Gio. Dengan gerakan yang terlatih, Kirana mulai merapikan rambutnya dan berniat untuk menggulungnya lagi, tetapi sebuah tangan menghentikan kegiatannya.“Kenapa? Ya ampun. Nanti

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   37. Andai saja

    Gio menatap wajah wanita yang saat ini sedang terlelap. Napasnya yang teratur, seolah semesta selalu berpihak padanya. Nyatanya, wanita itu menyimpan kecewa pada takdir yang diberikan sang pencipta.Cahaya lampu tidur yang samar jatuh pada wajah ayu Kirana. Menampakkan garis di sekitar mata terlihat jelas. Ada bekas tangis yang bahkan tidak benar-benar hilang. Namun, bayi Gio, Kirana tentu wanita paling cantik.Cantik dengan cara membuat dadanya sesak.Andai saja dulu semesta mempertemukan dengan dirinya lebih awal pasti Kirana tidak akan mengalami penderitaan dalam hidupnya.Gio teringat akan pertemuan pertamanya dengan Kirana yang membawa mereka pada hubungan yang salah.Dulu, wanita itu selalu tersenyum saat Raka pulang dari kantor. Suaranya yang mendayu lembut menjadi sambutan bagi Raka. Namun, yang dapat Gio ingat, Raka sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Kirana. Gio sengaja membawa Kirana ke rumahnya setelah pertemuannya dengan Raka. Gio rasanya ingin tertawa saat Raka ya

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   36. Melepas

    Napasnya tersengal, peluh membasahi dahinya, dadanya naik turun saat kedua matanya terpaksa terbuka. Beberapa detik pria itu menatap langit-langit kamar. Ia terdiam sejenak berusaha mencerna jika semua yang terjadi hanyalah mimpi belaka. Namun, bayangan Kirana yang berdiri berhadapan dengan pria lain dan saling memakaikan cincin di jari manis mereka urung hilang dari pikiran. Jantungnya berdegup kencang, tenggorokannya tercekat dan rasa sesak memenuhi dadanya. Raka mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, tetapi kegelisahan yang ia rasakan tak juga hilang. Melihat seseorang yang dulu menjadi istrinya dan hanya tersenyum padanya malah bersanding dengan pria lain. Teringat jelas dalam bena, beberapa jam yang lalu, Kirana meminta Raka untuk menceraikan dirinya apabila Raka benar-benar peduli padanya. Satu-satunya hal yang diminta Kirana pada Raka. “Jika itu bisa buat kamu bahagia.” Raka bergumam. Tatapan pria itu lantas beralih pada ranjang yang ada di sampingnya. Pria

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   35. Mimpi

    Adhisti mendongak menatap wajah Raka, wanita itu mengernyit tatkala pias wajah pria itu yang sulit untuk dijelaskan. Sang wanita berpikir dalam benak, mungkinkah Raka sedang dalam masalah pekerjaan atau yang lainnya? Atau tentang Kirana.“Raka,” panggil Adhisti dengan kedua mata yang berkaca-kaca.Suara lembut nan mendayu itu membuat lamunan Raka buyar seketika. Pria itu menunduk menatap wajah Adhisti yang penuh dengan air mata. Pria itu mengusap punggung Adhisti berharap memberikan ketenangan pada sang wanita.“Kita duduk di sana dulu, ya?” ajak Raka menuntun tangan. Adhisti untuk duduk di tepi ranjang.Perlahan, mereka berjalan ke ranjang dan duduk di sana. Raka masih setia memberikan usapan lembut di punggungnya. Sedangkan sang wanita menyandarkan kepalanya pada dada bidang Raka.Merasa tangisan Adhisti sudah mereda dan napasnya yang sudah teratur, Raka berdiri dari duduknya. Namun, sebelum Raka berdiri, Adhisti lebih dulu menahan lengan Raka dan berkata, “Jangan pergi,” pintanya.

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   34. Pada Siapa?

    Belum selesai rasa terkejutnya karena Kirana yang mulai berani mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya. Raka kembali dikejutkan dengan permintaan Kirana. Bayaran? Apa maksudnya? “Pembantu? Apa aku pernah menganggap kamu seperti itu?” seloroh Raka meminta penjelasan akan kalimat yang diucapkan oleh Kirana.“Lalu apa? Aku kan cuma tukang masak, bersih-bersih rumah dan jangan lupa hinaan dari ibu dan kakakmu.” Raka tidak suka jika Kirana membawa nama ibu dan kakaknya. Bagaimanapun mereka adalah keluarganya.“Jangan pernah memfitnah keluargaku, Kirana!” bentak Raka.Pria itu sepertinya lupa jika ia sedang bersusah payah meminta maaf pada Kirana. Lalu sekarang bentakan itu malah akan semakin membuat Kirana benci padanya.“Kamu enggak terima, ya, kalau aku bilang gini ke mereka? Padahal dulu mereka lebih dari ini menghinaku tapi kamu diam aja.”Jika mengingat kejadian yang sudah termakan waktu, Kirana merasa perih di dalam hatinya semakin lara. Luka yang belum sembuh itu bahkan kembali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status