Beranda / Rumah Tangga / Terjerat Cinta Sahabat Suami / 6. Penyebab Raka Gila Kerja?

Share

6. Penyebab Raka Gila Kerja?

last update Tanggal publikasi: 2026-04-13 21:30:36

Deru mesin mobil Raka membuat Kirana membuka kedua matanya. Ketika sepasang mata itu telah terbuka dengan sempurna, Kirana bergelut dengan pikirannya yang memenuhi kepala.

Ia teringat bagaimana Gio yang masuk ke dalam rumahnya dan berakhir di ranjang besar miliknya.

Manik berwarna hitam itu terbelalak tidak percaya, ia segera menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.

Masih utuh.

Kirana menghembuskan napas lega. Itu artinya tidak terjadi hal yang buruk antara dirinya dan juga Gio.

Dahi wanita itu mengernyit, ia berusaha mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.

Gio dan dirinya masuk ke dalam kamar. Gio yang mengambil buku cetak biru yang perlu diubah dan Kirana yang menemaninya.

Sialnya, lantai yang sedikit licin membuat Kirana hampir saja terjatuh jika Gio tidak segera menangkapnya.

Anehnya, Kirana enggan beranjak dari posisi yang canggung itu. Wanita itu menatap Gio dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.

Jemari wanita itu bahkan dengan lancang menelusuri setiap inchi wajah Gio. Bagaimana rahangnya yang tegas semakin membuat kharisma terpancar dari dirinya. Bukan hanya itu saja, jakun yang menonjol itu bergerak pelan saat pria itu menelan ludah.

Entah apa yang dirasakan Kirana, ia tidak serta merta menarik tangannya dari dagu Gio. Kirana mengusap jakun itu perlahan, sangat hati-hati.

Sementara itu Gio, pria itu menatap Kirana sembari menyeringai. Sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan tipis dan ia berkata, “Kenapa? Terpesona?” tanya Gio membuat Kirana tersadar akan apa yang ia lakukan.

Secepat kilat, Kirana segera menarik tubuhnya dan sedikit menjauh dari Gio.

Sial.

Rasanya Kirana ingin memaki dirinya sendiri karena dengan lancang mengagumi paras tampan sahabat suaminya itu.

“Ma-maafkan aku,” sesal Kirana menunduk dalam.

Gio yang sedari tadi memperhatikan Kirana pun maju satu langkah, dan kini jarak di antara mereka Semakin sempit.

“Kamu menikmati pemandangan yang ada di depanmu, Nona?” goda Gio memainkan kedua alisnya naik turun.

“Ti-tidak.” Kirana masih terdengar gugup.

Jika tadi Kirana menelusuri lekuk wajah Gio, kini Gio yang berusaha menjangkau tubuh Kirana. Tangan besar itu meraba leher jenjang Kirana.

Ada desir hebat yang Kirana rasakan saat tangan Gio menyentuh kulitnya. Tidak, Kirana tidak berniat untuk marah karena Gio berani menyentuh dirinya. Namun, sesuatu yang lain membuat Kirana justru ingin disentuh lebih oleh pria di hadapannya.

Tanpa Kirana sadari, wanita itu memejamkan kedua matanya menunggu apa yang akan Gio lakukan selanjutnya. Namun, sebuah hembusan napas Kirana rasakan di hidungnya.

“Apa kamu berharap sesuatu yang lebih?”

Mendengar lontaran pertanyaan dari Gio membuat Kirana membuka kedua matanya. Ia lantas kembali mendorong tubuh Gio agar menjauh.

Derit pintu kamar membuat lamunan Kirana buyar begitu saja. Wanita itu menatap kepulangan sang suami yang masih memakai setelan jas rapi terpasang di tubuh kokohnya.

Di sana, Raka yang baru saja melangkahkan kakinya menatap penuh selidik pada Kirana yang hanya terbaring tanpa sepatah kata menyambut kedatangannya.

Biasanya, Kirana akan datang menuju ke arahnya membantu melepas jas dan juga dasinya. Bukan hanya itu saja, berbagai pertanyaan muncul di bibir tipis Kirana.

“Kamu sakit?” tanya Raka yang datang seraya melonggarkan ikatan dasi di kemejanya.

“Tidak,” jawab Kirana seraya menggelengkan kepala.

Kirana menatap jam dinding yang ada di dalam kamar, jam sebelas malam. Kirana sudah biasa ditinggal kerja oleh Raka, tetapi kali ini Raka benar-benar pulang hampir tengah malam.

Pilu merayap hingga ke dalam hati, ‘Dia benar-benar melupakan ulang tahun kedua pernikahan kita,’ batinnya.

Tidak ada lagi air mata yang keluar dari sepasang netranya. Rasa sakit yang Raka tinggalkan sudah begitu banyak dan hampir membuat Kirana terbiasa karenanya.

“Siapkan baju ganti, aku akan mandi dulu!” perintah Raka tanpa menoleh pada Kirana dan ia pun berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar mandi.

Kirana yang menghormati Raka sebagai suaminya lekas turun dari ranjang dan melakukan apa yang diperintahkan oleh suaminya itu.

Meski di luar tidak turun hujan, tetapi malam ini angin berhembus sedikit lebih kencang membuat hawa begitu terasa. Kirana membuka lemari pakaian Raka dan mengambil kaos lengan panjang polos serta celana dengan panjang sebatas lutut.

Ceklek.

Pintu kamar mandi terbuka dengan Raka yang hanya mengenakan handuk terlilit di pinggangnya. Pria itu lantas mendekat ke arah ranjang di mana baju gangu telah tersedia.

“Kemari!” perintah Raka menepuk ranjang yang ada di sampingnya.

Kirana yang terlalu malas untuk bertanya dengan segera duduk di samping sang suami.

“Aku menginginkanmu,” bisik Raka seduktif di telinga Kirana.

Kirana tentu saja tidak bisa menolak, jika ia mencoba menolak permintaan Raka maka Raka malah akan berbuat kasar dan tanpa kelembutan sama sekali.

Itu sangat menyakiti dirinya.

Tangan kanan Raka melingkari leher jenjang Kirana, tanpa penekanan … itu lebih pada menunjukkan gairah yang membara. Entah mengapa melihat Kirana yang sedikit acuh padanya membuat Raka sedikit bimbang.

Di saat seperti ini, Kirana justru teringat akan perlakuan Gio padanya. Tangan pria itu dengan lembut menyusuri leher Kirana. Sangat berbeda dengan Raka yang benar-benar dikuasai oleh napsu.

Sial, sudah seperti ini malah teringat Gio, pria yang notabenenya adalah sahabat suaminya.

Raka yang mengendus aroma tubuh Kirana menghentikan kegiatannya lalu menatap wajah sang istri. Jika biasanya Raka akan melihat binar keceriaan di wajah Kirana, kini tidak lagi. Pancaran kebahagiaan dan keceriaan itu telah sirna.

Kirana yang tidak merespon ucapan Raka membuat pria itu murka. Raka mendorong tubuh Kirana membuat wanita itu jatuh tengkurap di atas ranjang.

Raka yang sedari tadi hanya mengenakan handuk pun melepaskan kain yang menutupi alat vitalnya itu. Raka membuang benda itu ke sembarang arah.

Dengan gerakan cepat, tangan Raka menyingkap baju milik Kirana dan melepas celana wanita itu. “Tunggu, kita tidak bisa ….”

“Akh!” jerit Kirana.

Terlambat, Raka telah memasukkan miliknya ke dalam tubuh bagian bawah Kirana. Perih? Jelas.

Selalu saja begini, Raka tanpa memperdulikan rasa perih yang menjalar pada tubuh Kirana langsung menghentakkan miliknya lebih dalam membuat Kirana memekik kesakitan.

Bagi Raka, selama dirinya merasa puas ia tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Kirana.

Hentakan itu semakin kuat membuat Raka melenguh kenikmatan, “Ah,” lenguhnya.

***

Kirana menatap wajah pria yang saat ini terbaring dengannya di ranjang yang sama. Mengingat apa yang dilakukan Raka semalam membuat Kirana merasa iba pada dirinya sendiri.

Tidak pernahkah Raka menganggap dirinya sebagai istri yang harus dicintai dan dijaga? Berbagai pertanyaan muncul di benak Kirana.

“Ah,” lirih Kirana saat ia akan berdiri dan turun dari ranjang.

Cara Raka menyentuhnya semalam dan malam-malam yang lain tidak menyisakan kelembutan.

Saat Kirana yang sedang berusaha untuk bangun dari ranjang, ia melihat ponsel Raka menyala, tanpa suara.

Ia melirik ke arah benda pipih milik suaminya lantas nama ‘Kak Puspa’ muncul di sana.

‘Raka, kakak mau beli tas baru, tolong kamu kirim uang ke rekening kakak, ya?’

Kirana mendengus pelan, jadi siapa sebenarnya yang menghabiskan uang Raka? Ia yang sebagai istri saja tidak pernah meminta sesuatu dari Raka, tetapi masih harus menghadapi mulut tajam mertua serta iparnya.

Satu pertanyaan muncul di benak Kirana. Apa karena ibu dan kakaknya inilah yang membuat Raka menjadi pria yang gila kerja demi memenuhi segala keinginan mereka?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   6. Penyebab Raka Gila Kerja?

    Deru mesin mobil Raka membuat Kirana membuka kedua matanya. Ketika sepasang mata itu telah terbuka dengan sempurna, Kirana bergelut dengan pikirannya yang memenuhi kepala.Ia teringat bagaimana Gio yang masuk ke dalam rumahnya dan berakhir di ranjang besar miliknya.Manik berwarna hitam itu terbelalak tidak percaya, ia segera menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Masih utuh.Kirana menghembuskan napas lega. Itu artinya tidak terjadi hal yang buruk antara dirinya dan juga Gio.Dahi wanita itu mengernyit, ia berusaha mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Gio dan dirinya masuk ke dalam kamar. Gio yang mengambil buku cetak biru yang perlu diubah dan Kirana yang menemaninya.Sialnya, lantai yang sedikit licin membuat Kirana hampir saja terjatuh jika Gio tidak segera menangkapnya.Anehnya, Kirana enggan beranjak dari posisi yang canggung itu. Wanita itu menatap Gio dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.Jemari wanita itu bahkan dengan lancang menelusuri setiap inchi wajah G

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   5. Awal Yang Mengubah Perasaan

    Raka yang mendengar permintaan Kirana pun menghela napas sejenak. Pria itu menatap dengan tatapan tajam pada wanita yang dinikahinya seraya menjawab, “Aku baru aja selesai ngomong kalau pekerjaan aku banyak. Malah diminta pulang sore.”Benar saja, meski Kirana bicara dengan kehati-hatian, tetapi Raka tetap saja menyalurkan kemarahannya.“Hari ini aja, Mas. Hari ini, kan, hari ….”“Hari apa? Hari Jumat besuk Sabtu. Kamu mau bicara besuk pengen liburan?” potong Raka cepat sebelum Kirana selesai dengan kalimatnya.Raka membuka dompet miliknya, ia mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dan ia letakkan di atas meja. “Aku kerja juga buat banyak duit, buat kamu kalau pengen liburan atau pengen ini itu bisa dituruti.”Kirana merasakan sesak di dalam dadanya. Seolah sebuah batu besar menimpa dirinya, sakit.“Bu-bukan itu, Mas. Maksudku ….”“Aku udah terlambat. Kalau mau pergi liburan pergi aja pakai uang itu.” Setelah mengatakannya, Raka berlalu begitu saja tanpa peduli bagaimana pe

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   4. Sakit

    Mengenakan apron berwarna merah muda, Kirana dengan cekatan membuat sarapan untuk suaminya. Jemarinya bergerak lincah memotong bahan makanan yang akan ia olah pagi ini. Meski Kirana merasa badannya tidak sehat, tetapi ini adalah kewajiban yang harus ia lakukan setiap hari. Kewajiban? Hah … rasanya Kirana ingin menertawakan dirinya sendiri atas kejadian semalam. Bukan hanya semalam, sebuah kewajiban yang harus ia lakukan dengan sepenuh hati meski sang suami melakukan tanpa kelembutan. Asap mengepul di udara, sebelum ia menyajikan di atas meja, Kirana lebih dulu mencicipinya. Dahinya mengernyit, rasa masakannya kenapa tidak seperti biasa? Suara langkah kaki terdengar, Kirana mengabaikan rasa masakan yang baru saja ia cicipi. Tidak buruk meski rasanya ada yang sedikit aneh. Kirana tidak ingin Raka menunggu terlalu lama. Secangkir kopi juga telah tersaji di atas meja. Dengan penuh kesabaran, Kirana mengambilkan sarapan untuk suaminya lantas diletakkan di atas meja. Sedikit me

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   3. Kewajiban Istri?

    Kirana hanya dapat terdiam saat ia melihat Raka yang berjalan ke arah Widya untuk menjabat sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun pada wanita yang telah melahirkan dirinya itu.Apa Kirana benar-benar tidak terlihat di mata suaminya?"Ngapain duduk bengong di situ?" Kali ini kakak iparnya yang berbicara."Suamimu baru datang, kenapa malah diam aja? Ambilin makan sama minumnya, dong," sinis Puspa yang memang tidak pernah suka dengan kehadiran Kirana.Kirana yang terhenyak pun lantas menarik salah satu kursi di dekat Raka, di samping sang suami.Tangan wanita itu lantas dengan terampil mengambilkan nasi beserta lauknya di atas piring lantas ia berikan pada Raka.Setelah mengambilkan nasi untuk suaminya, Kirana mengambil satu piring lagi untuk ia isi nasi beserta lauk pauknya untuk dirinya sendiri. Kegiatan itu tidak luput dari tatapan mertua dan iparnya."Kamu baru pulang kerja, Raka?" tanya Widya."Hm. Iya, Bu."Satu suap nasi telah masuk ke dalam mulut Raka. Pria itu menikmati setia

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   2. Tekanan Di Rumah Mertua

    Seringai tergambar jelas pada wajah Gio, pria itu menatap lekat Kirana yang berdiri di sampingnya. Meski baru kemarin mereka bertemu, tetapi entah mengapa Gio sudah merasa rindu pada istri sahabatnya itu. Belum lagi, bagaimana Raka yang acuh pada Kirana membuat Gio semakin yakin jika wanita itu memiliki perasaan kecewa pada Raka dan itu semakin bertambah. “Gio, duduk.” Suara Raka memecah keheningan yang menyelimuti mereka. Raka merasa tatapan yang dilayangkan Gio pada Kirana tidak biasa, atau hanya perasaannya saja? Meski pada awalnya Raka terlihat kebingungan dengan tingkah sang istri serta sahabatnya itu, tetapi pria itu segera mengusir pikiran yang penuh tanda tanya. Tatapan Gio beralih pada Raka, pria itu menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. “Maaf, terlambat,” ujarnya menyesal. Tangan Raka seolah mengibas di udara. “Tidak apa-apa. Kami juga baru sampai.” Ketiganya menggeser kursi dan duduk di sana. Dua cangkir kopi hitam yang ada di atas meja, menjadi pi

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   1. Bercinta Dengan Sahabat Suamiku

    “Bagaimana? Lebih enak aku apa suamimu?” Kedua alisnya terangkat menanti jawaban dari bibir tipis milik wanita yang baru saja ia cumbu beberapa waktu yang lalu. Gio Baskara, pria yang telah menjamah tubuh seorang wanita yang telah bersuami itu menatap penuh cinta pada wanita yang saat ini sedang menatap dirinya dengan matanya yang sayu. “Aku tidak akan meneruskan apa yang telah kita mulai jika kamu tidak mau menjawabnya.” Kirana tidak bisa membiarkan pria itu pergi begitu saja saat ia sudah mulai menikmati permainan pria yang menjadi sahabat suaminya itu. Ia ingin lebih dari sekedar cumbuan yang baru saja ia terima. Tangannya yang putih terulur untuk meraba lengan kokoh pria yang sedari tadi berada di atas tubuhnya. Napasnya masih memburu akibat cumbuan yang diberikan oleh Gio. “Kamu yang terbaik, Gio,” pujinya seraya tangannya kini mengusap lembut tengkuk Gio memberikan sensasi aneh dalam diri pria itu. Gio menyeringai, tentu saja jawaban itulah yang ia tunggu dari Kirana. Gio

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status