Share

29. Pilih Dia

last update publish date: 2026-05-19 16:53:07

Kirana tidak tahu mengapa ia bisa jatuh hati pada pria yang bahkan tidak punya rasa malu. Sebenarnya apa yang diinginkan Raka? Ia sudah memenuhi semua yang diperintahkan, bahkan untuk pergi dari rumah. Lantas mengapa pria itu seolah mengurung dirinya?

Besuk pagi, ia sudah bertekad untuk bertemu dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya. Sungguh, Kirana tidak ingin siapapun ikut terseret dalam rumah tangganya.

Tidak siapapun, apalagi Gio.

Saat Kirana hanyut dalam pikiran panj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   61. Rahasia Terungkap

    Lemparan itu terdengar nyaring. Adhisti slai harus menghentikan kegiatannya memungut pakaian yang berserakan. Wanita itu melihat benda yang terjatuh tepat di sebelahnya.“Mas?” Suaranya lirih, terdengar putus asa.“Aku bisa jelasin.” Tanpa diminta, Adhisti berusaha meraih benda yang baru saja Raka lemparkan ke arahnya.Raka tidak membuka mulutnya, ia memilih diam sejenak sembari menetralkan detak jantungnya. Kemarahan yang membelenggunya saat ini bisa saja membuat ia melukai istrinya. Sampah yang ada di tangan kirinya ia buang di tempat sampah. Dadanya naik turun, jelas amarah menguasai dirinya.“Mas, aku tuh dapat dari teman.” Sepertinya apa yang Adhisti katakan ini bukanlah sebuah penjelasan. Raka, pria itu masih diam. Ia menanti Adhisti menjelaskan perihal obat yang ia temukan. Jika Adhisti tidak ingin punya anak darinya mengapa ia dulu kekeh ingin menikah dengan Raka?Adhisti mendekat ke arah Raka. Wanita itu mencoba menggenggam tangan sang suami. Namun, Raka menepisnya begitu s

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   60. Pertikaian Rumah Tangga

    Pekerjaan kali ini benar-benar menyita seluruh tenaganya. Raka harus benar-benar merayu beberapa kolega agar mereka setuju dan menandatangani proyek yang bernilai ratusan juta itu. Namun, urung ia istirahat sejenak sudah disambut beberapa nasehat oleh ibunya, Widya. Wanita paruh baya itu selalu saja mempertanyakan kapan akan memiliki anak. “Siapa yang akan menjadi penerus kamu jika kamu belum punya anak dari Adhisti, Raka,” omel Widya saat Raka baru saja mendudukkan dirinya di atas sofa.Raka melepas kancing kemejanya yang paling atas. Hari ini terasa mencekik, ditambah kancing yang paling tinggi itu rasanya sulit untuk bernapas. Raka merenggangkan dasi yang terpasang di sana.Pria itu menghela napas sejenak. Niatnya untuk istirahat buyar sudah. Raka yang selalu menjadi anak penurut dan berbakti kepada ibunya, harus meladeni omelan sang ibu. Ia tidak pernah sekalipun meninggalkan Widya dalam keadaan marah.“Bu, dulu waktu sama Kirana menikah dua tahun disuruh jangan punya anak. Seka

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   59. Cinta Tidak Membawa Luka

    Gio mengernyitkan dahinya, menatap dua wanita terindah dalam hidupnya. “Lo … kenapa mata pada bengkak semua?” tanya Gio menyadari jika mata sang ibu dan Kirana sembab.Dua wanita yang ada di sana pun hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Gio. Pria itu malah mengerutkan dahinya. “Kok hanya senyum.” Dengan penuh rasa khawatir Gio memegang tangan sang ibu.“Ada apa?” tanya Gio sekali lagi membutuhkan jawaban dari sang ibu.Heni melepaskan tangan Gio dari genggamannya. Wanita paruh baya itu membawa tangannya untuk mengusap pipi sang sang anak. “Gio, ibu enggak nangis. Ibu senang kamu pulang bawa calon mantu ibu.” Bukan hanya Gio, tetapi Kirana juga tersipu saat Heni mengatakan jika ia calon mantu. Siapa yang menyangka jika ia akan diterima di rumah ini dengan hangat. Ia juga tidak menyangka jika status yang ia sandang tidak membuat Heni menentang hubungannya dan sang anak.‘Gio sudah cerita.’Jadi, sebenarnya Gio sudah menceritakan banyak hal pada ibunya? Termasuk statusnya sebagai

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   58. Luka Yang Tersimpan

    “Gio itu tidak pernah terbuka pada orang lain.” Heni menjeda kalimatnya sejenak. “Ia lebih memilih menutup diri.”Mendengar apa yang disampaikan oleh Heni membuat Kirana mengernyitkan dahi. Memang selama Iki Gio tidak pernah menceritakan apapun. Entah soal kerja atau kehidupan pribadinya. Namun, apa alasan Gio menutup diri?“Apa sejak sama kamu, Gio banyak bicara?” Kirana menganggukkan kepalanya, memang akhir-akhir ini Gio lebih banyak bicara sari pada saat awal mereka bertemu. Heni menyunggingkan senyum yang terpatri di bibirnya. Meski bibir itu tersenyum, tetapi ada kesedihan yang samar tersimpan di sana."Itu berarti dia sudah benar-benar nyaman sama kamu." Kirana melirik ke arah dapur. Dari ruang tamu, ia bisa melihat punggung Gio yang sedang berdiri membelakangi mereka. Pria itu tampak sibuk menuangkan air panas ke dalam cangkir. Suara dentingan sendok sesekali terdengar.Sebenarnya ada apa dengan pria yang beberapa waktu terakhir ini dekat dengannya? Mengapa tidak pernah sekal

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   57. Bertemu Ibu

    Kirana menatap bangunan yang berdiri megah di hadapannya. Pagar tinggi berwarna hitam terbuka perlahan, memperlihatkan halaman luas yang tertata rapi dengan hamparan rumput hijau dan deretan tanaman hias yang terawat.Rumah bergaya modern itu tampak begitu mewah.Dinding-dinding berwarna netral berpadu dengan kaca-kaca besar yang memantulkan cahaya matahari sore. Dari luar saja, Kirana sudah bisa membayangkan betapa luasnya rumah tersebut.Tanpa sadar, jemarinya saling bertaut.Perasaan gugup yang sejak tadi berusaha ia sembunyikan kembali muncul.Kirana mengatupkan bibirnya, sekali lagi, ia sangat berbeda jauh dari Gio maupun Raka. Selalu saja perasaan Dejavu itu muncul tatkala ia awalnya yakin akan sesuatu.Dulu, ia dihina habis-habisan oleh keluarga Raka karena ia seorang yatim piatu dan hanya seorang wanita rendahan yang bekerja di kantor Raka. Sekarang perasaan itu kembali muncul dengan sendirinya. Bagaimana jika kejadian itu terulang kembali? Dihina dan diacuhkan. Namun, kali i

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   56. Kehidupan Baru Menanti

    Jantung Kirana berdegup tidak karuan, sebuah tangan besar menangkup wajahnya dengan lembut. Tatapan Gio penuh damba pada Kirana. Perasaannya masih sama, masih sama seperti dulu. Cinta yang ditawarkan Gio pada Kirana tidak akan pernah pudar. Selamanya akan seperti itu. "Dengar, aku mencintaimu, aku tidak akan pernah berubah untuk lain hal." Gio selalu punya cara untuk membuat Kirana tersipu. Meski hanya sebuah kata, tetapi mampu meluluhlantakkan hati wanita itu. "Karena aku yakin sekarang perasaanmu padaku, maka aku akan membawamu pada orang tuaku." Ibu jari Gio mengusap pelan pipi Kirana yang telah memerah. Kirana menggigit bibir bawahnya, ia tidak tahu mengapa perasaannya pada Gio bisa tumbuh begitu besar. Sedari awal, Gio memang ada untuknya. Di saat mantan suaminya sibuk dengan segala hal yang menjadi alasannya, Gio menawarkan kenyamanan yang membuat ia terlena hingga sekarang. "Tapi, jika orang tuamu tidak suka padaku bagaimana?" takut Kirana. Kirana sangat sadar di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status