Share

53. Penolakan Halus

last update publish date: 2026-06-05 10:24:50

Malam telah larut ketika rangkaian acara pernikahan akhirnya berakhir. Para tamu telah pulang satu per satu. Dekorasi bunga yang sejak pagi menjadi pusat perhatian kini perlahan kehilangan pesonanya seiring berakhirnya pesta.

Hari yang begitu panjang telah selesai. Raka dan Adhisti telah menyandang status baru mereka. Suami dan istri, sebuah status yang diharapkan oleh keduanya, dulu.

Tidak bagi Raka yang sekarang, hatinya masih terpenjara oleh seseorang yang sekarang bahkan tidak suka sekedar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   58. Luka Yang Tersimpan

    “Gio itu tidak pernah terbuka pada orang lain.” Heni menjeda kalimatnya sejenak. “Ia lebih memilih menutup diri.”Mendengar apa yang disampaikan oleh Heni membuat Kirana mengernyitkan dahi. Memang selama Iki Gio tidak pernah menceritakan apapun. Entah soal kerja atau kehidupan pribadinya. Namun, apa alasan Gio menutup diri?“Apa sejak sama kamu, Gio banyak bicara?” Kirana menganggukkan kepalanya, memang akhir-akhir ini Gio lebih banyak bicara sari pada saat awal mereka bertemu. Heni menyunggingkan senyum yang terpatri di bibirnya. Meski bibir itu tersenyum, tetapi ada kesedihan yang samar tersimpan di sana."Itu berarti dia sudah benar-benar nyaman sama kamu." Kirana melirik ke arah dapur. Dari ruang tamu, ia bisa melihat punggung Gio yang sedang berdiri membelakangi mereka. Pria itu tampak sibuk menuangkan air panas ke dalam cangkir. Suara dentingan sendok sesekali terdengar.Sebenarnya ada apa dengan pria yang beberapa waktu terakhir ini dekat dengannya? Mengapa tidak pernah sekal

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   57. Bertemu Ibu

    Kirana menatap bangunan yang berdiri megah di hadapannya. Pagar tinggi berwarna hitam terbuka perlahan, memperlihatkan halaman luas yang tertata rapi dengan hamparan rumput hijau dan deretan tanaman hias yang terawat.Rumah bergaya modern itu tampak begitu mewah.Dinding-dinding berwarna netral berpadu dengan kaca-kaca besar yang memantulkan cahaya matahari sore. Dari luar saja, Kirana sudah bisa membayangkan betapa luasnya rumah tersebut.Tanpa sadar, jemarinya saling bertaut.Perasaan gugup yang sejak tadi berusaha ia sembunyikan kembali muncul.Kirana mengatupkan bibirnya, sekali lagi, ia sangat berbeda jauh dari Gio maupun Raka. Selalu saja perasaan Dejavu itu muncul tatkala ia awalnya yakin akan sesuatu.Dulu, ia dihina habis-habisan oleh keluarga Raka karena ia seorang yatim piatu dan hanya seorang wanita rendahan yang bekerja di kantor Raka. Sekarang perasaan itu kembali muncul dengan sendirinya. Bagaimana jika kejadian itu terulang kembali? Dihina dan diacuhkan. Namun, kali i

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   56. Kehidupan Baru Menanti

    Jantung Kirana berdegup tidak karuan, sebuah tangan besar menangkup wajahnya dengan lembut. Tatapan Gio penuh damba pada Kirana. Perasaannya masih sama, masih sama seperti dulu. Cinta yang ditawarkan Gio pada Kirana tidak akan pernah pudar. Selamanya akan seperti itu. "Dengar, aku mencintaimu, aku tidak akan pernah berubah untuk lain hal." Gio selalu punya cara untuk membuat Kirana tersipu. Meski hanya sebuah kata, tetapi mampu meluluhlantakkan hati wanita itu. "Karena aku yakin sekarang perasaanmu padaku, maka aku akan membawamu pada orang tuaku." Ibu jari Gio mengusap pelan pipi Kirana yang telah memerah. Kirana menggigit bibir bawahnya, ia tidak tahu mengapa perasaannya pada Gio bisa tumbuh begitu besar. Sedari awal, Gio memang ada untuknya. Di saat mantan suaminya sibuk dengan segala hal yang menjadi alasannya, Gio menawarkan kenyamanan yang membuat ia terlena hingga sekarang. "Tapi, jika orang tuamu tidak suka padaku bagaimana?" takut Kirana. Kirana sangat sadar di

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   55. Cinta Yang Diterima

    Kirana disibukkan dengan berbagai pekerjaan yang menanti. Wanita itu sesekali masih menyempatkan hobinya menulis. Bahkan novel yang ia garap selalu meledak di pasaran. Meski begitu, Kirana tidak bisa fokus hanya dengan menulis saja. Terkadang ia ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya, tetapi ia tidak bisa meninggalkan hobinya untuk menulis novel.Jemari wanita itu lincah mengetik di atas papan keyboard. Sedangkan wanita itu tidak tahu jika sedari tadi sepasang mata sedang menatap ke arahnya. “Masih belum selesai?” tahya Gio yang menanti Raka menyelesaikan satu naskah lagi.“Sedikit lagi.” Tanpa menoleh Kirana menjawab pertanyaan dari Gio.Saat ini mereka berada di sebuah kafe yang tidak jauh dari ruang Kirana. Sebenarnya sebelum Gio datang Kirana sudah sampai di kafe lebih dulu. Wanita itu ingin merampungkan satu naskah lagi sebelum ia menyisipkan kata tamat di akhir.Kirana yang sedang fokus pada tulisannya itu pun melirik ke arah Gio. Pria itu menyodorkan makanan di depan mul

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   54. Malam Pertama

    Penolakan yang dilakukan Raka sangat ringan, tidak meninggalkan kesan kasar. Namun, dari lubuk hati Adhisti, wanita itu merasakan sesuatu yang menusuk dalam dada. Sebuah penolakan dari pria yang ia cintai membuat luka begitu perih dal hati. Tangan yang tadinya melingkar di pinggang Raka kini dilepas oleh sang pria. Perlahan tangan itu menggantung di sisi tubuh Adhisti. Sang wanita terdiam terpaku miris meratapi. Tidak ingin menyakiti hati Adhisti, pria itu mencoba membenarkan kalimatnya. “Aku memang meninggalkan pekerjaan yang ada di kantor sebelum pernikahan. Karena hari ini ada sedikit waktu aku menyelesaikannya dulu,” ujarnya memberikan penjelasan. Adhisti memaksakan senyum menghiasi bibirnya. “Tidak apa-apa.” “Mau aku temani di rumah kerja?” “Tidak perlu.” Adhisti menghela napas, wanita itu masih mencoba bersabar dengan sikap Raka. Ini hari pertama Adhisti menjadi istri Raka dan ia tidak mau jika dicap istri yang buruk. “Kalau begitu aku tidur dulu.” Adhisti melan

  • Terjerat Cinta Sahabat Suami   53. Penolakan Halus

    Malam telah larut ketika rangkaian acara pernikahan akhirnya berakhir. Para tamu telah pulang satu per satu. Dekorasi bunga yang sejak pagi menjadi pusat perhatian kini perlahan kehilangan pesonanya seiring berakhirnya pesta.Hari yang begitu panjang telah selesai. Raka dan Adhisti telah menyandang status baru mereka. Suami dan istri, sebuah status yang diharapkan oleh keduanya, dulu.Tidak bagi Raka yang sekarang, hatinya masih terpenjara oleh seseorang yang sekarang bahkan tidak suka sekedar melirik saja.Ini bukan kali pertama bagi Raka, pernikahan ini adalah yang kedua bagi dirinya. Tidak ada debaran yang ada di hati. Semua berjalan apa adanya tanpa sebuah arti.Mobil yang membawa mereka melaju menembus jalanan malam yang mulai lengang. Di kursi belakang, Adhisti duduk dengan kedua tangan bertumpu di atas pangkuan. Sesekali perempuan itu melirik pria yang kini resmi menjadi suaminya.Sementara Raka memilih menatap keluar jendela. Tatapan mata yang kosong itu menyiratkan sebuah keh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status