Share

Bab 6 : Suara yang bergetar

Penulis: LienaOx
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-29 12:45:57

​Hujan masih mengguyur pemakaman, namun bagi Kelly, seluruh dunia seolah-olah telah menyusut hanya menjadi ruang sempit di bawah payung hitam yang dipegang Elias. Pria itu berdiri begitu dekat sehingga Kelly bisa merasakan hawa panas yang memancar dari balik setelan jas mahalnya.

​Elias tidak tersenyum. Tidak ada kehangatan masa kecil yang tersisa di garis wajahnya. Pria yang berdiri di hadapannya saat ini bukan lagi anak laki-laki dengan luka gores di taman mawar, melainkan Elias Costra. Nama itu sering Kelly dengar di berita-berita ekonomi dan bisik-bisik ketakutan di sudut perpustakaan—pria yang memimpin Viper Security, sebuah imperium yang rumornya memegang kendali atas keamanan serta ketakutan di seluruh Veridia.

​Kelly meremas ujung mantelnya yang basah. Jantungnya berdebar kencang, sebuah simfoni kekacauan antara rasa takut yang murni dan ketertarikan magnetis yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Elias tampak sangat berkuasa, sangat berbahaya, dan sangat... asing.

​"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Kelly akhirnya.

​Suaranya bergetar, nyaris tertelan oleh deru hujan, namun di telinga Elias, itu terdengar jelas. Ia ingin suaranya terdengar kuat, namun trauma sepuluh tahun itu membuat setiap kata yang keluar terasa seperti kaca yang pecah di tenggorokannya.

​Elias tidak segera menjawab. Ia menunduk sedikit, mengunci tatapan kelabunya pada mata Kelly. Tatapan itu begitu intens, seolah ia sedang menghitung setiap embusan napas Kelly, memastikan bahwa wanita itu masih berada dalam jangkauan pengaruhnya.

​"Karena kau adalah tanggung jawab yang belum kuselesaikan," jawab Elias.

​Suaranya rendah, tanpa emosi, namun memiliki bobot yang mampu meruntuhkan pertahanan Kelly. Kalimat itu tidak terdengar romantis; itu terdengar seperti sebuah klaim aset. Seolah-olah Kelly adalah sebuah misi yang tertunda, sebuah janji berdarah yang menuntut untuk segera dilunasi.

​"Tanggung jawab?" Kelly mengulangi dengan nada pedih. "Aku bukan barang, Elias. Aku hidup selama sepuluh tahun tanpa kau. Aku membangun hidupku sendiri dalam diam, dan tiba-tiba kau muncul untuk mengacaukannya?"

​Elias melangkah satu tindak lagi ke depan. Kini, ujung sepatu bot kulitnya bersentuhan dengan sepatu Kelly yang berlumpur. Dominasi pria itu begitu mutlak hingga Kelly terpaksa mendongak.

​"Kau tidak membangun hidup, Kelly. Kau hanya bersembunyi," desis Elias. "Kau hidup di rumah bibimu seperti hantu yang menunggu untuk dilenyapkan. Kau pikir orang-orang yang membakar rumahmu sepuluh tahun lalu sudah lupa? Kau pikir mereka akan membiarkan putri tunggal keluarga Sterling hidup dengan tenang?"

​Kelly tersentak. Nama keluarganya disebut dengan cara yang sangat kasar oleh Elias. "Bagaimana kau tahu tentang mereka? Apa urusanmu dengan mereka?"

​Elias memindahkan payung itu ke tangan kirinya, sementara tangan kanannya yang terbungkus sarung tangan kulit meraih helai rambut Kelly yang basah, menyelipkannya ke belakang telinga wanita itu dengan gerakan yang sangat posesif.

​"Urusanku adalah memastikan kau tetap bernapas," ucap Elias, suaranya kini sedikit lebih lembut namun tetap dingin. "Dunia ini tidak aman untukmu, Kelly. Tidak tanpa perlindunganku. Mereka sudah bergerak. Kejadian di gang tadi malam hanya permulaan."

​Kelly mematung. Jadi benar, sosok yang menghancurkan perampok itu adalah dia. "Kau... kau sudah mengawasiku sejak lama?"

​Elias tidak membantah. "Aku selalu ada. Di setiap sudut jalan yang kau lewati, di setiap buku yang kau susun di perpustakaan. Aku melihatmu tumbuh, Kelly. Dan aku melihat bagaimana ketakutan itu perlahan memakanmu dari dalam."

​Rasa ngeri merayap di punggung Kelly, namun secara bersamaan, ada rasa lega yang aneh. Ia membenci kenyataan bahwa Elias mengintai hidupnya, namun ia juga menyadari bahwa di bawah bayang-bayang pria ini, rasa takutnya akan api sedikit memudar.

​"Aku tidak memintamu untuk menjagaku," bisik Kelly, meski suaranya mulai kehilangan ketegasannya.

​"Kau tidak punya pilihan untuk meminta atau menolak," Elias mencondongkan tubuhnya, membisikkan kata-kata yang membuat Kelly meremang tepat di telinganya. "Viper tidak meminta izin untuk melindungi apa yang menjadi miliknya. Dan kau, Kelly Sterling... kau adalah milikku sejak koin perak itu menyentuh tanganmu."

​Elias menarik diri, menatap Kelly sekali lagi dengan tatapan yang seolah menjanjikan surga sekaligus neraka. Ia tidak memperkenalkan dirinya sebagai teman masa kecil. Ia datang sebagai penguasa yang datang untuk menjemput upetinya.

​"Mobilku ada di gerbang," ucap Elias, kembali ke nada otoritasnya. "Ikut denganku sekarang, atau kau akan membiarkan mereka yang membakar rumahmu menyelesaikan apa yang mereka mulai sepuluh tahun lalu."

​Kelly menatap nisan orang tuanya, lalu menatap Elias. Di tengah hujan yang tak kunjung reda, ia menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan kemerdekaannya pada seorang predator—predator yang aromanya adalah satu-satunya hal yang ia rindukan di setiap malam yang sunyi.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)    BAB 74: KEAJAIBAN DI TELUK

    ​Asap hitam masih membumbung tinggi dari tebing yang runtuh, menandai makam bagi Laboratorium Bayangan dan—bagi siapa pun yang melihatnya—makam bagi Elias Costra. Leo berdiri di tepi tebing, debu putih menutupi pakaian taktisnya yang kini compang-camping. Di dadanya, kalung memori pemberian ayahnya terasa panas, seolah-olah masih menyimpan sisa kehangatan dari tangan Elias.​Suara baling-baling helikopter stealth "Valkyrie" milik Kelly membelah kesunyian pasca-ledakan. Helikopter itu mendarat di dataran landai hanya beberapa meter dari Leo. Kelly melompat keluar bahkan sebelum tangga pijakannya turun sempurna.​Pertemuan dalam Duka​Kelly berlari ke arah Leo, memeluk putranya dengan kekuatan yang nyaris meremukkan tulang. Bau mesiu dan asap dari pakaian Leo menusuk indra penciumannya, namun bau itulah yang membuktikan bahwa putranya masih bernapas.​"Di mana dia, Leo?" suara Kelly pecah, matanya menatap liar ke arah reruntuhan yang masih membara. "Di mana ayahmu

  • Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)    BAB 73: KEMATIAN SANG VIPER?

    ​Lantai beton di bawah kaki mereka bergetar hebat. Di atas sana, rudal kedua Kaze kemungkinan besar telah meratakan vila utama, namun di ruang bawah tanah ini, ancaman yang lebih nyata sedang menggedor pintu baja Victoria yang tadi dibuka Leo. Suara dentuman itu bukan lagi sekadar hantaman; itu adalah suara mesin pemotong hidrolik yang mulai merobek zirah pintu tersebut.​Bau kertas tua di Laboratorium Bayangan Jonathan Sterling kini bercampur dengan bau panas dari sirkuit yang terbakar dan uap dingin dari pipa nitrogen yang bocor akibat guncangan.​Elias Costra menatap sekeliling ruangan. Hanya ada satu jalan keluar: sebuah lubang ventilasi sempit yang menuju ke tebing laut. Terlalu kecil untuknya, tapi cukup untuk seorang anak kecil.​"Leo, dengarkan Ayah," suara Elias mendadak tenang, ketenangan yang biasanya ia miliki tepat sebelum ia menghabisi nyawa seseorang. Ia berlutut di depan putranya, meletakkan tangan besarnya di bahu kecil Leo.​Warisan Sang Ayah

  • Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)    BAB 72: RAHASIA DI BALIK LABIRIN

    ​Suara desingan rudal yang membelah atmosfer terdengar seperti jeritan iblis yang lapar. Di dalam lorong bawah tanah yang lembap di bawah perpustakaan vila, getaran hebat meruntuhkan langit-langit beton, mengirimkan debu putih yang menyesakkan ke udara. Elias berlari dengan napas yang terbakar, mendekap Leo di dada kirinya sementara tangan kanannya masih menggenggam senjata yang panas.​"Sedikit lagi, Leo! Bertahanlah!" teriak Elias.​Mereka tiba di ujung terowongan, di depan sebuah pintu baja kuno bergaya Victoria yang tampak janggal di tengah teknologi canggih Galapagos. Pintu ini adalah warisan dari pemilik pulau sebelumnya—seorang kartografer yang terobsesi dengan teka-teki. Namun, mekanisme penguncinya telah terhubung dengan sistem digital Kelly sebagai jalur pelarian terakhir.​Sialnya, hantaman rudal pertama di permukaan telah menciptakan lonjakan elektromagnetik (EMP) yang membakar sirkuit elektronik pintu tersebut. Pintu itu mati total. Di belakang mereka,

  • Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)    BAB 71 : PENGEPUNGAN GALAPAGOS

    ​Fajar di Galapagos tidak pernah terasa segetir ini. Cahaya jingga yang biasanya membelai permukaan laut dengan lembut, kini tertutup oleh kabut tebal berwarna hijau pucat yang merayap naik dari garis pantai. Itu bukan kabut alami. Itu adalah Aero-Soporific Compound V-9, gas bius saraf tingkat militer yang dirancang untuk melumpuhkan sistem saraf pusat dalam hitungan detik tanpa merusak materi genetik subjek. ​Bau gas itu manis, hampir seperti aroma melati yang membusuk, sebuah kontras yang memuakkan dengan aroma mesiu yang mulai meledak di kejauhan. ​"Kelly! Pasang masker filtrasi oksigenmu sekarang!" raung Elias melalui radio internal. ​Di tengah kekacauan itu, Elias Costra berlari menembus koridor vila yang berguncang. Di tangannya, ia memegang SCAR-H dengan magasin berisi peluru penembus zirah. Setiap langkahnya adalah perpaduan antara kemarahan seorang ayah dan ketenangan seorang pembunuh bayaran tingkat dunia. ​Badai di Langit

  • Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)    BAB 70 : TAMU TAK DIUNDANG

    ​Keheningan yang menyusul setelah padamnya alarm di bunker Galapagos terasa lebih menakutkan daripada raungan sirene itu sendiri. Bau ozon dari sirkuit yang terbakar di ruang kendali masih menggantung berat, berbaur dengan aroma laut yang masuk melalui sistem ventilasi yang baru saja dipulihkan. Kelly Sterling duduk di depan layar monitor yang retak, matanya yang sembab namun tajam terpaku pada satu baris kode yang ia temukan di dalam fragmen data yang ditinggalkan Kaze.​[PROJECT CZAR: SUBJECT 9 – GENETIC STABILITY: 99.9%]​"Dia bukan sekadar kloning, Elias," bisik Kelly tanpa menoleh saat suaminya masuk ke ruangan dengan langkah berat. "Subjek Sembilan... dia adalah wadah. Aristha tidak ingin menciptakan prajurit baru. Dia sedang mencoba memindahkan kesadarannya sendiri ke dalam tubuh yang memiliki kekuatan fisik sepertimu dan kecerdasan seperti keluarga Sterling."​Elias berhenti di samping Kelly, tangan besarnya yang masih ternoda minyak dan darah kering bertumpu pada bahu istriny

  • Terjerat Cinta Tuan Elias (Mafia Romance Trilogy)    BAB 69 : PERANG PIKIRAN

    ​Cahaya biru dari monitor holografik di ruang kendali pusat bergetar hebat, memancarkan spektrum warna yang tidak stabil. Bau ozon dari kabel-kabel yang dipaksa bekerja melampaui batas memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma dingin dari pendingin ruangan yang mulai berderak. Kelly Sterling berdiri mematung, jemarinya membeku beberapa inci di atas konsol utama.​Di layar, koordinat kapal selam Elias yang sedang mendekat berubah warna menjadi merah darah. Di atasnya, sebuah ikon berbentuk topeng tradisional Jepang—simbol Kaze—berkedip pelan, mengejeknya.​"Sial..." bisik Kelly. Suaranya gemetar bukan karena takut, tapi karena amarah yang dingin. "Dia menggunakan transmisi Elias sebagai kuda Troya."​Infiltrasi Sang Hantu (Subjek 3)​Kaze bukan sekadar peretas. Sebagai Subjek 3, ia memiliki kemampuan Neuro-Link—kemampuan untuk memetakan kepribadian targetnya ke dalam algoritma serangan. Saat Kelly fokus memandu Elias menembus badai di Guayaquil, Kaze telah menyeli

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status