Home / Romansa / Terjerat Cintanya Papa Gula / 23. Bravino=Rungkad=Ivy

Share

23. Bravino=Rungkad=Ivy

Author: Mrs Anggez
last update publish date: 2026-06-18 11:27:45

Cahaya terang dari celah tirai menembus ke dalam kelopak mata Ivy. Rasanya ia tak ingin membuka mata, mungkin lebih baik bila selamanya seperti itu. Ia tak ingin bangun hanya untuk kembali menjalani hidup yang penuh kenestapaan mengerikan ini.

Perlahan Ivy membuka matanya yang terasa lengket. Akibat air mata dan sisa kotoran setelah tidur.

Badannya sendiri tak terlalu lengket, karena entah di jam berapa, ia merasakan sisi ranjang yang Bravino tiduri bergerak. Ivy tahu lelaki kejam itu meninggal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   24 Penghapus Luka

    Ivy duduk di depan jendela yang menyajikan Singapura yang terlihat sangat teratur. Tak ada carut marut barisan kendaraan yang sedang berlomba ingin mengarungi jalanan. Semuanya terlihat berbaris dengan rapih dan teratur.Pohon-pohon rindang berdaun hijau sangat menyejukkan mata. Menenangkan hati yang sempat sakit seiring dengan sakit di sekujur tubuh Ivy.Dan tak jauh dari Ivy, Bravino sedang duduk bersama Astra. Membicarakan pekerjaan, dimana itu adalah tujuan utamanya ke negara ini. Entahlah sudah berapa lama, sejak Dokter selesai memeriksa kondisi Ivy dan memberinya obat penghilang rasa sakit juga vitamin.Meski begitu, sesekali sudut mata Bravino mencari tahu apa yang Ivy lakukan."Begitu saja. Nanti seperti biasa, kirim salinan dokumennya ke email saya.""Baik, Tuan."Astra kemudian pamit undur diri. Sedangkan Bravino, ia berdiri dan berniat melangkah mendekati Ivy yang masih duduk diam seperti boneka barbie hidup.Sejenak Bravino ragu, apa dirinya yang ingin mendekati Ivy adalah

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   23. Bravino=Rungkad=Ivy

    Cahaya terang dari celah tirai menembus ke dalam kelopak mata Ivy. Rasanya ia tak ingin membuka mata, mungkin lebih baik bila selamanya seperti itu. Ia tak ingin bangun hanya untuk kembali menjalani hidup yang penuh kenestapaan mengerikan ini.Perlahan Ivy membuka matanya yang terasa lengket. Akibat air mata dan sisa kotoran setelah tidur.Badannya sendiri tak terlalu lengket, karena entah di jam berapa, ia merasakan sisi ranjang yang Bravino tiduri bergerak. Ivy tahu lelaki kejam itu meninggalkannya lalu masuk ke kamar mandi.Ivy sempat menangis lagi, sedih akan nasibnya yang begitu naas dan memalukan.Lalu ketika Ivy hampir saja terlena akan letih karena kantuk juga tangisnya, ia merasa ada kain basah yang terasa hangat, menyusuri kulitnya dengan hati-hati dan lembut.Ivy tersentak, masih dengan mata yang terpejam karena terlalu takut menatap Bravino. Ia takut sugar Daddy-nya itu akan melakukan hal mengerikan lagi. Tapi kemudian lelaki itu bersuara."Kamu tidur aja, kamu pasti capek

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Bravino "Devil" Armstrong

    Ultimatum yang sarat dengan ancaman itu berhasil membuat Tuan Chang menghentikan kegiatan bersenang-senangnya. Yang pasti, meski jadinya ia terlihat ciut, tapi orang bermata sipit memilih untuk mencari aman.Terutama karena raut wajah Bravino yang sama sekali tak bersahabat, juga kondisinya yang tak serapih sebelumnya. Ditambah kedatangannya juga bersama seorang wanita muda yang terlihat cantik meski dengan kekacauannya.“Astra, berikan dokumennya pada Tuan Chang!”Astra mengangguk dan mengambil dokumen yang sempat Tuan Chang singkirkan ke tengah meja sebab ia lebih tertarik pada wanita bayarannya.“Go away!” usir Bravino pada tiga wanita yang tadi mengerubuninya. Lalu ia melepaskan tangan Ivy dan duduk di kursinya tadi.Merasa tak ingin mengganggu urusan pekerjaan Bravino, dan mungkin juga bisa Ivy pergunakan untuk sejenak bernafas karena ia sudah menahannya dari tadi akibat ketakutan, Ivy pun memilih mundur.“Mau ke mana lagi k

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   21 Bravino "Devil" Armstrong

    Bravino tak terkejut ketika ia masuk ke sebuah ruangan tertutup tapi dibatasi kaca sebagai dinding, mendapati calon kliennya sedang setengah sadar alias tipsy dan dikelilingi beberapa wanita sekaligus.Sebenarnya hal seperti itu sudah sangat biasa, terutama karena tempat meeting mereka pun bukan tempat formal. Yakni klub, tempat orang meeting sekaligus bersenang-senang."Welcome, Mr Bravino. Nice to see you," sambut Tuan Chang. Ia tak berdiri bukan karena tak ingin tapi karena ada tiga wanita yang bergelayut manja padanya. Bahkan salah satu wanita di sana sudah memperlihatkan bra juga setengah isinya.Bravino tersenyum, mengangsurkan tangan pada Tuan Chang. "Saya juga senang bertemu anda. Bagaimana kabar anda?" tanyanya basa basi."Seperti yang Anda lihat. I am so good. Very very good."Tuan Chang tertawa lalu meneguk wisk* langsung dari botolnya. Tangannya juga meremas nakal pada satu dada wanita di sebelah kanannya. Dan disambut dengan desahan panas dari si wanita.Bravino mengambil

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Penasaran Membawa Petaka

    Berbeda seperti tadi sebelum naik ke pesawat, kini Bravino menggenggam erat tangan Ivy. Menuntunnya dari kabin belakang hingga ke depan untuk keluar dari pesawat.Mereka telah tiba di tujuan, dan harus bergegas karena Bravino harus langsung menuju lokasi meeting."Selamat jalan, Tuan."Sonya dan Soraya serempak berucap demikian. Juga sangat kompak saat mendelikkan mata ke arah tangan Ivy dan Bravino yang saling bertaut. Rasa tidak suka tergambar jelas di wajah mereka.Ivy melihatnya tapi memilih pura-pura tidak tahu. Ia bahkan mengangkat dagunya ke atas, merasa tak selevel dengan wanita yang tak jelas arah orientasi seksualnya. Setidaknya walaupun kotor, ia tak ingin jadi sekotor dua wanita cantik itu.Bravino menggiring Ivy turun dari pesawat tanpa menyahuti ataupun hanya sekedar melirik ke arah wanita yang tadi sempat ia sentuh di pesawat. Tangannya juga sempat melingkar di pinggang Ivy, merangkul dengan posesif.Keduanya mengikuti para pengawal yang menemani baik dari arah depan, s

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   19 Don't Worry Baby

    Pesan dari wanita yang sudah membuatnya mengenal juga sekaligus membenci cinta menyita banyak pikiran Bravino.Ia jadi kesal dan kehilangan moodnya. Rencananya untuk bersenang-senang dengan Ivy bahkan sampai bercinta di kabin khusus di private jet miliknya ketika burung besi itu mengudara pun buyar seketika.Yang ada ia malah melampiaskan emosinya pada Ivy. Ia tak suka dengan sikap Ivy yang menghangat dan lembut padanya.Sama seperti wanita itu. Yang menunjukkan bila dia sangat mencintai Bravino dengan setulus hati. Bahkan mereka pernah berencana memiliki keluarga kecil yang bahagia dan utuh.Tempat Bravino mencurahkan semua perasaan yang awalnya ia pikir adalah kesemuan sesaat. Wanita itu berhasil merebut segala rasa dan perhatian seorang Bravino.Dan setelah dirinya hanyut, ia malah dikhianati dengan penuh kekejian. Pengkhianatan yang membuatnya melakukan hal paling jahat seumur hidupnya.Bravino berulang kali menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan kasar. Sesekali ia sedikit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status