مشاركة

Sugar Daddy

مؤلف: Mrs Anggez
last update تاريخ النشر: 2026-05-10 17:01:49

Tidak tahu sudah berapa lama Ivy tertidur, yang ia tahu hanyalah ketika ia bangun jendela sudah menunjukkan langit yang gelap berbeda ketika tadi siang ia masuk ke dalam kamar itu.

"Jam berapa ini? Ya Tuhan, ini udah malam. Aku harus cepat pulang, Eri pasti khawatir dan mencariku," monolognya.

Ivy menoleh ke samping, dan di sana sudah kosong. Tangannya mencoba meraba sisi kain itu.

Sudah dingin, itu berarti lelaki tadi sudah cukup lama meninggalkan ranjang. Nafas panjang yang melegakan langsung Ivy lakukan.

Kembali Ivy mencoba bangun dari tempat tidur. Kali ini mungkin ia bisa benar-benar pergi.

Namun gerakan pertamanya lagi-lagi harus tertunda. Ivy meringis kesakitan ketika ia merasakan perih di antara kedua pahanya juga kedua pergelangan tangannya.

Rasa sakit nan ngilu itu membuatnya nyaris tak mampu bergerak. Apa memang rasanya sesakit ini?

Tapi dulu ia sempat mendengar obrolan teman kerjanya di klub. Berbicara tentang betapa mereka menikmati setiap momen percintaan bersama kekasih atau pelanggan yang selalu ingin diulangi lagi.

Sedangkan Ivy, hanya rasa sakit yang tersisa untuknya sekarang. Meski tadi dirinya sempat tergoda dan untuk beberapa saat ia terlena dengan sentuhan pria asing tadi.

Ivy menggeleng, berusaha menghilangkan pikiran yang tak seharusnya ia pikirkan. Saat ini ada hal yang lebih penting, ketimbang testimoni after bercinta. Ia harus pulang sekarang.

Kembali Ivy menguatkan tubuh dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Masih mencoba untuk menguatkan raganya, Ivy terus mengeluh ketika rasa sakit itu makin menjadi saat ia berjalan. Sembari mencoba mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai.

Tapi tiba-tiba ada suara yang membuatnya terkejut. “Siapa yang nyuruh kamu pakai baju?!”

Ternyata itu adalah Bravino. Lelaki itu sepertinya baru selesai mandi. Terlihat dari masih adanya beberapa titik air yang membasahi rambut, leher juga dadanya.

Ivy menelan ludah. Susah payah ia mengumpulkan konsentrasi untuk menjawab pertanyaan lelaki di hadapannya. Rasa takut juga pemandangan asing yang terlalu dewasa itu membuatnya merinding.

“Ma-maaf, ini sudah malam dan aku harus pulang. Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, bukan? Jadi tolong … biarkan aku pergi.”

Ivy memohon dan memberikan tatapan memelas. Ingin rasanya ia teriak protes akan mahkotanya yang direbut paksa dengan alasan yang tak masuk akal.

Namun Ivy sadar posisinya saat ini tak memungkinkan untuk itu. Protesnya pun tak akan mengembalikan kesuciannya kembali utuh.

Bahkan bisa mengakibatkan hal yang lebih buruk lagi. Mengingat ancaman lelaki garang di hadapannya ini sangat menyeramkan.

Ivy hanya ingin mengakhiri penderitaan beberapa jam terakhir ini. Ingin segera keluar dari neraka yang mengurungnya dalam lembah dosa. Mungkin setelah ini ia bisa bertobat dan meningkatkan ibadahnya yang masih sering terabaikan.

“Kamu boleh pergi kalau aku mengijinkannya. Kalau tidak, kamu gak akan bisa melakukan hal itu!” seru Bravino.

Air mata Ivy kembali luruh. Ia berlutut, meski sedikit sulit karena selimut yang masih melilit di tubuhnya. Rasa ngilu di bagian intinya sama perih dengan hatinya.

“Aku mohon, tolong lepasin aku. Kenapa aku harus merasakan ini semua? Kenapa kamu harus menghukum aku dengan sangat kejam hanya karena aku terlambat mengirimkan pesanan makananmu? Ini gak adil buatku?!”

Ivy terus menerus tergugu. Wajahnya memerah karena tangis yang kembali pecah. “Ini benar-benar gak adil. Kamu penjahat!” ucap Ivy lagi.

Alis di atas mata Bravino berkerut. Ucapan itu baru kali ini membuat Bravino menyadari satu hal.

Dari awal memang pembicaraannya dengan wanita cantik itu seperti tidak pernah nyambung. Ia ke kiri dan perempuan itu ke kanan.

Hanya saja setelah Bravino tadi merasakan efek obat perangs4ng yang diberikan oleh salah satu saingan bisnisnya, pikirannya jadi sedikit kacau.

Yang ada di kepalanya adalah dirinya harus segera meniduri wanita yang sudah ia pesan lewat mucikari langganannya, yaitu Jhon. Dan begitu seorang wanita datang, ia yakin bila pesanannya telah tiba.

“Jadi, kamu bukan wanita suruhan Jhon?” tanya Bravino dengan mata menyidik.

Kening Ivy berkerut, ia berusaha menjawab meski itu sulit karena ia masih terus menangis.

“Jhon siapa? Aku gak tahu siapa itu Jhon. Aku cuma kenal Pak Slamet. Dia adalah Bossku di restoran siap saji tempat kamu memesan makanan tadi. Dia yang menyuruh aku ke sini untuk mengantar pesanan makanan itu."

Bravino menutup mata kemudian menggaruk kepalanya dengan kuat.

‘Damt it! Aku sudah melakukan sebuah kesalahan. Dia bukan wanita bayaran. Jadi itu alasan kenapa dia masih perawan tadi,’ monolog Bravino dalam hati.

“Aku mohon lepaskan aku, Tuan. Aku janji tidak akan melaporkan kejadian ini pada siapapun. Aku hanya mau pulang. Adikku di rumah sendirian menungguku. Pasti sekarang dia sudah mulai mencariku,” pinta Ivy lagi.

Bravino menatap Ivy, otaknya sedang berpikir keras. Ia bisa saja melepaskan wanita tadi, atau … tidak sama sekali.

Yah, ia sanggup melakukan apapun yang ia mau.

“Kamu boleh keluar dari rumah ini, tapi dengan satu syarat.”

“Syarat? Syarat apa?”

Bahkan setelah kehormatannya ya g direnggut paksa kini Ivy juga harus merelakan kebebasannya. Memangnya pria itu pikir siapa dirinya?

Baru saja Ivy akan membantah, tapi ucapan Bravino berikutnya membuat ia terperanjat.

“Jadi simpananku, dan aku akan jadi sugar Daddy kamu. Kamu terlihat masih sangat muda, dan aku menyukai tubuhmu. Aku akan memberimu apapun yang kamu minta, asal kamu selalu siap melayaniku.”

Ivy membuka matanya lebar-lebar. ‘Hal gila apa lagi ini?!’

"Jangan keterlaluan! Kamu itu penjahat, aku akan melaporkan semua ini!"

Mendengar makian itu Bravino malah tertawa, meremehkan.

"Tadi kamu bilang tidak akan melakukan itu."

Ivy menggeleng. Telunjuk kecilnya menunjuk lurus ke wajah Bravino. "Awalnya aku berniat seperti itu. Tapi sekarang kamu sangat keterlaluan! Kamu gila!"

Ivy menjerit dan memaki Bravino, sesaat ia melupakan ketakutannya tentang lelaki yang sudah mengguncang dunianya.

Tanpa disangka, Bravino mengangkat tubuhnya, meletakkan dirinya di bahu lalu melemparnya ke atas ranjang.

"Lepas! Aku gak sudi kamu sentuh lagi! Kamu penjahat!"

Seperti di awal pertemuan mereka tadi, Bravino berusaha menahan Ivy agar tak memberontak. Meski kali ini gadis yang telah ia ubah menjadi wanita dewasa itu jadi lebih kuat.

Bravino berhasil menangkap kedua tangan Ivy, menyatukannya ke atas. Kedua matanya memaku Ivy ke dalam tatapan yang tajam.

Seorang Bravino tak akan terkalahkan, oleh siapapun. Apapun yang ia ingin, pasti akan ia dapatkan.

“Kamu tidak punya pilihan lain, take it atau selamanya kamu tidak akan pernah pergi dari rumah ini dan juga tidak akan bertemu dengan adikmu! Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku!"

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Mrs Anggez
Welcome di buku pertama Mak Othor, happy reading, please tinggalin jejak kalian para Readers, gumawo
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Polos Lebih Baik

    "Ivy.”Ivy berbalik karena panggilan yang ditangkap Indera pendengaranya. Senyumnya berkembang pada si pemanggil.“Hai, Dam. Kamu mau ke mana?”“Aku mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?”Ivy menganggukkan kepala. “Yap. Aku ada kuliah pagi ini.”Damian ikut tersenyum. Bagai mendapat mood booster, senyum manis yang Ivy berikan akan memberi banyak warna bagi harinya. Meski pekerjaan yang menumpuk banyak telah menanti.Lelaki itu adalah pahlawan bagi Ivy dan Eri. Karena Damian lah Ivy dan adiknya itu bisa bertahan hidup dengan cukup layak hingga sekarang.“Ayo naik. Aku anter kamu sekalian. Aku harus meeting sama klien dan itu searah dengan kampus kamu.”Tanpa harus menunggu lama, Ivy langsung menganggukkan kepalanya. Ia naik ke dalam mobil Damian yang sudah lelaki itu bukakan pintunya dari dalam.“Eri mana?”“Eri udah keluar dari pagi. Dia bilang akan mendaftar ke kampus pilihannya,” jawab Ivy sembari memakai seat belt.“Eri gak mau nyoba di kampus kamu aja? Setidaknya kalau di sana kan ka

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Jadi Sugar Baby

    “Jadi simpananku, dan aku akan jadi sugar Daddy kamu. Kamu terlihat masih sangat muda, tapi aku menyukai tubuhmu. Kamu tidak punya pilihan lain, take it atau selamanya kamu tidak akan pernah pergi dari rumah ini dan juga tidak akan bertemu dengan adikmu!”Butuh waktu yang cukup lama untuk Ivy mencerna apa yang baru saja lelaki tampan bak titisan dewa tapi sayangnya brengsek, itu katakan.“Jangan pasang muka bodoh seperti itu. Say yes aja, biar semuanya lebih mudah.”Kembali Ivy dibuat tercengang. Baru saja ia diminta menjadi sugar baby lelaki yang Ivy perkirakan minimal lima tahun lebih tua dari dirinya. Yang kalau dibahasakan dengan kasar, ia harus jadi pemuas nafsu lelaki itu.Pemuas nafsu atau sama dengan pekerja se*s komersial, penjaja tubuh dan sebutan lainnya untuk profesi tersebut. Mengingat itu, Ivy langsung melayangkan penolakan.“Syarat gila macam apa itu? Setelah apa yang kamu lakukan dengan seenaknya, sekarang kamu malah ngancam aku? Apa kamu benaran udah gila?!” teriak Iv

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Sugar Daddy

    Tidak tahu sudah berapa lama Ivy tertidur, yang ia tahu hanyalah ketika ia bangun jendela sudah menunjukkan langit yang gelap berbeda ketika tadi siang ia masuk ke dalam kamar itu."Jam berapa ini? Ya Tuhan, ini udah malam. Aku harus cepat pulang, Eri pasti khawatir dan mencariku," monolognya.Ivy menoleh ke samping, dan di sana sudah kosong. Tangannya mencoba meraba sisi kain itu.Sudah dingin, itu berarti lelaki tadi sudah cukup lama meninggalkan ranjang. Nafas panjang yang melegakan langsung Ivy lakukan.Kembali Ivy mencoba bangun dari tempat tidur. Kali ini mungkin ia bisa benar-benar pergi.Namun gerakan pertamanya lagi-lagi harus tertunda. Ivy meringis kesakitan ketika ia merasakan perih di antara kedua pahanya juga kedua pergelangan tangannya.Rasa sakit nan ngilu itu membuatnya nyaris tak mampu bergerak. Apa memang rasanya sesakit ini?Tapi dulu ia sempat mendengar obrolan teman kerjanya di klub. Berbicara tentang betapa mereka menikmati setiap momen percintaan bersama kekasih

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Perawan

    “Aku mohon… tolong berhenti,” suara Ivy pecah di antara napas yang terengah. Tangannya yang kecil mencoba mendorong dada lelaki itu namun sia-sia.Tubuh Bravino terlalu besar untuk dia lawan, pria itu benar-benar menutup seluruh ruang geraknya.Bravino mencium rambut Ivy sambil tersenyum miring, mengamati wajah Ivy dengan tatapan seduktif. Sekaligus menakutkan di waktu yang sama.Hawa panas dari tubuh Bravino membuat Ivy ikut merasakannya. Suhu tubuh lelaki itu di atas rata-rata. Sesekali Ivy bergidik saat deru nafas Bravino menerpa kulitnya.Ivy menggeleng ketakutan, namun detik berikutnya wanita itu berteriak keras saat sebuah tarikan kasar merenggut semua pelindung yang ia kenakan.Ivy merintih ketakutan dengan air mata yang kembali berlinang. “Jangan… aku mohon,” ucap Ivy, suaranya tercekat di tenggorokan. “Aku takut.”Gadis itu memeluk tubuhnya sendiri saat tidak ada lagi pelindung yang menutupi tubuhnya. Berusaha menutupi, meski sebenarnya sia-sia.Bravino mengangkat wajahnya. D

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Awal Mula

    “Ivy, kau tahu ini jam berapa?!” Arivy Zaliana Muchlis, biasa dipanggil Ivy, hampir melompat karena bentakan yang ia terima baru saja. “Ma maaf, Pak.” “Minta maaf tidak akan membuat saya menghasilkan uang! Cepat kerja sana! Karena kamu, saya sudah kehilangan beberapa pesanan antar. Sekali lagi kamu terlambat, saya akan langsung memecatmu!” Ivy menutup matanya ketika mendapatkan omelan yang diselingi air liur yang menyembur dari mulut Pak Slamet. Musim hujan membuatnya mengalami kendala untuk sampai ke tempat kerja paruh waktu ke tiga di hari ini. Ia yang mengandalkan kendaraan umum, tak bisa bergerak sendiri sehingga harus mengikuti jadwal kereta api yang suka berubah-ubah. “Iya, Pak. Siap laksanakan.” Ivy bergerak dengan cepat. Gadis berusia dua puluh dua tahun itu bergegas menghampiri dapur untuk mengambil pesanan yang baru saja selesai dibuat. “Dapat sapaan yang bagus ya?” tanya Mawar, salah satu staff bagian kasir, dengan nada mengejek pada Ivy. Tapi Ivy mengabaik

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status