Share

ES KRIM MOODBOOSTER

Author: Anonara
last update Last Updated: 2026-01-07 23:24:02

"Mau nangis juga nggak apa-apa. Di sini juga sepi. Jadi aman!" kekeh Sean setelah meletakkan semangkok es krim di hadapan Jasmine.

Jasmine buru-buru memalingkan wajahnya ke arah taman kanak-kanak yang tidak jauh dari kedai es krim bernuansa biru dan merah muda ini. Ia tentu tidak akan menunjukkan kesedihannya ke hadapan Sean.

Seperti yang tadi Sean katakan, letak meja yang dipilih pria itu letaknya di sudut outdoor kedai. Tidak terlalu ramai dibandingkan dengan di dalam kedai.

Taman kanak-kanak yang justru menjadi titik pandangan Jasmine juga sudah sepi sebab sudah jadwal pulang.

"Es krimnya ngambek loh kalau kamu anggurin begitu." Suara Sean masih terdengar.

Jasmine tidak kunjung bersuara. Namun, ia menoleh pada sosok yang selalu menunjukkan raut bahagianya ini. Kemudian, pandangan Jasmine teralihkan ke depan meja.

Meski tidak langsung tersenyum, tapi raut sedih Jasmine perlahan menguap. Tergantikan ekspresi yang tertahan untuk tidak tertawa saat melihat mangkok ukuran sedang b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   SISI LAIN DAMIAN

    "Tumben banget Mas Pierre nggak ada di bawah. Mas Damian juga kenapa malah tiba-tiba minta aku ke Amartha, ya? Katanya ke apart." Jasmine melangkah menaiki tangga menuju ruangan Damian dengan santai. Ia yang sudah dikenal baik oleh dua penjaga di bawah, membuatnya lebih mudah saat ingin ke ruangan Damian atau pun Renan. Ruangan yang dipenuhi dengan cahaya hangat dengan nuansa keemasan itu membuat wajah Jasmine ikut bersinar. Jika dulu ia menapaki tangga dengan gugup, malam ini tidak lagi.Langkahnya lebih tenang dan terukur. Tak terasa, beberapa saat Jasmine pun sampai di ruang atas-tepatnya di depan ruang pribadi Damian. Pintu besar dengan warna hitam mengkilap itu masih sama dengan yang ia lihat beberapa bulan yang lalu. Hanya saja sekarang ia tidak lagi merasa terintimidasi dengan benda kokoh itu. Tangan Jasmine baru saja menyentuh gagang pintu. Saat dorongan perlahan pintu tersebut ia lakukan, gerakannya tertahan. Suara penuh amarah seorang wanita lebih dulu menginterupsi di

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   SINGA BIRAHI

    "Aku nggak nyangka bakalan kerja di sini lagi! Bahagia banget, Kaak!" Anya langsung memeluk Jasmine begitu melihat Jasmine datang. Jasmine ikut senang. Bahkan rasanya seperti mimpi saat Damian mengatakan hal ini beberapa hari yang lalu. Yang lebih membuat Jasmine terkejut adalah kondisi galeri sama persis dengan saat ia kelola dulu.Mata Jasmine menatap Flo Art dengan takjub. Siapa yang sudah memindahkan beberapa lukisannya ke tempat ini? Rasanya ia seperti melihat sosok ibunya juga berdiri di tempat ini. Menatap galeri dengan penuh bangga dan kebahagiaan.Lukisan adalah salah satunya hal yang paling mengingatkan dirinya dengan sang ibu. Wanita yang sudah mengorbankan nyawa demi melahirkan dirinya itu seakan sedang tersenyum menawan pada Jasmine. "Jadi mirip dengan yang lama ya, Kak? Padahal pas sama Nyonya Stella, nuansa galerinya sangat berbeda." Anya pun ikut berkomentar. "Iya. Kamu benar." Jasmine mengangguk setuju. "Jasmine!" Damian muncul dengan membawakan buket bunga besar

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   MASIH KECEWA

    "Jasmine? Udah bangun belum?" Jasmine mendengar samar-samar seseorang meneriaki namanya dari luar. Bukannya langsung terbangun, Jasmine malah menarik selimut hingga menutupi kepalanya dan kembali melanjutkan tidurnya. Setelah semalaman menangisi kisah cintanya yang jauh dari kata bagus, Jasmine baru bisa tidur saat jam 2 dini hari. Alhasil, pagi ini matanya masih sangat mengantuk. "Jasmine? Ayo bangun dulu!" Panggilan itu kembali terdengar. Namun, Jasmine benar-benar malas kali ini. Seperti ada lem yang melekatkan matanya hingga sulit terbuka. Namun, tidurnya yang damai tiba-tiba saja terganggu dengan suara Renan yang semakin menjadi-jadi. Padahal seingat Jasmine, semalam Damian mengatakan bahwa Renan ada pertemuan. Biasanya kakaknya itu akan menginap di hotel ataupun tempat lain. "Jasmine?" Jasmine tetap pada keputusannya. Malas sekali harus bangun pagi-pagi begini. Di saat Jasmine sedang berusaha terlelap kembali, suara pintu terbuka terdengar. "Saya tahu kamu sudah bangun

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   HATI YANG LELAH

    Matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Langit yang sepanjang hari tampak membiru cerah, kini sudah berganti gelap pekat. Tak ada matahari, melainkan taburan bintang-bintang serta bulan yang tak malu menunjukkan cahayanya. Motor vespa Sean dengan warna unik itu berhenti tepat di depan pagar rumah Jasmine. Tawa mereka berdua terus berderai, beradu dengan suara kendaraan yang berlalu lalang. Kebetulan rumah Jasmine memang berada di komplek perumahan yang penghuninya memang aktif beraktivitas jika masih jam segini. Jasmine segera turun dari jok belakang. Kemudian lekas melepaskan helmnya untuk segera diberikan kepada Sean. "Makasih, ya. Kamu hari ini udah mau nemenin aku jalan-jalan." Sean menerima helm yang diulurkan Jasmine. Tawa kecil lolos dari bibirnya. "Santai. Besok kalau masih mau jalan-jalan kabarin aja. Nggak usah sungkan." Jasmine mendengus geli. Jemarinya bergerak pelan merapikan rambut panjangnya. "Nagih ya jadi ojek online?" Mata Sean melengkung selaras dengan bibi

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   ES KRIM MOODBOOSTER

    "Mau nangis juga nggak apa-apa. Di sini juga sepi. Jadi aman!" kekeh Sean setelah meletakkan semangkok es krim di hadapan Jasmine. Jasmine buru-buru memalingkan wajahnya ke arah taman kanak-kanak yang tidak jauh dari kedai es krim bernuansa biru dan merah muda ini. Ia tentu tidak akan menunjukkan kesedihannya ke hadapan Sean. Seperti yang tadi Sean katakan, letak meja yang dipilih pria itu letaknya di sudut outdoor kedai. Tidak terlalu ramai dibandingkan dengan di dalam kedai.Taman kanak-kanak yang justru menjadi titik pandangan Jasmine juga sudah sepi sebab sudah jadwal pulang. "Es krimnya ngambek loh kalau kamu anggurin begitu." Suara Sean masih terdengar. Jasmine tidak kunjung bersuara. Namun, ia menoleh pada sosok yang selalu menunjukkan raut bahagianya ini. Kemudian, pandangan Jasmine teralihkan ke depan meja. Meski tidak langsung tersenyum, tapi raut sedih Jasmine perlahan menguap. Tergantikan ekspresi yang tertahan untuk tidak tertawa saat melihat mangkok ukuran sedang b

  • Terjerat Gairah Sahabat Kakakku   KENYATAAN YANG SULIT DITERIMA

    "Lihat ini!" Erick menyodorkan beberapa lembar ke hadapan Jasmine. Jasmine terdiam beberapa saat. Pandangan awalnya yang menatap Erick, lalu beralih pada foto yang disodorkan Erick. Sorotnya menajam saat mengamati dua sosok yang berada di foto tersebut. Kebingungan di wajahnya memudar, perlahan tergantikan dengan raut tegang yang begitu kentara. Jasmine bahkan tak berkedip beberapa saat . Tangannya segera meraih foto tersebut agar ia bisa melihat lebih jelas, tidak hanya sekedar memastikan bahwa penglihatannya tak salah. Beberapa helai foto tersebut menampakkan sosok Damian sedang memangku seorang wanita cantik. Pose mereka saling berhadapan. Jasmine tahu, itu bukan sekedar foto untuk keperluan pekerjaan. Apalagi jika dilihat dari tempat yang ads di foto, kedekatan itu terjadi di ruangan pribadi Damian. Ruang private Damian di Amartha. Jantung Jasmine berdetak cepat. Kepalanya tiba-tiba saja dipenuhi dengan pikiran buruk tentang Damian dan wanita lain. Ketakutan samar yang awal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status