Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Ayah Mertua / Bab 64. Manja Seperti Bayi

Share

Bab 64. Manja Seperti Bayi

Penulis: Cececans
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 21:44:57

"Bantu saya minum obat dengan mulutmu, Aina!" tukas Raja mengangsurkan strip obatnya ke depan Aina.

Sekali lagi Aina dikejutkan dengan sikap Raja.

Ayah mertuanya itu menyuruhnya meminumkan obat dengan mulutnya. Bagaimana bisa?

"Papa, aku tidak tahu caranya bagaimana," balas Aina membuat Raja menghembuskan napas kasar.

"Saya akan ajari kamu, Aina," balas Raja yang memberikan segelas air putih pada Aina.

"Pertama-tama kamu minum air putih ini tapi jangan kamu telan. Pertahankan dalam mulutmu," tambah Raja.

Aina mengangguk mengerti. Dia melakukan persis seperti perkataan Raja.

"Setelahnya ambil satu tablet obat, lalu masukkan juga ke dalam mulut kamu," ucap Raja meletakkan satu tablet obatnya ke atas telapak tangan Aina.

Menantunya itu dengan patuh melahap obat itu.

"Lalu yang terakhir ...." Raja menggeser posisinya mendekat pada Aina. "Buka mulut kamu perlahan."

Aina pelan-pelan membuka mulutnya sesuai titah Raja.

Dan ketika mulut Aina sudah terbuka separuh, Raja dengan sigap menyambar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 70. Mencari Aina

    Raja pulang ke rumah saat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan angka sepuluh malam.Karena tiga hari berturut-turut dia mengambil cuti, semua pekerjaannya jadi menumpuk. Mau tidak mau dia harus lembur sampai larut malam.Saat mobilnya sudah Raja parkir di garasi rumah, dia segera masuk ke ruang utama untuk menemui Tari yang pulang tadi pagi dari Singapura.Sebenarnya Raja malas berbasa-basi dengan istrinya itu, dan ingin langsung menemui Aina.Namun, ketika Raja sudah berada di ruang utama. Dia merasakan suasana rumah sungguh berbeda. Lebih tegang dari biasanya.Bahkan istrinya yang sedang duduk di sofa hanya memandangnya dengan wajah masam."Mas Raja, sibuk banget ya sampai tidak sempat jemput aku di bandara? Padahal cuma butuh waktu sebentar," tukas Tari terdengar menahan rasa kesalnya pada Raja.Dilihatnya lengan Raja yang diperban dengan mata menyipit. Bagian tangan Raja yang diperban itu mengingatkan Tari akan pria yang tertangkap basah bersama Aina di Ancol. Letak per

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 69. Diusir dari Rumah

    Seminggu kemudian. Tari, Ilham, dan Della pulang ke Jakarta. Mereka baru saja sampai di bandara dan langsung dijemput oleh Dodik yang akan mengantarkan mereka ke rumah."Pak Raja sedang sibuk, Nyonya. Jadi, aku yang akan mengantarkan kalian," ucap Dodik sopan sebelum Tari sempat mempertanyakan keberadaan Raja.Tari mengangguk paham. Tanpa membalas ucapan Dodik, dia masuk ke dalam mobil diikuti Ilham serta Della.Tari sebenarnya sudah meminta Raja yang menjemputnya. Rasa lelahnya selama di pesawat akan terobati begitu melihat wajah tampan suaminya itu. Tapi, Raja malah menyuruh sekretarisnya.Jujur, Tari merasa sangat kesal.Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara sama sekali. Semuanya tengah tenggelam dalam pikirannya masing-masing.Terlebih, Ilham. Dia sedang merancang pertanyaan-pertanyaan yang akan dia lontarkan pada Aina nanti.Kenapa Aina selingkuh? Dengan siapa? Apa yang kurang dari diri Ilham? Apa kelebihan pria selingkuhan Aina dari Ilham?Ilham tanpa sadar meremas k

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 68. Menantumu Selingkuh, Ma

    "Mama, Mas Ilham, aku mau bicara sesuatu yang penting banget. Sebentar aja," ucap Della pada Tari dan Ilham saat mereka baru saja kembali ke hotel setelah makan di restoran mewah."Bicara apa, Della?" tanya Tari meletakkan tas mahalnya ke meja terlebih dahulu sebelum mendudukkan diri di sofa, di samping Della.Ilham pun turut duduk di dekat Della. "Kayaknya serius banget. Ada tas yang mau kamu miliki, Sayang? Bilang aja sama Mas, nanti Mas bakal beliin," ucapnya sambil menyentuh lengan Della mesra."Bukan soal itu, Mas," balas Della bergeleng pada Ilham. Dia kemudian beralih pada Tari. "Ma, temanku yang mengenal Aina baru saja mengirimkan foto Aina sedang bersama seorang pria di Ancol."Sesudah berkata demikian, Della menunjukkan foto di ponselnya yang dia dapatkan dari orang bayarannya ke depan Tari dan Ilham.Sontak Ilham naik pitam. Matanya memelotot murka."Sialan! Jadi, diam-diam Aina selingkuh dari aku! Siapa pria itu, hah? Setampan apa dia?" teriak Ilham marah seraya menggebrak

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 67. Bermain Air

    "Papa dari mana?" tanya Aina begitu melihat Raja kembali ke vila.Saat itu Aina sudah sibuk di dapur. Memasakkan sarapan untuk mereka dengan memakai bahan yang sudah tersedia di kulkas."Saya baru saja pergi ke perusahaan karena panggilan mendadak," tukas Raja sambil menggulung lengan kemejanya sebelum mencuci tangan.Aina hanya mengangguk mengiyakan. Meski, dari dalam hatinya dia bertanya-tanya kenapa Raja membohonginya. Padahal, Aina tadi mendengar Raja hendak mendatangi seseorang yang sudah melukai lengan ayah mertuanya itu.Tapi, Aina tak memusingkan hal itu lebih lanjut. Dia pun kembali memfokuskan diri memasak.Setidaknya Raja pulang dalam keadaan baik-baik saja. Itu sudah cukup menenangkan bagi Aina."Kamu masak apa, Aina?" tanya Raja setelah selesai cuci tangan, mendekati Aina yang sedang berdiri di depan kompor."Coba Papa tebak," balas Aina menoleh ke arah Raja dengan sebelah tangannya masih mengaduk masakan di wajan.Raja menyatukan kedua alisnya sebelum menjawab. "Ayam go

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 66. Mata Ganti Mata, Gigi Ganti Gigi

    Ponsel Raja berdering di saat dirinya dan Aina sedang tiduran di atas kasur.Raja segera mengambil ponselnya dari atas meja, dan berderap keluar kamar untuk menerima panggilan dari Dodik. Supaya tidur Aina tidak terganggu.Sejak sore hingga keesokan paginya, Raja terus menggenjotnya. Sehingga Aina kelelahan dan butuh waktu beristirahat banyak."Kalau tidak penting saya tutup teleponnya."Baru saja panggilan Dodik dia terima, Raja sudah melontarkan kalimat yang menohok. Padahal, Dodik belum berucap sepatah kata pun.Raja paling tidak suka waktunya dengan Aina diusik. Apalagi itu untuk hal yang tidak penting."Tunggu dulu, Pak Raja!" teriak Dodik yang kemudian buru-buru berkata lagi. "Aku sudah menemukan dalang di balik penusukan Anda. Aku kirimkan identitasnya ke emailnya Pak Raja."Sesudah Dodik berucap, Raja langsung menutup teleponnya.Dia segera memeriksa isi emailnya, dan tatapannya berubah penuh kemarahan."Jadi si sialan ini dalangnya. Berani-beraninya dia cari masalah dengan sa

  • Terjerat Hasrat Ayah Mertua   Bab 65. Mulai Curiga

    "Wah .... Pantainya indah sekali, Pa," pukau Aina saat melihat hamparan pantai pasir putih di depannya.Deburan ombak tampak bergulung-gulung dengan lembut.Aina sangat terpesona dengan pemandangan indah pantai pribadi milik ayah mertuanya itu. Apalagi pantai ini sangat bersih dan terawat. Tidak ada seonggok sampah pun terlihat."Kamu senang, Aina?" tanya Raja menyejajarkan diri dengan Aina yang tatapannya masih terpaku ke depan dengan sorot mata berbinar-binar."Senang banget, Pa," balas Aina menoleh pada Raja. Senyum cerianya membuat Raja tanpa sadar ikut tersenyum."Pantai ini sengaja saya khususkan hanya untuk keluarga saya. Tapi, kamu adalah orang pertama yang saya ajak ke sini," tukas Raja menyelipkan kedua tangan ke dalam saku celana sambil mendesah santai.Kata-kata Raja memang sederhana, tapi berhasil membuat Aina sangat bahagia."Benarkah, Pa? Jadi, aku orang pertama yang Papa ajak ke pantai ini?" tanya Aina tidak percaya."Iya," balas Raja mengangguk mengiyakan.Aina merasa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status