Compartir

Bab 337 Cemburu

Autor: Tusya Ryma
last update Fecha de publicación: 2026-05-21 22:25:29

Dari dalam kamar, terdengar Zain bertanya, "Siapa?"

"Ah, i-ini... Fanny," jawab Marissa dengan gugup. Ia bingung harus menjawab apa pada Zain.

Danendra tiba-tiba datang, dan Fanny malah membawanya ke tempat tinggal Zain.

'Aishhh, matilah akuuu!'

Dari depannya, Danendra mengulurkan tangan, lalu menarik tangan Marissa dengan tenaga yang cukup kuat.

"Ikut denganku!" ucap Danendra sambil membawa Marissa keluar dari apartemen Zain.

Sebenarnya Danendra baru sampai di kota itu beberapa men
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 338 Pengalihan Kredit

    Keesokan harinya, jam 9 malam, Fanny, Marissa, Wilyam, dan juga Danendra ada di unit sebelah yang akan menjadi tempat tinggal Marissa dan Fanny. Semua barang pun sudah tersedia di sana, termasuk tempat tidur, lemari, sofa, TV, dan lain sebagainya. "Besok kita akan melakukan transaksi pengalihan kredit apartemenmu pada Luna! Tadi siang Asisten Anas sudah menyiapkan semuanya, dan ... Luna pun sudah setuju," ucap Danendra dengan santai. Dari siang, dia tidak terlihat sibuk dan tidak terlihat melakukan pergerakan apapun. Padahal di belakang, dia sudah menyiapkan kepindahan Marissa sampai sedetail itu. "Danen! Apa ini tidak terlalu mendadak? Kau juga tidak bertanya dulu padaku, aku setuju atau tidak pindah kemari!" Bagi Marissa, ini benar-benar mendadak. Ia belum mempersiapkan apapun untuk kepindahannya ke gedung apartemen yang merupakan hunian terbaik di Kota A. Untuk lingkungannya, Marissa pun belum siap bertetangga dengan orang-orang elit seperti mereka. "Suka ataupun tidak, kau te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 337 Cemburu

    Dari dalam kamar, terdengar Zain bertanya, "Siapa?" "Ah, i-ini... Fanny," jawab Marissa dengan gugup. Ia bingung harus menjawab apa pada Zain. Danendra tiba-tiba datang, dan Fanny malah membawanya ke tempat tinggal Zain. 'Aishhh, matilah akuuu!' Dari depannya, Danendra mengulurkan tangan, lalu menarik tangan Marissa dengan tenaga yang cukup kuat. "Ikut denganku!" ucap Danendra sambil membawa Marissa keluar dari apartemen Zain. Sebenarnya Danendra baru sampai di kota itu beberapa menit yang lalu. Ia langsung menghubungi ibunya dan menanyakan langsung tujuan Ambar membawa Michael. Ambar pun menjelaskan banyak hal tentang tujuannya mengambil anak itu dari Marissa. Salah satunya "Demi kebaikan Michael di masa depan.". Selain itu, Ambar pun bilang, kalau saat ini Michael dan Drizela pergi jalan-jalan ke luar kota. Jadi saat ini, Danendra tidak bisa membawa Michael ke tempat Marissa. "Apa yang kau lakukan di kamar Zain? Apa kalian sedang bercinta?" tanya Danendra yang terlihat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 336 Menghabiskan Waktu Bersama

    Pukul sembilan pagi, Marissa sudah mandi dan mengganti pakaian. Ia pun sudah membuat sarapan, untuknya, Fanny, dan juga untuk Zain. Dari kamar, tiba-tiba Fanny menghampiri Marissa yang masih ada di dapur sambil memegang ponselnya. Ia pun berkata dengan sedikit cemas, "Sa! Barusan Wilyam memberitahuku, katanya dia tidak bisa membawa Michael kemari." "Eh, kenapa? Apa dia tidak diberi izin sama Tante Ambar?" tanya Marissa yang tadi sudah meminta Fanny untuk menghubungi Wilyam dan meminta adik Danendra itu untuk mengajak Michael pulang. Karena kalau menunggu Danendra pulang, itu masih satu jam lagi. Danendra baru naik pesawat saat Marissa menyuruh Fanny menghubungi Wilyam. Namun setelah dihubungi, Wilyam bilang anak-anak sudah pergi ke luar kota bersama kakek dan neneknya. "Bukan! Katanya orang tua Wilyam, Izela, dan Michael sudah berangkat ke luar kota! Mereka akan pergi ke Wami Island!" balas Fanny sesuai dengan apa yang Wilyam katakan tadi di telepon. "Oh!" Marissa pun te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 335 Penerus Kekayaan

    "Apa ini, Tante?" tanya Marissa sambil mengambil kertas putih dari tangan Ambar. Ia pun mulai membacanya. "Ini hasil tes DNA Michael! Ya, hasilnya 99,99% anak itu adalah anak Danen! Oleh karena itu, aku datang untuk membawa Michael tinggal bersama Izela di rumah kami! Sebagai anak kembar, mereka tidak boleh berpisah," jelas Ambar sambil melihat Marissa yang sedang membaca hasil tes DNA putranya. Marissa pun sangat terkejut ketika mendengar ucapan Ambar yang terakhir. "Me-membawa? Membawa Michael?" tanya Marissa dengan terbata. Ia tidak menyangka, kedatangan Ambar ke tempatnya ternyata untuk membawa Michael ke rumah mereka. Padahal sebelumnya sudah pernah menginap satu malam di sana. "Ya! Sebagai anak laki-laki yang nantinya akan menjadi pewaris di keluarga kami, tentunya Michael harus tinggal bersama kami! Dia harus mendapatkan hidup yang baik dan layak, dengan pendidikan yang baik pula," jelas Ambar tanpa rasa bersalah sedikitpun. Padahal wanita di depannya masih terdiam karena

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 334 Lebih Sering Bersama

    Malam ini, Marissa kembali pulang tanpa Michael. Anak itu sudah dibawa oleh Ambar ke rumahnya dan akan menginap di sana. Entah harus senang atau sedih, anak keduanya bisa diterima di rumah keluarga Adipraja—yang sebelumnya Ambar tidak mau menerima—Marissa pun tidak tahu. Yang ia rasakan saat ini hanyalah bingung. "Tidak apa-apa! Kau jangan khawatir, Mama pasti akan memperlakukan Michael dengan baik, sama halnya dengan Izela. Karena Michael pun sama-sama cucunya!" ucap Danendra sambil meraih tangan Marissa, lalu menggenggamnya. "Setelah mengantarmu, aku akan pulang ke rumah dan memastikan Michael baik-baik saja! Jadi jangan khawatir, ya!" tambahnya lagi. Lalu melepaskan tangannya dan kembali memegang roda kemudi. "Enh!" Marissa mengangguk. Ia tidak mengatakan apapun lagi setelah itu. Sampai di tempat tinggal Marissa, Danendra segera menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen. "Masuklah! Cepat tidur dan jangan banyak pikiran! Semuanya akan baik-baik saja!" ucapan Dane

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 333 Tidak Benar

    Michael cemberut. Ia tidak suka pada nenek yang kemarin sempat memarahinya gara-gara guci pecah. Walau dirinya memang bersalah, tapi tidak seharusnya nenek itu memarahinya sampai Michael trauma. Bahkan, luka karena pecahan guci itu masih ada di lutut kecilnya. "Tidak apa-apa! Nenek tidak jahat, kok! Kemarin itu, dia hanya emosi karena benda kesayangannya rusak!" ucap Marissa dengan pelan. Padahal dirinya juga malas untuk bertemu dengan Ambar lagi. Kalau bukan karena Danendra, Marissa tidak akan mau pergi ke luar untuk makan malam bersama mereka. "Hum!" Michael masih marah di belakang. Ia melipat kedua tangannya di depan dengan mulut yang dikerucutkan. Setelah itu, Marissa tidak mengatakan apapun lagi. Sampai di sebuah restoran ternama di Kota A, Danendra menghentikan mobilnya di tempat parkir, lalu membuka pintu untuk Marissa dan juga Michael. "Terima kasih!" Marissa pun keluar dari mobil, lalu memegang tangan putranya yang tampan dengan pakaian rapi dan bagus. "Ayo, k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 88 Tidak Nyaman

    Marissa pun bertanya, "Di hidupmu, aku ini siapa?"Tanpa ragu, pria itu menjawab, "Kau adalah wanitaku, juga ibu angkat dari putraku—Diego! Sebagai wanitaku, aku akan memenuhi semua kebutuhanmu, termasuk kebutuhan ini!"Tiba-tiba Danendra menyentuh bagian sensitif di tubuh Marissa. Tatapannya berub

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 86 Tidak Punya Siapa-Siapa

    Taksi yang dikenal dari oleh Darius sudah berhenti di pinggir jalan, agak jauh Hotel Mois yang tadi Marissa sebutkan. Awalnya, pria itu tidak mendengar. Darius terus melajukan mobilnya. Namun Fanny memaksa Darius untuk segera menepikan mobilnya sesuai dengan permintaan Marissa, barulah Darius ber

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 81 Menunggu Hari Ini

    Marissa menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan tangan. Dia tidak akan mengatakan panggilan itu lagi, karena dirinya sudah mengerti. Namun, tingkahnya itu benar-benar sangat imut di mata Danendra. "Hehe! Kenapa mulutnya ditutup? Tidak ingin dicium lagi atauuuu ... tidak ingin mem

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 85 Kabur Kebiasaanmu

    Saat Marissa sedang ke toilet, tiba-tiba terdengar nada dering dari dalam tasnya yang ada di atas meja. Suara panggilan itu terus berbunyi membuat sebagian orang yang ada di sana merasa terganggu. "Aisshh! Ponselnya benar-benar sudah dikembalikan!" ucap Fanny pelan. Ia pun segera menarik tas Ma

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status