/ Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 80 Tidak Enak Didengar

공유

Bab 80 Tidak Enak Didengar

작가: Tusya Ryma
last update 게시일: 2026-01-16 23:34:29

Hening beberapa saat dengan posisi yang sangat intim.

Marissa masih terlentang di bawah, sedangkan Danendra berada di atasnya dengan jubah mandi yang terbuka di bagian depan.

Marissa menatap Danendra, lalu berkata dengan tegas, "Anda tidak tahu, betapa bahagianya saya, dulu, saat merawat bayi itu! Saya bisa dengan mudah melupakan rasa sakit itu karena hadirnya Mario. Apakah saya menyesal??? Tentu saja tidak! Apakah saya menyimpan dendam selama bertahun-tahun seperti yang Anda lakukan? Sanga
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 330 Susah Diatur

    “Danen!” Marissa menatap kiri dan kanan, ia memperhatikan sekitar yang nampak sepi dan hening. Tapi, walaupun di lantai paling atas itu sangat sepi dan hening, tetap saja Marissa takut ada orang yang melihat. “Kita ini sedang bekerja, bukan di rumah! Mau seperti apapun hubungan kita, tetap saja, aku ini bawahanmu, dan kau atasanku! Aku tidak boleh masuk ke ruanganmu tanpa izin!” jelas Marissa dengan serius. Di depannya, Danendra malah menarik tangan Marissa hingga wanita itu masuk ke dalam. Lalu, pintu ditutup. Detik berikutnya, Danendra mendorong Marissa ke tembok, lalu mengurungnya agar tidak kabur. “Marissa! Mulai sekarang, aku mengizinkanmu masuk ke ruanganku dengan bebas! Apa kau mengerti?” ucap Danendra sambil menatap wanita yang menurutnya sangat nakal itu. Marissa susah diatur dan sering menghilang tanpa memberitahu. Sedari tadi pun, saat Danendra baru sampai di perusahaan itu, ia sudah menghubungi Marissa beberapa kali, tapi wanita itu tidak menjawab. Padahal Da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   329 Piktor

    Jam makan siang, yang rencananya Marissa mau meminta izin untuk pulang lebih awal, ini malah harus ikut dengan Ara ke kantin kantor yang tidak dikunjungi oleh Jesi dan Yuna dan yang lainnya. Ara masih ingin membahas masalah foto seksi Marissa yang kemarin tersebar di media sosial Jesi. "Sa! Apa jangan-jangan... Bos Besar yang melakukannya?" tebak Ara sambil menyedot minumannya. "Kalau tidak, mana mungkin Jesi menghapus kembali foto yang banyak like dan share-nya itu? Ini pasti ada seseorang yang memaksa dia untuk menghapusnya!" "Emh, entahlah! Aku kurang tahu!" balas Marissa dengan pelan. Ia pun bingung dengan semua itu. Sebenarnya, dihapus atau tidaknya postingan Jesi, yang jelas sudah banyak akun yang menyebarkan foto tersebut. Bahkan, Zain—pria yang Marissa khawatirkan—pun sudah melihat foto itu. "Eh, Sa! Apa kau dan Bos Besar ada hubungan?" Tiba-tiba Ara berbisik. Ia mengalihkan pembicaraan, tidak lagi membahas foto yang hilang itu. "Enh!" Marissa mengangguk sambil menyantap

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 328 Tidak Tahu

    Di ruang tamu yang cukup luas dan sepi, Marissa masih duduk di sofa bersama sang sopir. Marissa pun sesekali melirik ke arah sopir itu, tapi orang di sampingnya biasa saja. Dia tidak mengerti dengan kode dari Marissa. "Oh, ya, Pak! Terima kasih sudah mengantar saya kemari! Kalau Anda ingin pulang sekarang, silakan! Biar nanti saya pulang sendiri!" ucap Marissa pada sopir itu. Entah mengapa, sopir itu malah ikut duduk bersama Marissa. Padahal dia tidak ada kepentingan apapun di sana. Karena tadi, guci itu sudah diturunkan dan dimasukkan ke dalam rumah yang dibantu oleh beberapa orang. "Ya! Tidak apa-apa! Biar saya di sini dulu! Kata Nyonya, saya harus mengantar Anda pulang, Nona!" balas sopir itu, menolak untuk pergi. Sinta memang sudah berpesan seperti itu pada sopirnya. Tapi, Marissa ingin tinggal lebih lama di rumah itu dan ingin melihat putri kecilnya. Ia ingin memeluknya sebentar. "Oh ... tapi sepertinya saya masih lama di sini! Saya mau melihat putri saya dulu!" balas Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 327 Guci yang Sama

    Waktu sudah menunjukkan pukul 17.50. Marissa pun baru keluar dari restoran bersama Tuan Lim dan Ken. "Terima kasih, Tuan! Hati-hati di jalan," ucap Marissa sambil membungkuk. Ia menolak untuk ikut lagi ke mobil Tuan Lim karena sekarang suasana hatinya sudah jauh lebih baik. Tuan Lim pun masuk ke dalam mobil, lalu membuka kaca jendela. "Apa benar tidak mau kami antar?" tanya Tuan Lim pada Marissa. Wanita itu pun segera tersenyum. "Ah, tidak Tuan! Terima kasih! Saya bisa pulang sendiri!" "Baiklah! Tapi awas, jangan nekat loncat dari jembatan! Itu tidak baik, untukmu, juga untuk orang-orang yang ada di sekelilingmu," ucap Tuan Lim yang terdengar sangat mencemaskan Marissa. "Ya! Aku tidak akan melakukannya!" balasnya. Setelah itu, Ken berpamitan. Lalu pergi dari hadapan Marissa.*** Di jalan yang sudah semakin ramai, Marissa menghentikan taksi. Ia ingin kembali ke rumah sakit karena tadi Mama Zain memintanya untuk datang. Dia ingin membahas masalah guci yang pecah itu.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 326 Tuan Lim

    Langit sore di Kota A begitu indah. Marissa terdiam di jembatan besar sambil melihat cantiknya matahari yang berwarna kuning keemasan. Di bawah jembatan, ada jalan dan banyak kendaraan yang melaju beriringan. Semakin diperhatikan, kepala Marissa malah semakin pusing dan rasanya mau pecah. "Arghhh!" Marissa pun mencengkeram kepalanya dengan kuat. Ia ingin berteriak, tapi suaranya tidak keluar. Ingin marah, tapi marah pada siapa? Ingin lari, tapi lari ke mana? Dunianya seakan hancur, rasanya tidak ada lagi kehidupan yang indah untuknya. Lebih baik kalau dirinya mati saja. Mungkin dengan cara mati, Marissa bisa bahagia, juga bisa berkumpul dengan ayah dan ibunya yang sudah lebih dulu pergi dari dunia ini. Hingga, ketika Marissa sudah memanjat ke pagar jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti. Lalu seseorang berlari dan menarik tubuh Marissa. Gerakan yang cepat itu membuat Marissa terkejut. "Ahhh!" "Nona! Apa yang Anda lakukan? Anda ingin mati, ya?" teriak seorang pria yan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 325 Wanita Gila

    Mendengar hal itu dari Ara, Marissa pun segera membuka ponselnya. Ia mencari nama Jesi di media sosial, lalu melihat beberapa postingannya. Benar saja, Marissa membuka akun Jesi, di sana ada beberapa foto yang memperlihatkan seorang wanita dan pria sedang berpelukan di dalam air. Juga ada foto seorang wanita yang tidak berpakaian—masih di dalam air—yang memperlihatkan tubuh dari pinggang ke atas. Kedua tangannya menutupi dada. Tapi, tangan di dadanya diedit dengan mozaik sehingga foto itu terlihat sangat polos dan seksi. Di kolom komentar, ada banyak yang mengomentari. Dari mulai memuji indah dan cantiknya wanita itu, ada juga yang bertanya, "Itu siapa?", "Minta nomor WA-nya!", dan banyak lagi komentar-komentar menjijikkan. Ia pun tidak sanggup membacanya. Ketika melihat jumlah orang yang membagikan foto tersebut, Marissa pun terkejut. Foto itu sudah dibagikan lebih dari 500 akun. "Aishhh! Jesi!!! Tidak cukupkah dia memperlakukan aku di depan semua orang? Sekarang, menyebar foto i

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 134 Buku Nikah

    Pintu yang ada di samping rumah Marissa adalah pintu rumah Zain. Dia sudah lebih dulu menyewa di sana tanpa adanya kompor dan alat rumah tangga. Entah sengaja atau tidak, pria itu memang enggan untuk membeli semua itu. Ia lebih suka menyusahkan orang lain dan meminta air panas pada Marissa setap ha

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 141 Jangan Bercanda

    Dari dulu, Merina tidak setuju saat putrinya merawat bayi itu. Ia juga tidak pernah menyukai anak itu sedikitpun. Apalagi sekarang Mario sudah dibawa oleh orang tua kandungnya, Merina semakin membenci anak itu. Merina bersikap seperti ini karena dia tidak ingin melihat putrinya murung. Dari dulu,

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 136 Percaya Diri

    Sore hari, di kamar yang sangat dingin karena suhu AC diturunkan, dua orang pria dan wanita sedang bergulat dengan lincah di atas tempat tidur yang sangat besar. Danendra dan Marissa melakukan rutinitas yang selalu dilakukan oleh pasangan lain ketika baru menikah. "Aku akan sangat merindukanmu,

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 138 Pemecatan Danendra

    "Bagaimana bisa seperti ini? Pak Danen dipecat, dan besok Pak Wilyam akan menggantikannya menjadi wakil presdir yang baru." Fanny yang mendengarnya pun ikut terkejut. Bukannya tidak suka, tapi ia tidak menyangka, mengapa perubahan ini begitu mendadak? "Bukankah itu bagus?" tanya Ray yang saat i

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status