Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 80 Tidak Enak Didengar

Share

Bab 80 Tidak Enak Didengar

Penulis: Tusya Ryma
last update Tanggal publikasi: 2026-01-16 23:34:29

Hening beberapa saat dengan posisi yang sangat intim.

Marissa masih terlentang di bawah, sedangkan Danendra berada di atasnya dengan jubah mandi yang terbuka di bagian depan.

Marissa menatap Danendra, lalu berkata dengan tegas, "Anda tidak tahu, betapa bahagianya saya, dulu, saat merawat bayi itu! Saya bisa dengan mudah melupakan rasa sakit itu karena hadirnya Mario. Apakah saya menyesal??? Tentu saja tidak! Apakah saya menyimpan dendam selama bertahun-tahun seperti yang Anda lakukan? Sanga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 344 Izela yang Memecahkan Guci

    Pukul delapan malam, Marissa masih ada di ruang perawatan seorang diri, karena Danendra pergi ke luar untuk membeli makanan. Saat ini, Michael pun sudah sadar dan sudah bisa bercerita. "Ma! Apa Mama tahu, sekarang aku punya panggilan baru, loh!" ucap Michael dengan lemah. Di tangannya masih ada jarum infus, tapi ia ingin bercerita banyak hal pada ibunya. "Panggilan baru? Apa itu?" tanya Marissa sambil mengelus keningnya yang masih terasa hangat. Marissa pun duduk di samping Michael. "Adik! Panggilan baruku Adik! Kata Nenek, aku lahir paling terakhir, jadi panggilannya harus Adik! Kalau Izela, dia lahir pertama, jadi panggilannya Kakak!" jelas Michael dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia. Michael sangat bahagia punya saudara kembar dan punya keluarga yang lengkap. Sekarang, dirinya sudah sama seperti anak-anak yang lain, punya ayah, punya ibu, kakak, nenek, dan bahkan paman. Semua itu benar-benar membuatnya bahagia. "Apa kau suka dengan panggilan itu?" tanya Mari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 343 Hanya Demam

    "Ma, aku benar-benar tidak mengerti. Ada ya, nenek yang ingin memisahkan cucu dari orang tua kandungnya! Harusnya Mama itu bahagia, Izela dan Michael bisa dirawat oleh kami! Mereka bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tua yang tidak semua anak mendapatkannya!" ucap Danendra dengan pelan. Ia tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar ibunya mengerti. Yang anak-anak butuhkan itu punya keluarga lengkap—seperti ayah dan ibu, bukan punya nenek dan kakek yang lengkap. "Tentu saja ada! Yaitu, Mama!" jawab Ambar tanpa rasa bersalah sedikitpun. Setelah itu, Ambar melewati Danendra. Ia berjalan menaiki anak tangga, lalu pergi ke kamar Michael yang ada di pantai dua. Di kamar tidur yang sangat bagus dan luas khas anak laki-laki, Ambar masuk dan menghampiri anak kecil yang sedang tertidur. Ambar pun duduk di samping Michael. "Adik, apa kau masih tidur?" tanya Ambar dengan pelan. Ia memanggil Michael dengan panggilan barunya yang baru dia pakai saat anak itu sudah bersamanya.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 342 Memisahkan Anak

    Di jam istirahat, Marissa benar-benar dipanggil oleh Jimy. Ia disuruh istirahat di kamar tidur yang ada di ruang kerja Danendra. "Tidak apa-apa, tidurlah! Danen memintaku untuk menyuruhmu tidur! Kalau tidak, bisa-bisa aku dipecat!" paksa Jimy sambil menunjuk kamar tidur yang pintunya sudah terbuka. Bahkan, tempat tidurnya juga sudah bersih dan wangi. Namun Marissa masih menolak. "Ah, tidak, terima kasih! Sekarang aku sudah tidak ngantuk lagi! Kalau lapar, iya!" balas Marissa yang sudah bersiap keluar dari ruang kerja Danendra. Dikira Marissa dipanggil karena ada hal penting yang menyangkut masalah pekerjaan, tahunya malah diajak ke ruangan Danendra, lalu disuruh tidur. 'Aku ini datang ke kantor untuk bekerja, bukan untuk tidur!' "Tidak apa-apa! Tidur dulu saja! Setelah bangun nanti kau bisa langsung makan!" balas Jimy yang langsung mencegah Marissa untuk pergi. Jimy akan melakukan apapun agar wanita di depannya ini bisa istirahat sesuai dengan perintah dari teman baik

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 341 Karyawan yang Dipecat

    Mendengar cerita Marissa, Zain pun akhirnya percaya. Ia percaya kalau Marissa melakukan semua itu demi putranya. *** Pukul enam sore, Marissa keluar dari tempat Zain. Ia akan pulang ke tempat tinggalnya—tempat tinggal baru—yang ada di kawasan elit di pusat kota. Saay Marissa membuka pintu keluar, tiba-tiba ia melihat Luna yang baru datang dan baru akan masuk ke tempat tinggalnya yang tepat berada di depan pintu milik Zain. "Eh, Marissa? Se-sedang apa kau di sini?" tanya Luna sambil menghentikan langkah kakinya yang akan masuk ke dalam. "Aku habis menjenguk teman!" balas Marissa dengan singkat. Setelah itu, ia pun berpamitan. "Permisi!" Tanpa membuang waktunya lagi, Marissa segera pergi. Ia bergegas masuk ke dalam lift, lalu turun ke bawah. Melihatnya pergi, Luna masih terdiam. Ia melihat koridor yang kosong, lalu melihat pintu milik Zain yang ada di depannya. Ia sangat penasaran, apa yang dilakukan oleh Marissa di unit depan? *** Di malam hari, Marissa benar-benar ti

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 340 Mertua yang Baik

    Melihat Marissa ada di tempat putranya, Sinta pun sangat senang. Ia segera menghampirinya. "Bagaimana kabarnya Tante?" tanya Marissa sambil bersalaman. Marissa berhutang banyak pada Sinta. Wanita berusia lebih dari 50 tahun itu sudah menolongnya dengan memberikan guci mahal yang dia beli dari luar negeri. Marissa pun tidak tahu harus bagaimana membalas semua kebaikan Sinta. "Baik! Tante baik! Kalau kau, bagaimana? Kenapa sekarang kau terlihat lebih kurus?" tanya Sinta sambil memegang kedua bahu Marissa. Ia melihat Marissa dari atas hingga ke bawah, memperhatikan tubuh ramping Marissa yang memang lebih kurus dari sebelumnya. "Kau capek ya, mengurus Zain?" tanya Sinta sambil tersenyum. Ia pun mengajak Marissa untuk duduk. "Ah, tidak! Sama sekali tidak capek!" "Ke depannya, kalau Zain menyakitimu, bilang saja sama Tante, biar nanti Tante yang memberinya pelajaran!" ucap Sinta yang terlihat seperti mertua yang sangat menyayangi menantunya. Dan, itu membuat Marissa tidak en

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 339 Nyonya Danendra

    Di jam makan siang seperti ini, ada banyak karyawan yang hilir mudik di lantai bawah. Marissa pun terus menunduk sambil mengikuti Danendra dari belakang. Ia takut ada orang lain yang mengenalinya karena dirinya mantan karyawan di perusahaan itu. "Ayo!" ajak Danendra sambil meraih tangan Marissa. Ia memegang dan menuntunnya sambil berjalan menuju lift. Tindakannya itu membuat orang di sekitarnya penasaran. Karena bos mereka berjalan sambil memegang tangan seorang wanita, para karyawan pun melihat dan memperhatikan wanita yang bersama bosnya. "Eh, bukankah itu Marissa, ya?" "Oh, iya, benar! Dia kan, si janda itu!" "Ternyata, dia bersama Pak Danen!" "Sudah lebih dari lima tahun, aku kira dia ke mana. Tahunya masih ada di kota ini!" "Namanya juga janda! Seleranya pria-pria kaya! Haha!" Cibiran demi cibiran terus saja terdengar. Marissa pun semakin menunduk, tidak ingin orang lain semakin memperhatikannya. DING! Pintu lift pun terbuka. Marissa bergegas masuk dan berdi

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 69 Pesta Malam Ini

    Mendengar Widi memanggilnya dengan panggilan Bibi, Nima pun segera menegur. "Jaga bicaramu! Kau harus membedakan, di mana rumah dan di mana tempat kerja!" Nima memperingatkan, "Di luar kau boleh memanggilku dengan panggilan Bibi, karena aku memang bibimu! Tapi, kalau sedang beradada di tempat k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 62 Pria Asing

    Marissa terpaku. Ia masih berjongkok di lantai sambil menatap kepergian mereka sampai menghilang di balik tembok. Ancaman dari Ambar tadi sangat keterlaluan. Melarang Marissa mendekati Mario lagi. "Mereka pikir, aku ini siapa? Seorang penculik? Yang ada malah mereka semua lah yang penculik Mari

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 54 Penyamaran Terbongkar

    Mendengar jawaban dari wanita itu, Danendra pun mengerutkan kening. Sudah jelas, suaranya sangat mirip dengan Marissa. Tapi wanita itu masih saja mengelak. "Bety ... Wijaya!" Danendra memanggil dan menekan nama belakang wanita itu sambil menatapnya dengan tajam. Ia merasa tidak asing dengan nam

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 56 Mencium Wangi Tubuhnya

    Malam ini, suasana di kamar yang sederhana itu terasa sedikit panas. Hawa panas bukan dari AC yang tidak menyala, tapi karena kedua insan yang sedang berada di samping pintu bermain cukup panas hingga melupakan sesuatu hal yang sangat penting. Di dalam kamar itu, selain ada Marissa, ada juga satu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status