Share

Bab 84 Drama

Penulis: Tusya Ryma
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-19 18:52:02

Mereka berdiri di pinggir jalan sambil menunggu taksi yang lewat.

Dari dalam mobil hitam yang ada di area tersebut, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Tidak lama, Fanny dan Marissa masuk ke dalam taksi, lalu pergi. Seseorang yang ada di dalam mobil itu tidak jadi mengikuti mereka. Dia memutar arah dan pergi dari sana.

Marissa dan Fanny duduk di taksi Darius yang sebelumnya sudah Fanny hubungi untuk menjemputnya di tempat kerja. Fanny ingin pergi makan sambil mengajak pria itu.

"Mau pergi ke mana?" tanya Darius yang sedang duduk sambil mengemudikan mobilnya. Sesekali ia melihat ke arah belakang dari kaca spion yang ada di atasnya.

Dari sampingnya, Fanny menjawab sambil menatap Darius, "Kita pergi makan dulu! Bagaimana?"

"Iya, boleh! Tapi ke mana?" tanya Darius dengan tegas. Ia tidak melihat ke arah samping, padahal lawan bicaranya—Fanny—duduk di kursi samping.

"Ke kedai mie yang ada di ujung jalan itu, bagaimana?"

Sore-sore seperti ini sangat cocok
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 115 Luka Itu tidak Akan Pernah Hilang

    Pertemuan kedua keluarga kali ini penuh dengan ketegangan. Danendra selalu emosi dan berapi-api setiap kali dia berbicara. Mendiang Lisa sudah meninggalkan memori buruk di ingatan semua orang, terutama di ingatan Danendra—selaku suaminya. Kenyataan itu membuat Josep dan Ambar sangat syok, juga membuat Sony dan istrinya sangat malu dan juga terpukul. Putrinya benar-benar telah menyeret keluarga Sony ke gerbang kematian. Sekarang, kedua keluarga sudah tahu kalau Lisa hamil dan melahirkan anak dari pria lain, juga, tidak berbicara terus terang saat menikahi Danendra. Lisa bisa dibilang telah menipu semua orang. Untung saja Danendra tidak memperpanjang masalah ini. Dia hanya meminta keluarga Sony untuk hadir dan bersaksi di persidangan yang terakhir. "Jadi ... untuk masalah pertunangan, semuanya sudah sangat jelas, ya! Aku dan Sely sudah tidak ada hubungan pertunangan lagi, tidak ada ikatan apapun lagi selain hubungan mantan adik dan kakak ipar," tegas Danendra dengan sangat lan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 114 Tidak Pantas Menjadi Pengasuh Diego

    Malam ini, Marissa tidak bisa tidur dengan nyenyak setelah kepulangan pria itu dari rumahnya. Marissa berbaring di samping putranya sambil terus memikirkan tentang ajakan Danendra untuk menikah. Pria itu berjanji akan membatalkan pernikahannya dengan Sely dan akan memenangkan hak asuh anak atas gugatan yang dilayangkan oleh Darius. Selain itu, Marissa masih sangat gugup dengan apa yang tadi mereka lakukan di sofa. Danendra membuktikan cintanya lagi dengan permainanya yang tidak bisa Marissa tolak. Setiap sentuhan dan permainan pria itu, masih menjadi candu untuk Marissa. Kalau tidak karena tadi Mario bangun dan terus memanggil-manggil Mariisa, mungkin sampai saat ini mereka masih bertempur di sofa rumah itu. Sebelum Danendra benar-benar pergi, dia memberikan kotak hadiah yang tertinggal di dalam mobilnya. Marissa pun segera membukanya. Saat kotak hadiah itu dibuka, ternyata isinya adalah sebuah sepatu yang waktu itu sempat Marissa gadaikan di toko barang bekas. Marissa cuk

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 113 Mau Menikah Denganku?

    Jika orang lain yang mengalami kejadian ini, mungkin pria itu sudah dibunuhnya hingga tidak ada lagi di dunia ini. "Kenapa? Kau kasihan padaku, ya?" canda Danendra, yang juga membalas tatapan Marissa padanya. Danendra mengerti dengan tatapan penuh arti dari wanita di depannya itu. Ia pun tahu, Marissa sudah mengerti benang merah antara dirinya dengan Darius. Tapi selanjutnya, Marissa segera mengalihkan pandangannya kembali pada ponsel yang ada di tangannya. Tidak lagi melihat Danendra. Marissa paham betul dengan harga diri seorang laki-laki. Mereka paling tidak suka dikasihani oleh seorang wanita. Apalagi dalam kasus pengkhianatan seperti ini. Marissa melanjutkan membaca chatnya lagi. Darius : ["Akan kupastikan, orang-orang terdekatmu akan pergi ke sisiku!"] Danendra : ["Kalau kau ingin merebut semua hal yang berharga dalam hidupku, silahkan ambil tunanganku! Dia sangat berharga dalam hidupku! Aku sangat mencintainya, dan tidak bisa hidup tanpa dia! Jika kau merebutnya,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 112 Menjelaskan

    "Danen! Apa yang kau lakukan? Lepaskan!" Marissa berusaha melepaskan diri dari dekapan pria itu. Namun, Danendra tidak bergerak sedikitpun. Marissa ditekannya ke dinding hingga ia tidak bisa menghindar lagi. Danendra mengunci tubuhnya dengan kedua tangan yang disatukan ke dinding. Sedangkan ponselnya sudah ada di tangan Marissa. Jarak mereka sangat dekat, hembusan napas dari keduanya bisa mereka rasakan. "Lepaskan???" Danendra menggodanya. "Apa yang ingin dilepaskan? Pakaianku? Ataaauuuu ...." "Danen!" teriak Marissa dengan cepat. Ia segera menghentikan kegilaan pria di depannya. "Bukan pakaian, tapi, aku! Lepaskan aku sekarang juga!" ucap Marissa dengan sangat gugup. Walau dirinya membenci Danendra, dan mereka sudah lama tidak bertemu, tapi respon tubuhnya masih saja sama seperti dulu. Marissa masih merasakan perasaan yang sama pada pria itu. "Sudah kukatakan, aku tidak akan melepaskanmu sampai kau membaca semua percakapan antara aku dengan Darius!" ancam Danendra dengan sang

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 111 Biar Aku Saja!

    "Bagaimana bisa tiba-tiba Darius menjadi ayah biologis Mario?" tanya Marissa dengan heran. "Bukankah sebelumnya kau yang melakukan tes DNA itu dan mengambil Mario dari tanganku?" Marissa tidak akan lupa, dirinya dan anak itu terpisah karena Danendra mengambil Mario dari tangannya. Jika memang anak itu bukan darah dagingnya, seharusnya pria itu tidak merampas kebahagiaan ibu dan anak itu hingga mereka harus terpisah dan sama-sama menderita. Masih dengan keadaan menyetir, Danendra berkata pada Marissa, "Iya! Waktu itu, Sely lah yang melakukan tes DNA, bukan aku! Secara, dia adalah kembaran dari ibu kandung anak itu! Hasilnya, Sely dan Marii memang ada ikatan darah!" "Dan sekarang ... aku memberitahumu, Darius merupakan ayah biologis dari anak itu! Apa kau bisa menyimpulkan, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa Darius yang menjadi ayah biologis Mario? Sedangkan aku adalah suaminya Lisa? Kalau Lisa/istriku hamil, harusnya akulah ayah dari bayi itu!" ucap Danendra dengan santai. I

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 110 Jangan Pergi Lagi

    "Yah, lilinnya habis! Bagaimana ini?" Semua orang menjadi panik. Ruangan itu seketika menjadi gelap gulita. Hanya ada sedikit cahaya dari lampu di luar dan dapur yang menyala. "Lilinnya tadi memang sedikit lagi, ya?" "Ya, sepertinya begitu!" "Emh, pantas saja sekarang mati!" Dalam kegelapan dan suara ramai para rekan kerjanya, Marissa merasakan adanya tangan besar yang menarik tubuhnya hingga ia terjatuh di pelukan seseorang. Tubuh pria itu terasa panas dan keras. Marissa sangat gugup saat tangan kecilnya menyentuh dada berotot pria itu, juga merasakan adanya tekanan dari tangan pria itu di pinggangnya. Marissa sangat gugup dengan hal itu. Ia ingin menarik tubuhnya keluar dari dekapan Danendra, tapi, tangan besar itu semakin erat memegang tubuhnya. Beberapa saat kemudian, sang pemilik kedai kembali dari dapur sambil membawa empat lilin besar berwarna putih—lilin untuk mati lampu. Dia menyarankan menggunakan lilin besar itu untuk melanjutkan acara tiup lilin. Marissa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status