Share

Bab 84 Drama

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-19 18:52:02

Mereka berdiri di pinggir jalan sambil menunggu taksi yang lewat.

Dari dalam mobil hitam yang ada di area tersebut, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Tidak lama, Fanny dan Marissa masuk ke dalam taksi, lalu pergi. Seseorang yang ada di dalam mobil itu tidak jadi mengikuti mereka. Dia memutar arah dan pergi dari sana.

Marissa dan Fanny duduk di taksi Darius yang sebelumnya sudah Fanny hubungi untuk menjemputnya di tempat kerja. Fanny ingin pergi makan sambil mengajak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 298 Semakin Curiga dengan Status Danendra

    Di sebuah MPV termahal dan termewah milik Danendra yang dikendarai oleh Asisten Anas, kedua anak kecil berusia lima tahun duduk di kursi belakang sambil menatap ayah mereka yang berbaring di baris kedua. Di sampingnya, ada Marissa yang juga duduk sambil terus memperhatikan pria dewasa yang terlihat sangat lemah itu. "Mama, Papa Danen tidak apa-apa, kan?" tanya Michael dari belakang. Anak kecil itu terlihat sedih melihat orang dewasa yang dari kemarin bermain dengannya, sekarang berbaring lemah tak berdaya. Terdengar Danendra berkata pada anak-anak dan wanita di sampingnya, "Papa tidak apa-apa! Kalian jangan khawatir!" "Bagaimana kami tidak khawatir, kau demam seperti ini, bahkan hampir mencapai 40°! Apa semalam kau mandi?" tanya Marissa yang mulai curiga dengan sakitnya Danendra yang tiba-tiba itu. Padahal tadi malam dia masih baik-baik saja. Tidak mungkin pria gagah dan kuat yang selalu menjaga kesehatan dan pola makan seperti Danendra bisa sakit tiba-tiba. Itu pasti karena sema

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 297 Tidak Bisa Bersama

    Di balkon yang tidak terlalu luas, Marissa berdiri, melihat pemandangan kota sambil memegang ponselnya ke telinga. Dari seberang telepon, terdengar Zain marah lagi karena Marissa sudah tidak ada di tendanya. "Jangan bilang kau pergi bersama Danen lagi!" sergah Zain lagi yang entah sudah ke berapa kali dia marah pada Marissa setelah sambungan telepon terhubung. "Semalam aku sudah bilang, pagi ini kita pulang bersama! Aku akan mengantarmu dan Michael pulang! Tapi kenapa kau malah menghilang? Sebenarnya, dari kapan kau pergi? Jangan bilang, dari semalam kau pergi dari tempat ini!" Zain terus saja berbicara. Ia tidak membiarkan Marissa memotong ucapannya. "Cepat katakan! Sekarang kau ada di mana?" Hening beberapa saat, akhirnya Marissa bersuara. "Maaf!" Namun, Zain tidak puas dengan respon dari Marissa. Dia pun segera bertanya, "Maaf! Maaf karena apa? Apa karena kau bersama Danen?" Sebenarnya, bukan itu yang Marissa maksud. Dirinya meminta maaf pada Zain karena hal lain. "Sepert

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 296 Pria yang Hangat

    Malam sudah semakin larut, rasa kantuk dan lelah pun sudah tidak dipedulikannya lagi. Danendra terus mengendarai mobil yang dia pinjam dari seseorang yang ada di restoran Homesari dengan kecepatan tinggi menuju hotel yang paling dekat. Di sampingnya ada Marissa yang sedang duduk sambil melihat ke samping, sedangkan di kursi belakang ada si kembar yang masih tertidur pulas dengan memakai bantal dan selimut yang lengkap. "Di depan ada hotel, sebaiknya kita ke sana saja!" ucap Marissa sambil menunjuk gedung di depannya. Saat ini, yang Marissa inginkan hanya pergi dari kawasan perkemahan itu dan menjauh dari mata-mata seperti Zera dan Zain sendiri. Marissa hanya ingin tidur tenang bersama kedua anaknya. "Itu hotel biasa, bukan hotel bintang lima! Kamarnya tidak akan sebaik hotel berbintang! Sebaiknya kita cari yang lain lagi!" balas Danendra tanpa berhenti. Kalau harus kembali ke pusat Kota A, ke tempat tinggal Marissa ataupun Danendra, itu sangat jauh. Bisa memakan waktu lebih da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 295 Hatinya Terasa Hangat

    Pukul 8 malam, Danendra mondar-mandir tidak karuan di depan tenda milik Drizela dan Michael. Ia sangat gelisah memikirkan Marissa yang tidak ada di manapun dari sore, atau mungkin dari siang. Danendra tidak tahu dengan pasti kapan wanita itu menghilang. Mau menghubunginya pun, tidak bisa. Ponsel Danendra tidak ada, ia kesulitan untuk menghubungi Asisten Anas dan bawahannya yang lain untuk meminta bantuan. "Aishhh! Sial! Ke mana perginya Marissa? Apa dia tersesat?" Danendra menatap sekeliling tempat itu yang nampak gelap dan banyak pohon-pohon besar. Ia sangat khawatir memikirkan Marissa yang mungkin tersesat di dalam hutan yang gelap itu. Untungnya, saat ini Michael dan Drizela sudah dititipkan pada Bu Mila untuk melihat api unggun. Jadi Danendra bisa sedikit tenang mencari Marissa. Tidak terasa, waktu sudah semakin malam, acara berkemah pun sudah dimulai. Baik Michael maupun Drizela, mereka berdua sudah tertidur di tenda nomor 19 yang dekat dengan tenda milik Zee-Zee. Dan s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 294 Langsung Menikah

    Di dalam tenda yang tidak terlalu kecil—cukup untuknya berdiri dan bergerak bebas—Marissa begitu gelisah mengetahui dari seberang telepon masih belum ada jawaban. Ia terus menempelkan ponselnya ke telinga sambil mondar-mandir di dalam tenda. Dilihat dari cara Zain yang tidak membalas pesan balasan dari Marissa, juga tidak mengangkat teleponnya, Marissa tahu, pria itu pasti marah besar. "Aishhh!" Ditelepon tidak bisa, Marissa kembali mengirim pesan. ["Zain! Angkat teleponnya! Aku bisa jelaskan, semua foto itu tidak seperti yang kau pikirkan!"] Pesan pun terkirim .... Marissa terdiam sambil menunggu balasan dari pria itu. TRING! Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya ada balasan. Hati Marissa terasa ada yang mencubit, sedikit sakit dan tidak nyaman. Ia seperti anak ABG yang sedang berpacaran, dan saat ini sedang bertengkar dengan pacarnya. Itu benar-benar membuat hatinya galau dan gelisah. Akhirnya Marissa menelepon Zain. Ia ingin menjelaskannya di telepon, buka

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 293 Mengambil Benda yang Salah

    Di tenda nomor 18 milik Marissa dan Michael, Marissa menyimpan tas di punggungnya, lalu bergegas pergi ke tenda nomor 19 karena anak-anaknya pun ada di sana. Selain itu, pria yang sedang dicarinya juga ada di sana. "Danen!" panggil Marissa di depan tenda 19. Ia tidak masuk ke dalam tenda, hanya berdiri di depan menunggu pria itu keluar. Bukannya Danendra yang keluar, tapi malah Drizela dan Michael. Mereka berdua melewati Marissa dan segera berlari ke luar. "Mama, kami ke tenda Zee dulu, ya! Dah Mama ...." Michael melambaikan tangan pada Marissa. Ia berlari ke tenda samping bersama Drizela. "Ya! Jangan lari-lari!" balas Marissa sambil berteriak karena anak itu sudah agak jauh. Setelah Marissa memanggil Danendra, juga berteriak pada putranya, tapi pria yang ada di dalam tenda tidak kunjung keluar. Tidak ada tanda-tanda Danendra akan keluar. "Aishhh! Apa dia tidak mendengarku?" tanya Marissa dengan pelan. Ia pun kembali berteriak sambil melangkah ke depan pintu masuk tenda. "Dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 132 Dilamar

    Di dalam pesawat pribadi yang sangat nyaman, Danendra duduk bersama Marissa di kursi tengah. Pesawat itu tidak langsung terbang ke Kota A sesuai bayangan Marissa. Tapi, Danendra sengaja mengajak Marissa ke tempat yang sangat indah di pulau yang lumayan jauh. Pulau itu sangat tenang dan nyaman deng

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 128 Kesenangan

    Pagi hari, di rumah keluarga Mahesa, Mario terus saja ke kamar mandi, dia muntah dan buang air. Makan sedikit saja perutnya langsung berbunyi. Tubuhnya menjadi lemas dan pucat. Sudah dari kemarin anak itu seperti ini, sampai Tuan Besar Mahesa merasa cemas. Tapi Darius tidak tahu akan hal itu. "

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 126 Datang Lebih Cepat

    Harusnya, setelah Marissa yang menyamar menjadi Sely kembali ke ruangan yang gelap, Sely segera beraksi dengan mengecoh penjaga di depan, lalu mencuri kunci ruangan itu. Sely harus membuka ruangan gelap yang saat ini ditempati oleh Marissa sebelum Darius kembali. "Apa Sely mengkhianatiku? Dia tida

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 124 Aku Bukan Lisa!

    Langit sudah gelap lagi, ruangan itu kembali dingin dan sepi. Marissa terbangun di ruangan yang terang dengan alas yang terasa hangat dan empuk, bukan lagi di lantai yang dingin. Sekarang sudah ada selimut berukuran sedang yang menutupi tubuh rampingnya, membuatnya sedikit lebih hangat. Dari luar

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status