Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Dunia Gelap / Bab 60. Biarkan Aku Masuk

Share

Bab 60. Biarkan Aku Masuk

Penulis: Shenna
last update Tanggal publikasi: 2025-08-10 12:00:44

"Banyak hal yang terjadi, bagian mana yang ingin Anda tahu?" tanya Ben hati-hati.

"Aku ingin tahu semuanya dari awal," jawab Ella serius. "Tapi jika keinginanku terasa terlalu banyak, Anda bisa menceritakan tentang hubungan Alexander dengan kedua orang tuanya saja. Sejak kapan Alexander ... membenci mereka?"

Ben menarik napas panjang, sorot matanya menerawang jauh. "Perasaan cinta atau benci adalah sesuatu yang tidak aku ketahui, namun, diriku bisa mengira awal m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 161. Dia yang Memperhatikan

    ***Joshua membawa Leah masuk ke dalam rumah dengan sedikit tergesa-gesa, tawanya masih terdengar ringan. Gadis kecil itu berada dalam gendongannya, kedua tangan mungilnya memeluk erat boneka yang baru saja didapatkan dari mesin capit.Begitu mereka melewati pintu, suara beberapa orang langsung menyambut dari arah dapur."Akhirnya mereka pulang juga.""Kalian dari mana saja?""Cepat ke sini."Joshua terkekeh. Ia menurunkan Leah dari gendongannya, lalu menunjuk boneka yang masih dipeluk gadis kecil itu. "Taruh dulu bonekanya. Makan malam hari ini sangat penting."Leah menurut. Ia berlari kecil menuju ruang tamu untuk meletakkan bonekanya, kemudian kembali bergabung dengan yang lain di dapur.Satu per satu mereka mengambil makanan yang tersaji di atas meja dan memenuhi piring masing-masing.Rachel yang baru saja mengambil lauk berkata, "Joshua dan Finn sampai mengambil cuti hanya untuk mengantarkan kalian ke bandara besok."Joshua mengangguk santai. "Tentu saja. Kami harus memanfaatkan

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 160. Yang Menghantui

    Tak lama kemudian, pintu utama sekolah mulai dipenuhi anak-anak yang keluar satu per satu, diiringi beberapa guru yang mengawasi di sekitar mereka."Lihat, mereka sudah keluar," kata Ella.Keduanya pun mengalihkan pandangan ke arah pintu sekolah.Anak-anak kecil mulai berhamburan ke area depan gedung. Beberapa langsung menghampiri orang tua mereka, sementara yang lainnya berjalan bersama teman-temannya.Hingga akhirnya, sosok kecil yang mereka tunggu muncul di antara kerumunan itu.Daisy langsung menurunkan kaca jendela mobil, lalu mengeluarkan kepalanya sedikit. "Leah! Kemari!"Leah yang baru saja keluar dari pintu sekolah langsung memutar kepalanya, mencari sumber suara tersebut.Begitu matanya menemukan mobil Ella, senyum cerah langsung menghiasi wajahnya. "Mama!"Leah segera berjalan cepat menuju mobil mereka.Ia membuka pintu belakang mobil tanpa perlu diberitahu lagi. Sebab paham kursi biasa yang ditempati sedang diisi oleh Daisy.Setelah masuk, Leah langsung duduk di kursi, tas

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 159. Lembar Baru

    "HAHAHAHA!" Tawa Daisy langsung pecah begitu Ella selesai menceritakan kejadian itu."Aku benar-benar tidak tahu apa rencanamu untuk Leah ke depannya," katanya sambil masih menahan tawanya. "Tapi tolong, jangan masukkan dia ke ballet. Masukkan saja ke kung fu, taekwondo, boxing, atau bela diri apa pun!""Kenapa?""Karena aku rasa dia punya bakat alami untuk itu. Daripada nanti ada anak lain yang mengganggunya lagi, setidaknya dia bisa belajar bagaimana membela dirinya dengan benar.""Jadi sekarang kau malah mendukungnya berkelahi?""Bukan berkelahi, tapi bela diri! Itu berbeda. Kau juga mengatakannya tadi."Ella hanya menggeleng-gelengkan kepala, tak meladeni saran tersebut. Ia tak pernah membenarkan masalah kekerasan kemarin.Ting ...!Sebuah notifikasi email muncul di layar.Ella langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan tersebut. Matanya bergerak membaca setiap baris yang tertera di layar. Semakin ke bawah, ekspresinya semakin serius. Bahkan, ia sampai menelan ludah ketika mem

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 158. Waktu yang Berlalu

    ***Empat Tahun Kemudian.Ella berdiri di balik meja kasir sebuah kedai kopi.Jemarinya menekan beberapa tombol pada mesin kasir untuk menyelesaikan pesanan pelanggan di hadapannya. "Semoga harimu menyenangkan," ucapnya tersenyum ramah.Pesanan pun datang silih berganti, dan ia melayaninya satu per satu dengan keramahan yang sama.Begitulah yang dilakukannya hampir setiap hari.Selama tiga tahun terakhir, sejak kedai kopi milik Ayahnya berhasil dibangun, Ella ikut membantu mengurusnya. Terkadang ia berada di balik meja kasir, menjadi barista, melayani pelanggan sebagai pelayan, atau bahkan turun tangan mencuci peralatan yang kotor.Apa pun pekerjaannya, Ella sudah terbiasa melakukannya.Bzzzt ...!Ponsel yang berada di saku celana Ella tiba-tiba bergetar.Ia segera merogohnya dan melirik layar. Begitu melihat waktu yang tertera, Ella langsung menyadari sesuatu. "Oh."Ella mem

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 157. Kanguru Kecil

    “TOLONG! INI AKAN KELUAR!"Teriakan Ella membuat seluruh ruangan seketika gempar.Beberapa polisi yang tadi hanya memperhatikan dari kejauhan langsung berdiri. Ada yang hendak mendekat, tetapi kemudian berhenti lagi karena tidak tahu harus melakukan apa."Dia akan melahirkan?!""Harus bagaimana?!""Hubungi ambulans!""Apa ada yang punya pengalaman menangani persalinan?!"Suara-suara mulai bersahutan dari berbagai arah.Ella sendiri masih berdiri kaku di tempatnya. Kedua tangannya memegang bagian depan perutnya yang sangat besar, sementara wajahnya sudah benar-benar panik. "OH TUHAN, AKU TAK MAU MELAHIRKAN DI SINI!"Daisy yang masih berada di dalam sel ikut membelalak.Untuk beberapa detik, pikirannya kembali kosong. Namun, ia segera menggeleng kuat. Tidak untuk sekarang. Ia harus melakukan sesuatu!Daisy menoleh ke samping.Seorang petugas yang tadi berdiri tidak jauh dari selnya tampak sama bingungnya dengan yang lain.Tanpa berpikir panjang, Daisy langsung mengulurkan tangannya mela

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 156. Salah Waktu

    ***Sembilan Bulan Kehamilan.Seorang wanita berdiri di depan cermin kamar mandi sebuah toko.Tatapannya turun pada bagian dada bajunya yang tampak lembap.Ia mengerutkan kening, lalu mengusap-usap bagian kain tersebut dengan telapak tangannya, berharap bekasnya menghilang atau setidaknya menjadi lebih samar.Namun, semakin diperhatikan, noda itu justru terlihat jelas.Ella menghela napas berat. "Serius sekarang?!"Sayang sekali tidak banyak yang bisa dilakukannya. Hari ini bahkan baru saja dimulai, sementara akan ada banyak orang yang akan ditemuinya.Tapi mau bagaimana lagi?Sejak bulan lalu, tubuhnya mulai mengalami perubahan baru. Air asi-nya perlahan mulai keluar dan sesekali merembes hingga ke pakaian.Awalnya cukup membuatnya panik. Sekarang, ia hanya bisa belajar beradaptasi dengan hal tersebut.Ella pun meraih beberapa lembar tisu dan menekannya pada bagian baju yang basah. Ia juga mengarahkan bagian tersebut ke alat pengering tangan di samping wastafel.Beberapa saat kemudia

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 10. Tunangan

    "Tidak! Dasar mesum!" tolak Ella cepat. Seketika wajahnya memerah, mengingat malem itu. Memalukan, menyakitkan, dan menyenangkan. "Sepertinya kau sering tidur dengan jalang," ujar Ella tiba-tiba. "Siapa yang bilang?" "Aku. Buktinya barusan wanita yang kau bilang bernama Alice itu mengatakan aku j

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 9. Takluk dalam diam

    Selimut menutupi tubuh Ella dari ujung kaki sampai leher. Ini sudah tengah malam dan dirinya mulai mengantuk tapi matanya tidak bisa terpejam. Kejadian di kolam piranha terus terbayang jelas di otaknya. Bagaimana teriakan wanita itu sampai bau darahnya masih membekas, ia ingat jelas. Apa lagi saa

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 7. Hutan, Tubuh, dan Dosa

    Ella tentu tidak akan membuang-buang waktu lagi. Ia segera berlari ke luar gerbang yang menjulang tinggi itu. Dugaannya benar, rumah ini berada di dalam hutan. Hutan dengan tumbuhan besar serta liar dan sangat gelap, padahal hari belum malam. Ella juga bisa mendengar suara air. Apa itu air terjun,

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 8. Kolam Piranha

    Alexander menatap jendela kamarnya yang menampilkan pohon-pohon besar nan sepi. Pandangannya beralih ke dua jemari yang masih basah. Setelah kembali dari kamar Ella, Alexander memang belum mencuci tangan atau sekedar mengelap. Dengan penuh kesadaran, Alexander memasukkan jarinya ke mulutnya sendir

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status