Teilen

Bab 61. Ah, Enak!

last update Veröffentlichungsdatum: 29.03.2026 07:24:22

“Oh, kamu lagi sibuk?”

Suara Freya terdengar kecewa di seberang sana.

“Iya, Sayang. Ini barusan kelar meeting sama timnya Pak Aryan, terus rencananya mau lanjut rapat bareng anak-anak di resto,” dusta Juan.

Lucy tersenyum mendengar kebohongan Juan. Perempuan itu masih duduk nyaman di pangkuan Juan dengan kedua tangan yang melingkari leher selingkuhannya.

“Kamu pulangnya malam, kan? Nanti rapatnya aku usahain cepet selesai biar bisa jemput kamu.”

Juan bertelepon dengan Freya sambil memandang lur
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
whiteflower
cepetan meluncur untuk menghibur pakkk
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 132. Bahagia Melihatnya Menderita

    Perangai Aryan mungkin tidak tampak seperti seorang pemberontak. Namun, semua orang yang pernah berurusan dengannya pasti tahu bahwa dia bukan tipe yang gampang patuh. Jika ada sesuatu yang memang tidak sesuai keinginan atau kehendaknya, Aryan akan mencari celah untuk menolak atau bahkan melawan.Entah diam-diam atau terang-terangan, Aryan bakal menemukan celah agar segalanya berjalan seperti kemauannya saja.“Maksudnya, mau kayak gimana kondisinya, dia bisa aja tetep nyariin kamu, gitu?”Freya langsung mengiyakan omongan Chika. “Iya. Aku khawatirnya dia bakal begitu.”Melihat tampang serius Freya, Chika terdiam sesaat. Namun, alih-alih menanggapi dengan ekspresi serupa, Chika lalu menyunggingkan senyum jenaka.“Ternyata kamu seyakin itu, ya, sama cintanya dia ke kamu,” celetuk Chika sembari mendengus geli. “Jadi, Aryan itu tipikal cowok yang rela mendaki gunung, lewati lembah, bahkan berenang menyeberangi lautan demi cinta, ya? Wah, gila! Romantis banget si Aryan!”Chika mencibir A

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 131. Dilarang Jatuh Cinta Sembarangan

    Sebelumnya, Chika memang berharap Freya tak lama-lama berurusan dengan Aryan. Dia tidak ingin adiknya berhubungan terlalu jauh dengan pria yang terkenal berengsek dan anti berkomitmen.Namun, setelah Chika kembali bertemu juga dengan teman lamanya itu, pandangannya terhadap Aryan mulai berubah. Aryan tampaknya tidak seburuk rumor yang beredar.Chika melihat Freya diperlakukan dengan cukup baik. Aryan tidak hanya perhatian, tetapi juga terang-terangan menjadikan Freya sebagai prioritas. Laki-laki itu bahkan rela mengambil langkah yang berisiko demi menyenangkan Freya.Freya pun tampak nyaman dengan kehadiran Aryan. Di mata Chika, mereka tidak seperti dua orang yang menghendaki perpisahan. Hubungan Freya dan Aryan telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih hangat dan membuat keduanya tanpa sadar saling terikat.“Aryan kayaknya jatuh cinta sama kamu.”Chika mengatakannya tanpa pendahuluan apa pun. Dia langsung bicara intinya begitu atensi Freya kembali sepenuhnya tertuju kepadanya.“Kam

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 130. Seperti Nyonya Bos

    “Katanya saya gila. Memangnya iya?”Jika Reno bilang iya, apakah riwayatnya akan tamat? Sebab, sejujurnya dia sepakat dengan Freya. Siang-malam mendampingi Aryan, ada banyak momen di mana Reno merasa bosnya memang sedikit gila.“Apa yang salah dari teman tidur seumur hidup? Jika dimaknai secara lebih mendalam, itu adalah salah satu cara yang paling kasual untuk menyebut pernikahan.”“Iya, sih. Memang lumayan ambigu, bisa diartikan sebagai ajakan kumpul kebo selamanya juga. Tapi, bukannya itu cuma soal pola pikir? Kenapa dia malah menyebut saya laki-laki gila? Aneh.”Reno diam-diam menghela napas. Dia semakin paham mengapa Freya menganggap bosnya kurang waras.“Lalu, akhirnya apa keputusan Bu Freya? Bagaimana cara Bu Freya menyebut Pak Aryan sekarang?” tanya Reno sambil menyetir.Mobil melaju pelan menuju kediaman Keluarga Hutama. Sengaja tidak perlu buru-buru karena Reno tahu bosnya tidak suka pulang ke rumah.“Mantan pacar,” jawab Aryan seraya berdecak sebal. “Dia menganggap saya tak

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 129. Aku Bukan Selingkuhanmu

    Freya baru saja tahu jika dirinya memiliki pengawal siang ini. Kabar baiknya, meski belum ada sehari, dia sudah merasa cocok dengan Jefri yang ternyata seumuran dengannya itu.Memang ada rasa tidak nyaman, tapi mungkin cuma karena Freya belum terbiasa. Barangkali Freya hanya butuh adaptasi 1-2 hari, mengingat dia pada dasarnya cenderung murah akrab dengan orang lain.Namun, baru juga beberapa jam berlalu, Freya sudah diberitahu bahwa ini adalah hari terakhir Jefri menjaganya. Kata Jefri, Aryan kurang puas dengan kinerjanya, jadi besok akan ada bodyguard anyar yang menggantikannya.“Nggak mau minta yang lain? Emas batangan? Uang tunai Rp1-2 miliar? Tas seharga rumah? Apa pun bisa aku kasih, kecuali yang barusan kamu minta.”Gantian Freya yang merengut kecewa. “Tadi katamu aku bisa apa pun tanpa kecuali,” protesnya, sengaja meninggikan nada saat mengucap kata 'tanpa'.“Memilih pengawal adalah masalah krusial. Selain poin keselamatan, aku cuma mau memastikan kamu lebih nyaman,” terang Ar

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 128. Permintaan yang Mengundang Cemburu

    Freya akhirnya berhenti menangis. Sedihnya belum hilang, tetapi rasanya sudah jauh lebih lega. Sesak di dadanya pun telah banyak berkurang, mungkin berkat kehadiran seseorang yang kini menggenggam tangannya.Aryan sudah tidak memeluk Freya. Pria itu sekarang cuma sibuk mengusap punggung tangan kiri Freya dengan ibu jarinya. Tak ada sepatah kata pun terucap, sabar menunggu Freya bertutur terlebih dahulu.“Kenapa diam aja?” Freya akhirnya mulai bersuara setelah hening cukup lama. “Minimal tanya kenapa aku nangis-nangis sampai air mataku habis begini.”Aryan tersenyum sambil terus menatap jemari lentik dalam genggamannya. “Buat apa? Aku ke sini jelas karena udah tahu apa yang terjadi sama kamu,” balasnya sombong.“Cuma mau memastikan kamu menangis sepuasnya sampai merasa lebih baik kayak begini.”Freya pun berdecak sinis. “Sok peduli!” ujarnya sambil menarik tangannya dari genggaman Aryan.Aryan membiarkan tangannya dihempas, tetapi cuma sedetik. “Aku nggak pernah sepeduli ini sama urus

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 127. Benci Setengah Mati

    Chika pening mendengar Freya bercerita tentang semua fakta mencengangkan yang baru saja terungkap malam ini. Sungguh tak terbayang bagaimana rasanya jadi Freya yang ternyata telah dibohongi dan dikhianati habis-habisan sekian lama.Chika syok luar biasa saat mengetahui Juan selingkuh dengan Naya. Semakin tak habis pikir ketika diberi tahu bahwa Naya kini sedang hamil anak Juan. Lebih parahnya lagi, laki-laki berengsek itu rupanya enggan bertanggung jawab dan malah menyuruh Naya menggugurkan janin dalam kandungannya. Dasar cowok bangsat! Juan benar-benar harus mendapat ganjaran setimpal atas setiap dosa yang dia perbuat.“Jadi, Naya akhirnya membongkar perselingkuhan Juan dan Lucy karena dia nggak mau hancur sendiri?”Freya mengangguk-angguk sambil mengelap air matanya dengan tisu. Tangisannya sudah reda, tidak lagi tersedu sedan separah beberapa saat lalu. Namun, air matanya masih saja tak berhenti mengalir.“Kenapa dia nggak lakuin itu sendiri? Aku yakin dia tahu lebih banyak hal te

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status