Share

{Bab 181} Perhatian Lembut

last update publish date: 2026-04-13 23:09:04

Aldren melangkahkan kakinya menyusuri lorongp yang panjang. Cahaya obor di dinding berderak pelan, memantulkan bayangan tubuhnya yang bergerak tenang namun pasti. Setiap langkahnya terdengar jelas di lantai batu yang keras, menggema dalam kesunyian yang terasa menekan.

Aldren menunduk sedikit, mengingat kembali percakapan yang baru saja terjadi. Wajah tahanan itu, nada suaranya, jeda di setiap kalimatnya, semuanya terulang jelas di benaknya.

Pikirannya bergerak cepat, menyusun ulang potongan-po
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 181} Perhatian Lembut

    Aldren melangkahkan kakinya menyusuri lorongp yang panjang. Cahaya obor di dinding berderak pelan, memantulkan bayangan tubuhnya yang bergerak tenang namun pasti. Setiap langkahnya terdengar jelas di lantai batu yang keras, menggema dalam kesunyian yang terasa menekan.Aldren menunduk sedikit, mengingat kembali percakapan yang baru saja terjadi. Wajah tahanan itu, nada suaranya, jeda di setiap kalimatnya, semuanya terulang jelas di benaknya.Pikirannya bergerak cepat, menyusun ulang potongan-potongan yang ia dapatkan."Jadi... Siapa namamu?" tanya Aldren, bertanya dengan lembut."Nama?"Tahanan itu hampir tersedak saat sedang makan kue yang baru saja diberikan. Tangan yang memegang potongan kue itu sedikit gemetar, dan ia buru-buru menelan dengan susah payah.Pertanyaan itu sederhana. Namun justru karena itu, terasa mencurigakan."Tidak masalah, aku hanya ingin tahu tentang namamu. Aku tidak akan melakukan hal buruk setelah mengetahui namamu. Aku hanya ingin... Lebih mudah memanggil d

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 180} Gentle interrogation

    Aldren bergerak tanpa tergesa, seolah apa yang ia lakukan hanyalah hal sepele. Tangannya yang dingin meraih borgol besi di pergelangan tangan tahanan yang telah mengaku, lalu membukanya dengan bunyi klik yang nyaring di tengah kesunyian penjara.Para tahanan lain langsung menoleh serempak. Mata mereka membelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Di tempat seperti ini, kebebasan sekecil apa pun adalah sesuatu yang mustahil. Namun kini, salah satu dari mereka justru dilepaskan begitu saja.Dengan santai, Aldren menjawab, "Dia sudah mengaku dengan jujur. Seseorang yang berharga sepertinya tidak pantas terus berada di sini bersama para penjilat. Setidaknya kita harus menyiapkan sel terpisah yang lebih layak."Nada suaranya tetap tenang, hampir terdengar rasional. Namun justru itulah yang membuatnya terasa lebih menusuk. Tidak ada ancaman langsung, tidak ada paksaan terang-terangan, tetapi setiap katanya seperti pisau yang perlahan mengoyak kete

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 179} Pengakuan Tahanan

    Di dalam penjara bawah tanah yang lembap dan nyaris tanpa cahaya, hanya satu obor yang menyala redup di dinding batu yang dingin. Api kecil itu bergoyang pelan, menciptakan bayangan panjang yang menari liar di permukaan dinding. Bau darah, keringat, dan besi berkarat bercampur menjadi satu, menyesakkan napas siapa pun yang berada di sana.Beberapa tahanan terduduk lemah di lantai batu yang kasar. Tubuh mereka dipenuhi luka cambukan, sebagian masih mengalirkan darah segar, sebagian lainnya telah mengering menjadi kerak gelap yang mengerikan. Napas mereka berat, terputus-putus, namun sorot mata mereka tetap menyala dengan sisa-sisa perlawanan."Percuma saja! Racun di dalam mulut kalian sudah kami ambil. Kalian tidak bisa melarikan diri dengan cara bunuh diri sekarang," ucap Aldren dengan dingin. Pupil hijau gelapnya menatap ke bawah, tajam dan tanpa emosi, seolah yang berada di hadapannya bukanlah manusia, melainkan sekadar objek.Salah seorang tahanan menga

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 178} Kerja Dua Kali

    "Baiklah..." Hery tersenyum canggung. "Kalau begitu, aku ke penjara bawah tanah lebih dulu."Senyumnya kaku, jelas tidak sepenuhnya pulih dari apa yang baru saja ia saksikan."Aku akan ikut!" Aldren melangkah tegas di belakang Hery, tidak lagi menatap Alianne.Langkahnya cepat dan pasti, seolah berusaha mengalihkan pikirannya pada sesuatu yang lebih penting. Tidak ada lagi kelembutan dalam gerakannya, hanya ketegasan seorang raja yang kembali pada tugasnya.Keduanya segera menjauh, langkah kaki mereka bergema pelan di lantai batu sebelum akhirnya menghilang ke dalam lorong istana.Alianne tetap berdiri di tempatnya.Tatapannya tertuju pada punggung Aldren yang semakin menjauh, hingga akhirnya benar-benar hilang dari pandangan.Untuk beberapa detik, ia tidak bergerak.Lalu perlahan, sesuatu merambat di dalam dirinya.'Sepertinya aku terlalu jahat tadi. Aku harusnya tidak boleh terlalu jujur seperti itu... Tidak!'Alianne menunduk, bahunya sedikit turun. Nafasnya tertahan, seolah ada se

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 177} Tidak Pantas

    Kuda yang ditunggangi Aldren dan Alianne akhirnya melewati gerbang besar istana Obsidian. Besi hitam yang membentuk gerbang itu berderit pelan saat terbuka, seolah menyambut mereka kembali dengan keheningan yang khas. Di baliknya, istana berwarna gelap itu berdiri kokoh, tua, dingin, dan jauh dari kesan megah yang mencolok, namun justru memancarkan kewibawaan yang tidak mudah runtuh oleh waktu.Dinding-dinding batu hitamnya menyerap cahaya senja yang mulai meredup. Tidak ada kilauan mencolok seperti di Silverkeep, hanya bayangan yang dalam dan suasana yang sunyi.Aldren menarik tali kekang kudanya perlahan, menurunkan kecepatannya saat memasuki halaman istana. Langkah kuda itu menjadi lebih tenang, teratur, seolah memahami bahwa mereka telah kembali ke wilayah yang aman.Di depan, butiran putih mulai jatuh lebih lebat.Salju.Sementara Aldren mengarahkan kuda dengan fokus, Alianne justru tampak tenggelam dalam dunianya sendiri. Tangannya terangkat, menadah butiran salju yang jatuh s

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 176} Tekad yang Mengeras

    Aldren hanya berdiri di tempatnya, menatap pertengkaran kecil antara adiknya dan istrinya dengan ekspresi datar yang cenderung malas. "Sudah! Sudah! Istana Obsidian dan istana Silverkeep memang diciptakan untuk dua tujuan berbeda. Keduanya bagus untuk kebutuhan yang berbeda."Nada suaranya tegas, namun tidak keras. Kalimatnya sederhana, tetapi cukup untuk memotong perdebatan yang mulai berlarut-larut."Maksudku begitu..." jawab Alianne yang masih diguncang Caelum.Suaranya sedikit terguncang mengikuti gerakan tubuhnya yang masih dipegang. Ia mencoba mempertahankan keseimbangan, meskipun kepalanya mulai terasa ringan.Caelum akhirnya melepaskan tubuh Alianne dengan kesal. Lepasan itu tidak sepenuhnya halus, membuat tubuh Alianne sedikit terhuyung ke belakang.Untuk sesaat, keseimbangannya hilang.Namun sebelum tubuhnya benar-benar jatuh, Aldren sudah lebih dulu bergerak. Tangannya terulur dengan sigap, menahan tubuh Alia

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 173} Ganti Nama

    Tatapannya Caelum beralih ke Alianne dengan dingin, penuh kekesalan yang belum sepenuhnya mereda."Sialan sekali anak ini melemparkan benda keras itu ke wajahku yang tampan!"Nada itu terdengar lebih personal daripada sebelumnya. Luka di dahinya seolah kembali berdenyut hanya ka

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 172} Benda di Istana Silverkeep

    "Bisa dibilang... Ini pertama kalinya aku melihat salju," jawab Alianne.Suaranya terdengar jujur, tanpa dibuat-buat. Ia kembali menengadah, membiarkan beberapa butiran salju jatuh ke wajahnya. Rasa dingin itu membuatnya sedikit meringis, tetapi juga tersenyum di saat yang sama.

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 171} Salju Pertama

    Setelah sekitar satu jam perjalanan tanpa henti, kecepatan pasukan mulai melambat. Pepohonan yang rapat perlahan berganti dengan hamparan lahan terbuka. Di kejauhan, terlihat deretan rumah sederhana dengan atap jerami dan dinding kayu.Sebuah desa kecil. Terlalu tenang jika dibandingkan

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 170} Bantuan Tiba

    Derap kaki kuda terdengar semakin jelas, memecah kesunyian hutan yang sejak tadi dipenuhi ketegangan. Sekelompok prajurit muncul dari kejauhan, masing-masing membawa dua ekor kuda di sisi kanan dan kiri mereka. Pelana-pelana tambahan itu bergoyang mengikuti langkah cepat, menandakan mereka datang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status