Share

{Bab 8} Aku punya ide!

last update publish date: 2026-01-19 23:00:48

Aldren hendak berjalan ke kamar Alianne. Langkahnya terhenti ketika bayangan dua sosok muncul tepat di depan pintu kamarnya. Lorong di lantai itu relatif sunyi, hanya diterangi cahaya obor yang temaram. Api bergetar pelan, memantulkan cahaya ke dinding batu hitam istana Obsidian.

Dua orang wanita berdiri di sana, mengenakan pakaian pelayan istana.

Seorang terlihat berambut hitam dengan rambut memakai konde rapi sementara seorang lagi berambut cokelat kepang dua. Postur merek
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 195} Dia Duluan

    Sementara itu di kumpulan pria...Suasana di sisi ini tampak lebih tenang di permukaan, namun percakapan yang terjadi memiliki bobot yang berbeda. Tidak ada tawa berlebihan atau sikap mencolok, hanya tatapan-tatapan tajam dan kata-kata yang dipilih dengan hati-hati.Aldren berdiri dengan postur tegap, tetapi perhatiannya tidak sepenuhnya tertuju pada percakapan di sekitarnya. Matanya justru mengarah pada seorang pria di depannya yang tampak tidak fokus, seolah pikirannya berada di tempat lain.Aldren mempersempit pandangannya.Dengan rasa penasaran, Aldren mengikuti arah pandangan pria itu. Tatapannya menembus kerumunan tamu, melewati gaun-gaun mewah dan jas formal, hingga akhirnya berhenti pada satu titik.Di sana, Alianne dan Magnolia terlihat berdiri berdekatan.Keduanya tampak akrab, berbicara dengan santai seolah sudah saling mengenal cukup lama. Gestur mereka terbuka, tidak ada jarak, tidak ada kecanggungan.Aldren mengangkat alisnya tipis."Erylus, istrimu dan istriku cepat ber

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 194} Ditinggalkan

    Leon berdiri tegap di altar, tangannya bergerak perlahan namun pasti saat mengambil cincin itu. Cahaya lilin memantul pada permukaan logamnya, menciptakan kilau kecil yang terasa hampir menyilaukan di tengah suasana yang hening.Mariana mengulurkan tangannya.Untuk sesaat, waktu seolah melambat.Leon memakaikan cincin pada Mariana, bagian yang sangat sakral dalam sebuah pernikahan. Tidak ada suara yang benar-benar hilang, namun semua terasa teredam, seolah seluruh dunia memberi ruang bagi momen itu untuk terjadi tanpa gangguan.Namun, ketenangan itu tidak sepenuhnya menjangkau setiap sudut ruangan.Sementara itu di bagian para tamu...Bisikan mulai muncul lagi, kali ini lebih tajam, lebih terbuka, dan tidak lagi berusaha disembunyikan."Lihatlah mereka! Mereka sama sekali tidak terlihat seperti bangsawan!""Benar-benar menjijikkan! Apa lagi wanita di sana adalah seorang ratu. Aku tidak sudi memanggilnya dengan panggilan Yang Mulia Ratu."Nada suara itu dipenuhi rasa muak yang terang-t

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 193} Menjarah Makanan

    Hari pernikahan Leon akhirnya tiba.Salju turun tanpa henti, menyelimuti seluruh Kerajaan Valtarian dalam warna putih yang membekukan. Udara terasa lebih berat dari biasanya, seolah setiap napas yang diambil harus dipaksa keluar dari paru-paru. Di tengah suasana yang kaku dan dingin itu, para bangsawan mulai berdatangan. Gaun-gaun mewah berwarna cerah tampak kontras dengan lanskap musim dingin, berkilau di bawah cahaya kristal dan obor yang berjajar di sepanjang aula utama.Namun, kehadiran Alianne segera merusak harmoni visual yang ‘sempurna’ itu.Dia datang bersama Aldren.Berbeda jauh dengan para wanita bangsawan lainnya, Alianne tidak mengenakan gaun. Tidak ada rok panjang, tidak ada renda halus, tidak ada perhiasan mencolok. Sebagai gantinya, dia mengenakan setelan jas formal dengan potongan tegas, dipadukan dengan celana panjang yang memperlihatkan siluetnya yang berbeda dari norma.Beberapa kepala langsung menoleh. Bisikan-bisikan kecil mulai bermunculan, lirih namun cukup ta

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 192} Misi Selanjutnya

    Fajar kembali menyingsing, membawa cahaya pucat yang perlahan mengusir sisa kegelapan malam. Langit masih berwarna abu-abu kebiruan, sementara udara pagi terasa dingin dan tajam di kulit. Di halaman depan istana Obsidian, suasana jauh dari kata tenang. Derap langkah para penjaga, gesekan baju zirah, dan bisikan-bisikan pelan membentuk ketegangan yang tidak terlihat namun terasa jelas.Di tengah halaman itu, Alianne berdiri tegak. Tatapannya tertuju pada beberapa wanita muda yang berbaris di hadapannya. Pakaian mereka sederhana, wajah mereka menunjukkan sisa kelelahan, tetapi juga harapan yang belum sepenuhnya padam."Jadi... Apa yang kau tahu mengenai pengobatan herbal?" tanya Alianne, menunjuk pada Bethany.Suaranya tidak keras, tetapi cukup untuk membuat semua orang fokus. Tidak ada nada mengancam, namun tekanan dalam pertanyaan itu tidak bisa diabaikan.Bethany menarik napas sejenak sebelum menjawab. Bahunya menegang, tetapi suaranya tetap berusaha stabil."Aku bisa mengobati berba

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 190} Tempat Aman

    "Dan akhirnya kalian diajarkan memanah, disuruh masuk ke dalam benda aneh tak terlihat yang bisa memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya, dan disuruh menggigit pil yang diselipkan ke gigi kalian jika kalian tertangkap."Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Alianne, tanpa jeda, tanpa keraguan, seolah ia sedang menyebutkan sesuatu yang sudah sangat ia pahami. Nada suaranya datar, bahkan cenderung santai, tetapi isi ucapannya terasa seperti pisau yang menguliti lapisan demi lapisan rahasia.Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi.Truman dan Fidel menatap Alianne dengan mata yang membesar. Tidak ada kata yang langsung keluar. Hanya keterkejutan yang perlahan berubah menjadi kekaguman, bercampur dengan sedikit ketakutan yang sulit disembunyikan."Sampai tahu sedetail itu..." gumam Truman."Luar biasa..." komentar Fidel.Reaksi mereka jujur. Terlalu jujur.Alianne tidak langsung menanggapi pujian itu. Ia

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 189} Saudari

    Pengawal itu berdecak kesal pelan. Jelas ia tidak sepenuhnya setuju, tetapi posisinya tidak memberinya ruang untuk membantah lebih jauh. Setelah menarik napas singkat, ia akhirnya berbalik dan berjalan mendekati para pengawal lain yang berjaga."Kalian semua, tolong jaga Yang Mulia Ratu. Ingatlah! Jika ada goresan sedikit saja di tubuhnya, kalian akan dipenggal Yang Mulia Raja. Mengerti?!"Nada suaranya mengeras, penuh tekanan. Ancaman itu tidak terdengar berlebihan, justru terasa sangat mungkin terjadi."Mengerti!" jawab semua pengawal dengan tegas secara bersamaan.Suara mereka menggema di lorong penjara, serempak dan tanpa ragu. Disiplin yang kaku itu justru menambah kesan mencekam, seolah keselamatan Alianne bukan hanya tanggung jawab, tetapi juga beban hidup dan mati.Keringat imajiner sebesar kepalan tangan seakan menetes di belakang kepala Alianne."Aldren sejahat itukah di mata kalian?"Nada suaranya terdengar ringan, bahkan sedikit bercanda. Namun ada sesuatu di baliknya, sem

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 102} Hukuman Apa yang Pantas?

    Thalira menatap punggung Leon dengan penuh kebencian. Rahangnya mengeras, napasnya tertahan. Di dadanya, amarah bergejolak liar, menekan nadi hingga berdenyut sakit. Tangannya bergerak cepat mengambil sebuah pedang yang tergeletak tak jauh dari tempatnya, dekat rak penyimpanan senjata yang sebagian

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 101} Duke Utara Sialan

    Di barak militer, kekacauan merajalela tanpa ampun.Bau darah, keringat, dan debu bercampur menjadi satu, menusuk hidung siapa pun yang menghirupnya. Beberapa ksatria tergeletak di lantai batu yang dingin, tubuh mereka penuh luka memar keunguan. Ada yang menggertakkan gigi menahan rasa s

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 100} Keluarga Cemara

    Di kediaman marquess Redmond, suasana terasa jauh lebih sunyi dibandingkan hiruk-pikuk pantai tadi. Semua mata tertuju pada sang marquess. Pria paruh baya itu kini terbaring lemah di atas ranjang besar dengan seprai gelap, tubuhnya dipenuhi balutan perban. Beberapa di antaranya sudah basah oleh d

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 99} Kesedihan yang Fana

    “Sekalian, untuk sisanya, aku minta untuk papaku di rumah,” ucap Thalira pelan, menatap pembalut yang kini menempel rapi di bahu kirinya. Kain itu menutupi luka akibat tekanan artileri saat ia menembak, kulitnya masih terasa panas dan berdenyut, tetapi darahnya sudah berhenti mengalir.A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status